
Hahahaha…….
Pangeran Ming Qianfan tertawa keras waktu mendengar kabar jika anak buahnya gagal untuk melukai Jiang Xia Yan.
Bukan hanya gagal, bahkan mayat anak buahnya juga dikirim kedalam istana kediamannya membuat tawanya terlihat sangat menyeramkan.
“ Kucing kecil ini semakin bertambah liar dan sulit dijinakkan….”, guman pangeran Ming Qianfan geram.
Dengan satu lambaian tangan, satu anak buahnya yang berhasil lolos dan melapor kepadanya langsung tewas ditempat karena dianggap telah gagal menjalankan tugasnya.
“ Bersihkan….”, ucap pangeran Ming Qianfan dingin.
Diapun segera melangkah pergi dari ruang kerja menuju ruang pribadinya untuk bersenang – senang dengan beberapa wanita cantik yang baru saja didapatkannya.
Sementara itu di tempat lain, Jiang Xia Yan terlihat sudah bersiap untuk pergi kerumah Dangpu sesuai dengan kesepakatan yang dibuat sepuluh hari yang lalu.
Kali ini hanya Yinhang dan Chuntao yang menemaninya. Sementara Chyou dia tugaskan untuk mencari informasi terbaru mengenai halaman kedua pasca anugerah pernikahan yang diberikan kepada kakak tertuanya.
Sedangkan ketiga pelayan pribadinya yang lain ditugaskan untuk mengurus masalah keuangan yang akan dia alokasikan untuk rencananya tersebut dan beberapa permasalahan yang ada dihalaman rumah tangga pertama.
Jiang Xia Yan tak ingin ada celah sedikitpun dalam setiap point rencana yang telah dia susun dengan baik itu. Untuk itu dia harus tetap memantau progress perkembangan yang ada.
Dilain tempat, dua kakak beradik keluarga Dong yang sudah berada di rumah Dangpu terlihat cemas dan tak sabar menunggu kedatangan Jiang Xia Yan.
“ Tuan muda Chang….”
“ Apakah penjual berita itu menipu kita ?....”
“ Kenapa dia datang terlambat….”, ucap tuan besar Dong Yu gelisah.
Belum juga Chang Wu menjawab, tiba – tiba ada gadis muda cantik dengan pakaian coklat susu keluar dari balik tirai, berjalan dibelakang Qian Lang dengan ekpresi tenang.
Kedua kakak beradik keluarga Dong tentu saja sangat terkejut hingga spontan bertanya “ Nona muda ini, apakah dia yang menjual berita ?....”.
Dong Wu tak bisa lagi menyembunyikan kebinggungannya. Bagaimana pun juga nona muda yang ada dihadapannya itu hanyalah seorang gadis muda berusia sekitar tiga hingga empat belas tahunan.
Jadi tidak mungkin kan dia bisa mengetahui peristiwa besar yang terjadi pada tiga tahun yang lalu di provinsi Xining.
Begitu Jiang Xia Yan duduk, Dong Wu pun langsung mencercanya dengan berbagai macam pertanyaan yang memojokkan.
“ Nona muda, berapa umurmu tiga tahun yang lalu ?….”
“ Nona tahu apa konsekuensinya jika berani bermain – main dengan kami berdua….”, ucap Dong Wu dengan nada mencibir dan penuh ancaman.
Meski mendapat tatapan tajam, Jiang Xia Yan sama sekali tak terpengaruh. Dia tetap duduk tenang dengan ekspresi datar.
“ Ada banyak koneksi untuk mendapatkan berita….”
“ Jika membicarakan masalah jual beli….”
“ Maka yang dilihat adalah hasil….”
“ Sangat tidak layak bagiku untuk membuang waktu hanya untuk bermain dengan keluarga kecil seperti keluarga Dong…”, ucap Jiang Xia Yan santai.
Melihat ada amarah dalam nada yang diucapkan oleh Jiang Xia Yan, wajah Dong Wu pun berubah menjadi jelek namun dia dengan cepat merubahnya menjadi serius.
“ Apa yang dikatakan nona muda tidak salah…”
“ Pembelian dan penjualan adalah tentang hasil…”
“ Dan mengenai prosesnya, itu tidaklah penting….”, ucap Dong Yu menimpali dengan nada datar.
Meski Dong Yu merasa tak yakin jika gadis muda yang ada dihadapannya mampu memberitahukan keberadaan dua putrinya, tapi dia juga tak akan melewatkan peluang sekecil apapun untuk menemukan keduanya.
“ Kalau begitu….”
“ Apakah nona muda berani menjamin jika berita yang nona bawa itu benar ?...”
“ Dalam bisnis, nona tidak boleh menjual berita palsu…”
“ Jika berita itu nyata, maka kami akan mengucapkan banyak terimakasih dan memberikan banyak emas untuk nona….”
“ Tapi jika berita itu palsu, maka nona pasti tahu apa konsekuensinya kan…”, ucap Dong Yu tenang namun tersirat ancaman didalamnya.
Siapapun tahu jika saat ini, sikap yang diberikan oleh Dong Yu seakan sedang mengintimidasi gadis muda yang ada dihadapannya itu.
Tapi ekspresi Jiang Xia Yan sama sekali tak berubah, tetap tenang. Bahkan dia menatap lelaki paruh baya yang ada dihadapannya tanpa berkedip.
Ketenangan yang ditunjukkan oleh Jiang Xia Yan tentu saja membuat kakak beradik keluarga Dong sedikit gelisah.
Chang Wu yang melihat ekpresi dua bersaudara keluarga Dong yang mulai gusar hanya bisa tertawa dalam hati karena tak ingin menyinggung pelanggannya.
Melihat ketenangan yang ditampilkan oleh Jiang Xia Yan, Dong Yu yang mulai gusarpun kembali bersuara “ Baik, katakan apa berita yang ingin nona jual ?....”
Sekilas, Jiang Xia Yan melirik dua bersaudara keluarga Dong tersebut secara bergantian sebelum pada akhirnya dia mulai berbicara.
“ Dua gadis muda Dong hilang di malam perayaan musim semi di provinsi Xining…”
“ Keduanya bukan menghilang secara misterius melainkan diculik…”
“ Dan dalang dibalik penculikan itu adalah saudara laki – laki kaisar Ming Qin, pangeran Ming Qianfan….”, ucap Jiang Xia Yan menjelaskan.
Ketika kata – kata tersebut keluar mulus dari mulut Jiang Xia Yan, ketiga lelaki yang ada diruang teh tersebut langsung terdiam seribu bahasa.
Sementara dua orang yang bersembunyi diruang rahasia tak bisa lagi untuk menyembunyikan rasa terkejutnya setelah mendengarkan semuanya.
“ Pangeran Ming Qianfan ?....”, guman Gu Zou sangat pelan dengan mata terbelalak.
Sementara Feng Mo Tian yang ada dihadapannya hanya tersenyum lembut melihat kejutan yang kembali dibawa oleh nona muda ketiga Jiang tersebut.
“ Apa kamu yakin ?....”
“ Apa yang nona katakan adalah hal sensitive…..”
“ Menyinggung pangeran Ming Qianfan berarti juga menyinggung keluarga kekaisaran….”, ucap Dong Wu tajam.
Siapa yang tidak kenal dengan pangeran Ming Qianfan. Seluruh provinsi dibawah kekaisaran Ming mengetahuinya bagaimana licik dan kejinya lelaki tersebut.
Siapapun tak berani untuk melawannya karena keluarga kekaisaran melindunginya dengan sangat baik dan tak ada yang berani untuk mengusiknya.
“ Tapi, jika semua ucapanku adalah kebenaran ?....”
“ Apakah kalian berani ?....”, tantang Jiang Xia Yan langsung.
Keduanya terlihat terdiam sejenak, mereka berusaha untuk memikirkan konsekuensi yang ada jika sampai bersinggungan dengan pangeran Ming Qianfan yang sangat dilindungi oleh keluarga kekaisaran itu.
“ Apa buktinya jika ucapan nona itu benar adanya?....”, tanya Dong Wu tajam.
Jika gadis yang ada dihadapannya itu memiliki bukti kuat, maka dia dan sang kakak akan berusaha untuk membuat perhitungan dengan siapapun yang telah menyakiti anggota keluarga Dong,meskipun harus menerima resiko bersinggungan dengan keluarga kekaisaran.
Melihat jika dua bersaudara Dong sudah masuk kedalam skema rencananya, Jiang Xia Yan pun mulai melancarkan aksinya agar Dong Yu dan Dong Wu melangkah sesuai dengan jalan yang telah dia buat.
“ Dua putri anda pada saat ini masih hidup…..”
“ Tapi keduanya masih berada dalam genggaman pangeran Ming Qianfan saat ini….”, ucap Jiang Xia Yan sambil menatap Dong Yu tajam.
Melihat jika semua orang serius mendengarkan ucapannya, Jiang Xia Yan pun mulai menceritakan semua hal yang bisa dia ingat dari slide memorinya mengenai dua putri Dong Yu ini.
Semua orang tak bisa tenang mendengar kekejaman yang telah dialami oleh kedua putri keluarga Dong tersebut dan merasa sangat marah.
“ Kalian bisa membuktikan sendiri jika semua yang aku ucapkan adalah kebenaran…”
“ Setiap pagi, akan ada seorang pelayan wanita muda pergi keluar untuk berbelanja ke pasar….”
“ Melalui dia, kalian bisa bertanya mengenai wanita buta yang membersihkan kotoran hewan setiap malam…”
“ Dia adalah salah satu putrimu….”
“ Usahakan untuk tak menarik perhatian saat ini dan jangan bertindak gegabah….”, ucap Jiang Xia Yan menjelaskan secara rinci kepada dua lelaki keluarga Dong tersebut.
Begitu kata – kata tersebut diucapkan, tubuh Dong bersaudara bergetar dan rasa sakit yang mereka rasakan tak dapat lagi disembunyikan.
Tapi jika mengingat kembali tentang keluarga kekaisaran, keduanya mulai tampak ragu kembali. Dan ekspresi ini berhasil ditangkap oleh Jiang Xia Yan.
“ Aku tahu keluarga kekaisaran tak mudah untuk dihadapi, tapi aku memiliki solusi atas persoalan tersebut…”, ucapnya santai.
“ Jelaskan maksudmu ?....”, ucap Dong Yu menuntut.
“ Jika kalian ingin membersihkan gulma, maka bersihkan sampai ke akar – akarnya….”
“ Jika keluarga Dong tak ingin mendapat masalah dimasa depan, kediaman pangeran Ming Qianfan harus dihancurkan dalam satu kali pukulan….”
“ Keluarga Dong memiliki koneksi yang luas….”
“ Meski kediaman pangeran Ming Qianfan mendapat dukungan penuh keluarga kekaisaran….”
“ Jika kalian ingin menggunakan koneksi yang ada untuk memusnahkan seluruh rumah tangga sekaligus aku rasa itu bukanlah hal yang sulit….”
" Lakukan dengan bersih dan rapi….”
“ Maka, keluarga kekaisaran tak akan bisa menyentuh…. ”
“ Orang mati tidak akan bisa bersaksi….”, ucap Jiang Xia Yan tenang.
Chang Wu langsung menyemburkan teh yang baru saja masuk kemulutnya waktu mendengar Jiang Xia Yan ingin memusnahkan seluruh rumah tangga pangeran MIng Qianfan sekaligus, itu sama saja dengan tak akan meninggalkan satu orang pun untuk hidup.
“ Sungguh sangat keji…….”, batin Chang Wu terkejut.
Dong Yu adalah seorang pendekar yang sudah melalang buana kesana kemari dan sudah banyak bertemu dengan berbagai macam orang yang sangat kejam.
Tapi dia baru pertama kali ini melihat ada seorang gadis muda belia memiliki cara terkeji untuk menghabisi musuhnya, dengan membantai seluruh orang yang ada dalam kediaman tanpa tersisa.
“ Informasiku berhenti sampai disini…”, ucap Jiang Xia Yan tajam.
Sebelum Jiang Xia yan beranjak pergi, Dong Wu yang masih merasa ragu kembali mengutarakan apa yang ada dihatinya.
“ Kenapa nona sangat ingin membantu kami ?....”
“ Apa manfaat yang nona dapatkan ?....”, ucap Dong Wu penuh kecurigaan.
Meski kembali mendapatkan tatapan tajam dan menyelidik, Jiang Xia Yan sama sekali tak gentar akan hal itu dan tetap menunjukkan sikap tenang.
“ Kurasa, setelah keluar dari rumah Dangpu kalian pasti akan menyelidikiku…”
“ Aku adalah nona muda ketiga Jiang, putri tunggal jenderal besar Jiang Shing…”
“ Dan tujuanku membantu kalian adalah karena tangjie ku akan menikah dengan kediaman pangeran Ming Qianfan….”
“ Dia adalah salah satu wanita muda yang disiksa oleh pangeran Ming Qianfan….”
“ Jika kalian memusnahkan seluruh rumah tangga pangeran Ming Qianfan, aku akan merepotkan kalian untuk menyelamatkan nyawa tangjie ku….”, ucap Jiang Xia Yan lugas.
Setelah mendengar semua penjelasan tersebut, keraguan yang ada didalam hati dua bersaudara Dong pun mulai lenyap dan Dong Yu secara jantan menangkupkan kedua tangannya sebagai tanda terimakasih.
“ Kami berdua percaya dengan kata – kata nona muda Jiang…”
“ Tapi sangat penting untuk menyelidiki keberadaan kedua putri kami terlebih dahulu….”
“ Dan begitu keberadaan kedua putriku dapat diketahui dengan pasti, maka keluarga Dong tak akan menutup mata begitu saja dan akan memberikan puluhan ribu tael emas sebagai balasan….”, ucap Dong Yu penuh rasa terimakasih.
“ Aku tidak perlu puluhan ribu tael emas…. ”
“ Aku hanya ingin mendapatkan bantuan dari keluarga Dong dimasa depan…”, ucap Jiang Xia Yan santai dan tenang.
Selanjutnya, dua bersaudara Dong tersebut segera mengambil pedang mereka dan melangkah pergi untuk mencari informasi kebenaran berita yang dibawah oleh nona muda ketiga Jiang tersebut.
Sementara Chang Wu hampir pingsan karena Jiang Xia Yan menolak ribuan tael emas. Itu berarti Shentan She akan mendapatkan pemasukan hanya sebagai perantara saja.
" Apa yang dia lakukan ?...."
" Kenapa dia menolak ribuan tael emas yang ada dihadapan mata....", batin Chang Wu tak percaya.
Jiang Xia Yan acuh terhadap keterkejutan dan kekecewaan yang dirasakan oleh Chang Wu saat ini.
Karena baginya, menjalin hubungan dan mendapatkan koneksi dari keluarga Dong lebih berarti daripada ribuantael emas yang bisa dia dapatkan dengan mudah dimasa depan.