Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
PETUNJUK PART 2


Kerinduan yang memuncak terasa menyesakkan dada dikala semua itu tak bisa disalurkan dengan baik, membuat kinerja otak tak bisa maksimal lagi.


“ Xiexie….”


“ Lepaskan…..”


“ Eummm….jangan begini….”, ucap Jiang Xia Yan sambil menggigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara yang malah membuat suasana semakin memanas.


Jiang Xia Yan berusaha untuk menguasai dirinya kala serangan demi serangan dilancarkan oleh kaisar Ru Xie Chang kepadanya.


Entah kenapa tubuh Jiang Xia Yan tak mampu menolak dan seakan menikmati semua hal yang dilakukan oleh kaisar Ru Xie Chang kepadanya seperti dia sudah kehilangan akal sehatnya saat ini.


Kaisar Ru Xia Chang yang melihat jika gadisnya juga mulai bergairah langsung membawanya pergi kedalam kamarnya melalui teleportasi.


Merasa jika tubuhnya berada diatas ranjang yang lembut\, Jiang Xia Yan yang sedari tadi menutup mata tiba – tiba kedua matanya mulai terbuka seiring l*****n bibir kaisar Ru Xia Chang berhenti agar gadis itu bisa mengambil nafas sejenak.


“ Bukankah ada hal penting yang harus kita diskusikan saat ini….”, ucap Jiang Xia Yan menginterupsi kegiatan kaisar Ru Xia Chang.


Dia berusaha untuk menahan tubuh kaisar Ru Xie Chang waktu laki – laki itu hendak menerkamnya kembali.


“ Sebentar lagi ya…”


“ Aku masih kangen….”, ucap kaisar Ru Xie Chang dengan tatapan senduh dan berselimut nafsu.


Mulut Jiang Xia Yan langsung dibungkam oleh kaisar Ru Xie Chang waktu gadis itu hendak protes kembali.


Ciuman panas dan sentuhan nakal tangan kaisar Ru Xie Chang dibeberapa titik sensitive tubuhnya tak mampu Jiang Xia Yan tolak.


Gadis itu hanya bisa menggeliat manja dan menikmati desiran aneh serta rasa panas yang mulai menjalar disekujur tubunya.


Suara ketukan pintu mampu menyelamatkan Jiang Xia Yan dari serangan liar kaisar Ru Xie Chang kepadanya.


“ Maaf menganggu waktu anda Yang Mulia….”


“ Ada hal mendesak yang harus saya laporkan kepada Yang Mulai secepatnya….”,ucapnya dengan suara bergetar karena takut.


“ Tunggu aku diruang kerja….”, ucap kaisar Ru Xie Chang datar.


Wajah kaisar Ru Xie Chang langsung menggelap, jika tidak mengingat situasi saat ini sedang genting mungkin dia akan langsung membunuh seseorang yang berani menangganggu waktunya bersama Jiang Xia Yan.


“ Sudahlah….”


“ Jangan marah….”


“Mungkin memang ada hal penting yang ingin mereka laporkan….”, ucap Jiang Xia Yan sambil mengusap dada kaisar Ru Xie Chang dengan lembut.


Setelah m*****t bibir munggil Jiang Xia Yan beberapa saat\, kaisar Ru Xie Chang pun segera membenahi pakaiannya yang sudah berantakan\, begitu pula dengan Jing Xia Yan.


“ Ikut aku….”


“ Kita diskusikan semuanya diruang kerja….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil mengandeng tangan Jiang Xia Yan dan membawanya keluar.


Para pelayan dan pengawal yang berada diluar ruangan terbelalak waktu melihat orang nomor satu dikekaisaran Ru tersebut keluar dari dalam kamar bersama seorang wanita muda yang sangat cantik.


Meski penasaran, mereka sama sekali tak berani bersuara atau melihat secara langsung dan hanya berani melirik sekilas melalui sudut mata mereka jika tak ingin kedua matanya dicongkel keluar.


“ Apakah itu calon permaisuri kita….”


“ Dia sangat cantik….”


“ Kurasa dia bukan dari negara kekaisaran Ru….”


“ Putri dari negara mana dia….”


Itulah bisik – bisik yang dilayangkan oleh para pelayan setelah kaisar Ru Xie Chang dan Jiang Xia Yan tak lagi terlihat.


Setelah sampai didalam ruang kerja kaisar Ru Xie Chang, anak buah yang tadi ingin melaporkan kepadanya sedikit melirik kearah Jiang Xia Yan sebelum bersuara.


“ Dia calon istriku…”


“ Berbicaralah….”, perintah kaisar Ru Xie Chang tegas.


Bukan hanya lelaki yang ada dihadapan kaisar Ru Xie Chang saja yang terkejut, tapi semua orang yang berada dalam ruangan termasuk Jiang Xia Yan juga terkejut dengan ucapan kaisar Ru Xie Chang yang lugas tersebut.


Jiang Xia Yan terus menyimak setiap laporan yang diberikan oleh sepuluh orang yang ada dihadapannya itu dengan seksama.


Setelah semua lapioran telah tersampaikan namun tampaknya semua orang masih belum menemukan titik terang, Jiang Xia Yan pun segera mengeluarkan selembar kertas dari balik saku bajunya.


“ Mungkin ini bisa membantu….”, ucap Jiang Xia Yan sambil membuka lebar lipatan kertas yang dibawanya.


Dengan satu gerakan sihir, kertas yang berisi peta tersebut mulai terlihat seperti nyata dimana gambar manusia dan beberapa wilayah terlihat bergerak seperti kita sedang melihat tayangan film slide pendek.


“ Apa ini asli ?....”, tanya kaisar Ru Xie Chang penasaran.


“ Ini hanya salinannya saja…”


“ Aku mendapatkan ini dari kediaman pangeran Ming Qianfan waktu menyelidiki kasus pemusnahan rumah tangga paman kekaisaran Ming tersebut bersama kakak….”, ucap Jiang Xia Yan menjelaskan.


Kaisar Ru Xie Chang sedikit mengkerutkan dahinya berpikir keras bagaimana bisa peta mengenai kelompok sihir kuno terlarang ini bisa masuk kedalam istana kekaisaran Ming.


“ Apa ada hal lain yang kamu dapat selain salinan peta ini ?....”, tanya kaisar Ru Xie Chang curiga.


“ Tidak ada…”


“ Waktu aku datang sudah banyak barang yang hilang disana…”


“ Mungkin sebelum kedatanganku sudah ada beberapa pencuri masuk….”, ucap Jiang Xia Yan kembali menjelaskan.


Kaisar Ru Xie Chang dan sepuluh anak buahnya hanya bisa terdiam setelah mendengarkan penjelasan tersebut.


“ Aku juga tidak tahu jika peta ini ada kaitannya dengan sihir kuno terlarang atau tidak…”


“ Hanya saja, peta ini baru bisa diaktivkan setelah aku mempelajari ilmu sihir dikekaisaran Ru…”


“ Jadi, peta ini aku bawa setelah Yuyun menjelaskan tujuannya mencariku….”, ucap Jiang Xia Yan pelan.


Sejenak, kaisar Ru Xie Chang menatap kearah Jiang Xia yan penuh selidik. Berusaha mencari sesuatu yang menjadi kecurigaannya tapi dia tak mendapatkan itu.


“ Peta ini memang bisa memberi petunjuk mengenai keberadaan kelompok yang menggunakan sihir kuno terlarang….”


“ Hanya saja, kita belum bisa mengaktivkannya untuk menuntun kita kesana jika tidak ada peta yang asli serta batu permata hitam sebagai pelengkapnya…. ”, ucap kaisar Ru Xie Chang lembut.


Semua orang kembali terbelalak setelah mendengar suara lembut yang diberikan oleh kaisar Ru Xie Chang kepada Jiang Xia Yan.


Mereka sama sekali tak menyangka akan melihat sisi berbeda dari kaisar yang terkenal bengis dan kejam tersebut hari ini.


Jika peta asli, Jiang Xia Yan sudah memilikinya. Tapi untuk batu permata hitam, dia masih meraba – raba karena dalam ingatan Wuxia dia sama sekali tak melihat hal itu.


“ Bisa kamu gambarkan bagaimana bentuk permata hitam itu….”


“ Siapa tahu aku pernah melihatnya….”, ucap Jiang Xia Yan penasaran.


Salah satu anak buah kaisar Ru Xie Chang pun mengambilkan kertas dan kuas agar junjungannya itu bisa mengambarkan bentuk permata hitam yang sedang mereka cari.


“ Ini….”, ucap Jiang Xia Yan terbelalak.


Jiang Xia Yan sangat ingat dengan jelas jika didalam ingatan Wuxia seseorang lelaki yang wajahnya mirip dengan pangeran kedua Ming Shin memakai kalung dengan liontin batu permata hitam ini.


Tapi untuk pangeran kedua Ming Shin, dia sama sekali tak tahu karena belum bertemu dengannya secara langsung karena selama ini dia hanya bisa melihat lelaki itu sekilas dari kejauhan karena keingginan membunuhnya sangat kuat begitu wajah tampan itu muncul dihadapannya.


“ Apa kamu pernah melihatnya ?....”, tanya kaisar Ru Xie Chang penasaran.


“ Aku tak terlalu yakin sih….”


“ Sepertinya, pangeran kedua Ming Shin memilikinya….”, ucap Jiang Xia Yan sambil memutar bola matanya beberapakali sambil kembali mengingat apakan benar pangeran kedua Ming Shin memiliki batu permata hitam itu.


Semua orang kembali terdiam setelah mendengarkan semua kata yang diucapan oleh Jiang Xia Yan dari mulutnya.


“ Bagaimana bisa semua benda itu berada didalam kekaisaran Ming sedangkan negara tersebut sama sekali tak memiliki seseorang yang bisa menggunakan ilmu sihir ?….”


Pertanyaan itulah yang saat ini ada didalam benak semua orang. Meski penuh teka – teki tapi setidaknya mereka menemukan petunjuk penting saat ini.


Berdasarkan peta tersebut, mereka pun akan mulai mewaspadai beberapa daerah yang ternyata berlokasi tak jauh dari kekaisaran Ru yang disinyalir sebagai markas kelompok pengguna sihir kuno terlarang.