
Waktu mengalir seperti air
Dalam sekejap mata, beberapa hari lagi berlalu
Setelah kedatangan Keempat Sekte Utama dari Aliran Putih, satu demi satu kekuatan dari Aliran Putih akhirnya tiba, termasuk Kekaisaran
Dengan kemunculan kekuatan-kekuatan tersebut, lingkungan medan perang sekali lagi berubah menjadi penuh penindasan
Namun meskipun demikian, setelah semua kekuatan dari Aliran Putih dan Kekaisaran tiba
Keempat Sekte Utama tidak segera membuat pengaturan ataupun mengadakan rapat untuk menyusun rencana dalam menghadapi Pemerintah Surga sehingga membuat banyak kekuatan sedikit kebingungan
Dengan berlalunya waktu, kekuatan-kekuatan tersebut akhirnya menjadi cemas karena waktu yang di tentukan akan segera tiba sementara mereka masih belum mempersiapkan apapun
Tepat ketika kekuatan-kekuatan tersebut menjadi tidak sabar, sebuah peristiwa mengejutkan terjadi yang membuat para pendekar Aliran Putih sulit untuk percaya
Seluruh kekuatan Aliran Hitam yang dipimpin oleh Keempat Sekte Utama mereka tiba-tiba muncul dan menyatakan bergabung untuk menghadapi Pemerintah Surga
Hal tersebut membuat para pendekar yang sudah berkumpul di medan perang menjadi gempar, bahkan beberapa petinggi dari keempat sekte utama Aliran Putih yang mengetahui cerita di dalamnya tidak terkecuali
Meskipun Keempat Sekte Utama sudah mengusulkan pembentukan aliansi kepada Aliran Hitam untuk menghadapi Pemerintah Surga sejak pernyataan perang yang dilakukan organisasi tersebut
Namun dari awal sampai akhir, Aliran Hitam tidak pernah menjawab sehingga membuat hampir semua orang berpikir bahwa Aliran Hitam tidak akan terlibat dalam perang kali ini
Meskipun hal itu sangat merugikan Aliran Putih karena menanggung bencana sendirian, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan dan hanya bisa menghela nafas atas pikiran sempit dan kepengecutan para pendekar Aliran Hitam
Karena itu, dengan kedatangan Aliran Hitam dan sikap yang mereka ambil, para pendekar dari Aliran Putih merasa tidak percaya dan sangat tidak terduga
Namun meskipun demikian, terlepas dari kecurigaan yang mereka miliki
Tidak dapat dipungkiri bahwa kedatangan Aliran Hitam merupakan kabar baik bagi Aliran Putih dan Kekaisaran
Dalam menghadapi organisasi misterius yang dapat mengeluarkan pendekar suci untuk menjadi pembawa pesan kepada setiap kekuatan, bahkan Keempat Sekte Utama dari Aliran Putih merasa penuh tekanan
Karena itu, setelah kemunculan Aliran Hitam dan negosiasi tingkat tinggi yang terjadi selanjutnya
Keempat Sekte Utama segera mengundang para pemimpin dari setiap kekuatan untuk menyusun rencana dalam menghadapi perang yang akan datang
Sebagai pihak yang tidak pernah cocok satu sama lain, berbagai konflik dan perdebatan sengit tidak dapat dihindari muncul dalam diskusi tersebut
Untungnya meskipun demikian, para pemimpin yang hadir masih memahami tujuan utama mereka sehingga diskusi tersebut akhirnya membuahkan hasil
Namun setelah menilai pro dan kontra, rencana tersebut merupakan rencana paling layak yang bisa mereka gunakan sehingga pada akhirnya kedua belah pihak setuju untuk menerapkan rencana tersebut
***
Malam hari, medan perang
Dugu Batian menatap bulan yang bersinar terang dengan cermat
Seluruh orang seperti patung, kecuali matanya yang sesekali berkedip, seluruh tubuhnya tetap berada dalam posisi yang sama
Tidak sampai sebuah gerakan tiba-tiba muncul dari arah belakang yang membuat pria tua tersebut mengalihkan perhatiannya
"Aku akhirnya menemukanmu, wakil ketua" orang yang baru saja membuat gerakan berkata dengan nada lega
Disisi lain, Dugu Batian menaikkan alisnya dan bertanya "Apakah ada masalah, tetua Yan ?"
Yan Tian menggelengkan kepalanya dan menjawab "Besok adalah hari pertama perang antara kita dan Pemerintah Surga, aku khawatir mereka membuat trik malam ini, karena itu aku melakukan patroli untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan"
"Anda telah bekerja keras, tetua Yan" Dugu Batian tersenyum ramah setelah mendengar pernyataan tersebut
Yan Tian kembali menggelengkan kepalanya dan berkata "Itu sudah menjadi tanggung jawabku"
"Apa yang anda lakukan, wakil ketua ?" sambung Yan Tian sambil berdiri disamping pria tua tersebut
"Menatap bulan" Dugu Batian menjawab dengan santai
Yan Tian mengerutkan keningnya dan mengalihkan perhatiannya ke arah langit "Bulan purnama yang sangat indah"
"Ya" Dugu Batian mengangguk setuju dan menghela nafas "Sayang sekali keindahannya adalah awal dari tangisan tanpa akhir yang akan datang"
Mendengar pernyataan tersebut, Yan Tian terdiam selama beberapa saat sebelum berkata "Itu tidak bisa dihindari "
"Tetua Yan benar " Dugu Batian mengangguk dan kembali berkata "Konsekuensi dari arogansi adalah perang, konsekuensi dari perang adalah kematian dan konsekuensi dari kematian adalah tangisan"
"Sejak jaman kuno, semua itu tidak pernah berubah"
Setelah mengatakan itu, aura Dugu Batian tiba-tiba melemah dan terlihat sepuluh tahun lebih tua dari sebelumnya
...