
Ketika Zayn baru saja membuka pintu ruangan pertemuan itu tiba tiba saja dia dikejutkan oleh sorot kamera yang memotret dan juga merekamnya.
Ternyata awak media sudah di arahkan oleh anak buah Arya agar menunggu di depan ruang pertemuan dan mengabadikan secara langsung dari sejak Zayn keluar ruangan.
Para wartawan mengerubungi Zayn dan mencercanya dengan begitu banyak pertanyaan yang membuat Zayn semakin kesal hanya saja dia tidak bisa berbuat anarkis yang justru akan merugikan dirinya.
Sebagian wartawan menanyakan kebenaran video yang disiarkan secara langsung termasuk juga apa tanggapan Zayn mengenai semua bukti itu.
Keadaan yang runyam dan begitu sesak membuat Ferdy langsung menelpon beberapa anak buahnya agar datang mengamankan Zayn yang terjebak dalam kerumunan wartawan.
Zayn hanya diam dan tidak mengucapkan sepatah katapun, dia hanya memasang wajah datar sambil menahan amarahnya.
Tidak lama kemudian anak buah Ferdy datang dan mengawal Zayn sampai ke mobilnya yang sudah menunggu di teras depan lobi.
Karena postur tubuh para anak buah Ferdy begitu tinggi dan besar sehingga para awak media sebanyak itupun tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti mereka sampai ke mobil, bahkan mereka hanya mendapatkan potret dan rekaman Zayn saat baru keluar dari ruangan.
Zayn yang masuk mobil bersama dengan Ferdy langsung pergi tanpa memberikan klarifikasi apapun. Alhasil awak media hanya bisa mengutip berita dari beberapa anggota forum yang juga tidak banyak bicara dan hanya numpang tenar saja.
Zayn berteriak di dalam mobil yang dijalankan oleh supir dengan sangat keras hingga membuat Ferdy dan supir itu merasa gendang telinganya mungkin saja bisa pecah.
”Sialan, bagaimana mungkin anak kemarin sore berani melakukan ini padaku.” teriak Zayn.
Ferdy dan sang supir hanya terdiam karena tidak berani menjawab apapun jika Zayn dalam keadaan emosi dan tidak terkontrol seperti itu.
”Aku pikir Sari anak bau kencur, ternyata dia bisa juga membuatku seperti ini. Hahahahaha, aku jadi semakin ingin membuatnya hancur dan berlutut memohon agar bisa di sisiku.” gumam Zayn sambil mengangkat ujung bibirnya.
”Fer, kamu bungkam seluruh media dan anggota forum lalu hapus semua berita mengenai hal ini, jangan lupa hubungi komandan indra agar memberikan briefing pada anak buahnya jika pemanggilanku untuk pemeriksaan di kantor polisi tidak bisa dihindari. Suruh dia mencari celah agar aku tidak di hukum.” perintah Zayn.
”Baik pak.”
”Jangan lupa singkirkan para pengkhianat yang muncul di video tadi dan hancurkan tambak. Kita harus menghancurkan segala barang bukti yang tersisa. Untuk sementara ini kita harus mengelola limbah sesuai prosedur, kalaupun akan memakan waktu lama dan juga tidak ada area penampungan limbah lagi maka kurangi produksinya dahulu.” tambah Zayn.
”Tapi kita akan merugi pak.” ucap Ferdy.
”Tidak masalah, setelah membereskan masalah ini kita bisa lanjutkan lagi proses pembuangan limbah seperti dahulu. Yang penting sekarang jangan sampai masalah ini melebar dan membuat rencana pembangunan kembali kota yang sudah berjalan tiga puluh persen gagal.” tambah Zayn.
Ferdy hanya bisa menuruti perintah bosnya, dia langsung menelpon beberapa anak buahnya untuk menghancurkan tambak dan juga para pengkhianat yang sudah dia catat di daftar dan dikirimkan ke anak buahnya.
Tidak hanya itu, dia juga menelpon komandan indra dan menyuruhnya mempersiapkan cara agar Zayn terhindar dari hukum.
Dan yang paling penting Ferdy menghubungi pihak media yang berpihak padanya agar menghapus semua berita mengenai Zayn. Termasuk melacak media yang masih menayangkan itu meski sudah diberi perintah menghilangkan berita itu.
Kali ini Zayn cukup ketar ketir menghadapi serangan Sari meski dia sudah menemukan solusinya karena mempunyai anak buah baik di pemerintahan, aparat maupun media.
Dia hanya tinggal menunggu beberapa saat agar citranya kembali membaik. Yang menjadi pikiran bagi Zayn sekarang adalah bagaimana menghancurkan Sari.
Karena kejadian ini, Zayn justru semakin ingin membuat Sari jatuh agar memohon padanya. Dia semakin menginginkan Sari berlari ke sisinya karena dia merasa Sari wanita yang mirip dengannya. Selain rupawan, pintar dan cerdik, Sari juga licik dan pandai berbisnis. Perbedaannya adalah Sari memiliki sifat cuek kecuali kepada orang terdekatnya maka dia akan melakukan apapun demi orang yang dia sayangi.
”Fer, menurutmu bagaimana kalau Sari jadi Nyonyamu juga.” tanya Zayn.
”Maksud anda, anda ingin membuat Sari menjadi pasangan anda?”
Pertanyaan Ferdy dijawab dengan sekali anggukan kepala oleh Zayn.
”Tapi dia perempuan yang berusaha menghancurkan anda, apa anda tidak khawatir membiarkannya di sisi anda? dia sangat berpotensi berkhianat.”
”Kau benar fer, maka dari itu aku ingin membuatnya kesepian kemudian menjatuhkannya dengan begitu dia akan datang ke sisiku dengan sukarela. Aku tidak akan membiarkannya memiliki kekuatan apapun agar dia tidak berkhianat. Bagaimana menurutmu fer?”
Zayn tersenyum licik sambil menatap keluar jendela mobil, tidak lupa dia juga meminta Ferdy agar secepatnya membereskan masalah ini agar Zayn bisa segera menjalankan rencana mendapatkan Sari.
...----------------...
Sari, Arya dan Nathali masih berada di ruang pertemuan.
Kaki Sari terasa lemas dan nyaris jatuh namun tubuhnya langsung ditangkap oleh Arya.
”Kamu tidak apa apa?” Arya sangat cemas sehingga merapat Sari agar kembali duduk.
Sari hanya mengangguk namu napasnya terlihat terengah entah dan sesekali dia memegang kepalanya.
”Minum dulu bu, saya sudah cek dan ini aman.” ucap Nathali memberikan segelas air putih.
Arya memegang gelas yang berisi air itu lalu membantu Sari meminumnya, setelah menghabiskan satu gelas air barulah Sari tampak lebih baik.
”Terimakasih.” ucap Sari.
Nathali menerima gelas kosong dari Arya lalu meletakkan kembali di meja. Sedangkan Arya masih sangat cemas karena Sari nyaris saja pingsan.
”Kita ke rumah sakit ya? Nat tolong siapkan mobil.”
Nathali mengangguk dan sudah bersiap keluar untuk mempersiapkan mobil namun Sari mencegahnya.
”Tidak usah Nat, aku tidak apa apa.” ucap Sari.
”Kamu hampir pingsan bagaimana bisa kamu bilang tidak apa apa?” omel Arya.
”Aku cuma lemas karena daritadi merasa tegang. Sejujurnya aku khawatir rencana kita gagal. Namun syukurlah semua berjalan sesuai rencana, aku jadi lega sekarang.”
”Kamu yakin gak sakit? ” tanya Arya.
Sari mengganggukan kepalanya lalu meminta Arya dan Nathali duduk juga karena dia ingin mengatakan rencana selanjutnya.
”Kalian tahu kan serangan ini belum cukup untuk menghancurkan Zayn. Aku yakin dia sudah berusaha menghilangkan berita mengenai ini dan menghubungi polisi yang berpihak padanya jadi meski dia dipanggil pasti dia akan dibebaskan dengan alasan kurang bukti.” ucap Sari.
”Kamu benar, kalau masalah media tenang saja aku akan pastikan berita itu tidak akan menghilang sepenuhnya meskipun mungkin hanya berpengaruh sekitar lima puluh persen.” seru Arya.
”Itu belum cukup, kita harus membuat berita ini viral dan diketahui semuanya.”
”Maksudmu kita akan menyebarkan ke seluruh negeri?”
”Cerdas, tidak hanya seluruh negeri. Tapi seluruh dunia. Jika masalah ini sudah tersebar secara global maka pemerintah mau tidak mau akan menyelesaikan ini sesuai hukum.”
”Baiklah aku mengerti, aku akan membuat semua ini menjadi viral.”
”Bagus, dan Nathali kau harus menjaga baik baik buku besar tambak, kita akan menggunakannya nanti di waktu yang tepat.” ucap Sari.
Di dalam buku besar tambak itu tertulis semua yang berkaitan dengan ZA chemical yang mengelola limbah tidak sesuai prosedur sehingga membahayakan masyarakat dan disitu juga tertulis semua aliran dana yang masuk dan daftar perusahaan cangkang yang dijadikan alat transaksi antara tambaj ikan itu dan ZA chemical.
itu salah satu bukti kuat yang bahkan tidak bisa di manipulasi. Sari sengaja tidak menunjukannya di awal agar Zayn merasa semua bisa dia bereskan namun nyatanya belum.
Sehingga dirinya tidak sempat mengantisipasi dan kehancurannya sudah bisa dipastikan.
...****************...