Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
HANCURNYA KEKAiSARAN MING


Semilir angin malam yang terasa sangat dingin membuat semua orang mengeratkan selimut yang membungkus tubuh agar tetap hangat.


Diluar keaadaan sangat sepi senyap dan malam ini keadaan istana kekaisaran Ming terlihat sangat mencekam.


Setelah insiden pembunuhan putra mahkota Ming Zheting dan pemberontakan yang dilakukan oleh pangeran kedua Ming Shin tiba – tiba saja istana dihebohkan oleh penyakit aneh yang menimpah penghuninya.


Bukan hanya para pangeran dan selir serta permaisuri Yihua yang terkena penyakit tersebut tapi seluruh pelayan dan pengawal yang berada didalam istana terkena imbasnya.


Meski tak menular, namun penyakit ini membuat sang pemilik tubuh menjadi sangat lemas tak bertenaga sehingga hanya bisa berbaring diatas ranjang.


Para tabib istana tak bisa melakukan apapun karena kondisi tubuh mereka juga semakin hari semakin melemah.


Sementara itu dilain tempat, tepatnya di padang rumput tak jauh dari ibukota terlihat tenda – tenda para pasukan kekaisaran Ru berdiri kokoh disana.


Setelah membantu menangani pasukan mayat yang dipergunakan oleh pangeran kedua Ming Shin untuk melakukan pemberontakan, pasukan kekaisaran Ru tak langsung kembali.


Apalagi setelah mendengarkan ucapan Jiang Xia Yan, kaisar Ru Xie Chang pun berusaha untuk mewujudkan keingginan gadisnya itu.


“ Yang Mulia, apakah benar kita akan menduduki kekaisaran Ming?...”


“ Dalam kondisi sekarang, saya rasa hanya dengan pasukan kita yang ada sudah bisa menakhlukkannya apalagi pasukan militer keluarga Jiang dan keluarga Feng juga sedang tidak berada di ibukota…”


“ Sementara pasukan yang ada hanyalah lapis ketiga yang bisa dengan mudah kita tundukkan… ”, ucap salah satu jenderal pasukan Ru, Logan menghadap.


“ Sekarang kalian beristirahat…. ”


“ Esok pagi kita akan melakukan penyerangan….”, perintah kaisar Ru Xie Chang tegas.


Setelah jenderalnya keluar tenda, kaisar Ru Xie Chang terus memikirkan semua ucapan Jiang Xia Yan sambil tersenyum lebar.


“ Menjadikan wilayah kekaisaran Ming sebagai mahar….”


“ Aku rasa itu tak buruk…..”, guman kaisar Ru Xie Chang bahagia.


Meski lamarannya telah ditolak oleh Jiang Xia Yan namun kaisar Ru Xie Chang tak patah semangat dan terus berusaha untuk mendapatkan hati gadis itu bagaimanapun caranya.


Dia bahkan ingin mempersembahkan wilayah kekaisaran Ming sebagai mahar agar bisa menjadikan Jiang Xia Yan sebagai permaisurinya.


Setelah memikirkan bagaimana respon Jiang Xia Yan dan seluruh keluarganya setelah dia memberikan mahar tersebut, kaisar Ru Xie Chang pun tertidur pulas dengan hati bahagia.


Keesokan harinya, semua pasukan kekiasaran Ru sudah bersiap untuk menakhlukkan ibukota kekiasaran Ming dan langsung menyerang kedalam istana.


Setelah membantu menangani pemberontakan pangeran kedua Ming Shin beberapa hari yang lalu, kaisar Ru Xie Chang dan pasukannya sudah memiliki gambaran yang jelas mengenai peta ibukota beserta istana kekaisaran Ming.


Derap kaki kuda perlahan mulai berjalan mendekat kearah gerbang ibukota membuat para penjaga mulai bergerak waspada.


Lonceng tanda bahaya pun mulai dipukul supaya para warga segera masuk kedalam rumahnya masing – masing agar tetap aman.


Semua orang segera menutup kios dan berlari memasuki rumah dengan wajah panik. Tampaknya warga ibukota tak bisa hidup dengan tenang dalam beberapa minggu terakhir ini.


Satu persatu pangeran ataupun selir serta para pelayan dan pengawal meninggal karena penyakit misterius tersebut.


Menyadari kondisi tersebut, permaisuri Yihua segera menghubungi agar keluarga besarnya segera datang ke ibukota.


Dengan dekrit palsu yang dibuatnya dan stempel kekaisaran yang didapatkannya setelah kaisar Ming Qin terbaring diatas ranjang, permaisuri Yihua pun merencanakan untuk mengirim pasukan keluarga Jiang dan pasukan keluarga Feng kewilayah perbatasan untuk melawan pemberontak.


Bukan hanya menerbitkan dekrit palsu mengirim kedua kekuatan militer kekaisaran Ming agar rencananya bisa berjalan dengan baik, permaisuri Yihua juga mengeluarkan dekrit untuk memberikan tahta agar diisi oleh ayahnya, Yi Goku.


Dan sekarang, baru sehari Yi Goku menduduki tahta  pasukan kekaisaran Ru mulai menyerang ibukota dan ingin menundukkan kekaisaran Ming.


Kondisi ibukota yang hanya mengandalkan pasukan lapis ketiga tanpa ada kekuatan militer dari keluarga Jiang dan keluarga Feng tentunya sangat lemah.


Meski kekaisaran Ru hanya membawa dua ratus ribu pasukan, mereka dengan sangat mudah menakhlukkan kekaisaran Ming.


Jiang Shing dan Feng Mo Tian yang mendengar jika kekaisaran Ming sudah berhasil ditakhlukkan oleh kekaisaran Ru tetap fokus dengan para pemberontak yang ada disana dan menghancurkannya tanpa ada keingginan untuk segera balik ke ibukota.


Menurut mereka lebih baik kekaisaran Ming diambil alih oleh kekaisaran Ru daripada dipimpin oleh Yi Goku sebagai kaisar yang baru.


Agar tak menimbulkan masalah dikemudian hari, kaisar Ru Xie Chang pun membasmi keluarga kekaisaran Ming menjadi abu tanpa bekas karena mereka semua menderita penyakit mematikan dengan menggunakan ilmu sihir yang mereka miliki.


Sementara Yi Goku yang tertangkap langsung penggal dan hanya menyisakan para pejabat yang saat ini sudah berada dalam jeruji tahanan sebagai sandera perang.


Meski kejam, tapi kaisar Ru Xie Chang juga merupakan orang yang bijak. Dia tak akan menutup mata terhadap orang berbakat dan setia.


Maka dari itu, para pejabat yang mau tunduk dibawah kakinya akan dia selidiki kinerjanya selama berada didalam pemerintahan.


Jika mereka terbukti sebagai pekerja keras dan bersih maka kaisar Ru Xie Chang tak akan segan untuk membebaskannya dan menjadikan pejabat tersebut berada di posisinya semula.


Namun jika dari hasil penyelidikan  diketahui mereka melakukan kecurangan maka dia tak akan segan untuk memenggal langsung kepala mereka sebagai contoh agar pejabat lainnya tak melakukan kesalahan yang sama.


Semua ketetapan mutlak yang dia berlakukan pada system pemerintahan yang ada dalam kekaisaran Ru juga dia terapkan pada negara yang berhasil dia takhlukkan tersebut.


Sehingga system lama yang ada dikekaisaran Ming telah kaisar Ru Xie Chang ganti secara keseluruhan sehingga menjadi sistem baru yang lebih bersih dan tersusun rapi.


Kaisar Ru Xie Chang berencana menjadikan kekaisaran Ming sebagai sebuah kerajaan yang akan dipimpin seorang raja.


Karena wilayah kekaisaran Ming yang sangt luas serta dia tak bisa tinggal dinegara ini maka kaisar Ru Xie Chang pun mencari kandidat yang cocok menempati posisi tersebut.


Sambil menunggu kandidat yang cocok, kaisar Ru Xie Chang pun terus melakukan pendekatan terhadap Jiang Xi Yan yang terlihat sangat puas setelah penguasa kekaisaran Ru tersebut mengambil alih negaranya.


Masyarakat masih  beraktivitas seperti sedia kala seolah tak ada hal penting yang terjadi didalam ibukota yang bisa mempengaruhi pekerjaan mereka.


Dan hanya dalam waktu satu bulan saja, kekaisaran Ming yang sudah berubah menjadi kerajaan Ruxie mengalami perubahan secara drastis.


Bukan saja dalam struktur pemerintahan, namun juga kebijakan yang dikeluarkannya mengubah tatanan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik daripada sebelumnya.