
“Dimana aku ?” Zhou Yu berkata sambil melirik sekelilingnya
Setelah pemuda bertopeng tersebut melewati gerbang raksasa tadi, ia tiba-tiba berada di sebuah tempat yang sangat asing dan sangat berbeda dengan apa yang dilihatnya dari depan gerbang raksasa sebelumnya
Jika dari depan gerbang raksasa ia melihat lingkungan di balik gerbang raksasa sama persis dengan lingkungan dimana Zhou Yu pertama kali muncul
Namun setelah Zhou Yu melewati gerbang raksasa, Zhou Yu seolah dipindahkan ke dunia yang sama sekali berbeda
Tidak hanya tidak adanya lingkungan serba putih, saat pemuda bertopeng tersebut menoleh ke belakang, bahkan gerbang raksasa yang tidak dapat di lihat ujungnya itu menghilang dan digantikan oleh sebuah bangunan bergaya bangsawan yang telah hancur
“Dimana aku sebenarnya ?, tempat ini benar-benar asing” Zhou Yu kembali berkata sambil melirik puing-puing bekas bangunan di depannya
Namun tepat ketika Zhou Yu baru saja berkata demikian, sebuah suara tiba-tiba muncul dari arah belakangnya dan bertanya “Jadi kau tidak mengingatnya ?”
Zhou Yu terkejut dan langsung membalikkan badannya sembari bertanya “Siapa di sana ?”
Namun setelah pemuda bertopeng tersebut melihat pemilik suara tadi, ia tertegun dan langsung meningkatkan kewaspadaannya
Melihat reaksi pemuda bertopeng tersebut, pemilik suara tadi tersenyum sinis dan berkata “Lama tidak bertemu, diriku yang lain”
“Kau... ternyata kau memang iblis hati” Zhou Yu berkata sambil menatap pihak lain yang memiliki wujud yang sangat mirip dengan dirinya
Meskipun ia tidak mengerti bagaimana iblis hati bisa muncul dan menemuinya jauh sebelum kekuatannya di anggap layak untuk memiliki iblis hati
Namun Zhou Yu sudah curiga sejak lama bahwa sosok mata yang kemudian berubah menjadi orang yang menyerupai dirinya merupakan iblis hati
Karena itu, ketika melihat sosoknya di sini, ia tidak terlalu terkejut
Disisi lain, iblis hati kembali tersenyum sinis dan membalas “Kau benar, tapi tidak tepat”
“Apa maksud ucapan mu ?” Zhou Yu bertanya dengan ekspresi bingung
Iblis hati menatap mata pemuda bertopeng tersebut dan menjawab “Bahkan jika aku mengatakannya kau tidak akan mengerti”
Zhou Yu tidak menjawab tetapi mengikuti tindakan iblis hati tersebut
Menurut pengetahuannya, saat seseorang menembus ruang batin untuk menghadapi iblis hati
Orang tersebut tidak hanya akan menghadapi sosok iblis dalam dirinya, tetapi juga rasa takut sekaligus trauma terdalam yang orang itu miliki
Zhou Yu sendiri tidak terlalu mengerti dengan kalimat rasa takut dan trauma itu
Tapi menurut beberapa catatan, saat seseorang berniat mencapai tingkat Pendekar Suci, mereka akan berhadapan dengan iblis hati di tempat yang memiliki kenangan paling buruk dalam ingatan orang tersebut sehingga membuat sebagian besar pendekar kesulitan berkonsentrasi untuk mengalahkan iblis hati tersebut
Sebelum melakukan meditasi sunyi, Zhou Yu memiliki beberapa tebakan tentang tempat yang akan menjadi saksi bisu pertempurannya dengan iblis hati
Namun tempat dimana dia berdiri sekarang bukanlah salah satu di antaranya
“Tempat apa ini sebenarnya ?” Zhou Yu bertanya setelah mengamati tempat tersebut selama beberapa saat
Mendengar pertanyaan tersebut, iblis hati mengalihkan perhatiannya dan bertanya dengan nada bercanda “Apa kau yakin ingin mengetahui jawabannya ?”
“Aku yakin tempat ini bukanlah sesuatu yang kau ciptakan karena bosan” Zhou Yu membalas sambil menatap iblis hati di depannya dengan serius
Iblis hati kembali tersenyum dan berkata “Tempat ini merupakan tempat yang sangat istimewa bagimu, bahkan jauh lebih istimewa dari pada sekte yang berusaha kau lindungi itu karena tempat ini adalah...”
“Sial. Aku benar-benar ingin mengatakan semuanya, tapi aku yakin setelah aku melakukan itu, aku benar-benar akan lenyap dari dunia ini” sambung iblis hati tersebut dengan nada menyesal
Disisi lain, Zhou Yu mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan iblis hati tersebut
Namun sebelum ia bisa bertanya, iblis hati tersebut tiba-tiba melepaskan momentum yang sangat besar dan gas hitam yang sangat pekat dari tubuhnya
“Lupakan. Kau datang ke sini untuk mengalahkanku bukan ?, majulah. Kita lihat sudah seberapa jauh kau tumbuh di bawah bimbingan orang tua itu”
...