
Di dalam sebuah istana megah
Terlihat sesosok pria paruh baya sedang duduk di singgasana dengan wajah gusar
Pria paruh baya tersebut adalah Kaisar dari Kekaisaran Song yang agung, Kaisar Fei Ying
Berbeda dengan ketika Zhou Yu bertemu dengan Kaisar pada waktu itu, yang terlihat pucat dan kuyu
Kini, dibalut oleh jubah kaisar dengan gambar naga emas bercakar lima pada punggungnya, membuat aura kaisar dalam tubuhnya terpancar kuat, sehingga siapapun yang melihatnya sekarang akan merasakan tekanan dan secara naluri ingin menyembah
Namun terlepas dari aura kuat yang terpancar dari tubuh Kaisar Fei Ying
Sosok agung yang menopang Kekaisaran Song tersebut kini terlihat gelisah dan cemas
Tidak berselang lama, seorang kasim masuk ke dalam aula dan membungkuk hormat dihadapan Kaisar Fei Ying
"Orang rendahan memberi hormat kepada Yang Mulia, semoga Yang Mulia berumur panjang "
Fei Ying melambaikan tangannya "Ada apa, kasim Gao ?"
"Lapor Yang Mulia, Dewa Mabuk yang dipanggil oleh Yang Mulia telah tiba dan menunggu diluar aula " Kasim Gao menjawab dengan hormat
Mata Fei Ying bersinar dan berkata "Apakah senior Tao sudah disini?, bawa dia masuk segera "
Kasim Gao mengangguk dan buru-buru memberi hormat, kemudian meninggalkan aula
Tidak berselang lama, setelah kasim Gao pergi
Sesosok pria sepuh dengan tampilan yang lusuh dan berantakan memasuki aula
Namun meskipun terlihat menyedihkan, Kaisar Fei Ying tidak berani mengambaikannya, apalagi memandang rendah pria sepuh tersebut
Karena pria sepuh tersebut adalah pendekar nomor satu di Kekaisaran Song, Dewa Mabuk yang misterius
Fei Ying segera berdiri dari singgasananya, ketika melihat Tao Ming
Tao Ming menatap Fei Ying sejenak, kemudian membungkuk hormat dan berkata "Salam Yang Mulia, semoga Yang Mulia berumur panjang "
Tao Ming tersenyum dan berkata "Yang Mulia terlalu sopan, meskipun aku bukanlah pria yang terpelajar dan mengerti sopan santun, aku masih sangat sadar bahwa ketika aku berdiri di atas tanah putra surga, aku tidak boleh mengambaikannya, apalagi mendurhakainya"
Fei menatap Tao Ming dengan cermat, ia kemudian berjalan selangkah demi selangkah sambil berkata "Sejak Era Kehancuran pada tahun itu, putra surga sudah tidak ada, keserakahan dan kesewenang-wenangan manusia, membuat surga marah dan menghukum seluruh dunia "
"Dinasti kehilangan keberuntungannya, sehingga rakyat semakin sengsara, moral manusia semakin rendah dan kehilangan garis bawahnya, senior Tao memanggilku putra surga, namun aku tidak mampu menanggungnya"
Suara Fei Ying dipenuhi kesedihan dan penyesalan
Tao Ming masih tersenyum seperti musim semi sambil berkata"Ketika seorang anak membuat kesalahan, adalah wajar bagi orang tua untuk memberikan hukuman, selama dunia tidak ditinggalkan, suatu hari nanti, surga pasti akan mencabut hukumannya, ketika manusia menyadari dan memperbaiki kesalahannya "
Fei Ying mengangguk dan berkata "Aku sangat berharap, bisa melihat sosok manusia yang bersedia mendukung dan memimpin manusia ke jalan yang benar, sehingga surga mengangkat hukumannya itu "
"Kenapa Yang Mulia berharap kelahiran orang lain? kenapa bukan Yang Mulia sendiri yang menjadi sosok manusia itu ?" Tao Ming berkata sambil tersenyum tipis
Fei Ying menggelengkan kepalanya dan berkata dengan getir "Aku ingin, tapi aku tidak bisa, pengaruh Kekaisaran semakin melemah, rakyat menjadi gelisah, dan ketika situasi ini berkembang ke arah yang lebih parah, semakin banyak orang yang tidak bisa menahan ambisi mereka lagi dan memanfaatkan situasi ini "
"Ambisi mereka yang membengkak, ditambah dengan kekuatan yang tidak bisa dikendalikan oleh Kekaisaran, membuat situasi saat ini semakin kacau dan mengantarkan kita ke arah perang besar "
"Apakah maksud Yang Mulia, jika kekuatan Kekaisaran lebih kuat dari kedua aliran, perang besar ini tidak akan terjadi ?" Tao Ming bertanya dengan penuh arti
Fei Ying terdiam, ia tahu pemikirannya telah terlihat oleh Tao Ming
Fei Ying menghela nafas dan berkata "Meskipun terdengar egois, tidak ada pemimpin yang bisa menerima, adanya kekuatan eksternal yang lebih kuat di wilayah mereka sendiri "
"Kekuatan kedua aliran telah tumbuh dengan liar dan terus menekan Kekaisaran sehingga membuat ruang lingkup Kekaisaran semakin sulit "
"Dengan semua yang telah dilakukan oleh kedua aliran, apakah senior berpikir aku salah, karena membenci mereka ?"
"Apa yang dikatakan Yang Mulia masuk akal, namun semua itu tidak bisa disalahkan kepada kedua aliran sepenuhnya, Yang Mulia" Mata Tap Ming bersinar cahaya kebijaksanaan
"Ketika sebuah kota menderita bencana banjir, jangan salahkah sungai karena kelebihan air "
"Jika bukan karena tindakan Kekaisaran yang dengan sewenang-wenang merusak fondasi kedua aliran, membatasi kekuatan mereka secara membabi buta pada tahun itu, apakah Yang Mulia berpikir semua ini akan terjadi ?"