Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Bertemu Iblis Batin lagi


“Kau akhirnya di sini”


Zhou Yu mengerutkan keningnya dan menatap sesosok yang menyerupai dirinya dengan ekspresi serius


“Apa kau menungguku ?”


“Menurutmu ?” Iblis batin balik bertanya sambil menyeringai, tapi sesaat kemudian alisnya berkerut dan melepaskan aura yang sangat jahat


Zhou Yu tidak siap dengan perubahan tersebut sehingga membuatnya terkejut dan kewalahan


Untungnya tepat ketika pemuda bertopeng tersebut kesulitan bernafas, Iblis batin kembali menarik auranya sehingga membuat seluruh ruangan kembali menjadi tenang


Zhou Yu menarik nafas dingin dan berkata dalam hati ‘Kekuatannya jauh lebih kuat dari sebelumnya’


Meskipun ia sudah siap secara mental, namun setelah merasakan kekuatan iblis batin tersebut, Zhou Yu tidak bisa tidak terkejut karena ia samar-samar merasakan perasaan krisis yang diberikan seorang Pendekar Bumi dari aura jahat yang di lepaskan iblis batin tadi


Sementara itu, ketika Zhou Yu diam-diam menekan keterkejutannya, Iblis batin menatapnya dengan alis berkerut dan berkata dengan nada terkejut


“Kau benar-benar mendapatkan pusaka yang dapat menekan aura jahat. Luar biasa, sepertinya kau jauh lebih siap dari pada dugaanku”


Mendengar pertanyaan tersebut, Zhou Yu mengerutkan keningnya tidak mengerti, tapi sesaat kemudian kalimat Ming An muncul dalam benaknya yang membuat pemuda bertopeng tersebut tersadar


‘Mungkinkah...’


***


“Aku tidak punya waktu untuk berbicara denganmu, mari akhiri ini untuk selamanya” Zhou Yu berkata sambil memegang pedang yang entah sejak kapan berada di tangannya


Namun menghadapi momentum agresif tersebut, iblis batin terlihat acuh tak acuh dan berkata dengan santai “Aku juga tidak tertarik untuk bertarung denganmu”


“Jangan bercanda” Zhou Yu mendengus dan melepaskan momentum Puncak Pendekar Suci


Iblis batin menggelengkan kepalanya dan membalas dengan tenang “Jika kita bertarung, kau pasti akan mati”


“Apa kau meremehkan ku ?” Zhou Yu terlihat tidak terima


Disisi lain, Iblis batin kembali menggelengkan kepalanya dan menjawab “Itu adalah kebenaran yang tidak bisa kau bantah”


“Aku tahu kau memiliki harapan kebetulan dalam hatimu, seperti saat kau berada di medan perang dan bertempur dengan beberapa Puncak Pendekar Suci sekaligus"


"Kau berpikir bahwa kau bisa mengisi celah di antara kita dengan kemampuan ilmu silat mu, tapi sepertinya kau melupakan satu hal, kau bisa mengimbangi mereka karena teknik dan jurus-jurusmu yang jauh lebih unggul dari pada mereka. Sementara aku. Aku memiliki semua yang kau miliki saat ini”


***


Ibukota Kekaisaran Song


Rumah keluarga bangsawan Feng


Di sebuah halaman terpencil dan sederhana yang sangat kontras dengan kemegahan dan kemewahan rumah keluarga bangsawan Feng. Seorang gadis cantik terlihat duduk sambil menutup matanya dengan tenang


Gadis cantik tersebut terlihat berusia sekitar 17 sampai 18 tahun. Ia memiliki bibir ceri, alis yang terukir indah dan paras yang mempesona yang membuat siapapun tidak bisa tidak untuk mengalihkan perhatian ke arahnya


Namun meskipun demikian, momentum yang di lepaskan tubuhnya sangat luas sehingga membuat siapapun tidak berani ceroboh dihadapannya


Gadis cantik tersebut kemudian menghela nafas sambil membuka matanya dengan pelan


Sebelum gadis cantik tersebut bisa melihat lingkungan sekitarnya, suara tepuk tangan tiba-tiba muncul dan membuatnya mengalihkan perhatian


Melihat seorang wanita tua yang tengah berjalan ke arahnya, gadis cantik tersebut tersenyum dan menyapa dengan nada manis


“Nenek”


Mendengar sapaan tersebut, wanita tua itu tersenyum dan berkata dengan lembut “Kau benar-benar luar biasa, hanya dalam waktu singkat kau bisa mengendalikan kekuatan itu dengan cukup baik, gelar jenius keluarga Feng layak untukmu”


"Semua ini berkat bimbingan nenek" Gadis cantik tersebut menjawab dengan rendah hati


Disisi lain, wanita tua tersebut menggelengkan kepalanya dan membalas "Berhenti membuatku merasa bersalah, selama ini aku tidak memberikan ajaran apapun yang berguna untukmu"


"Itu tidak benar, tanpa bimbingan nenek, aku tidak mungkin sampai ke titik ini sekarang" Gadis cantik tersebut terlihat tidak setuju


Melihat hal itu, wanita tua tersebut tersenyum sambil menggelengkan kepalanya "Lupakan, ada hal yang lebih penting yang harus kita bicarakan"


"Apa itu ?" Ekspresi gadis cantik tersebut berubah serius setelah mendengar nada dari pihak lain


Sementara itu, wanita tua tersebut menatap gadis cantik itu dan berkata "Apa kau ingat pada saat kecelakaan beberapa tahun lalu, selain dirimu, ada orang lain yang selamat dari kecelakaan itu ?"


"Tentu saja, dia lah yang menyelamatkanku, aku pernah mengatakan itu kepada nenek sebelumnya" Gadis cantik tersebut menjawab sebelum kemudian bertanya dengan nada khawatir


"Apakah ada sesuatu yang terjadi kepadanya ?"


Wanita tua tersebut mengangguk dan menjawab "Benar, sesuatu yang besar akan terjadi kepadanya"


"Benarkah ?" Kelopak mata gadis cantik itu melonjak dan bertanya dengan cepat "Apa yang akan terjadi kepadanya ?"


Wanita tua tersebut tidak segera menjawab tetapi malah menatap gadis cantik itu dengan aneh


"Kenapa kau terlihat sangat bersemangat ? Apakah kau memiliki hubungan yang tidak dapat dijelaskan dengannya, Xue'er ?"


"Itu... Bagaimana mungkin" Gadis cantik tersebut menggelengkan kepalanya dengan panik dan menjawab "Aku hanya berpikir karena dia pernah menyelamatkanku, aku harus memastikan keselamatannya untuk membalas budi penyelamat itu"


Wanita tua tersebut menaikkan alisnya dan bertanya sambil tersenyum main-main "Benarkah ?"


"Tentu saja" Gadis cantik tersebut mendapatkan kembali ketenangan dan bertanya "Nenek, kenapa anda keluar dari topik, katakan apa yang akan terjadi padanya ?"


Menyadari kesalahannya, wanita tua tersebut tersenyum minta maaf dan berkata "Dalam satu bulan dari sekarang, anak itu akan menghadapi pertarungan hidup dan mati yang tidak mungkin di hindari"


"Jika kau ingin membalas budi padanya, pertarungan itu mungkin adalah kesempatan terakhirmu"


"Apa yang nenek maksud dengan kesempatan terakhir?" Gadis cantik tersebut mengerutkan keningnya dengan ekspresi tidak wajar


Namun wanita tua tersebut tidak menjawab, tetapi malah mengalihkan perhatiannya ke arah langit dengan tatapan yang dalam


...