Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
TAK PUAS


Didalam ruang pribadinya Feng Mo Tian terlihat menopang kepalanya dengan satu tangan sedangkan tangan yang lainnya dia ketuk – ketukkan diatas meja sambil berpikir keras.


“ Darimana dia tahu rencanaku ?….”


“ Apa selama ini dia mengawasiku ?...”


“ Lalu, bagaimana dengan pangeran kedua Ming Shin ?....”


“ Apakah dia juga mulai mencurigai pergerakanku ?....”


“ Atau dia juga menempatkan mata – mata dalam pasukanku seperti apa yang dia lakukan dalam tentara keluarga Jiang ?….”, batin Feng Mo Tian galau.


Belum juga kegundahan hati Feng Mo Tian reda, Tian Wan datang untuk melaporkan bahwa ada seseorang yang sudah beberapa kali datang menemui Jiang Xia Yan didalam kamarnya.


Tian Wan juga menjelaskan jika seseorang ini tak pernah terlibat masuk atau keluar dari kamar nona muda ketiga Jiang.


Tapi dia mendengar percakapan didalam ruangan, meski samar. Dan aura yang dikeluarkannya juga sangat besar dan berbahaya.


“ Jadi, maksudmu dia menggunakan ilmu sihir…. ”, ucap Feng Mo Tian dengan tatapan penuh selidik.


“ Saya rasa begitu tuan…”


“ Ilmunya juga sangat tinggi dan sepertinya nona mengenal orang itu karena dia sama sekali tak keberatan dia berada didalam….”


“ Tidak seperti terhadap tuan….”, ucap Tian Wan sedikit ketakutan waktu mengucapkan kata terakhir.


Feng Mo Tian sadar jika Jiang Xia Yan tak terlalu menyukai kehadirannya sejak pertama kali mereka berjumpa


.


Tapi entah kenapa dirinya sangat perduli dengan semua hal yang berhubungan dengan gadis itu yang baginya penuh dengan kejutan.


“ Ilmu sihir….”


“ Hanya satu yang bisa menggunakannya dibenua ini….”


“ Kekaisaran Ru….”, guman Feng Mo Tian menerawang jauh kedepan.


Tapi, dia juga tidak terlalu yakin dengan asumsinya itu mengingat jika selama ini Jiang Xia Yan tidak pernah pergi ke wilayah lain selain berada dikawasan ibukota.


Apalagi, keangkuhan kaisar Ru Xie Chang membuat banyak negara tetangga enggan untuk mengundangnya ataupun membuat masalah dengannya sehingga jarang sekali dia hadir didalam acara kenegaraan.


“ Lalu….”


“ Bagaimana gadis itu bisa mengenalnya ?....”, batin Feng Mo Tian penasaran.


Semakin dipikir, semakin banyak teka – teki yang tak bisa dia pecahkan mengenai pola pikir dan tindakan yang dilakukan oleh Jiang Xia Yan akhir – akhir ini.


“ Untuk sementara….”


“ Awasi dari jauh….”


“ Kita masih belum mengetahui siapa sosok misterius itu…”


“ Akan sangat berbahaya jika dia mengetahui keberadaanmu….”, perintah Feng Mo Tian tegas.


“ Dimengerti….”, ucap Tian Wan patuh.


Diapun segera melesat pergi kembali ke kediaman keluarga pertama untuk menjalankan tugasnya dan kali ini dia akan memantau dari jauh sesuai perintah tuannya.


Setelah kepergian Tian Wan, ada bayangan hitam berlutut didekat Feng Mo Tian untuk menerima perintah dari tuannya.


“ Habisi serangga yang berani menyusup kedalam tentara Feng….”


“ Basmi hingga tak tersisa….”, ucap Feng Mo Tian tajam.


Tampaknya dia terlalu terbuai akan pasukan rahasia keluarganya yang hebat hingga tanpa sadar membiarkan banyak serangga masuk dan mulai mengacau didalamnya.


“ Aku harus lebih waspada lagi karena pangeran kedua Ming Shin sudah mulai memantau pergerakanku…. ”, batin Feng Mo Tian bermonolog.


Setelah pergi menemui Jiang Xia Yan dan berdiskusi dengannya, kaisar Ru Xie Chang kembali kekaisaran Ru dan langsung mengeksekusi paman kekaisarannya setelah semua bukti terkumpul.


Meski sedih dan kecewa, tapi Ru Qian juga tak bisa berbuat apa – apa waktu bukti menunjukkan jika sang adik telah berkhianat kepada negara.


Apalagi adiknya itu juga yang membuat anak semata wayangnya jatuh sakit hingga hampir meregang nyawa.


Untung saja semesta masih belum mengijinkan pergi dan menghadirkan seorang gadis yang bisa menyembuhkan penyakit anak tunggalnya itu.


Setelah sembuh dan mendapatkan perawatan serta transfer energi dari tubuh Jiang Xia Yan, kekuatan kaisar Ru Xie Chang mengalami peningkatan yang drastis hingga dia bisa dengan mudah membasmi para penyihir kegelapan sampai ke akar – akarnya.


Para pengkhianat dan penganut sihir kegelapan tersebut, setelah dibasmi kepalanya dia gantung di alun – laun kota agar semua warga bisa melihat apa yang akan terjadi jika mereka berencana mengkhianati negara.


Selain membasmi para pengkhianat, kaisar Ru Xie Chang pun mulai kembali mendisiplinkan para menteri dan pejabat yang mulai berjalan diluar batas yang ada.


Dan itu membuat banyak orang tidak senang terutama para menteri dan pejabat yang telah mendapatkan keuntungan selama setahun terakhir disaat kaisar tidak berada diistana.


Dilain tempat, dikekaisaran Ming Jiang Yong masih terus mencoba untuk menemui pangeran kedua Ming Shin.


Dia sudah berkeliling di beberapa tempat rahasia yang biasanya lelaki itu kunjungi, tetapi sama sekali tak membuahkan hasil.


“ Sial !!!....”


“ Apa yang harus aku lakukan sekarang ?....”, ucap Jiang Yong sambil mengacak – acak rambutnya frustasi.


Ditengah suasana hati yang buruk, Jiang Yong tak sengaja melihat sosok perempuan yang tak asing baginya sedang bercanda ria bersama beberapa lelaki muda disebuh restoran yang tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.


“ Dasar j****g !!!....”


“ Berani – beraninya dia selingkuh dibelakangku setelah keluarganya memaksaku untuk menikahinya !!!....”, guman Jiang Yong geram


Dengan penuh amarah Jiang Yong pun berjalan mendekati Wan Lu yang sedang asyik berbincang dan tertawa dengan beberapa lelaki muda dan langsung menjambak rambut panjangnya untuk berdiri.


“ Dasar j****g tak tahu diri !!!....”, teriak Jiang Yong lantang.


Plakkkk…plakkk…..plakkk…..


Jiang Yong terus menampar pipi calon istrinya itu hingga sudut bibirnya berdarah demi melampiaskan kekesalan hatinya.


“ Hey…kenapa kamu sangat kasar pada wanita ?....”, ucap salah satu pemuda berusaha menarik tubuh Jiang Yong agar tidak terus memukuli Wan Lu.


“ B*****n !!!....”, teriak Jiang Yong penuh amarah.


Buggg….buggg…buggg….


Para lelaki yang bersama dengan Wan Lu dihajar oleh Jiang Yong hingga babak belur dan terjatuh ketanah.


“ Hentikan !!!!....”


“ Jangan sakiti mereka !!!....”, teriak Wan Lu bercucuran air mata.


Jiang Yong yang sudah gelap mata segera mengambil pedang kecil disamping pinggangnya dan langsung menusuk lawannya beberapa kali.


Jlebbbb…jlebbbb….


Brukkkk….


Lelaki muda tersebut langsung ambruk ditanah tak bernyawa. Semua orang yang menyaksikan peristiwa tersebut berteriak histeris dan ada yang berlari untuk memanggil petugas patrol yang biasanya lewat disekitar area restoran.


Salah satu pemuda yang melihat temannya tewas berusaha untuk memukul Jiang Yong tapi gerakannya kalah gesit hingga dia juga mendapatkan tebasan pedang dari Jiang Yong yang sedang kalap karena emosi.


“ Tidak !!!....”


“ Apa yang kamu lakukan !!!!....”


“ Kamu telah membunuhnya !!!!.....”, teriak Wan Lu histeris.


Tak lama kemudian, Jiang Yong yang masih linglung setelah membunuh dua orang sekaligus hanya bisa pasrah waktu petugas patroli yang kebetulan lewat menyeretnya kedalam penjara.


Jiang Xia Yan yang mendengar kabar mengejutkan tersebut tersenyum bahagia karena dia merasa tak perlu melakukan apapun untuk menyingkirkan kakak keduanya itu.


“ Ternyata semesta mendukungku….”


“ Aku tak perlu mengotori tanganku untuk menyingkirkannya….”, guman Jiang Xia Yan senang.


Qianyi yang mendengar jika putra sulungnya membunuh seseorang karena Wan Lu segera berlari keluar halaman dan langsung menghajar keponakan nyonya besar Jiang tersebut secara membabi buta.


“ Apa yang kamu lakukan !!!....”


“ Apa kamu sudah benar – benar kehilangan akal sehatmu !!!!.....”, teriak nyonya besar Jiang penuh amarah.


“ Gara – gara j****g sialan itu !!!!.....”


“ Masa depan Yong’er ku hancur !!!!.....”, teriak Qianyi murka.


Melihat Qianyi semakin tak terkendali para pelayan kediaman utama segera menyeretnya paksa untuk kembali kekediamanannya.


Sementara kondisi Wan Lu cukup mengenaskan dengan rambut acak – acakan, muka lebam dan ada darah disudut bibirnya serta pakaian acak – acakan terduduk dilantai sambil menangis.


Dalam perjalanan, Qianyi yang berhasil kabur melihat ada pelayan dapur yang baru saja membersihkan beberapa pisau langsung mengambilnya secara acak dan kembali masuk kedalam kediaman utama diikuti para pelayan yang tadi menyeretnya keluar sambil berlari.


Jlebbb….jlebbb….jlebbb….


Qianyi menusuk perut Wan Lu terduduk dilantai beberapa kali hingga tak bernyawa demi membalaskan dendam anak sulungnya.


Nyonya besar Jiang yang menyaksikkan hal tersebut hanya bisa terduduk lemas diatas kursinya sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.


Li, pelayan pribadi nyonya besar Jiang segera menyuruh para pengawal untuk menyeret Qianyi ke rumah belakang kediaman kedua serta merantainya agar wanita gila itu tak bisa kabur lagi.


Sementara yang lainnya diperintahkan untuk membereskan semua kekacauan yang telah dibuat oleh Qianyi malam ini.


“ Bereskan semuanya dan tutup mulut kalian rapat – rapat…..”, perintah Li tegas.


Seperti biasa, semua pelayan yang ada didalam kediaman utama segera menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik seakan kejadian buruk tersebut tak pernah terjadi.


Seorang pemuda yang menyaksikan kejadian naas yang menimpah sang adik hanya bisa mengepalkan kedua tangannya menahan amarahnya.


“ Lihat saja…aku akan membuat kalian membayar semua kejahatan ini !!!!....”, gumannya penuh dendam.