
Meski sudah banyak pasukan mayat yang telah tumbang, tapi jumlah mereka seakan tak pernah ada habisnya.
Maka kaisar Ru Xie Chang pun berinisiatif untuk mencari keberadaan jiwa Bai Sheng yang telah menmukan inag baru.
Hanya dengan menghancurkan laki – laki itu maka pasukan mayat akan bisa dihancurkan dengan mudah mengingat dialah yang mengendalikannya.
Namun mencari sosok yang dijadikan tubuh baru jiwa Bai Sheng tidaklah mudah, apalagi laki – laki itu telah berganti inang dengan tubuh baru yang tidak dia ketahui.
Bahkan aura yang terasa pun seakan tercampur menjadi satu dengan aura yang dia berikan kepada pasukan mayat yang dipimpinnya.
Sementara itu didalam ibukota, saat ini pasukan keluarga Jiang dan keluarga Feng sudah bisa membekuk pasukan yang dipimpin oleh jenderal Lee.
Namun jenderal Lee dan pangeran kedua Ming Shin berhasil meloloskan diri sehingga Feng Mo Tian pun terpaksa turun tangan untuk mengejar keduanya sendiri.
Namun karena sedang terluka parah maka jenderal Lee tak bisa berlari terlalu jauh dan pada akhirnya harus merenggang nyawa ditangan Feng Mo Tian.
Sementara pangeran kedua Ming Shin yang sudah berhasil kabur keluar gerbang ibukota langsung bergabung bersama Bai Sheng.
Setidaknya disana dia lebih aman karena ada pasukan mayat yang melindunginya dari berbagai sisi hingga tak mungkin bisa dilukai.
“ Apa ini ?!!!....”, guman Feng Thing yang membantu putranya memimpin pasukan tercengang dengan pergerakan gesit pasukan yang terdiri dari mayat hidup yang ada dihadapannya.
“ Mereka adalah pasukan mayat yang dikerahkan oleh Ming Ming, saudara kembar pangeran kedua Ming Shin….”, ucap Jiang Shing menjelaskan.
Melihat jika pasukan mayat tersebut tak bisa mati meski terkena sabetan pedang dan meriam api membuat kedua mata Feng Thing kembali terbelalak.
Yang bisa menjatuhkan mereka hanya api biru yang dikeluarkan oleh monster api yang terbang diatas pintu gerbang ibukota.
“ Jadi putrimu juga bisa menggunakan ilmu sihir ?....”, tanya Feng Ting dengan tatapan penuh selidik.
“ Benar….”
“ Hebat bukan….”, ucap Jiang Shing congkak.
“ Cihhhh…..”
“ Baru segitu….”
“ Putraku juga bisa menggunakan ilmu sihir lebih dari putrimu….”, ucap Feng Ting tak mau kalah.
“ Tapi kemampuan putramu masih jauh berada dibawah putriku….”, ucap Jiang Shing sambil tertawa keras.
Melihat kemampuan Jiang Xia Yan yang sangat hebat, Feng Ting yang tak mau mengakui hal tersebut hanya bisa tersenyum kecut.
Tentu saja ekspresi Feng Ting ini dapat dilihat dengan jelas oleh Jiang Shing hingga membuat lelaki tersebut tertawa lebih keras daripada sebelumnya.
“ Itu dia….”, guman kaisar Ru Xie Chang bahagia.
Melihat jika pangeran kedua Ming Shin mendekati seorang lelaki ditengah – tengah pasukan mayat, kaisar Ru Xie Chang menyakini jika sosok lelaki berbadan tegap dengan surai hitam yang tergerai ditiup angin adalah wujud baru dari Bai Sheng.
Melihat kedua lelaki tersebut fokus pada monster api dan Jiang Xia Yan, kaisar Ru Xie Chang pun berjalan mendekat secara perlahan agar tak menimbulkan kecurigaan sambil pedangnya terus menebas kepala pasukan mayat meski pada akhirnya bisa tersambung lagi dan berdiri tegak.
“ Aku tak menyangka jika nona muda ketiga Jiang bisa menemukan monster api dan mengahncurkan pasukan mayat milikmu….”, ucap pangeran kedua Ming Shin tak percaya.
“ Tampaknya aku sempat meremehkannya diawal….”, ucap Bai Sheng tajam.
Tanpa keduanya sadar kaisar Ru Xie Chang sudah berdiri tak jauh dari tempat keduanya berada dan mulai menyerang.
Batsss…..
Sethhhh….
Blashhhh…..
Sebuah cahaya mengenai jantung Bai Sheng membuat lelaki itu mundur beberapa langkah kebelakang hingga sihir yang dia keluarkan dari kedua tangannya untuk mengontrol pasukan mayat terlepas.
Sadar kegiatannya terganggu, Bai Sheng dan pangeran kedua Ming Shin pun segera menyerang kaisar Ru Xie Chang yang telah sengaja merusak pergerakan mereka dengan cepat.
Jiang Xia Yan yang melihat pasukan mayat sudah tak terkendali langsung mengumpulkan api biru yang ada dihadapannya hingga membentuk bola api yang sangta besar dan langsung menghantamkannya kearah pasukan mayat.
Cringggg…..
Wushhhhh….
Blasttttt……
Bunyi ledakan yang ditimbulkan dari bola pai biru raksasa tersebut langsung mengancurkan pasukan mayat yang ada jatuh berkepaing - keping hingga membuatnya tak berbentuk dan langsung menjadi abu.
Bai Sheng yang melihat pasukan mayat miliknya dihancurkan didepan mata langsung menyerang kaisar Ru Xie Chang dengan penuh amarah.
Melihat monster api biru sudah kelelahan, Jiang Xia Yan pun menyimpannya kedalam cincin ruang miliknya agar monster tersebut bisa beristirahat.
Sementara dirinya dan Feng Mo Tian bergegas menuju dimana kaisar Ru Xie Chang sedang bertarung dengan Bai Sheng dan pangeran kedua Ming Shing.
Pertempuran dua lawan tiga tersebut berlangsung dengan sengit. Adu pedang, adu kekuatan hingga adu ilmu shir semua dilancarkan dalam waktu bersamaan.
Kelima orang tersebut tampak berperang diudara dengan saling tangkis dan saling perang mewarnai pertempuran yang ada.
Jiang Xia Yan yang merasa inilah akhir balas dendamnya langsung menyerang pangeran kedua Ming Shing dengan pedang birunya begitu ada kesempatan.
Jlebbbb……
Pedang biru langsung mengenai jantung pangeran kedua Ming Shin yang berada disebelah kiri dadanya hingga menembus kepunggung dan langsung mencabutnya dengan kasar.
Jiang Xia Yan mengetahui jika jantung pangeran kedua Ming Shin ada disebelah kiri berkat ingatan sang pemilik tubuh dalam kehidupan sebelumnya membuat laki - laki itu langsung jatuh tersungkur ditanah.
Tubuh pangeran kedua Ming Shin pun langsung tergeletak diatas tanah sambil memegangi dadanya yang terus mengalirkan darah segar.
“ Akhirnya dendammu terbalaskan….”, guman Jiang Xia Yan puas.
Setelah memastikan pangeran kedua Ming Shin sudah tak lagi bernyawa maka Jiang Xia Yan pun mulai terbang dan membantu kaisar Ru Xie Chan dengan Feng Mo Tian membunuh Bai Sheng.
“ Wuzia, kali ini giliranku untuk membalaskan dendammu dan calon anakmu dalam kehidupan masa lalu dan tak membiarkan jiwa Bai Sheng hidup dan berenkarnasi kembali….”, batin Jiang Xia Yan penuh emosi.
Setelah berpindah tubuh tampaknya kekuatan Bai Sheng telah meningkat tiga kali lipat hingga mampu membuat kaisar Ru Xie Chang dan Feng Mo Tian terluka parah.
“ Inilah saatnya….”, teriak Jiang Xia Yan lantang.
Jiang Xia Yan pun langsung mengeluarkan cairan hitam pekat berisi ramuan dengan campuran batu permata hitam dan dioleskan kedalam pedangnya.
Ciatttt….
Jlebbbb…
Blestttt……
Pedang biru milik Jiang Xia Yan langsung mengeluarkan cahaya terang yang menyilaukan dan langsung ditancapkan kedada Bai Sheng.
“ Achhh……”, teriak Bai Sheng kesakitan waktu pedang biru milik Jiang Xia Yan kembali menancap kuat kebagian perut dan anggota tubuh lainnya berkali – kali.
Setelah mengalami luka yang sangat parah, masih dengan teriakan penuh kesakitan tubuh Bai Sheng pun langsung hancur tak berbentuk dan hanya menyisakan asap hitam yang keluar dari tubuh.
Asap hitam yang merupakan jiwa Bai Sheng pun langsung dimusnahkan oleh Jiang Xia Yan dengan keji agar jiwa tersebut tak bisa menempati raga baru dan berenkarnasi.
Meski kejam, namun itu adalah balasan yang setimpal atas semua perbuatan jahat yang telah dilakukan oleh lelaki tersebut dimasa lalu.
Dengan nafas tersenggal – senggal, Jaing Xia Yan pun berbaring diatas tanah sambil berguman pelan “ Akhirnya dendam kalian sudah berhasil aku balaskan….”.