
Melihat sosok yang melesat di bawah mereka semakin jelas, Dewa Haus Darah kembali berkata dengan nada sinis "Aku pikir dewa tersembunyi dari mana, ternyata hanya anak kemarin sore, aku tidak mengerti apa yang diharapkan Dewa Mabuk Agung dari junior yang baru mendapatkan beberapa ketenaran "
Namun menghadapi ucapan pria tua tersebut, Tao Ming tidak mengatakan apapun tapi melepaskan aura yang sangat dasyat sebelum melesat ke bawah
***
"Aura macam apa ini ? bahkan dalam jarak sejauh ini, aku sudah merasa kedinginan " Ming An tertegun
Melihat asap jamur raksasa di kejauhan, pria paruh baya tersebut kemudian mengerutkan kening dan mempercepat gerakannya
Setelah beberapa saat, pria paruh baya tersebut memasuki medan perang dengan lancar dan langsung tertegun
"Apa yang terjadi ? kenapa ada begitu banyak siluman kuat di sini ? " Ming An menatap barisan siluman dihadapannya dengan tatapan tidak percaya
Tepat ketika pria paruh baya tersebut kebingungan bagaimana harus bereaksi, salah satu siluman terlihat meraung ke atas langit, sehingga membuat pria paruh baya tersebut ikut mengalihkan perhatiannya
"Para dewa juga ada disini ?" Ming An menaikan alisnya setelah melihat sepuluh sosok yang mengambang di udara dengan bangga dan berkata "Sepertinya senior Tao juga ada di antara mereka "
"Mereka bergerak " Sambung Ming An sambil mempercepat langkahnya
***
Ledakan
Sosok raksasa tiba-tiba terlempar keluar dari area pertempuran sejauh belasan meter sebelum berhenti
Melihat kejadian tersebut, Yun Ao dan yang lainnya menoleh sebelum menarik nafas dingin
Sebagai salah satu pendekar yang harus berhadapan langsung dengan Raja dan Ratu Siluman
Yun Ao sangat menyadari kekuatan siluman tersebut
Bahkan dengan pengalaman dan trik luar biasa yang dirinya latih selama bertahun-tahun, Yun Ao hampir tidak bisa melukai siluman tersebut
Disisi lain, Tao Ming terlihat acuh tak acuh dengan keterkejutan para pendekar disekitarnya dan justru menatap Harimau Putih yang baru saja kembali bangun dengan dalam
"10 tahun yang lalu kau hampir berhasil merenggut nyawaku, 10 tahun kemudian kau bukan lagi sesuatu yang mematikan untukku "
"Kau seharusnya tidak pernah meninggalkan sarang kesayanganmu, apalagi terlibat dengan semua permasalahan ini, Panglima " Sambung Tao Ming dengan nada berat
Disisi lain, Harimau Putih kembali bangun dengan pelan sambil menatap pria tua tersebut dengan sangat manusiawi
Melihat pandang siluman tersebut terhadapnya, Tao Ming mengerutkan kening
Namun sebelum pria tua tersebut bereaksi, tubuh Harimau Putih tiba-tiba melepaskan hawa dingin yang sangat ekstrim
Hawa dingin yang dilepaskan Harimau tersebut meluas dan bahkan mengganggu api yang menyelimuti Singa Berkepala Tiga, sehingga membuat Singa tersebut meraung dan melepaskan api yang lebih kuat
Tapi meskipun demikian, hawa dingin tersebut tidak berkurang dan justru semakin meluas
Dengan perubahan suhu yang begitu ekstrim, lambat laun embun beku mulai muncul dan mulai membentuk sebuah kabut putih sedikit demi sedikit
Perlahan tapi pasti, kabut tersebut semakin tebal dan akhirnya menutupi seluruh area sekitarnya yang membuat pandangan menjadi sangat terbatas
Yun Ao dan yang lainnya mengerutkan kening, meskipun kabut tersebut tidak bisa menutupi hawa keberadaan para siluman yang tengah mereka hadapi, namun dengan jarak pandang yang begitu terbatas, kemungkinan besar pertempuran akan menjadi jauh lebih merepotkan
Sementara itu, berbeda dengan Yun Ao dan yang lainnya dimana mereka masih bisa merasakan keberadaan lawan-lawan mereka
Tao Ming pada saat itu terlihat kebingungan karena setelah kabut yang diciptakan Harimau Putih menutupi area disekitarnya
Pria tua tersebut tidak bisa merasakan keberadaan Harimau Putih sama sekali
Namun meskipun demikian, Tao Ming tidak terlihat panik dan justru berkata dengan nada tenang "Seperti yang diharapkan dari Panglima "
...