Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
BATU PERMATA HITAM


Hembusan angin dingin musim semi membuat beberapa bunga dalam hati sebagian orang mulai bergerak lincah mengikuti laju angin.


Warna ceria bunga musim semi juga bisa mempengaruhi hati sebagian orang yang sudah lama hampa dan beku akibat musim dingin yang berkepanjangan.


Semakin berbincang dengan kembaran pangeran kedua Ming Shin semakin Jiang Xia Yan mendapati banyak perbedaan pada dua lelaki kembar identik itu.


Entah kenapa hati Jiang Xia Yan terasa begitu sakit ketika kembaran pangeran kedua Ming Shin tersebut menatapnya dengan hangat.


“ Apakah laki – laki ini yang membunuh Wuzia….”


“ Jika benar, maka aku tak mudah untuk bisa membunuhnya….”, batin Jiang Xia Yan galau.


Melihat jika ilmu sihir kembaran pangeran kedua Ming Shin ini cukup tinggi, maka Jiang Xia Yan pun tak bisa untuk bertindak ceroboh.


Saat ini yang bisa dia lakukan adalah mengungkap kepada kaisar Ming Qin jika pangeran kedua Ming Shin memiliki saudara kembar identik.


Dengan terbukanya rahasia besar tersebut Jiang Xia Yan sangat yakin kaisar Ming Qin akan langsung bergerak dan tak mungkin menyerahkan posisi putra mahkota kepada anak keduanya tersebut.


Sementara itu Ming Ming yang larut akan kenangan  masa lalunya tak menyadari jika Jiang Xia Yan diam – diam memperdayainya dengan mengambil batu permata hitam yang asli dan langsung menukarnya dengan yang palsu.


Gerakan Jiang Xia Yan yang begitu cepat tak disadari oleh Ming Ming yang masih menganggap jika yang ada dihadapannya adalah Wuzia.


Cinta memang bisa membutakan dan melemahkan seseorang. Jiang Xia Yan yang sudah berhasil mencapai tujuannya malam ini merasa sangat puas.


Tapi hal itu tak terjadi dengan kedua lelaki yang berdiri tak jauh dari hutan bamboo yang terlihat sangat marah melihat kedekatan Jiang Xia Yan dengan kembaran pangeran kedua Ming Shin tersebut.


Bahkan kaisar Ru Xie Chang seakan hendak terbang dan langsung membunuh kembaran pangeran kedua Ming Shin jika Yuyun tak berhasil mencegahnya.


“ Yang Mulia….”


“ Tolong kendalikan diri anda….”


“ Tindakan gegabah yang anda lakukan bisa menghancurkan semua rencana nona muda….”, ucap Yuyun mencoba memberi pengertian kepada junjungannya tersebut.


Kaisar Ru Xia Chang terlihat menutup kedua matanya sambil mengertakkan giginya, berusaha untuk menahan semua amarah yang sudah berkobar didalam hatinya.


Api cemburu dalam hati kaisar Ru Xie Chang berkobar cukup besar hingga seakan membakar semua benda yang ada didekatnya.


“ Kenapa ? !!!!....”


“ Kenapa kamu membiarkannya memeluk erat tubuhmu seperti itu ?!!!.....”, guman kaisar Ru Xie Chang mengertakkan giginya.


Setelah menaruh batu permata hitam didalam cincin ruang miliknya, Jiang Xia Yan pun perlahan mulai bergerak menjauh dari kembaran pangeran kedua Ming Shin namun sayangnya pergerakannya dihentikan dengan cepat oleh Ming Ming.


“ Tolong, diamlah seperti ini sebentar saja….”, ucap Ming Ming yang kembali memeluk tubuh Jiang Xia Yan dengan erat.


Lelaki itu menghirup dalam – dalam aroma tubuh Jiang Xia Yan yang sudah sangat lama dia rindukan dengan rakus.


“ Aroma tubuhnya masih sama seperti dahulu….”, guman Ming Ming pelan.


Mendengar ucapan lelaki tersebut, tubuh Jiang Xia Yan langsung meremang seketika dan secara spontan diapun langsung mendorong mundur kembaran pangeran kedua Ming Shin hingga pelukan lelaki itu terlepas dari tubuhnya.


“ Maaf  Yang Mulia…”


“ Kurasa hal ini tak  pantas untuk dilakukan….”, ucap Jiang Xia Yan sambil mundur beberapa langkah kebelakang waktu Ming Ming berjalan mendekat kepadanya.


“ Kenapa tak pantas ?....”


“ Bukankah kamu mencintaiku ?....”, ucap Ming Ming percaya diri.


Meski dia tahu yang dikejar oleh Jiang Xia Yan dimasa lampau adalah kembarannya yaitu pangeran kedua Ming Shin.


Tapi dengan tanpa malunya Ming Ming mengungkit hal itu kepada Jiang Xia Yan seolah – olah dialah yang dulu di cintai oleh gadis itu.


“ Yang lemah ini adalah wanita muda yang belum menikah….”


“ Jika ada yang melihat hal ini maka bagaimana Yan'er  bisa menikah dimasa depan….”, ucap Jiang Xia Yan dengan nada dibuat selemah mungkin.


“ Jika itu permasalahannya…”


“ Menikalah denganku maka semua tak akan lagi menjadi masalah….”, ucap Ming Ming lembut.


Mendengar lamaran yang diberikan oleh Ming Ming, bukan hanya Jiang Xia Yan yang terkejut tapi juga Feng Mo Tian dan kaisar Ru Xie Chang tak hanya bisa melotot tajam mendengar keberanian Ming Ming melamar Jiang Xia Yan malam ini.


“ Yang Mulia mungkin salah paham….”


“ Yan’er dulu sangat muda dan naif sehingga sehingga sering bertindak implusif dan menyusahkan Yang Mulia…. ”


“ Jadi, mohon Yang Mulia bisa memaafkan semua tindakan Yan’er dimasa lalu….”, ucap Jiang Xia Yan dengan nada dibuat selembut mungkin.


Merasa ditolak, Ming Ming tak patah semangat dan terus berupaya untuk membujuk Jiang Xia Yan agar menerima lamarannya.


Ming Ming merasa telah menemukan Wuzia setelah cukup lama mencari jadi sekarang dia tak akan melepaskan gadis itu begitu saja.


“ Hari semakin larut….”


“ Yan’er rasa pertemuan kita akhiri sampai disini saja ….”, ucap Jiang Xia Yan pada akhirnya berniat mengakhiri semuanya sebelum ada drama yang mengejutkan lagi.


Mendengar peringatan yang dibuat oleh Jiang Xia Yan, Ming Ming pun mulai tersadar jika dirinya sudah terlalu lama berada diluar.


Namun hati kecilnya masih tak rela untuk berpisah dengan Jiang Xia Yan yang dia yakini sebagai reinkarnasi Wuzia.


Begitu sedikit menjauh dan bayangan kembaran pangeran kedua Ming Shin sudah tak lagi terlihat, Jiang Xia Yan bersama Yuyun dan kaisar Ru Xie Chang bergegas kembali pulang kerumah.


Begitu juga dengan Feng Mo Tian yang langsung melesat pergi menuju pagoda yang ada dibelakang rumah Dangpu untuk bertemu dengan Gu Zou dan Gyo Ming serta Chang Wu untuk membahas apa yang telah dia temui hari ini.


Meski tak berhadapan secara langsung, tapi dari aura yang tertangkap dengan jelas serta pembicaraan antara Jiang Xia Yan dengan saudara kembar identik pangeran kedua Ming Shin jika persoalan yang ada tak sesederhana yang selama ini dia perkirakan.


Maka dari itu dia perlu merundingkan lagi dengan cermat bersama ketiga sahabatnya untuk bisa menentukan langkah selanjutnya.


Sementara itu kaisar Ru Xie Chang yang bisa masuk kedalam kediaman Jiang Xia Yan karena ikut terbawa gadis itu waktu berteleportasi bersama Yuyun diam – diam ikut masuk kedalam kamar nona muda ketiga Jiang dan memberi isyarat kepada pelayan pribadinya agar jangan membiarkan siapapun menganggu.


Jiang Xia Yan yang larut dalam pemikirannnya tak menyadari jika kaisar Ru Xie Chang telah masuk kedalam kamarnya.


“ Hyaa…..apa yang kamu lakukan ?....”, jerit Jiang Xia Yan sambil membulatkan kedua matanya menatap tajam kaisar Ru Xie Chang yang telah mengendongnya menuju kamar mandi.


Kaisar Ru Xie Chang langsung meletakkan tubuh munggil Jiang Xia Yan kedalam bak dan mengisinya dengan air hangat.


Jiang Xia Yan pun kembali dibuat terkejut waktu tiga lapis pakaian luarnya telah menghilang dan hanya menyisakan pakaian dalam putih yang tipis dan berbentuk kemben yang menutupi dadanya.


Belum sempat Jiang Xia Yan melayangkan protes, dia kembali dikejutkan oleh tindakan implusif kaisar Ru Xie Chang yang menggosok bagian belakang punggungnya dan bagian depan dadanya serta kedua tangannya dengan menggunakan handuk sambil menggerutu.


“ Bagian mana lagi dari tubuhmu yang sudah laki – laki itu sentuh ?.....”, ucap kaisar Ru Xie Chang penuh amarah.


Melihat jika lelaki yang ada dihadapannya sedang cemburu buta, Jiang Xia Yan hanya bisa mendesah kasar sambil menggeleng - nggelangkan kepalanya.


“ Jika kamu terus menggosok seperti itu, kulit tubuhku akan langsung mengelupas….”, ucap Jiang Xia Yan protes.


Kaisar Ru Xie Chang yang menyadari jika kulit punggung Jiang Xia Yan sudah memerah langsung menghentikan tindakannya.


“ Maaf…”


“ Aku hanya ingin membersihkan bagian tubuhmu yang telah laki – laki itu sentuh….”, ucap kaisar Ru Xie Chang penuh penyesalan.


Melihat punggung Jiang Xia Yan yang memerah, kaisar Ru Xie Chang segera memberi kecupan – kecupan lembut di sepanjang punggung Jiang Xia Yan sebagai bentuk penyesalannya.


Tindakan kaisar Ru Xia Chang justru membuat tubuh Jiang Xia Yan membeku sejenak sebelum desiran aneh mulai terasa disekujur tubuhnya.


Jiang Xia Yan hanya bisa menggigit bibir bagian bawah agar dia tak mengeluarkan kata – kata yang bisa memacu lelaki yang ada dibelakangnya itu bertindak lebih.


“ Jika diijinkan, aku ingin memotong kedua tangan lelaki itu karena sudah lancang memeluk erat tubuhmu tadi….”, bisik kaisar Ru Xie Chang penuh amarah.