
*Breaking news hari ini, Zayn Anatama ketua yayasan ZA sekaligus CEO ZA chemical diperbolehkan pulang oleh pihak kejaksaan setelah tujuh belas jam di periksa, menurut pihak kejaksaan Zayn Anatama tidak bisa ditahan karena kurangnya bukti meski demikian Zayn Anatama masih harus wajib lapor dan juga dilarang bepergian keluar negeri. Demikian breaking news hari ini, saya Anindita melaporkan dari depan kantor kejaksaan Bandung.*
Sari langsung mematikan televisinya begitu berita itu selesai, sedangkan Arya yang sedang bersama Sari langsung saja bertanya.
”Prediksimu benar, Zayn tidak ditahan. Kalau begitu, sekarang saatnya kita menjalankan rencana kita.” tanya Arya.
”Iya, aku mohon bantuanmu ya sayang.” permintaan Sari dijawab oleh Arya dengan anggukan kepala, Arya langsung saja menelpon anak buahnya agar memulai rencana yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Untunglah Arya memiliki perusahaan media yang berkembang pesat sehingga mem viralkan sesuatu bukan hal yang sulit untuknya.
”Kita tunggu selama tiga hari, jika dalam tiga hari dia masih tidak dipanggil pihak kejaksaan artinya kita akan membongkar sedikit isi buku besar ke publik. Nathali, kau harus jaga buku itu baik baik. Itu buku aslinya sehingga tidak boleh sampai rusak, itu akan kita jadikan bukti di pengadilan nanti. Sedangkan yang akan kita bongkar nanti adalah copyannya, aku yakin Zayn berusaha mengambil buku itu dariku maka aku sengaja membuat yang sama persis namun itu bukan buku yang sebenarnya, agar Zayn mengira hanya perlu meredam kemarahan publik tanpa harus diperiksa kejaksaan kembali.” jelas Sari.
”Kalau begitu kau dalam bahaya, bagaimana kalau anak buah Zayn menyakitimu demi mendapatkan buku itu.” Arya sangat khawatir jika itu menyangkut keselamatan Sari.
”Tidak usah cemas, Nathali selalu berada di sisiku bahkan ketika aku ke toilet pun dia ikut dan menungguku diluar pintu.” ucap Sari dengan santai.
”Tapi..”
”Anda tidak perlu khawatir, saya prajurit terbaik di medan perang, saya bisa saja menjadi tentara jika mau hanya saja saya tidak ingin terikat dengan suatu negara sehingga saya memilih menjadi prajurit bayaran.” ucap Nathali dengan yakin.
”Baiklah kali ini aku percaya pada mu, tapi jika terjadi sesuatu pada kesayanganku ini maka aku akan melenyapkanmu dengan tanganku sendiri.” ancam Arya.
Nathali mengangguk tanpa membantah sedikitpun karena dia pun tidak akan berani hidup jika sesuatu terjadi pada Sari, dia akan mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan Sari.
”Sudahlah, kenapa kalian membicarakan kematian. Kita hanya perlu menunggu bom yang kita pasang meledak dengan sempurna. ” ucap Sari.
*Ucapan Sari ini hanya perumpamaan ya? dia tidak benar benar memasang bom, bom yang dia bicarakan adalah rencana yang sudah dia susun.*
...----------------...
Tiga hari ini tidak hanya satu kota yang dibuat heboh dengan berita mengenai Zayn, namun juga satu negeri dibuat heboh.
Tidak hanya itu, beberapa negara juga sudah mengkritik pemerintahan kita karena menganggap tidak tegas dalam menerapkan hukum bagi golongan atas.
Petisi dari para warga yang terdampak radiasi limbah itu juga para keluarga korban yang sedang berjuang dalam kankernya.
Beberapa warga di berbagai kota negeri ini pun demo menuntut keadilan bagi warga kota yang terdampak limbah. Bahkan mereka mengecam pemerintah karena menganggap hukum hanya tajam kebawah dan tumpul keatas.
Akibat dampak buruk yang terjadi di berbagai tempat akhirnya pemerintah pusat memberikan perintah kepada kejaksaan agung untuk turun tangan langsung terhadap kasus ini dan diharapkan transparan sehingga citra pemerintah, kejaksaan dan kepolisian bisa membaik di mata masyarakat.
Karena itulah saat ini Zayn berada di kejaksaan agung. Sudah dua puluh jam dia di periksa dengan dicecar banyak pertanyaan, dan para awak media pun menunggu konferensi pers hasil penyelidikan itu.
Setelah dua puluh lima jam berlalu akhirnya pihak kejaksaan agung memberikan informasi mengenai kasus itu melalui konferensi pers.
Dalam konferensi pers itu, kepala Jaksa Agung memberikan pernyataan bahwa Zayn Anatama dinyatakan bersalah dan ada juga beberapa orang dibawahnya yang juga ikut menjadi tersangka.
Para tersangka akan memulai proses pengadilan minggu depan sambil pihak kepolisian mengumpulkan bukti bukti lain mengenai kasus itu dan besok direncanakan para tersangka akan meminta maaf kepada masyarakat di depan pers.
...----------------...
”Syukurlah, kita sudah membereskan Zayn. Kita bisa fokus pada kesehatan orangtuamu.” ucap Arya sambil merangkul Sari.
”Tapi aku belum tenang kalau belum tahu hukuman Zayn, aku berniat meminta ayahmu menjadi kuasa hukum para korban sekalian mengawasi proses pengadilan agar Zayn dan antek anteknya di hukum seumur hidup atau dihukum mati sekalian. Setelah itu baru aku tenang.”
”Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita menemuinya di kantor?”
Pertanyaan Arya dijawab dengan anggukan kepala oleh Sari, kemudian mereka pergi menuju kantor pengacara Daniel Prayoga.
Sesampainya di kantor Daniel, mereka langsung dipersilahkan masuk menuju ruangan Daniel meskipun mereka belum membuat janji, tentunya hanya mereka yang bisa menemui Daniel tanpa janji.
Arya mengetuk pintu ruangan Daniel kemudian mereka langsung saja masuk tanpa permisi.
Sari memprotes perilaku Arya yang langsung masuk saja sebelum di persilahkan masuk.
”Sayang, kamu gak sopan. Bagaimana bisa langsung nyelonong masuk aja.” protes Sari.
”Gak apa apa sayang, yang punya ruangan juga gak akan marah. Iya kan pak Daniel Prayoga?” sindir Arya sambil menatap Daniel yang masih duduk di depan komputernya.
Anak ini memang gak ada sopan sopannya, kasian sekali wanita se sempurna Sari mendapatkan kekasih macam dia
Daniel hanya bisa mengeluh dalam hati atas perbuatan putranya itu, namun tentu saja dia juga tidak mempermasalahkan itu semua hanya saja dia pikir kalau putranya ini akan berbuat sopan jika di depan kekasihnya. Ternyata tidak sama sekali.
”Iya tidak apa apa, dia memang sudah biasa begitu. Bagaimanapun ini kan ruangan ayahnya sendiri jadi dia merasa seperti ruangannya sendiri. Iya kan putraku yang tampan?”
Daniel meledek karena dia juga tidak ingin kalah dengan putranya itu.
”Cih, ayah apanya.”
Daniel dan Sari tertawa melihat Arya yang tampak manyun.
”Yasudah, silahkan duduk saja kalau begitu.” ucap Daniel mempersilahkan Arya dan Sari duduk.
Setelah Sari dan Arya duduk, Daniel bertanya tentang keperluan mereka berdua.
”Ada apa ya? tumben kalian kesini berdua tanpa mengabari. ” tanya Daniel.
”Saya butuh bantuan anda.” ucap Sari.
Daniel bingung karena sepertinya ini urusan yang sangat penting sampai sampai mereka datang tanpa mengabari lebih dulu.
”Bantuan apa?” tanya Daniel.
”Jadi.... ”
...****************...