Pendekar Harimau Suci

Pendekar Harimau Suci
Amarah


Zhou Yu mengerutkan kening, menatap keempat punggung muda yang perlahan meninggalkan gerbang desa dengan tatapan bingung


Meskipun Zhou Yu adalah seorang wakil kapten, namun karena berbagai hal yang telah terjadi, ia tidak sempat untuk menanyakan rencana yang telah dibuat oleh keempat kapten, sehingga Zhou Yu kebingungan dengan perintah yang dikeluarkan oleh keempat kapten agar seluruh pasukan meninggalkan desa dan berperang secara terbuka melawan Aliran Hitam


Sebelumnya, Zhou Yu berpikir untuk tidak perlu terlalu banyak bicara, karena menurut situasi normal, keempat kapten pasti akan merencanakan perang dengan memanfaatkan keuntungan dari pertahanan desa


Namun, kejadian hari ini membuat Zhou Yu membuka matanya


Zhou Yu melesat cepat dan berhenti disamping Yin Yue, kemudian berkata "Maafkan aku Kapten Yin, aku ingin menanyakan sesuatu kepada anda "


Yin Yue menoleh dan berkata "Apa yang ingin anda tanyakan Wakil Kapten Zhou ?"


"Kenapa kita meninggalkan desa dan berperang secara terbuka?, bukankah lebih baik bagi kita untuk memanfaatkan pertahanan desa ? dengan begitu, korban di pihak kita akan jauh lebih sedikit " Zhou Yu bertanya serius


Belum sempat Yin Yue menjawab, He Haoran yang tidak sengaja mendengar perkataan Zhou Yu segera menyela "Dasar penakut, kau tahu ? alasan Aliran Hitam berani bertindak sembrono kepada Aliran Putih karena orang-orang yang penakut sepertimu, jika saja orang-orang sepertimu tidak ada di dunia ini, Aliran Hitam pasti tidak akan berani melompat-lompat dan bertindak menjijikan seperti sekarang "


"He Haoran-!, dia bertanya kepadaku, apakah bagianmu untuk menjawabnya dengan perkataan omong kosongmu itu " Yin Yue berkata dengan marah "Jangan berpikir hanya karena kau cucu dari Dewa Tombak Surgawi, kau bisa sewenang-wenang di sini, aku Yin Yue tidak takut dengan kekuatan ataupun latar belakangmu "


Wajah Yin Yue merah karena marah, hanya karena tidak ingin adanya perpecahan dalam pasukan, ia menahan amarahnya sejak percakapan di rumah kepala desa


Namun perkataan He Haoran kepada Zhou Yu yang tidak pada tempatnya membuat amarah yang sedari tadi ia tekan segera meledak


Cao Feng, Kang Jian, dan Zhou Yu tercengang dengan amarah Yin Yue


Sementara He Haoran terlihat jelek, ia tidak menduga Yin Yue akan sangat marah hanya karena perkataannya kepada pemuda yang tidak di kenal


He Haoran mendengus dingin, namun tidak mengatakan apapun, karena baik itu kekuatan ataupun latar belakang, Yin Yue tidak lebih lemah darinya


Meskipun ia tidak takut terlibat pertempuran nyata dengan gadis tersebut, namun siapa yang bisa menjamin bahwa di antara ketiga pemuda di sampingnya, tidak ada yang akan ikut campur ketika pertarungan terjadi


Zhou Yu mengerutkan kening sambil menatap He Haoran dengan heran


Ia tidak menduga pertanyaannya akan disanggah secara tidak masuk akal oleh pemuda tersebut


Namun setelah mendengar latar belakang pemuda tersebut dari Yin Yue, Zhou Yu mengangguk penuh pengertian secara diam-diam


Sebagai cucu dari Dewa Tombak Surgawi, He Haoran tentu memiliki sikap sombong yang tertanam jauh di dalam tulangnya


Meskipun perkataan pihak lain sangat tidak masuk akal, Zhou Yu tidak terlalu memperdulikannya


Namun Zhou Yu sedikit heran dengan amarah Yin Yue


Kesan Zhou Yu terhadap gadis tersebut adalah tenang dan tidak suka banyak bicara


Tapi hari ini ia melihat sisi lain dari gadis tersebut


Berbeda dengan Zhou Yu, Cao Feng dan Kang Jian tercengang dengan tindakan Yin Yue hari ini


Meskipun mereka adalah murid dari sekte yang berbeda, namun karena keempat sekte memiliki hubungan yang sangat erat, mereka sering bertemu sejak kecil. sehingga, baik itu Cao Feng atau pun Kang Jian cukup mengenal baik sifat Yin Yue


Karena itu, keduanya sangat terkejut dengan tindakan Yin Yue hari ini


Yin Yue tidak peduli dengan tatapan heran dan keterkejutan ketiga pemuda di sampingnya


Ia kemudian menjelaskan secara singkat alasan mereka berniat melakukan perang terbuka


Meskipun melepaskan keuntungan demi balas dendam terdengar sedikit aneh, namun karena rencana telah dibuat dan disetujui, maka harus dilaksanakan