Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
MISI


Jiang Xia Yan yang fokus mengobati kakinya tak menyadari jika kaisar Rui Xie Cheung sudah membeku ditempatnya sambil sesekali melirik gadis yang membuat jantungnya hampir saja meloncat keluar itu.


Gadis itu masih terlihat cuek, bahkan sekarang gaunnya sudah dia singkap hingga hampir kelihatan lututnya.


Jika di jaman modern mungkin hal biasa melihat gadis muda mengenakan hotpant dan pakaian mini yang memperlihatkan betis indah dan paha mulus mereka.


Tapi dijaman kuno ini tindakan yang dilakukan oleh Jiang Xia Yan dianggap kurang sopan dan sengaja dilakukan karena ingin menarik perhatian kaisar Ru Xie Chang.


“ Apakah dia sengaja ingin menggodaku….”, guman kaisar Ru Xie Chang gelisah.


Kaisar Ru Xie Chang sebagai lelaki normal biasa yang sudah berada diambang kesabarannya hanya dengan satu kali lambaian tangan kain putih tiba – tiba melayang dan langsung membalut kaki Jiang Xia Yan dengan rapat.


“ Hey….apa yang anda lakukan ?....”, ucap Jiang Xia Yan protes.


“ Apa kamu tidak punya malu menunjukkan kakimu yang indah itu dihadapan seorang lelaki….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil membuang muka agar rona merah diwajahnya tak terlihat.


Jiang Xia Yan yang ingin kembali protes pada akhirnya terdiam karena mulai menyadari jika ini bukan jaman modern dia bisa menggunakan pakaian celana pendek favoritnya.


Tapi jaman kuno yang masih kental dengan peraturan dan adat istiadat yang mengikat hingga akhirnya diapun mulai mengusap belakang lehernnya dengan kikuk.


“ Maaf jika aku membuatmu merasa tak nyaman….”, ucap Jiang Xia Yan penuh menyesalan.


Melihat jika Jiang Xia Yan tampak menyadari kesalahannya, kaisar Ru Xie Chang hanya bisa berdehem untuk menetralkan detak jantungnya yang kembali tak stabil.


“ Kenapa dia semakin terlihat mengemaskan jika seperti itu….”, batin kaisar Ru Xie Chang berusaha mentralkan gemuruh yang ada didadanya.


Suasana canggung menyelimuti keduanya hingga pada akhirnya Jiang Xia Yan pun pamit undur diri untuk menemui ayahanda kaisar Ru Xie Chang untuk membahas masalah penyerangan yang baru saja dia alami tadi.


Meski kaisar Ru Xie Chang masih ingin Jiang Xia Yan untuk menemaniya, tapi dia juga mengkhawatirkan kesehatan jantungya jika terus berdekatan seperti ini.


Lagipulan dia masih harus kembali bermeditasi setelah meminum obat agar kinerja obat tersebut bisa maksimal.


Sementara itu dilain tempat, sesuai dengan perintah nona mudanya saat ini Yinhang sudah berada di Wudao Jia untuk bertemu dengan Han Wu Ying.


Disana dia hanya membayar untuk ditemani selama beberapa jam sambil mendengarkan permainan musik yang dibawakan oleh primadona rumah bordil tersebut.


Pada awalnya Han Wu Ying sedikit binggung karena tuan muda yang datang mengunjunginya itu sama sekali tak mengajaknya berbicara dan hanya menonton pertunjukkan bakatnya sambil menyesap anggur dan kudapan yang dihidangkan.


Pada awalnya Han Wu Ying merasa jika tuan muda tersebut hanya salah satu pegemarnya yang tak memiliki banyak uang sehingga hanya bisa melihatnya memainkan bakat dan menemaninya tanpa menyentuhnya.


Tapi melihat fakta jika tuan muda tersebut rutin datang seminggu tiga kali, bahkan membayar lebih dari yang seharusnya menepis fakta jika lelaki tersebut tidak memiliki uang.


Han Wu Ying bukanlah orang bodoh dan dia sudah cukup lama bergelut dalam dunia hiburan ini dan bisa melihat jika tuan muda yang datang memiliki niat terselubung kepada dirinya.


Karena penasaran, Han Wu Ying pun mencoba untuk merayu Yinhang agar lelaki muda itu mau membuka mulutnya dan mengatakan tujuan sebenarnya.


Untung saja pertahanan diri Yinhang sangat bagus sehingga dia sama sekali tak tergoda, meski ada pemberotakan dalam dirinya setiap tangan halus tersebut menyentuh kulitnya.


Sebenarnya bukan Yinhang tak ingin mengatakan langsung tujuannya datang menemui Han Wu Ying setiap hari.


Tapi, dia juga tak tahu apa tujuan nona kudanya menyuruh dia kesini tiga kali seminggu dan hanya duduk manis tanpa melakukan apapun.


Gerak – gerik Yinhang ini tentu saja menarik perhatian Chang  Wu dan Gu Zou yang telah mengamati semua perilaku pengawal pribadi nona muda ketiga Jiang tersebut yang sudah sangat lama tidak bisa mereka lihat.


“ Menurutmu….”


“ Apa yang nona muda ketiga Jiang inginkan dengan mengirimkan pengawal pribadinya untuk menemui nona Han Wu Ying secara rutin tiga kali seminggu ?....”, tanya Chang Wu penasaran.


“ Nona muda ketiga Jiang ini sangat rumit pemikirannya….”


“ Kurasa dia memiliki rencana besar dibalik ini semua….”, guman Gu Zao sambil memainkan cangkir yang ada dihadapannya.


Sementara itu didalam kekaisaran Ru, pengobatan yang dilakukan oleh Jiang Xia Yan sudah mencapai tahap akhir.


Dia sama sekali tak menyangka setelah meridian kaisar Ru Xie Chang terbuka, maka penyembuhan yang dilakukan kepadanya bisa berjalan dengan cepat.


“  Kuharap, kamu bisa memikirkan sekali lagi penawaran yang kuberikan kepadamu….”, ucap kaisar Ru Xie Chang dengan wajah serius.


“ Jika kita berjodoh….”


“ Jika tidak….”


“ Dipaksakan juga tak akan ada gunanya….”, ucap Jiang Xia Yan santai.


Ini sudah keberapa kali kaisar Ru Xie Chang melamarnya, tapi seperti kehidupannya terdahulu hati Jiang Xia Yan masih tetap dingin.


Sampai saat ini masih belum ada lelaki yang bisa membuatnya hangat dan mencair.


Bahkan perhatian manis yang diberikan oleh kaisar Ru Xie Chang sama sekali tak membuatnya goyah.


Fokusnya saat ini adalah pembalsan dendam dan menyelamatkan keluarga kecilnya dari pembatantaian yang akan terjadi dimasa depan.


Dilain tempat, dikediaman utama keluarga Jiang tampak nyonya besar Jiang kembali merasa tak senang waktu dia mengetahui jika kedua keponakannya dari keluarga gadisnya (dari keluarga ibu kandunganya ) datang ke ibukota.


“ Kedatangan mereka pasti hanya untuk meminta bantuan financial dariku….”, guman nyonya besar Jiang sinis.


Dia sangat tahu bagaimana miskinnya kondisi keluarga ibunya tersebut.


Pada awal menikah, dia berusaha untuk menghilangkan jejak dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki oleh tuan besar Jiang agar tak bisa mendeteksi keberadaanya.


Dan sudah puluhan tahun berlalu, kini pada akhirnya keluarga miskinnya tersebut menemukan keberadaannya.


Nyonya besar Jiang yang memiliki watak egois dan pelit tentunya akan sangat keberatan jika kedua keponakannya itu tinggal bersama dengan dirinya.


Li yang merupakan pelayan pribadi nyonya besar Jiang melihat wajah majikannya suram pun berusaha untuk menghasutnya.


“ Keluarga pertama semakin menjauh dari  kita…”


“ Jika kedua anak keluarga Wan cukup bagus….”


“ Akan bisa memberikan hasil untuk kita dimasa depan…”, ucap Li menghasut.


“ Katakan…apa rencanamu….”, ucap nyonya besar Jiang tak sabaran.


“ Tuan muda pertama sudah memasuki usia menikah….”


“ Sebelum tuan besar pertama menjodohkannya dengan gadis bangsawan….”


“ Bukankah lebih baik kita jodohkan dengan putri keluarga Wan….”, ucap Li manis.


Senyum licik nyonya besar Jiang pun mulai merekah diwajah tuanya yang keriput.


Saran dari Li membuat otak tuanya mulai berpikir rencana penjebakan agar keluarga pertama kembali dalam genggamannya.


“ Sangat bagus…..”


“ Sangat bagus…..”, ucap nyonya besar Jiang tertawa keras.


“ Li…siapkan semuanya untuk menyambut kedatangan dua keponakanku itu…”, ucap nyonya besar Jiang bersemangat.


Selama melakukan pengobatan dikekaisaran Ru, Jiang Xia Yan juga mempelajari ilmu sihir yang langsung diajarkan sendiri oleh kaisar Ru Xie Chang kepadanya.


Kaisar Ru Xie Chang cukup takjub dengan perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh Jiang Xia Yan terhadap ilmu yang diberikan kepadanya.


Bahkan kini Jiang Xia Yan sudah bisa berteleportasi sendiri meski belum bisa berpindah tempat dalam jarak yang jauh.


“ Aku tak menyangka jika berteleportasi cukup menguras energy seperti ini….”, gumannya sambil mengusap peluh didahinya.


“ Kamu tak bisa menguasai langsung sepenuhnya…”


“ Masih perlu banyak berlatih lagi….”, ucap Kaisar Ru Xie Chang memberi semangat.


Kini kondisi kiasar Ru Xie Chang sudah pulih seperti sedia kala bahkan kekuatannya juga sudah kembali normal.


Sebagai ucapan terimakasih dia mengajarkan beberapa ilmu sihir penting kepada Jiang Xia Yan agar gadis itu bisa melindungi dirinya jika sewaktu – waktu musuh yang mengincarnya juga mentargetkannya.