Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
KETIDAK PUASAN


Saat ini halaman keluarga kedua terlihat sangat kacau, terutama dengan kedatangan Jiang Shing pada saat acara ulang tahun nyonya besar Jiang membuat hubungan antara Jiang Quon dengan istrinya semakin memanas.


Apalagi Qianyi jelas mengatakan jika dirinya menolak pernikahan antara Jiang Xiuying dengan Ciu Lang yang sebelumnya telah disetujui.


Dengan kepribadian Jiang Shing yang keras, dia pastikan jika kakak iparnya itu pasti akan langsung mendatangi keluarga Huang.


Dan jika kakak iparnya itu mengetahui jika pernikahan putrinya telah dia tukar bukan tidak mungkin Jiang Shing akan langsung membunuhnya.


Bukan hanya itu saja, hubungan yang selama ini sudah terjalin dengan baik akan menjadi buruk begitu keluarga Huang mengetahui kecurangan dirinya.


Untuk itulah Qianyi bersikeras membatalkan pernikahan tersebut, bagaimanapun caranya agar semuanya tak terungkap setelah topeng mereka terbuka dalam acara ulang tahun nyonya besar Jiang kemarin malam.


Selama ini, Jiang Quon dan Jiang Yu menggunakan reputasi yang telah dibangun oleh Jiang Shing untuk bisa memiliki status bagus dan berpengaruh dipengadilan.


Jika Jiang Shing memusuhi mereka bukan tidak mungkin karir yang telah mereka bangun selama ini akan hancur nerantakan tak bersisa.


Dijaman kuno ini kekuatan militer sangat dihormati. Meskipun para pejabat sering mengejek jika para jenderal brutal dan kasar nyatanya siapapun yang memiliki kekuatan militer akan menjadi kekuatan terpenting di kekaisaran Ming.


Dan kaisar secara alami lebih memprioritaskan dan melindungi seorang jenderal dibandingan seorang pejabat sipil yang tidak ada artinya.


“ B*****n !!!....”, berbagai sumpah serapah dan umpatan seluruh kebun binatang dikeluarkan dari mulut Qianyi setelah suaminya pergi meninggalkan dirinya dengan amarah.


“ Nyonya…tenanglah….”


“ Nyonya harus tetap tenang….”


“ Pesta penyambutan akan tiba sebentar lagi….”


“ Jika nyonya seperti ini, kita tak akan  mendapatkan apapun….”, ucap Duo mencoba menghibur nyonya keduanya agar kembali tenang.


“ Benar…”


“ Pesta penyambutan akan segera digelar diistana….”


“ Dan pada saat itu….”


“ Bahkan kekuatan Jiang Shing tak akan menyelamatkan p*****r kecil itu dari kehancuran….”, Qianyi tertawa puas begitu membayangkan rencana barunya sukses.


Sementara itu, Jiang Xia Yan yang mendengar semua rencana licik bibi keduanya hanya bisa tersenyum sinis dan diapun kembali ke kediaman keluarga pertama dengan tenang.


“ Kurasa….”


“ Aku akan membuat pertunjukkan menarik di istana…”


“ Kali ini aku pastikan pangeran Ming Qianfan tidak akan berani lagi untuk menyentuhku….”, guman Jiang Xia Yan mengeluarkan smirk devilnya.


Kiew dan Jinying yang saat ini sedang bersama nona mudanya, tubuh keduanya langsung meremang melihat senyuman jahat diwajah cantik Jiang Xia Yan.


Meski mereka tak bisa mendengarkan apa yang baru saja digumankan oleh nona mudanya tersebut, tetapi apapun itu pastinya bukan sesuatu hal yang baik.


“ Semoga saja nona tidak berbuat hal nekat yang dapat membahayakan nyawanya lagi….”, itulah permohonan yang bisa mereka ucapkan dalam hati untuk nona muda mereka.


Sementara itu, dilain tempat,


Dalam kediaman yang mewah tampak seorang penyanyi cantik menggunakan pakaian sangat tipis bahkan saking tipisnya hingga seperti terlihat polos.


Kaki telanjang yang putih bersih itu menginjak karpet dan bunyi gemericing mengikuti gerakannya setiap kaki tersebut menghentak pelan.


Tubuhnya yang indah sedang meliuk – liuk bagai seekor ular yang menari mengikuti alunan musik yang ada.


Sementara disebuah kursi yang sangat besar dan mewah, duduk seorang lelaki paruh baya dengan wajah jelek menyungingkan senyum mesum memandangi tubuh molek dan wajah cantik yang meliuk – liuk dihadapannya.


Dibawah kakinya terlihat seorang gadis berusia sekitar dua belas tahunan yang sangat cantik sedang berlutut ketakutan.


Kulit putih gadis kecil itu hampir tak terlihat karena ditutupi oleh banyaknya memar dan lebab berwarna biru keungguan.


Dan jika dilihat secara seksama, banyak sekali bekas cambuk berwarna merah dengan darah kering disana.


Jelas sekali gadis kecil itu telah mengalami penyiksaan yang sangat keji dan menyakitkan untuk seorang gadis kecil seusianya.


Melihat isi surat yang ada dalam genggaman tangannya, tiba – tiba tawa pangeran Ming Qianfan meledak dan tak lama kemudian kilat amarah muncul dikedua bola matanya.


“ *J*iang Shing !!!....”, geramnya tertahan.


“ Pangeran ini sama sekali tak menyangka jika gadis kecil Jiang ini berani bermain – main dengan pangeran….”, ucapnya mengeram marah.


Bagi pangera Ming Qianfan, gadis kecil seperti Jiang Xia Yan hanyalah mainan yang menarik sesaat baginya yang akan segera dia buang begitu merasa bosan.


Meski bukan Jiang Xia Yan yang dia  permainkan dan nikmati pada malam itu, tapi dia sama sekali tak perduli.


Saat ini yang menarik perhatiannya adalah bagaimana bisa gadis kecil seperti Jiang Xia Yan berani menginjak martabat dan mempermainkannya seperti ini.


Di dinasty Ming, pengeran Ming Qianfan dianggap sebagai keluarga kekaisaran yang sangat dimuliakan dan dihormati.


Selain kaisar, semua orang harus bersikap sopan kepadanya. Dan sekarang ada seorang gadis kecil, bukan saja sangat kasar bahkan dia berani bermain -  main dengannya tepat dibawah kelopak matanya.


Membuat harga dirinya sangat terluka sehingga niat awal yang tertarik dengan Jiang Xia Yan hanya untuk bermain – main dengan gadis itu menjadi niat untuk membunuhnya.


Melihat jika sekarang Jiang Shing sudah berada didalam ibukota maka diapun mulai memikirkan cara lain untuk bisa menyentuh Jiang Xia Yan yang pastinya dalam perlindungan jenderal besar keluarga Jiang tersebut.


Pangeran Ming Qianfan menyentuh dagunya dan jejak kekejaman yang ekstrim terlintas dimatanya sebelum pada akhirnya senyum penuh kekejaman muncul diwajah buruk rupanya.


Jiang Xia Yan yang sudah mengetahui isi dari surat yang dikirimkan oleh Qianyi untuk pangeran Ming Qianfan mulai merancang rencana baru.


Dia merasa sangat senang, kali ini tindakan yang dilakukan oleh bibi keduanya kembali memuluskan rencananya untuk masuk dan membalaskan dendamnya terhadap keluarga kekaisaran Ming sekaligus menghancurkan keluarga kedua.


“ Satu tepukan, dua musuh langsung mati….”, batin Jiang Xia Yan puas.


Meski dia merasa jika bibi keduanya sangatlah cerdik dan kejam, tapi karena tindakan ceroboh bibinya itu jugalah beberapa kali memuluskan langkah yang akan diambil oleh Jiang Xia Yan.


Feng Mo Tian yang selama ini telah mengawasi kediaman pangeran Ming Qianfan sangat penasaran apa yang akan Jiang Xia Yan lakukan selanjutnya terhadap rencana licik bibi kedua dan pangeran Ming Qianfan.


Dia benar – benar menanti pertunjukkan bagus apa yang akan dia lihat dalam istana beberapa hari lagi bertepatan dengan pesta penyambutan kedua orang tuanya didalam istana.


“ Aku sudah tidak sabar menanti kejutan apa lagi yang akan kamu berikan….”, guman Feng Mo Tian sambil membayangkan wajah cantik Jiang Xia Yan.


Wajah cantik yang tak bisa membuatnya tenang selama satu bulan terakhir ini dan selalu membuatnya khawatir. Meski kadanga kekhawatiran itu sangat berlebihan dan sama sekali tak diperlukan