Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
RENCANA MENGISI POSISI YANG KOSONG


Malam yang seharusnya menjadi pesta yang meriah dan penuh kebahagiaan berubah menjadi mencegam dan penuh pertumpahan darah akibat pemberontakan yang dilakukan oleh pangeran kedua Ming Shin.


Pangeran pertama Ming Zheting yang baru saja diangkat menjadi putra mahkota meninggal pada pesta perayaan yang dibuat untuknya sementara permaisuri dan para selir terlihat sangat syok akan peristiwa tersebut.


Meski tidak terbunuh malam itu tapi luka goresan pisau yang didapatkan oleh kaisar Ming Qin membuat orang nomor satu dikekaisaran Ming tersebut hanya tergeletak lemah diatas ranjang karena pisau tersebut sangat beracun hingga membuat lehernya menghitam.


Seluruh tabib yang ada didalam istana tak bisa menyembuhkan, bahkan Gu Zou juga sudah angkat tangan akan masalah itu.


Bukannya Gu Zou tak mampu menyembuhkan tapi dia adalah sekutu Feng Mo Tian dan Jiang Xia Yan sehingga diapun tak ingin membuat kaisar Ming Qin sembuh agar pemerintahan runtuh.


Bukan hanya itu saja kemalangan yang menimpah keluarga kekaisaran, entah dari mana seluruh penghuni didlam istana tiba – tiba saja menderita penyakit aneh yang mematikan.


Bahkan banyak pelayan yang terkena penyakit tersebut, terutama mereka yang menjadi pelayan pribadi keluarga kekaisaran Ming.


“ Satu persatu dendam yang dimiliki sang pemilik tubuh berhasil aku balaskan….”, guman Jiang Xia Yan puas.


Diapun kembali menikmati teh hangat serta kudapan yang tersedia diatas mejanya sambil menatap ke luar jendela, melihat bungga – bungga aneka warna bermekaran disana.


Musibah yang dialami keluarga kekaisaran Ming ini menurut rakyat adalah karma mereka dimasa lalu sehingga berimbas sekarang.


Dalam kondisi kekosongan seperti ini, pemerintahan pun menjadi tidak stabil dan mulai goyah. Bahkan pemberontakan pun mulai terjadi dimana – mana.


“ Bagaimana jika kamu mengambil moment ini untuk menjadikan kekaisaran Ming menjadi bagian wilayah kekuasaan kekaisaran Ru….”, ucap Jiang Xia Yan tersenyum manis.


“ Aku tak menyangka jika kamu bisa selicik ini…”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil mencubit hidung Jiang Xia Yan denga gemas.


“ Ehhhh…aku hanya memberi saran…”


“ Kenapa kamu menindasku….”, ucap Jiang Xia Yan dengan bibir mengerucut ke depan, pura – pura sebal dengan tindakan kaisar Ru Xie Chang.


Melihat gadisnya merajuk, kaisar Ru Xie Chang pun terkekeh pelan sambil mengusap surai panjang Jiang Xia Yan dan mengambilnya sejumput rambutnya, menghirupnya dalam – dalam.


“ Jika itu keinginanmu maka akan aku kabulkan…..”, bisik kaisar Ru Xie Chang tepat di duan telingga Jiang Xia Yan.


Hembusan hangat nafas kaisar Ru Xie Chang membuat tubuh Jiang Xia Yan merinding hingga membuat gadis itu memajukan badannya untuk menetralkan detak jantungnya yang entah sejak kapan mulai berisik.


Melihat semburat merah di pipi Jiang Xia Yan, diam – diam kaisar Ru Xie Chang mengulum senyum bahagia.


Begitu Jiang Xia Yan hendak bangkit, tubuh munggilnya pun langsung ditarik dan berakhir diatas pangkuan kaisar Ru Xie Chang.


Tanpa bayak kata\, kaisar Ru Xie Chang pun langsung m*****t bibir munggil yang sedari tadi sudah menggodanya itu dengan lembut.


“ Ishhhh….”, aduh Jiang Xia Yan waktu bibirnya digigit pelan oleh kaisar Ru Xie Chang.


Begitu mulut Jiang Xia Yan mulai terbuka, kaisar Ru Xie Chang pun langsung memasukkan lidahnya dan mengeksplor seluruh mulut gadisnya itu sambil memainkan lidahnya dengan lincah membuat Jiang Xia Yan mencengkeram kuat bahu kaisar Ru Xie Cahng dengan tubuh menegang.


Tangan nakal kaisar Ru Xie Chang pun mulai bergerak liar dan nakal, membuat tubuh Jiang Xia Yan menggeliat seperti cacing kepanasan.


Dalam hati gadis itu ingin menolak setiap sentuhan yang diberikan oleh kaisar Ru Xie Chang, tapi apalah daya tubuhnya mengkhianati pikirannya dan malah menikmati semua sentuhan yang diberikan oleh lelaki tersebut dengan penuh gairah.


Jiang Xia Yan hanya bisa menggigit bibir bawahnya berusaha untuk tidak mengeluarkan suara laknat yang bisa menarik atensi para pelayan dan pengawal yang berjaga diluar kamarnya waktu kaisar Ru Xie Chang mulai bermain didadanya.


Dia hanya bisa memejamkan kedua matanya sambil mencengkeram kuat rambut kaisar Ru Xie Chang untuk menahan gejolak yang mulai bangkit dalam tubuhnya.


Jiang Xia Yan langsung merapikan pakaian dan rambutnya, sementara kaisar Ru Xie Chang pun sudah melompat keluar melalui jendela.


“ Adik….”


“ Ada hal penting yang ingin aku diskusikan denganmu….”, ucap Jiang Chen yang tiba – tiba masuk dengan wajah serius.


“ Ada apa kak ?....”


“ Bicaralah….”, ucap Jiang Xia Yan penasaran.


“ Kamu pasti sudah tahu mengenai kekosongan yang terjadi dipemerintahan setelah seluruh keluarga kekaisaran Ming terkena penyakit aneh…”


“ Kondisi dipemerintahan sangat kacau sekarang…”


“ Bahkan ada rumor yang mengatakan jika keluarga permaisuri akan mengambil alih pemerintahan… ”


“ Dan jika hal ini terjadi kamu tahu kan bagaimana jadinya kekiasaran Ming nantinya…”, ucap Jiang Chen cemas.


Apa yang dikatakan sang kakak sudah bisa Jiang Xia Yan prediksi sejak awal, maka dari itu dia memintah kaisar Ru Xie Chang mengambil alih kekaisaran Ming dengan harapan dibawah kekaisaran Ru negara ini akan kembali damai.


“ Kakak tenang saja….”


“ Keluarga permaisuri tak akan bisa mengambil tahta karena kekaisaran Ru yang akan mengambil alih semuanya….”, ucap Jiang Xia Yan menjelaskan dengan gamblang.


“ Kekaisaran Ru ?….”


“ Maksudnya…..”, Jiang Chen terlihat sedikit binggung akan ucapan yang dilotarkan adiknya itu.


Melihat wajah sang kakak yang terlihat binggung dan gelisah, Jiang Xia Yan pun langsung mengenggam tangan Jiang Chen dan berusaha untuk menjelaskannya.


“ Aku meminta agar kaisar Ru Xie Chang mengambil alih kekaisaran Ming karena aku sudah bisa memprediksi jika hal buruk seperti ini bisa saja terjadi….”


“ Bukankah berada dibawah kekaisaran Ru negara akan makmur dan rakyat akan sejahtera….”, Jiang Xia Yan terlihat menjelaskan semuanya kepada Jiang Chen.


Jiang Chen yang baru saja dijelaskan pada akhirnya hanya bisa mengangguk dan paham dengan apa yang dibicarakan oleh adiknya itu.


Meski kaisar Ru Xie Chang sangat keji dan kejam namun semua negara yang berada dalam kekuasaannya menjadi makmur dan sentosa.


Dan dia rasa, rakyat juga tak akan keberatan jika pada akhirnya hal tersebut terjadi. Didalam pemerintahan pun para pejabat juga tak akan berani memainkan trik licik jika mereka berada dalam pengawasan langsung kaisar Ru Xie Chang.


“ Lalu, bagaimana tanggapan kaisar Ru Xie Chang ?....”, tanya Jiang Chen dengan tatapan menyelidik.


“ Kurasa dia akan menuruti keingginanku…”


“ Lagipula, itu juga menguntungkan bagi kekaisaran Ru dimasa depan…”


“ Selain wilayah kekaisaran Ming cukup kaya dan makmur, tentunya dengan berada dibawah kekuasaan kekaisaran Ru  negara tetangga akan merasa segan sekaligus takut untuk berbuat macam – macam terhadap kita….”, Jiang Xia Yan pun mengungkapkan apa yang dia pikirkan dengan gamblang.


Jiang Chen hanya mengangguk pelan tanda dia setuju dengan pemikiran adiknya itu. bagaimanapun juga, hal itu lebih baik dibandingkan mereka dipimpin oleh seseorang yang serakah yang bisa membuat negara hancur.