Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Menyusun kekuatan


Mobil akhirnya berhenti, Sari yang selama perjalanan hanya diam langsung turun dan pergi menuju kamarnya. Rita yang melihat sikap anaknya yang tiba tiba berubah jadi bertanya pada pak Salman.


”Pak Salman tau gak Sari kenapa? dia seperti sedang marah.”


”Saya kurang tahu nyonya, tadi waktu nyonya masih didalam panti, non Sari masuk mobil dan menyuruh saya menunggu diluar sampai nyonya dateng. Hanya sebatas itu nyonya.” ucap pak Salman.


”Yaudh, kalo gitu saya masuk kedalam dulu ya pak.”


”Silahkan nyonya.”


Dikamarnya Sari duduk di tepi ranjang sambil mencoba mengendalikan emosinya, padahal ia sudah mempersiapkan hati agar saat bertemu orang orang yang sudah menghancurkan hidupnya ia bisa dengan elegan menghadapinya, tapi entah kenapa saat ia bertemu dengan orang orang itu, ia menjadi sangat marah.


”Sari tenanglah, tenang..” gumamnya sambil mengatur napas.


Aku harus bergegas dan fokus pada tujuanku membalas dendam, karena masa depan mulai berubah jadi aku harus berubah juga.


Sari berfikir seperti itu dan tidak sengaja ia melihat majalah yang judul covernya perusahaan rintisan baru. Melihat itu, Sari jadi teringat bahwa dimasa depan akan ada perusahaan terbesar di negaranya bernama CH group, namun saat ini perusahaan itu masih pemula dan namanya CH electronic.


CH electronic ini hanya menjalankan bisnis di bidang electronic, tapi di masa depan perusahaan rintisan ini berubah menjadi perusahaan raksasa yang paling berpengaruh di negara ini. CH group di masa depan terdiri dari beberapa anak perusahaan seperti CH electronic, CH cosmetic, CH healthy, CH otomotive,CH construction hingga CH property.


”Jika ingin mengalahkan musuhku, aku gak bisa hanya mengandalkan bisnis orangtuaku. Aku harus menjadi yang terkuat di negara ini hingga tidak ada yang bisa menyentuhku atau orang orang di sekitarku, dan itu bisa terjadi kalau aku bisa menjadi pemegang saham terbesar di CH group, karena di masa depan CH group sangat berkuasa bahkan presiden pun ada di bawah kendalinya.” gumam Sari.


Sari berfikir bagaimana cara ia membeli saham di CH group, karena ia tidak mungkin memakai identitasnya yang masih sekolah, hingga akhirnya ia menemukan caranya.Ia bergegas menelpon Arya dan meminta bertemu untuk meminta bantuan.


...----------------...


Arya sudah menunggu di sebuah restoran, ia sengaja memilih ruang VIP karena merasa pembicaraan mereka akan penting dan butuh privasi.


Tak lama kemudian pelayan datang diikuti Sari menunjukan ruangan yang sudah di pesan Arya. Arya yang melihat kedatangan Sari langsung bergegas menarik kursi di hadapannya yang kemudian diduduki Sari. Lalu seorang pelayan datang membawa pesanan Arya dengan trolley.


Setelah menghidangkan semua makanan di meja, pelayan itu mempersilahkan mereka untuk menikmati hidangannya dan langsung pergi sambil menutup pintu.


”Kenapa kita ketemu di tempat mewah begini?” Sari heran karena Arya mengajak nnya bertemu di tempat yang tidak pernah ia bayangkan.


”Sebenarnya kalau gak ada bocah itu kita bisa aja ketemu di kantorku, terus kalau kita makan di cafe seperti kurang privasi karena entah kenapa aku merasa pembicaraan kita lumayan penting.” ucap Arya sambil memotong steak dengan level kematangan medium well.


”Insting detective itu mengerikan ya?” ucap Sari sambil mengeluarkan sebuah map dari tas nya dan memberikannya pada Arya.


Arya menerima map itu tapi ia meletakkannya di pinggir meja lalu ia memberikan steak yang sudah ia potong kepada Sari.


”Sebelum kita membicarakan hal penting, kita makan dulu ya? ini kamu bisa langsung makan.”


Sebenarnya Sari tidak ingin makan tapi melihat Arya yang sampai memotong kan steak untuknya akhirnya ia makan sebelum mereka membahas hal penting, sepanjang Sari makan ia berfikir apakah sebaiknya dia jujur tentang semuanya? walaupn mungkin Arya hanya akan tertawa karena mengira dia gila, tapi bagaimana jika Arya tidak menertawakannya? Dengan sedikit keberanian, ia mencoba berkata jujur.


”Aku mau jujur sama kamu.”


Mendengar hal itu, Arya menghentikan kegiatan makannya dan ia menatap Sari yang sedang berusaha mengatur napasnya dan kemudian Arya memegang tangannya agar ia merasa tenang.


”Kalau terlalu berat, tidak perlu dikatakan. Aku tidak perlu kamu berkata jujur, walaupun kamu berbohong aku tidak masalah, apapun yang kamu lakukan aku akan selalu di sisimu, siapapun musuhmu aku yang akan menjadi tameng untukmu. Jadi, kamu tidak perlu memaksakannya ya?”


Sari yang mendengar itu menjadi merasa bersalah karena selama ini ia tidak bisa mbuka hati pada siapapun, namun di sisi lain ia juga senang karena ada orang di pihaknya selain keluarganya.


”Mungkin kamu akan mengira aku gila, tapi aku akan tetap berkata jujur.” Sari menelan ludahnya pertanda ia merasa gugup.


Arya hanya menatap wajah Sari sambil menunggunya mengatakan apa yang ingin ia katakan. Sari menundukkan kepalanya sambil menutup matanya agar keberaniannya muncul.


”Sebenarnya aku pernah mati, ini adalah kehidupan kedua ku. 8 tahun dari sekarang aku akan di fitnah dan dihukum mati dan saat menjelang kematianku, orang yang menfitnah ku memberitahuku bahwa kematian orangtuaku dan kakakku juga karena ulah mereka. Entah bagaimana setelah aku mati ternyata aku kembali lagi ke umur 17 tahun. Itulah kenapa di kehidupanku kali ini aku tidak memperdulikan hal lain selain tujuanku untuk membalas dendam.”


Setelah ia menyelesaikan ucapannya, ia tidak mendengar suara apapun.


Arya pasti sangat terkejut dengan yang aku katakan, ia pasti merasa aku gila sehingga tidak terdengar suara apapun, hanya terdengar isakan. Tunggu, isakan tangis? apa mungkin?


”Hey, kenapa kamu menangis?” Sari yang panik melihat Arya yang menangis, langsung menghampirinya dan memeluknya dengan posisi ia berdiri sedangkan Arya duduk.


Arya terus menangis beberapa saat tanpa bisa berkata apapun, namun akhirnya ia merasa kalau Arya sudah mulai tenang.


”Kamu udah tenang?”


Arya mengangguk dan menarik Sari ke pangkuannya sambil memeluknya.


”Kamu kenapa menangis? apa kamu sedih karena mengira aku udah mulai gila?” tanya Sari.


”Mana mungkin, aku menangis karena kamu pasti selama ini merasa kesakitan dan kesepian. Membayangkan rasa sakit yang kamu rasakan membuat hatiku juga sakit.” Arya mengatakan hal itu dengan terbata bata.


”Kamu percaya kata kataku?”


”Tentu saja.”


Sari yang mendengar jawaban spontan dari Arya membuatnya meneteskan air mata. Arya langsung mengusap air mata Sari.


”Aku akan membalaskan dendammu, aku janji akan menghancurkan hidup semua orang yang sudah menyakitimu. Jadi mulai sekarang, kamu gak boleh nangis dan gak boleh merasa sendiri. Kamu harus inget bahwa kamu punya aku. Sekarang kamu ceritain semua musuh kamu dan rencana kamu, kamu hanya perlu mengandalkanku.”


Sari menceritakan semua orang yang sudah menghancurkan keluarganya, dari kisahnya kehilangan orangtuanya, kedatangan tante Sarah yang mengaku adik tiri mamihnya, Doni yang menjadi suaminya dan Nita yang katanya sepupunya sekaligus pacar suaminya dan juga pembunuh kakaknya.


Mendengar itu semua, Arya merasa marah.


”Apa alasan kamu makan kepiting padahal kamu alergi adalah untuk menyelamatkan orangtuamu?”


Pertanyaan Arya dijawab dengan anggukan kepala oleh Sari, yang kemudian diikuti oleh helaan nafas Arya.


”Mulai sekarang, tolong jangan bahayain dirimu ya? Kamu punya aku, jadi bahaya apapun jangan coba coba hadapi sendiri.” tegas Arya.


”Iya, aku mengerti. Makasih udah percaya sama aku.”


”Baiklah, bagaimana kalau kita bahas tentang map ini.” Arya mengambil map dan membaca isinya.


”Jadi, kamu ingin membeli saham CH electronic? tapi ini perusahaan rintisan, aku liat juga prospeknya gak begitu bagus.” ucap Arya


”Di masa depan perusahaan ini akan menjadi raksasa, pemiliknya menjadi berkuasa bahkan presiden pun ada dibawah kendalinya.” jelas Sari.


”Oke, kalau begitu aku akan siapin surat surat yang dibutuhkan, termasuk surat kuasa penuh akan kamu pegang setelah kamu berusia 20 tahun.”


”Jangan 20 tahun, tapi 25 tahun. Aku akan menunjukan diriku sebagai pemegang saham terbesar di CH group di usia 25 tahun, lagipula aku akan kuliah dulu agar aku bisa mengelola perusahaan ini.”


”Baiklah, besok kamu ke kantor ya? Kamu hanya perlu membaca berkas berkas penting dan menandatanganinya. Ingat ya, kamu jangan asal tanda tangan sebelum kamu tahu apa yang kamu tandatangani.”


”Iya, makasih ya? aku sungguh beruntung di kehidupan kedua ku ini aku bisa memiliki kamu di pihakku. Seandainya di kehidupan dulu aku bertemu denganmu mungkin aku gak akan..” Sari menghentikan ucapannya sendiri.


”Mungkin kamu akan jatuh cinta padaku kan?” ledek Arya.


”Kamu ini.” ucap Sari sambil mencubit hidung Arya.


”Apa 8 tahun lagi aku masih tampan?”


”Aku gak tahu, karena dulu tidak ada satupun artikel tentang kamu yang mencantumkan foto. Katanya kalau ada yang mencantumkan fotomu, orang itu akan kamu tuntut dan masuk ke penjara. Ya kamu di sebut detective killer.”


”Oh ya? padahal aku tampan begini, kenapa aku killer, dimasa depan sebutan ku akan berubah menjadi detective tampan yang bucin.”


Sari hanya tertawa mendengar ucapan Arya, hari itu ia melupakan kemarahannya bertemu Doni karena Arya.


...****************...