Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
KEMALANGAN


Dalam tempat persembunyiannya, pangeran kedua Ming Shin , Ming Ming dan Ru Tang, semuanya tenggelam dalam pemikiran mereka masing – masing.


Semakin banyak pangeran kedua Ming Shin berpikir, semakin kepalanya dibuat sakit dengan satu persatu permasalahan yang datang silih berganti.


Selama ini, semua yang dia rencanakan selalu berjalan lancar tanpa kendala dan dia juga selalu bermain cantik sehingga tak bisa terendus.


Namun akhir – akhir banyak hal tak terduga datang dan mengacaukan semua rencana yang telah dia susun sangat rapi hingga dia terpojok seperti sekarang.


Perubahan mendadak serta kehadiran Feng Mo Tian yang pada awalnya bukanlah sesuatu hal yang membahayakan ternyata menjadi boomerang untuknya.


“ Apa kamu yakin jika itu adalah tuan muda pertama Feng ?....”, tanya pengeran kedua Ming Shin tak percaya.


“ Aku sangat yakin….”


“ Dalam perjamuan beberapa waktu lalu, pemuda itu menjadi pusat perhatian karena prestasi yang dia dapatkan…”


“ Dan kurasa kaisar Ming Qin juga tak terlalu menyukainya meski terlihat menjanjungnya dipermukaan….”, ucap Ru Tang menjelaskan.


“ Siapapun yang lebih kuat dan menonjol selalu tidak disukai oleh ayahanda… ”


“ Lelaki tua itu selalu punya cara untuk mencurigai setiap orang yang dianggap lebih baik darinya….”, ucap pangeran kedua Ming Shin mencemoh.


Siapapun sangat tahu jika kaisar Ming Qin selalu memiliki prasangka buruk terhadap orang yang memiliki kekuatan lebih dari dirinya.


Seperti Jiang Shing, kaisar Ming Qin akan selalu mengirimnya kewilayah perbatasan dengan alasan untuk menjaga stabilitas negara.


Padahal niat aslinya adalah agar kekuatan militer besar yang dipegang oleh jenderal besar Jiang Shing tak bisa digunakan untuk mengoyahkannya serta memutuskan hubungan secara tidak langsung dengan para pejabat diistana karena minimnya ineraksi yang ada.


Begitu juga dengan keluarga Feng yang awalnya hanya kuat dijalur ekonomi, tapi saat kaisar Ming Qin mengetahui jika diam – diam mereka memiliki kekuatan militer dibelakang, kaisar tak segan untuk langsung menerjunkannya dimedan pertempuran.


Perjamuan diistana serta gelar yang diberikan kepada Feng Mo Tian selain agar rakyat menganggap kaisar sebagai seseorang yang murah hati juga dia gunakan untuk bisa memegang kendali dan melihat sejauh mana pengaruh kekuatan militer keluarga Feng bagi negara.


Dan untuk hubungan yang tak biasa antara Feng Mo Tian dan Jiang Xia Yan, pangeran kedua Ming Shin sudah bisa menduganya waktu pemuda itu menghampiri nona muda ketiga Jiang ketika akan berangkat berperang.


Sekarang mendengar ucapan Ru Tang, pangeran kedua Ming Shin merasa jika hubungan yang terjalin diantara keduanya tak sesederhana yang terlihat.


Apalagi keluarga Jiang dan keluarga Feng tidak memiliki hubungan yang baik selama ini sehingga Jiang Shing tak akan membiarkan putri kesayangannya jatuh kedalam pelukan Feng Mo Tian yang merupakan anak sah dari orang yang dibencinya, Feng Ting dengan mudah.


“ Apakah mereka menjalin hubungan secara sebunyi – sembunyi ?…..”, itulah hal yang bisa pangeran kedua Ming Shin dapatkan saat ini.


Ketika semuanya kembali terdiam, tiba – tiba Ming Ming bersuara memecah kesunyian serta menimbulkan prasangka dan pemikiran baru.


“ Masalah ini terlalu kebetulan….”


“ Pasti ada seseorang yang licik mengendalikannya dibalik layar….”


“ Sedari awal semua hal yang terjadi sepertinya ditujukan kepadaku….”


“ Agar aku segera muncul dipermukaan….”


“ Dan siapapun itu, aku tak akan melepaskannya dengan mudah…..”, ucap Ming Ming dengan ekspresi keji diwajahnya.


Keduanya langsung menatap Ming Ming dengan tatapan penuh selidik. Selama ini tak ada satu orang pun yang mengetahui keberaan jika pangeran kedua Ming Shin memiliki saudara kembar identik, lalu siapa yang berusaha mengusiknya saat ini.


“ Siapa yang mentargetkanmu ?....”


“ Bukankah tidak ada yang tahu mengenai keberadaanmu ?.....”, tanya Ru Tang penasaran.


“ Itu yang sedang berusaha aku selidiki sekarang….”, ucap Ming Ming dengan nada datar dan dingin.


Sekilas, Ming Ming menatap tajam kearah Ru Tang dengan pemikiran yang sangat mendalam.


“ Apakah keponakanmu benar tak ada hubungannya dengan ini….”


“ Kurasa hanya dia yang bisa melakukannya….”, ucap Ming Ming dengan kecurigaan yang mendasar.


“ Kurasa kamu memang benar, dia ada kaitannya dengan ini….”


“ Tapi, mengingat jika kekuatan pasukan kekaisaran Ru saat ini….”


“ Tak mungkin bagi mereka bisa melenyapkan semua orang dalam waktu singkat dengan cakupan wilayah yang sangat luas….”


“ Tapi siapa yang membantunya….”


“ Ini yang masih aku selidiki….”, ucap Ru Tang mendesah pelan.


Ru tang sudah cukup lama tinggal diistana kekaisaran Ru dan mengetahui dengan jelas bahwa hanya ada sekitar seratus prajurit saja yang memiliki kekuatan setara dengan pengguna ilmu sihir kuno.


Dan wilayah sungai sepanjang kekaisaran Ming hingga kekaisaran Ru musnah dalam waktu cepat, jika mengandalkan seratus prajurit saja itu tak akan mungkin bisa dilakukan.


Pangeran kedua Ming Shin juga bisa melihat jika diarea kekaisaran Ming sama sekali tidak ada pergerakan pasukan ke area ini selama sepekan.


Bahkan pasukan Jiang dan pasukan Feng yang dicurigai pun masih tetap berada didalam kamp mereka masing – masing tanpa ada sedikitpun pergerakan.


Lagi – lagi mereka seperti kembali diarahkan menuju jalan buntu tanpa jalan keluar untuk menemukan solusi yang berarti.


Sementara itu ditempat lain, kesialan masih terus menggelayuti keluarga besar Jiang. Bagaimana tidak, kejadian buruk terus – menerus menimpah mereka tanpa henti.


Jiang Yu yang berada diatas angin waktu menikahi nona muda keempat Mo tiba – tiba harus menelan pil pahit dipernikahannya yang masih seumur jagung waktu ayah mertuanya diberi hukuman pemggal dan keluarga besar Mo kehilangan status kebangsawaanan.


Jika Mo Lian tidak hamil, mungkin Jiang Yu tidak akan terlalu perduli dan pusing seperti ini. Tapi adanya keturunan keluarga Jiang didalam perut istrinya maka dia dan nyonya besar Jiang pun hanya bisa berusaha untuk sabar.


Kaisar Ming Qin yang baru saja di tikam dari belakang oleh putra keduanya dan beberapa menterinya mulai mengawasi setiap gerak – gerik pejabat istana dengan ketat.


Dan sialnya, kinerja Jiang Yu menjadi sorotan setelah kaisar Ming Qin menemukan beberapa kecurangan yang dilakukannya.


Apalagi kecurangan tersebut mnegacu kepada pejabat dibawa pangeran kedua Ming Shin yang disinyalir untuk memuluskan aksi pemberontakannya secara diam – diam.


Mendapati temuan ini tentu saja kaisar Ming Qin tak bisa lagi tinggal diam dan langsung menjebloskan Jiang Yu beserta Jiang Quon kedalam penjara karena kedua kakak beradik ini meski tak berada dalam divisi yang sama tapi juga masih saling berhubungan demi keuntungan pribadi dalam dunia kerja.


Nyonya besar yang tak sanggup menghadapi tekanan berat ini pada akhirnya terbaring sakit dan hanya bisa terbaring lemah diatas ranjang kalau dalam bahasa modern terkena penyakit stroke.


Tak ada lagi pemasukan sedangkan pengeluaran semakin banyak, maka kedua wanita yang berada didalam kediaman yaitu Xionglue dan Mo Lian terpaksa harus mulai mencari pendapatan sendiri jika ingin tetap bisa menyambung hidup.


Sementara Ruo Xinxin yang sudah menjadi gila sama sekali tak bisa mereka andalkan. Pelayan yang ada dalam kediaman pun langsung dipangkas habis untuk menghemat pengeluaran.


Jiang Xia Yan yang mendengar kabar tersebut dari Lin terlihat sangat bahagia. Ternyata mengekspos perselingkuhan selir Hien berasam Ru Tang bisa menimbulkan efek yang sangat besar.


Bahkan keluarga besar Jiang juga perlahan mulai hancur tanpa dia harus turun tangan sendiri untuk menyelesaikannya.


“ Memang benar, meminjam pedang lawan untuk membunuh musuh adalah cara yang terbaik yang bisa dilakukan…..”, guman Jiang Xia Yan penuh kebahagiaan.


Setelah pangeran kedua Ming Shin tak mungkin lagi untuk bisa menjadi kaisar dimasa depan, yang bisa Jiang Yan pikirkan saat ini adalah berusaha melenyapkannya.


“ Nyawa dibayar dengan nyawa….”


“ Ini adalah pembalasan dendam yang sepadan….”, batin Jiang Xia Yan penuh kebencian.


Jiang Xia Yan terlihat memainkan permata hitam yang dia ambil dari Ming Ming beberapa waktu yang lalu.


Entah kenapa feelingnya mengatakan jika permata hitam tersebut bisa menghancurkan semuanya, termasuk Ru Tang.


“ Kurasa aku harus mendiskusikannya dengan Xie Xie secepatnya masalah ini….”, guman Jiang Xia Yan sambil menatap permata hitam yang ada ditangannya dengan tajam.