
Sementara itu, gadis yang telah membuat heboh dan panik semua orang saat ini sedang menikmati kudapan lezat dan secangkir teh hangat diatas kereta kuda.
“ Katakan padaku….”
“ Apa tujuan kalian menculikku ?...”, tanya Jiang Xia Yan tajam.
Meski dia dibawa pergi secara paksa, tapi jika ini dibilang penculikan juga rasanya tidak tepat karena dia dijamu dan diperlakukan dengan baik didalam kereta kuda ini.
“ Mohon maaf jika cara kami sedikit kasar…. ”
“ Tapi, hanya ini yang bisa kami lakukan agar kerahasiaan ini bisa terjaga…”, ucapnya sopan.
Jiang Xia Yan hanya bisa menghela nafas cukup dalam waktu menyadari jika pelayan wanita yang ada bersamanya didalam kereta ini tak akan memberitahukannya apapun hingga sampai ke tempat tujuan.
“ Baiklah….”
“ Aku ingin beristirahat sejenak….”
“ Bangunkan aku ketika sudah sampai….”, ucap Jiang Xia Yan datar.
Dengan acuh diapun segera menutup kedua matanya dengan kedua tangan bersendekap didadanya agar tubuhnya hangat.
“ Nona ini sangatlah cantik….”
“ Aku harap dia bisa menyembuhkan Yang Mulia dan menjadi permaisuri kekaisaran Ru…”, batin pelayan wanita tersebut tersenyum lembut.
Penyakit kaisar Ru sangat langkah dan sekarang sudah mencapai tahap kritis. Kondisi ini sangat dirahasiakan agar tidak terjadi gejolak didalam negara.
Maka dari itu mereka pun melakukan penculikan terhadap Jiang Xia Yan agar bisa menyembuhkan kaisar Ru.
Mereka akui jika tindakan mereka ini salah, tapi hanya ini yang bisa dilakukan agar tidak ada seorang pun yang mencurigai gerak - gerik mereka terutama para musuh yang mengintai dan akan mengambil kesempatan begitu ada celah.
Untung saja Jiang Xia Yan sangat kooperatif dan tidak melawan saat mereka bawa pergi tadi.
Meski pelayan wanita yang bernama Yuyun tersebut tidak bisa mendeteksi seberapa tinggi tingkat kultivasi gadis muda yang ada dihadapannya itu.
Tapi melihat bagaimana dia dengan tenangnya tertidur saat dirinya sedang diculik oleh orang asing menunjukkan bahwa dia bukanlah gadis biasa.
Setelah Jiang Xia Yan tertidur, pelayan wanita tersebut pun langsung memberi kode kepada sepuluh prajurit yang mengawal mereka.
Kesepuluh prajurit tersebut pun segera menyuruh kusir untuk membawa kereta kuda secepatnya masuk kedalam hutan yang tak jauh di depan mereka.
Begitu mereka sudah memasuki hutan yang gelap, sepuluh prajurit tersebut segera mengelilingi kereta kuda sambil berkomat – kamit membaca mantra.
Clingggg….
Wushhhh…..
Kereta kuda beserta sepuluh prajurit tersebut langsung menghilang dan mereka pun tiba disebuah padang ilalang yang tandus.
Jika mereka melakukan perjalanan secara normal akan memakan waktu setidaknya dua sampai tiga bulan lamanya.
Tapi dengan membuka gerbang teleportasi maka mereka bisa tiba di kekaisaran Ru dalam waktu singkat hanya dalam kedipan mata.
Jiang Xia Yan yang hanya pura – pura tertidur baru pertama kali merasakan fenomena langkah seperti ini.
Meski dia tak membuka mata dan melihat langsung apa yang baru saja terjadi, tapi dari kekuatan besar yang dia rasakan dia bisa menyimpulkan jika dirinya baru saja berpindah tempat dengan cepat.
“ Apa aku baru saja berteleportasi….”
“ Bagaimana bisa ?....”, batinnya penuh tanya.
Selama ini yang dia ketahui teleportasi hanya bisa dilakukan oleh person atau orang perorang secara pribadi bukan secara berkelompok seperti ini dan membawa serta kereta kuda yang dia tumpangi sekarang.
Merasa jika suhu udara sudah hangat tak sedingin sebelumnya semakin menambah keyakinannya akan hal tersebut.
Tapi dia juga tak langsung bangun agar tak menimbulkan kecurigaan terhadap pelayan yang mendampinginya saat ini.
Mungkin banyak yang tidak tahu jika pasukan kekaisaran Ru selain memiliki tingkat kultivasi yang tinggi mereka juga rata – rata memiliki ilmu sihir, terutama para pasukan khusus dan pasukan bayangan milik kaisar.
Selain memiliki kekuatan diatas negara lain, wilayah kekaisaran Ru yang kaya akan tambang emas, berlian dan batu permata berharga lainnya serta hasil laut yang melimpah membuat negara tersebut menjadi negara terkaya dan terkuat didunia.
Tak lama kemudian kereta kuda berhenti dan satu tangan munggil menyentuh pundaknya “ Nona…kita sudah sampai….”.
Tepukan lembut dipundak membuat Jiang Xia Yan membuka mata. Diapun segera dibawah keluar oleh pelayan wanita tersebut melewati sebuah lorong yang gelap dan sempit.
“ Ini pasti jalan rahasia….”, batin Jiang Xia Yan sambil menelisik setiap bagian lorong yang dia lalui.
Setelah pelayan wanita tersebut berkomat – kamit tanpa suara batu besar tersebutpun langsung bergerak dan bergeser secara perlahan.
“ Mari masuk nona….”, ucapnya sopan.
Jiang Xia Yan pun langsung melangkah masuk dengan mata terbelalak.
Pemandangan yang ada dihadapannya sangat berbanding terbalik dengan lorong panjang yang tadi dia lewati.
Kemegahan ruangan tersebut bahkan istana kekaisaran Ming tak ada seujung kukunya. Disini sangat megah dan mewah.
Pantas saja jika kekaisaran Ru terkenal sebagai negara yang makmur dan kaya raya.
Meski tak ada yang mengatakan jika mereka sekarang berada dikekaisaran Ru, tapi melihat betapa tinggi tingkat kultivasi dan ilmu sihir yang dimiliki para prajurit, Jiang Xia Yan bisa menyimpulkan siapa yang telah menculiknya saat ini.
Karena dalam ingatan sebelumnya pemilik tubuh sama sekali tak pernah bersinggungan dengan kekaisaran Ru, maka dia hanya bisa mengetahuinya setelah dia mendengar langsung apa yang mereka inginkan dengan membawanya secara rahasia kenegara ini.
Jiang Xia Yan yang sibuk dengan pemikirannya sendiri sambil mengagumi semua keindahan yang dia lihat sepanjang perjalanan mulai tersadar begitu pelayan wanita yang bersamanya tadi kembali bersuara.
“ Silahkan masuk nona…”
“ Anda akan mendapatkan semua penjelasan didalam sana…”
“ Nama saya Yuyun….”
“ Jika anda membutuhkan, saya ada dibalik pintu…. ”, ucapnya sopan.
Setelah pintu tertutup, dapat Jiang Xia Yan lihat jika ruangan yang dia masuki adalah sebuah kamar besar yang sangat mewah.
Diatas ranjang tergolek lemah seorang laki – laki muda yang sangat tampan dengan wajah pucat dan bibir mulai membiru.
Disampingnya ada sepasang suami istri yang sudah tua terlihat sedih, bahkan kedua mata mereka terlihat merah dan sembab karena terlalu banyak menangis.
“ Kemarilah anakku….”, ucap wanita tua tersebut menyambut Jiang Xia Yan hangat.
Dengan kikuk, Jiang Xia Yan pun melangkahkan kakinya mendekat kearah ranjang. Sepasang pasutri tersebut segera mempersilahkan dirinya untuk duduk dengan senyum lembut.
“ Maaf jika cara kami terlalu kasar dalam membawamu kesini….”
“ Tapi, hanya ini yang bisa kami lakukan agar tak menarik perhatian musuh….”, ucap lelaki tua tersebut dengan nada sedih.
Jiang Xia Yan yang sejak tadi penasaran kenapa dia dibawah kemari akhirnya mulai bersuara “ Apa yang bisa aku bantu ?....”
Setelah menghembuskan nafas dalam beberapa kali, lelaki tua yang merupakan ayahanda kaisar Rui Xie Chang mulai menceritakan semuanya.
Mengenai penyakit yang diderita oleh putranya tersebut hingga sudah berapa banyak tabib hebat yang dipanggil tapi sama sekali tak ada yang bisa menyembuhkannya.
Bahkan berbagai macam ritual sihir dilakukan tapi sama sekali tak bisa membuat putra semata wayangnya itu sembuh dan malah semakin memperparah keadaaannya.
Hingga sebulan yang lalu tiba – tiba kaisar Rui Xie Chang tak sadarkan diri hingga sekarang.
Pada awalnya mereka sudah merasa putus asa hingga keduanya mendapatkan informasi jika ada tabib hebat yang bisa menyembuhkan penyakit aneh yang diderita oleh putra tertua keluarga Chi.
Dan setelah mereka selidiki dengancermat ternyata itu gadis muda yang telah mengobat putra pertama keluarga Chi adalah Jiang Xia Yan.
Meski Jiang Xia Yan sangat terkejut jika hal tersebut dapat diketahui, tapi mengingat jika mereka memiliki kemampuan sihir tentunya hal tersebut bukanlah suatu hal yang sulit.
“ Baiklah….”
“ Saya akan berusaha semampu saya untuk menyembuhkan kaisar….”
“ Tapi saya juga tak bisa menjanjikan apa – apa…”
“ Bagaimanapun ilmu dan kemampuan medis yang saya miliki masih belum terlalu dalam….”, ucap Jiang Xia Yan merendah.
Sepasang pasutri tersebut menanggapi dengan baik niat tulus gadis muda yang ada dihadapannya itu.
Meski harapan mereka sangat kecil, tapi mereka juga tak bisa melewatkan kesempatan yang ada untuk membuat putra tunggalnya sembuh.
“ Kami sangat menghargai niat tulus nona untuk menyembuhkan putra semata wayang kami…”
“ Apapun itu, kami percaya kepada anda….”, ucap wanita tua tersebut penuh harap.
Melihat kepercayaan tinggi yang diberikan kepadanya, Jiang Xia Yan pun bertekad untuk melakukan yang terbaik meski dia masih belum tahu penyakit apa yang sedang menimpah kaisar tersebut.