
Pagi yang dingin, meski kabut masih menyelimuti kekaisaran Ru tapi terasa lebih menyegarkan daripada sebelumnya.
Mungkin ini dampak dari beberapa barang dan tumbuhan yang mengandung muatan sihir hitam sudah berhasil dimusnahkan.
Setelah kondisi dalam istana bersih, kaisar Ru Xie Chang segera memerintahkan anak buahnya untuk mencari benda dan tanaman yang disinyalir memiliki sihir hitam diseluruh wilayah kekaisaran Ru.
Semua ini kaisar Ru Xie Chang lakukan agar wilayah kekaisarannya bersih dari pengaruh sihir hitam dan kembali stabil seperti sedia kala .
Setelah memastikan kedua orang tua kaisar Ru Xie Chang sembuh, Jiang Xia Yan diantar Yuyun segera meninggalkan kekaisaran Ru untuk kembali kekaisaran Ming.
Rencananya, Yuyun mulai hari ini akan ikut dengan Jiang Xia Yan sebagai pengawal sekaligus pelayan pribadi gadis itu atas perintah kaisar Ru Xie Chang.
Meski pada awalnya Jiang Xia Yan menolak dengan keras, namun menyadari jika keberadaan Yuyun mampu membantunya untuk mendeteksi keberadaan Ru Tang maka dengan berat hati diapun menerimanya.
Yuyun tentu saja sangat senang setelah mengetahui jika dia diberi tugas untuk melayani dan menjaga Jiang Xia Yan.
Apalagi gadis itu sudah sangat menghormati dan mengagumi nona muda ketiga Jiang itu dari lubuk hatinya paling dalam.
“ Mulai sekarang, kamu akan menjadi salah satu pelayan pribadiku….”, ucap Jiang Xia Yan lembut.
Yuyun yang sudah pernah berinteraksi dengan keempat pelayan pribadi Jiang Xia Yan merasa tak canggung lagi waktu kembali membaur dengan mereka.
Lin, Kiew, Chyou dan Jinying tentu saja sangat senang mengetahui jika mereka menemukan teman serta saudara baru.
Tentunya kemampuan Yuyun dalam mempergunakan ilmu sihir akan sangat berguna untuk menjaga nona mudanya dari serangan musuh yang semakin banyak diluaran sana.
Setelah dua bulan berlalu pada akhirnya pasukan keluarga Feng kembali ke ibukota dengan membawa kemenangan.
Bukan hanya menang dan bisa menduduki sebagian wilayah kerajaan Heidar, Feng Mo Tian sebagai pimpinan pasukan keluarga Feng juga bisa membuka jalur kerjasama ekonomi dijalur panas tersebut.
Karena sebelumnya akibat pertikaiannya dengan kerajaan Heidar maka perdagangan melalui wilayah perbatasan barat daya benar – benar terblokir.
Kabar tersebut tentu saja sangat mengembirakan hati kaisar Ming Qin yang pada akhirnya bisa mendapatkan wilayah kerajaan Heidar meski hanya sedikit.
Meski kaisar Ming Qin tak bisa melenyapkan pasukan keluarga Feng dalam pertempuran tersebut tapi berkat kemenangan yang diraihnya cukup bisa membuktikan kepada dunia jika kekaisaran Ming lebih unggul daripada kekuatan kerajaan Heidar yang mendapat dukungan dari kekaisaran Ru.
Untuk menyambut keberhasilan Feng Mo Tian dalam memimpin pasukannya kaisar Ming Qin pun mengadakan perjamuan besar didalam istana.
“ Dasar tidak becus !!!....”
“ Bagaimana dia bisa lolos dari jebakan maut yang kubuat !!!!....”, geram pangeran kedua Ming Shin sambil mengertakkan giginya dengan tatapan tajam kedepan.
Dia sama sekali tak menyangka, bukan hanya gagal melenyapkan Feng Mo Tian dan pasukan keluarga Feng, bahkan tuan muda pertama Feng tersebut juga mampu membuka jalur perdagangan yang selama ini tertutup.
Tentu saja prestasi yang dibuat oleh Feng Mo Tian ini sangat membanggakan bagi Feng Ting yang tak mengira jika anak sulungnya itu ternyata cukup mampu membawai pasukan keluarga yang telah dibangunnya.
Dengan keberhasilan ini Feng Ting semakin menyayangi Feng Mo Tian dan menaruh harapan besar pada anak sulungnya tersebut.
Tentu saja keberhasilan tersebut membuat kedua adik tiri Feng Mo Tian merasa tak senang.
Pangeran kedua Ming Shin menganggap jika Feng Zi dan Feng Heng tak memiliki kemampuan sehingga pasukan keluarga Feng bisa meraih kemenangan.
Feng Zi dan Feng Heng juga masih belum tahu pasti apa yang membuat rencana besar mereka berdua gagal total padahal hampir lima puluh persen prajurit tersebut adalah orang – orangnya.
Bahkan dia juga sudah mengatur dengan sangat rapi agar Feng Mo Tian mati dimedan pertempuran untuk menyingkirkannya.
Didalam istana, Feng Ting malam ini menjadi pusat perhatian semua orang setelah putra sulungnya Feng Mo Tian berhasil kembali dari medan perang dengan prestasi gemilang.
Selain memberikan banyak hadiah, kaisar Ming Qin juga memberi gelar Feng Mo Tian sebagai jenderal muda berbakat kekaisaran Ming.
Posisi setara dengan yang dimiliki oleh Jiang Chen, putra sulung jenderal besar Jiang Shing dengan jenderal wanita Xiao Mei.
Seperti biasa, kehadiran Jiang Shing sekeluarga dalam perjamuan malam ini menyedot atensi semua orang terutama kecantikan Jiang Xia Yan yang semakin hari semakin terlihat jelas.
Jiang Chen beberapa kali terlihat memblokir pandangan para tuan muda yang ketahuan sedang menatap sang adik dengan penuh minat.
Xiao Mei yang melihat sikap protektiv Jiang Chen hanya bisa tersenyum tipis dan hatinya bahagia karena anak sulungnya bisa melaksanakan tugasnya sebagai seorang kakak yang melindungi adiknya dengan baik.
Setelah duduk diposisinya, Jiang Xia Yan dapat melihat dengan jelas keluarga ketiga Shen duduk agak jauh dari keramaian.
Dapat Jiang Xia Yan lihat jika kehidupan keluarga ketiga tampaknya menjadi tak baik setelah keluarga pertama memutuskan untuk berpisah.
Gaun yang dikenakan oleh Jiang Xialun adalah gaun musim kemarin. Bukan hanya memakai pakaian lama, kakak keduanya yang biasanya sangat mencolok sekarang terlihat redup dengan hanya memakai perhiasan seadanya.
Bahkan tusuk rambut dan gelang yang dipakainya juga masih model lama yang sempat dia ambil ketika Jiang Shing mendapatkan hadiah dari istana beberapa waktu yang lalu.
Melihat adik ketiganya menatap dirinya, Jiang Xialun tak bisa untuk tak merasa geram dan iri hati melihat betapa bagusnya gaun dan perhiasan yang dipakai Jiang Xia Yan.
Meski gaunnya terlihat sederhana, tapi siapapun yang melihat akan memastikan bahwa gaun tersebut sangatlah mahal karena menggunakan bahan berkualitas tinggi dan merupakan gaun limited edition di butik HWJ yang terkenal di ibukota.
Suatu gaun yang sekarang tak mungkin bisa Jiang Xialun beli karena uang kediaman habis digunakan oleh Jiang Yu untuk menjilat atasannya demi mengamankan posisinya didalam pemerintahan.
Jiang Xia Yan terlihat tersenyum puas melihat bagaimana kakak keduanya itu hidup menderita sekarang dan terkucilkan.
Semua orang langsung berdiri memberi hormat waktu kaisar dan permaisuri memasuki ruangan, disusul oleh para selir dan sekelompok pangeran yang berjalan beriringan dibelakang keduanya.
Dapat Jiang Xia Yan lihat, Han Shan Yang berjalan dibelakang pangeran kedua Ming Shin yang menandakan jika lelaki tersebut sudah menajdi bagian penting dari anak kedua kaisar Ming Qin tersebut.
Melalui ujung matanya dapat Jiang Xia Yan lihat Han Shang Yan tampak memberikannya sebuah petunjuk.
“ Ahhh…jadi itu dia….”, guman Jiang Xia Yan sinis.
Setelah memberi penghormatan kepada kaisar beserta seluruh keluarganya, semua tamu kembali dipersilahkan untuk duduk.
Diam – diam Jiang Xia Yan memanggil Yuyun dan menginstruksikan gadis itu untuk menjalankan rencananya.
“ Aku harus benar – benar memastikan jika dia adalah Ru Tang sebelum bertindak terlalu jauh….”, batin Jiang Xia Yan tajam.