Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Akhir si pengkhianat


Keesokan harinya Surya yang baru saja keluar dari rumahnya dan hendak masuk ke dalam mobil di kejutkan dengan sebuah mobil Alphard hitam yang tiba tiba masuk ke halaman rumahnya yang pacarnya memang sudah terbuka karena dirinya berniat pergi keluar.


”Mobil siapa ini?” gumam Surya sambil berjalan menghampiri mobil itu.


Ketika sudah berada di depan pintu penumpang samping supir tidak lama kemudian pintu penumpang bagian belakang terbuka secara otomatis dan keluarlah pria memakai setelan jas berwarna biru dongker, meski sudah paruh baya namun dia masih terlihat sangat tampan dan sosok itu tampak tidak asing lagi baginya karena pria itu adalah salah satu pengacara terkenal. Sudah sejak lama dia ingin bertemu dengan pria ini secara pribadi namun tidak pernah bisa karena tidak mudah bertemu secara pribadi dengannya.


Namun entah mimpi apa dia semalam, pagi pagi begini pria itu justru mendatanginya secara langsung.


Pasti ini karena pak Zayn, aku bahkan belum melakukan tugasku tapi aku sudah di pernalkan dengan pria ini agar karier ku semakin bersinar. Memang tidak salah aku berada di pihak Zayn.


”Bukankah anda Daniel Prayoga?” sapa Surya.


”Saya ingin berbicara dengan anda, namun sepertinya anda mau pergi ya?”


”Ah saya memang mau pergi namun itu bisa nanti karena urusannya tidak terlalu penting, mana bisa saya membiarkan waktu anda terbuang sia sia. Mari silahkan masuk.”


Surya dengan senang hari mempersilahkan Daniel masuk tanpa tahu tujuan Daniel yang sebenarnya, dia bahkan menyuruh pelayannya menyiapkan kopi dan beberapa cemilan.


Setelah pelayan membawakan kopi dan cemilan kemudian Daniel yang sedari duduk santai sambil menyilangkan kakinya menyeruput kopi itu setelahnya Daniel memberikan instruksi kepada asisten yang dia bawa dengan menggerakkan telunjuknya kearah tubuhnya sendiri sebagai tanda bahwa asistennya itu harus mendekat dan memberikan yang di pegangnya pada Daniel.


Ketika Daniel menerima dokumen yang cukup tebal dari asistennya itu, dia melempaekannya ke meja persis di depan Surya yang sedang menyeruput kopinya.


Surya sedikit bingung kenapa Daniel memberikannya setumpuk dokumen dengan cara yang cukup kasar seperti itu.


”Ini apa pak?” tanya Surya sambil memegang dokumen itu.


”Kau baca saja.”


Surya membuka dokumen dokumen itu dan sketika matanya langsung melotot ketika kata demi kata dia baca.


”Apa maksud anda memberikan saya ini? anda berusaha memfitnah saya dengan dokumen yang tidak jelas asalnya ini?” tanya Surya dengan nada yang mulai ditinggikan.


”Itu bukti penyelewengan dana yang kau lakukan di CH group selama beberapa tahun ini loh.”


”Tidak mungkin, sudah jelas ini palsu. Anda berusaha memfitnah saya kan? kenapa anda melakukan itu? bahkan kita tidak saling kenal tapi kenapa anda mengincar saya.”


”Fitnah itu jika tidak ada buktinya, kalau ada buktinya itu adalah fakta. Dan perlu di garis bawahi, saya tidak pernah mengincar anda tapi anda yang berusaha mengincar saya kan?”


”Saya saja baru pertama bertemu secara pribadi dengan anda bagaimana bisa anda bilang bahwa saya mengincar anda.”


”Anda menginginkan reputasi dan posisi saya di hadapan publik kan? itu artinya anda mengincar saya.”


”Tidak, sa.. ya”


Belum selesai memberikan alasan Daniel langsung saja memotong perkataan Surya dengan ancaman.


”Dengar baik baik, sebaiknya kau mengundurkan diri dari CH group jika tidak ingin berhadapan langsung denganku. Kau tahu kan siapa yang akan menderita diantara kita.”


”Anda tidak bisa melakukan ini, anda tidak tahu siapa yang ada di belakang saya? anda pasti menyesal mencoba melawan beliau.”


Karena terprovokasi akhirnya Surya tanpa sengaja malah membocorkan sendiri bahwa dirinya didukung oleh seseorang.


”Jadi kau mencoba mengguncangkan CH Group karena ada yang menyuruhmu?”


Daniel mengangkat salah satu ujung bibirnya kemudian tertawa dengan tawa yang sangat menyeramkan, ekspresinya saat ini seperti psikopat yang tertawa ketika mendapatkan buruannya.


Seketika itu pula Surya sadar bahwa seharusnya dirinya tidak mengatakan bahwa dirinya di sokong oleh seseorang, beruntung dirinya belum mengatakan siapa orangnya.


”Hebat, aku jadi penasaran siapa ya kira kira yang mau menyokong pengacara tidak kompeten sepertimu?”


Daniel kembali menertawakan Surya, sebenarnya dia ingin memancingnya lagi agar mengatakan nama Zayn. Namun hal itu tidak perlu dilakukan sekarang karena hal itu akan membuat Zayn semakin waspada.


”Kau sangat buruk dalam berakting, kau pikir aku akan percaya ucapanmu? Hanya orang bodoh yang mau menyokong pengacara seperti dirimu.” tambah Daniel.


Saat ini Surya terpaksa diam dan membiarkan Daniel berpikir bahwa dia hanya berbohong daripada dia terprovokasi lagi seperti tadi.


”Sudahlah, intinya sekarang kau tanda tangani ini kalau kau tidak mau aku tuntut atas tuduhan korupsi ini.” ucap Daniel memberikan surat pengunduran diri.


”Saya tidak mau, saya yang akan menuntut anda atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah, serta bukti ilegal.”


”Kau yakin akan menang melawan ku di pengadilan? lagipula aku ini sudah menjadi kuasa hukum CH group jadi semua bukti ini legal dan tidak melanggar hukum.”


”Apa? ” Surya kaget mendengar fakta yang baru saja terucap dari mulut Daniel.


”Maka dari itu, aku ingin menyingkirkan dengan tenang. Tapi kalau kau memilih mendekam di dalam penjara baiklah aku akan meladenimu.” ancam Daniel.


Sial, jika aku tidak tanda tangani ini dan berujung pengadilan pasti aku akan kalah dan akhirnya mendekam di penjara. Tapi jika aku tanda tangani ini bagaimana aku menghadapi pak Zayn? ah itu nanti saja, lebih baik aku tanda tangani ini dulu dan terbebas dari penjara barulah aku akan cari cara untuk membujuk pak Zayn agar tetap mendukung karier ku.


”Dimana aku harus tanda tangan?”


Daniel tersenyum licik kemudian menunjukan dimana saja area yang harus ditanda tangani oleh Surya.


Setelah Surya menandatangi semuanya, Daniel menyuruh asistennya menyimpan Surya itu kemudian Daniel menepuk pundak Surya.


”Jadilah pengacara yang jujur, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Itu saranku.”


Surya yang mendengar itu hanya diam dengan ekspresi wajah yang kacau kemudian Daniel pergi dari rumah Surya.


Dari kejauhan tampak seorang pria memakai topi hitam dan pakaian serba hitam mengintai kemudian menelpon Ferdi sekretaris Zayn.


”Orang ini menandatangani surat pengunduran diri, tapi untunglah dia tidak menyebut nama Tuan. Hampir saja dia mengatakannya.” ucap pria itu di telepon.


Setelah mendapat telepon dari anak buahnya Ferdi melaporkan hal itu pada Zayn.


”Dia sudah tidak berguna, bereskan dengan tenang.” ucap Zayn sambil berdiri menatap luar jendela.


Ferdi menganggukan kepala kemudian sedikit membungkukan badannya dan berbalik badan untuk keluar dari ruangan Zayn dan menelepon anak buahnya itu.


”Bereskan dia dengan tenang, jangan sampai ada bukti apapun.” ucap Ferdi di telepon.


[Laksanakan]


Setelah itu Surya menghilang entah kemana bahkan media tidak ada satupun yang memuat kabar menghilangnya kuasa hukum CH group yang telah mengundurkan diri itu.


...****************...