Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
PENYERANGAN


Begitu Chang Wu turun kelantai bawah, dia tak bisa mengendalikan diri untuk tak terpesona akan kecantikan gadis muda yang ada dihadapannya saat ini.


Sementara Jiang Xia Yan tetap menampilkan wajah datar dan dingin andalannya sambil mengamati pemuda yang ada dihadapannya itu dengan intens.


Rambut panjang yang dibiarkan tersanggul kecil ditengah dengan sisa tergerai.


Pakaian yang cerah dengan motif hewan yang abstack serta senyum genit yang tak lepas dari bibirnya mendakan jika pemuda berusia sekitar tujuh belas tahun tersebut adalah seorang pemain atau biasa disebut playboy pada jaman modern.


“ Nona muda, apa yang membawa anda kemari….”


“ Apa benar – benar ingin menjual dan membeli informasi….”


“ Atau hanya sekedar ingin bertemu dengan tuan muda ini….”, ucapnya dengan senyum menggoda.


“Aku ingin menjual dan juga membeli….”, ucap Jiang Xia Yan datar.


Melihat sikap dingin dari gadis yang ada dihadapannya tak membuat semangat Chan Wu menurun, dia justru hal itu membuatnya semakin berani menggoda.


“Berapa usia anda ?....”, tanya Chang Wu penasaran.


“ Empat belas….”, ucap Jiang Xia Yan singkat.


“ Wah….Usia yang sangat pas…”


“ Apakah nona sudah ada calon….”


“ Jika belum, tuan muda ini bisa menjadi alternative….”, ucap Chang Wu genit.


Melihat jika pemuda yang ada dihadapannya tak serius, Jiang Xia Yan pun mulai bangkit dari tempat duduknya sambil berkata “ Saya rasa, tuan muda tidak berminat dengan informasi yang saya jual. Maka dari itu saya pamit undur diri….”.


Melihat Jiang Xia Yan hendak pergi, Chang Wu pun buru – buru untuk menahannya “ Maaf nona, saya tak bermaksud untuk tidak sopan dengan anda….”.


“ Jika begitu, mari kita bicara tentang bisnis….”, Chang Wu pun langsung merubah ekspresinya menjadi sangat serius.


Melihat jika nona muda yang ada dihadapannya sama sekali tak suka berbasa – basi maka diapun langsung mengatakan semua aturan yang ada di dalam Zhentan She.


“ Untuk informasi keluarga Dong kami hanya bisa menawarkan empat puluh persen keuntungan…”


“ Jika nona meminta lebih, maka akan kami pertimbangkan seberapa detail informasi ini bisa kami dapatkan…”, ucap Chang Wu to the point.


“ Aku tak ingin uang….”, jawab Jiang Xia Yan cepat.


Tentu saja Chang Wu dan Qian Lang sangat terkejut atas ucapan yang keluar dari mulut gadis muda yang ada dihadapannya itu.


Pada awalnya mereka menyangka jika Jiang Xia Yan akan meminta lebih dari empat puluh persen mengingat selama tiga tahun ini penyelidikan sama sekali tak menemui perkembangan.


Melihat dua orang dihadapannya masih belum pulih dari keterkejutannya, Jiang Xia Yan yang tak ingin membuang banyak waktu segera menyampaikan maksud tujuannya mencari Zhentan She.


“ Bukankah sedari awal aku bilang jika bukan hanya berniat  menjual tapi aku  juga ingin membeli….”, ucap Jiang Xia Yan  tajam.


Chang Wu yang mulai tersadar dari keterkejutannya pun kembali bersuara “ Apa yang ingin nona muda beli ?....”


“ Aku ingin Zhentan She membuat berita mengenai pangeran Ming Qianfan yang ingin memberontak….”, ucap Jiang Xia Yan tenang dan santai.


Chang Wu dan Qian Lang kembali terkejut dengan ucapan Jiang Xiayan. Bahkan waniat sexy yang merupakan pengawas Zhentan She tersebut sudah hampir pingsan dibuatnya.


Siapapun sangat tahu jika pangeran Ming Qianfan dilindungi oleh keluarga kekaisaran. Menyentuhnya berarti juga menabuh genderang perang dengan keluarga kekaisaran Ming.


“ Kami selama ini hanya menjual dan membeli berita….”


“ Tapi tidak untuk membuat berita….”


“ Jadi, kami menolak dengan tegas permintaan nona….”, ucap Chang Wu tegas.


Selama ini Zhentan She selalu netral terhadap pemerintahan. Jual beli informasi yang mereka lakukan hanya demi misi dan tak ada kaitannya dengan politik.


Jadi, melihat jika Jiang Xia Yan ingin menunggangi Zhentan She secara tegas diapun menolak dengan keras karena selain sayang nyawa dia juga tak ingin bersinggungan dengan keluarga kekaisaran Ming secara langsung.


Mendengar penawaran yang diajukan oleh nona muda Jiang tersebut, Chang Wu mulai ragu dan dia untuk saat ini tidak bisa memutuskan hal sebesar itu tanpa berunding dengan Feng Mo Tian sebagai pemilik resmi Zhentan She.


“ Baiklah…”


“ Kami akan mempertimbangkan penawaran baik nona…”


“ Dan untuk keluarga Dong, nona bisa kembali sepuluh hari lagi kesini….”, ucap Chang Wu tegas.


“ Satu lagi…”


“ Aku menginginkan informasi seorang wanita bernama Han Wu Ying….”


“ Kemungkinan besar dia berada dirumah bordil yang ada di ibukota saat ini….”


“ Aku ingin informasi itu secepatnya aku dapat….”


Setelah mengucapkan hal tersebut Jiang Xia Yan segera memberi Chang Wu seribu tael emas dan langsung pamit undur diri.


Yinhang dan Chuntao terlihat sangat lega waktu melihat nona muda mereka keluar dari dalam Dangpu dalam keadaan tak kurang satu apapun.


Tapi ketika hendak menuju kereta kuda, tiba – tiba ada sekelompok orang berpakaian hitam menyerang mereka dan mengiring ketiganya kesebuah gang yang sempit.


Chyou yang melihat nona mudanya diserang langsung bergegas turun dari kereta dan mengejar musuh berpakaian hitam tersebut untuk menyelamatkan sang nona.


Cring….cring…cring…


Sethhhh…sethhh….


Buggg…bagggg….


Adu pedang dan saling serang serta saling pukul mewarnai perkelahian yang berada didalam gang sempit tersebut.


Ketiganya dikeroyok lebih dari dua puluh orang, tapi hal tersebut sama sekali tak menjadi masalah bagi ketiganya karena dengan mudah mereka bisa menghabisi orang – orang tersebut.


Kedatangan Chyou menambah kekuatan yang ada. Gadis itu terlihat menyerang para penjahat dengan membabi – buta.


Chyou tak akan pernah melepaskan siapa saja orang yang hendak menyakiti nona mudanya tersebut dan bertekad untuk menghabisi mereka saat ini juga.


Crashhh….


Crashhh….


Pedang tajam Jiang Xia Yan langsung menebas kepala musuh – musuhnya  dengan snagat kejam dan tanpa ampun.


Jiang Xia Yan bersama dua pengawal dan satu pelayan pribadinya terus menahan dan menyerang balik saat ada kesempatan membuat para penyerang satu persatu mulai tumbang.


Begitu melihat semua rekannya telah tewas, salah satu penjahat yang masih hidup, melihat celah yang ada dia pun bergegas melarikan diri.


Chuntao yang hendak mengejar salah satu penjahat yang berhasil meloloskan terlihat sangat kesal karena nona mudanya menghalanginya.


“ Sudah…biarkan saja….”


“ Biarkan dia kembali pada tuannya….”


“ Untuk sementara waktu mereka tak akan lagi berani mengusik kita….”, ucap Jiang Xia Yan tenang.


Jiang Xia Yan tersenyum sinis waktu mengetahui jika sekelopok pria yang baru saja menyerangnay adalah orang – orang dikediaman pangeran Ming Qianfan.


“ Tak kusangka dia sungguh tak sabaran…..”, batin Jiang Xia Yan sinis.


" Yinhang, kirim mereka ke kediaman pangeran Ming Qianfan....", perintah Jiang Xia Yan tegas.


Yinhang dibantu oleh Chuntao segera melaksakan perintah nona mudanya, sementara yang lainnya bergegas kembali kedalam kereta dan pulang ke kediaman.