Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
MURKA


Dipavilun anggrek, selir Hien segera menuju gudang penyimpanan miliknya.


Seperti apa yang telah dia duga sebelumnya, beberapa barang miliknya telah menghilang.


“ Cari tikus – tikus itu sampai ketemu dan musnahkan !!!....”, teriak selir Hien penuh amarah.


Pangeran kedua Ming Shin yang baru datang untuk mendengar hasil pertemuan antara ibundanya dengan Jiang Xia Yan segera berjalan cepat menuju gudang  begitu mendengar teriakan wanita tersebut.


“ Ada apa ibu ?....”


“ Apa ada masalah ?....”, tanya pangeran kedua Ming Shin penasaran.


“ Ada tikus liar yang mencuri barang – barangku disini….”, ucap selir Hien tajam.


Mendengar hal tersebut, pangeran kedua Ming Shin pun segera memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki semuanya.


Karena menurutnya tidak mungkin hal itu dilakukan oleh orang yang berada didalam paviliun anggrek mengingat semua pelayan dan pengawal yang berada didalam kediaman ibundanya itu dia sendiri yang memilih dan mengawasinya.


“ Tenanglah bu….”


“ Semuanya akan ananda urus sampai tuntas….”, ucap pangeran kedua Ming Shin tajam.


Mendengar hal tersebut, selir Hien pun pada akhirnya bisa bernafas dengan lega.


Untungnya tadi dia bertemu dengan Jiang Xia Yan sehingga bisa mengetahui permasalahan ini dengan cepat.


Jika tidak, mungkin semua barang berharganya didalam gudang secara perlahan namun pasti akan menghilang tanpa dia sadari.


Setelah berada didalam ruangan, selir Hien pun segera mengajak putranya untuk duduk dengan wajah gembira.


“ Apa ada kabar baik bu ?....”, tanya pangeran kedua Ming Shin penasaran.


Melihat jika wajah ibundanya sudah mulai terlihat ceria, pangeran kedua Ming Shin optimis jika misi ibundanya telah berjalan dengan lancar.


“ Seperti yang ibu duga, gadis itu masih memiliki rasa kepadamu…”


“ Jadi mulai sekarang, bersikap baiklah padanya….” , ucap selir Hien lembut.


Mendengar ucapan ibundanya, pangeran kedua Ming Shin tak bisa menutupi rasa bahagianya dan bertekad untuk membuat Jiang Xia Yan kembali mengejar – ngejar cintanya.


“ Baik bu….”


“ Aku akan menunjukkan ketulusanku pada nona muda ketiga JIang….”, ucap pangeran kedua Ming Shin bersemangat.


Kini jalannya semakin terlihat terang dan posisi putra mahkota akan segera menjadi miliknya begitu Jiang Shing berada dibelakangnya.


Sementara itu dilain tempat, kaisar Ru Xie Chang terlihat sangat marah waktu putri salah satu menterinya menyodorkan diri secara terang – terangan kepadanya.


Bahkan gadis itu dengan beraninya memberikannya obat perangsang dan mencoba menggodanya dengan membuka seluruh pakaian yang dikenakannya dihadapan penguasa kekaisaran Ru tersebut.


Wanita muda itu mengira jika obat perangsang yang telah diberikannya telah bereaksi dengan percaya diri berjalan melenggak – lenggok tanpa sehelai kainpun yang menutupi tubuhnya kearah kaisar Ru Xie Chang dengan tersenyum menggoda.


Bukannya tertarik dengan pemandangan indah yang ada dihadapannya itu, kaisar Ru Xie Chang justru malah merasa sangat jijik.


“ Pengawal !!!....”


“ Seret j****g itu sekarang juga dan lemparkan kepenjara bawah tanah !!!....” , teriak kaisar Ru Xie Chang penuh amarah.


Melihat pintu dibuka secara kasar dan dua orang pengawal berbadan kekar langsung membawanya keluar, wanita muda itu terlihat sangat ketakutan.


Bahkan kaisar Ru Xie Chang tak membiarkannya untuk kembali mengenakan pakaiannya waktu kedua pengawal itu membawa wanita muda tersebut keluar ruangan dan membiarkannya dalam keadaan telanjang.


“ Tidak…tidak…..ampuni saya Yang Mulia….”, teriak gadis itu berderai air mata.


Bukan hanya merasa malu karena diseret paksa dalam keadaan telanjang keluar ruangan, wanita muda tersebut juga sangat ketakutan waktu mendengar jika dia akan dibawah ke dalam penjara bawah tanah.


Siapapun yang berada dikekaisaran Ru pasti mengetahui jika penjara bawah tanah berisi orang – orang bengis dan liar.


Setiap orang akan memilih mati daripada harus dimasukkan kedalam penjara bawah tanah tersebut dimana kematian lebih indah daripada berada disana.


Jika gadis itu dilemparkan kesana maka secara otomatis dia akan menerima siksaan seksual sepanjang waktu tanpa henti hingga kematian datang menjemput.


Jika saja dirinya tak mengikuti saran ayahnya dan terlalu terobsesi untuk menjadi permaisuri mungkin nasibnya tak akan seburuk ini.


Kaisar Ru Xie Chang yang sangat murka segera mengumpulkan semua menterinya agar apa yang baru saja terjadi bisa menjadi pembelajaran bagi yang lainnya agar tidak bertindak melewati batas lagi.


“ Dan untuk seluruh keluarganya maka mulai detik ini akan dicabut gelar kebangsawanannya dan diturunkan menjadi rakyat biasa….”


“ Umumkan juga masalah ini kepada masyarakat luas agar bisa menjadi pembelajaran bagi yang lainnya untuk tak bertindak di luar batas….”, perintah kaisar Ru Xie Chang tegas.


Sang penasehat kekaisaranpun segera pamit undur diri dan mulai melaksanakan perintah yang diberikan kepadanya.


Sementara tuan Du selaku menteri ekonomi dan perpajakan yang baru saja kehilangan jabatan dan gelar kebangsawanannya terus memohon ampunan tapi sama sekali tak dihiraukan oleh kaisar Ru Xie Chang yang langsung menyuruh pengawalnya menyeret lelaki tua tersebut untuk menjalani hukuman cambuk.


Para menteri yang berada didalam aula hanya bisa menelan ludahnya beberapa kali melihat ketegasan kaisar Ru Xie Chang.


Bahkan diantara mereka yang berniat sama dengan tuan Du terpaksa segera mengurungkan niatnya jika tak ingin celaka.


Namun mereka juga bersyukur karena belum sempat melakukan hal yang akan membuat kaisar murka dan keluarganya menderita.


Suasana hati kaisar Ru Xie Chang yang buruk semakin dibuat buruk waktu mendengar jika Jiang Xia Yan tetap teguh dengan rencananya untuk membuat pangeran kedua Ming Shin jatuh cinta kepadanya.


“ Gadis ini….”


“ Kali ini aku akan menghukumnya dengan keras….”, guamn kaisar Ru Xie Chang geram.


Setelah menyelesaikan beberapa urusan yang ada didalam istana, kaisar Ru Xie Chang pun berteleportasi kedalam kamar Jiang Xia Yan.


Jiang Xia Yan yang terlihat sedikit lelah segera menyuruh pelayan pribadinya untuk tak membiarkan siapapun mengganggunya.


Rencananya setelah dia mandi, Jiang Xia Yan akan langsung tidur karena nanti malam dia berencana akan kembali berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya.


Namun, belum juga niatnya untuk merebahkan diri diatas ranjang terlaksana, tiba – tiba sosok yang tak diharapakan muncul dihadapannya dengan tatapan tajam.


“ Ada apa lagi dengannya ?....”


“ Kenapa dia menatapku seolah – olah hendak menerkamku….”, batin Jiang Xia Yan gelisah.


Meski sedikit takut jika laki – laki yang ada dihadapannya akan melakukan hal diluar batas, namun Jiang Xia Yan masih berusaha untuk bersikap tenang.


“ Ada apa mencariku ?....”


“ Jika bukan hal yang penting, sebaiknya kamu kembali esok …”


“ Hari ini aku cukup lelah dan ingin beristirahat cepat….”, ucap Jiang Xia Yan yang sudah masuk kedalam selimutnya dan bersiap tidur.


Tapi siapa sangka  kaisar Rui Xie Chang akan langsung naik keatas ranjang dan mengukung tubuh munggil Jiang Xia Yan dengan kedua tangannya.


“ Capek…..”


“ Setelah bersenang – senang dengan pangeran kedua Ming Shin….”, geram kaisar Ru Xie Chang marah.


Melihat jika lelaki yang ada dihadapannya kembali cemburu buta, Jiang Xia Yan hanya bisa menghela nafas panjang.


“ Apa yang kamu bicarakan ?....”


“ Siapa yang bertemu dengan pangeran kedua Ming Shin ?....”, ucap Jiang Xia Yan tajam.


Tak menerima penjelasan yang diberikan oleh Jiang Xia Yan, kaisar Ru Xie Chang pun langsung membungkam mulut gadisnya itu dengan bibirnya.


Ciuman yang diberikan oleh kaisar Ru Xie Chang kali ini lebih agresif dibandingkan sebelum - sebelumnya membuat Jiang Xia Yan kewalahan.


Bahkan lelaki itu mulai memasuki rongga mulutnya dan bermain agresif disana hingga membuat lidahnya seakan mati rasa.


Melihat jika gadisnya mulai kehabisan nafas, kaisar Ru Xie Chang pun melepaskan bibirnya dan berpindah keleher jenjang Jiang Xia Yan dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana.


Setelah puas, kaisar Ru Xie Chang pun menyudahi aksinya dan langsung memeluk Jiang Xia Yan dengan erat sambil beberapa kali mengecup pucuk kepala gadis itu.


“ Lain kali aku akan memberikanmu hukuman yang lebih berat dari ini jika kamu masih saja nakal….”


“ Sekarang tidurlah….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil menarik selimut agar tubuh gadisnya tersebut tak kedinginan.


“ Lalu, kenapa kamu masih berada disini ?....”, tanya Jiang Xia Yan curiga.


“ Tenang saja….”


“ Aku akan pergi setelah kamu tertidur….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil mengecup kening Jiang Xia Yan dengan lembut.