Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Panti Asuhan


Setiap keluarga yang harmonis pasti meluangkan satu hari dalam satu minggu untuk quality time. Begitupun dengan keluarga Jayadiningrat, hari ini waktunya mereka berkumpul bersama menghilangkan penat karena aktivitas sehari hari.


Walaupun keluarga Jayadiningrat adalah keluarga yang kaya raya tetapi mereka termasuk keluarga yang tidak suka berfoya foya. Biasanya waktu akhir pekan mereka habiskan dengan melakukan hal sederhana seperti piknik di halaman rumah, mancing di danau, ataupun hanya barbeque an di dekat kolam renang rumah mereka tak jarang pula mereka melakukan bakti sosial seperti mengunjungi panti asuhan dan juga panti jompo.


Begitu pula dengan hari ini, hari ini adalah hari minggu di akhir bulan dan juga waktunya mereka biasanya mengunjungi panti asuhan ataupun panti jompo.


”Mah, hari ini kita kemana?” Sari bertanya setelah selesai bersiap memakai pakaian rapi.


”Hari ini kita mau ke panti asuhan ya de, nanti pulangnya kita shoping gimana?” Mamahnya menjawab sambil memasukan beberapa amplop berisi uang di tasnya.


”Mah aku gak ikut ya? aku capek beberapa hari ini banyak pelajaran tambahan juga les jadi hari ini aku mau istirahat aja ya mah.” ucap Teguh yang sedang duduk di sofa kecil masih lengkap dengan piyama nya.


”Yaudh kamu istirahat aja, ntar malah sakit. Gapapa mamah sama ade dan papah aja.”


”Maaf ya mah, hari ini papah gak bisa ikut soalnya papah harus ketemu klien penting di cafe mau membahas proyek baru. Tapi kalo papah udah selesai papah akan nyusul kalian.”


”Yaudah gapapa pah, kalo engga biar mamah sama ade aja yang ke panti asuhan terus acara shoping nya di ganti dengan acara barbeque di dekat kolam aja gimana? nanti mamah sama ade sekalian beli dagingnya.” Rita memberi usul.


”Yaudh gitu aja mah, daripada pergi berduaan doang. Bukanya aku gak suka pergi ama mamah ya?” ucap Sari


”Iya sayang, mamah tau koq.”


Teguh dan Ilyas menyetujui usul yang diberikan Rita dan akhirnya mereka pergi menuju tujuan masing masing.


...----------------...


Sari dan mamahnya diantar oleh pak Salman, walaupun ia sudah berumur tapi ia supir yang dipercaya keluarganya karena sudah bekerja semenjak awal pernikahan Rita dan Ilyas. Sedangkan Ilyas diantar Wisnu, Sari memang memohon pada papahnya agar Wisnu menjadi supir pribadi papahnya saja dan menemani papahnya kemanapun ya bisa dibilang merangkap sebagai asisten pribadi juga.


Didalam mobil Alphard hitam Sari tampak menatap jalanan ibukota yang tampak sepi hari itu.


”Ade, mamah boleh tanya sesuatu gak?”


”Iya boleh lah mah, mamah mau tanya apa.” Sari menjawab sambil menengok ke arah mamahnya.


”Arya apa kabar? dia gak pernah main ke rumah ya kalau gak kita undang.”


”Kenapa mamah tiba tiba ngomongin Arya?”


”Ade, mamah tau kamu suka ya sama Arya.” tanya Rita sambil tersenyum.


”Maa mah tau darimana?”


”Kamu ini anak kandung mamah, gak mungkin mamah gatau kalau anak mamah ini lagi jatuh cinta.”


Sari tersenyum malu, Rita yang melihat senyum di wajah putrinya itu juga merasa bahagia karena putrinya ini tidak pernah membuka hatinya untuk orang lain selain untuk keluarganya ternyata bisa juga jatuh cinta.


”Tapi mah, apa mamah setuju aku sama Arya, dia kan..” Sari enggan melanjutkan omongannya karena merasa ragu.


”Arya apa? Arya cuma detective pemula gitu? Apa kami berfikir kalo mamah dan papah orang yang seperti itu?”


Sari menggeleng karena dia tahu betul karakter orang tuanya yang tidak memandang status.


”Kalo mamah apapun pilihan kamu pasti mamah setuju, hanya saja mamah takut kamu terluka kalau menjalani hubungan ini.”


”Terluka?”


”Iya, kamu kan baru 17 tahun sedangkan Arya 25 tahun. Umur kalian terpaut jauh, walaupun Arya memang tampan dan seperti masih 20tahunan tapi mamah takut kamu dijauhi teman teman kamu gara gara gitu.”


Sari hanya tertawa yang melihat mamahnya mengkhawatirkan hal yang gak perlu.


”Mah, mamah kan tau teman aku itu cuma Nabila. Aku gak suka punya temen karena merepotkan.”


”Hah, benar juga. Kenapa mamah mengkhawatirkan hal seperti itu ya? mungkin karena mamah takut anak mamah dewasa trus pergi ninggalin mamah deh,”


”Mamah jangan takut ya, aku kan masih SMA jadi aku belum kepikiran sampe sejauh itu, aku mau kuliah dulu dan mencapai cita cita aku.”


”Lagi lagi anak mamah ini bicaranya seperti orang dewasa, mamah jadi merasa yang seperti anak kecil kalo dihadapan kamu.” Rita memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang.


”Selamat datang bu Jayadiningrat dan putrinya di panti asuhan BAROKAH, saya Ranti pengelola panti ini.” sapa ibu pengelola panti.


”Terimakasih sudah menyambut kami bu Ranti.”


Rita menyuruh pak Salman menurunkan kotak kotak berisi sembako dan juga hadiah untuk anak anak di bagasi mobilnya.


”Ya ampun bu, terimaksih sudah memperhatikan anak anak dengan membawa hadiah sebanyak ini.”


”Gak masalah, saya kesini juga ingin membicarakan tentang keluarga kami yang ingin menjadi donatur tetap di panti ini.”


”Iya, kalau begitu mari bicarakan hal tersebut di kantor saya. Mari mari silahkan,”


Ibu panti mengajak mereka ke kantornya yang letaknya ada di samping taman panti, namun di pertengahan jalan Sari meminta ijin untuk bermain dengan anak anak yang sedang ada di taman.


”Bu panti, saya boleh gak main sama anak anak?”


”Boleh dong, silahkan.”


”Mah, aku main sama anak anak ya?”


”Iya sayang, mamah bicara dulu sama bu panti nanti mamah kesini lagi ya.”


”Ok.”


Sari pergi ke taman dan mulai bermain dengan anak anak panti yang masih usia anak SD sekitar 6 tahun sampai 10tahinan.


”Ade ade, kakak Sari boleh ikut main kejar kejaran gak?”


”Boleh kak, tapi kakak yang nangkep kami ya? mata kakak harus ditutup kain hitam ini dulu.”ucap salah satu anak perempuan yang berusia sekitar 9 tahunan sambil menutup mata Sari dengan kain hitam.


”Oke, sekarang kakak cari kalian ya? yang ketangkep akan jaga selanjutnya.”


Sari mulai berjalan untuk menangkap anak anak yang berlarian di sekitarnya. Dia sangat bahagia bisa bermain dengan anak anak seperti itu, namun beberapa saat setelah dia mencoba menangkap ternyata ia menabrak seseorang yang ia pikir salah satu anak anak yang sedang bermain dengannya,ia langsung memeluknya sebagai tanda sudah menangkap anak tersebut.


”Nah, ketangkep ya kamu harus jaga sekarang.” Sari dengan perasaan senang langsung membuka menarik kain hitam di matanya dan bisa melihat dengan jelas siapa yang ia peluk.


Namun, orang yang sama sekali tidak ia harapkan malah muncul dihadapannya bahkan malah ada di pelukannya. Sari sangat terkejut hingga ia hanya bisa diam mematung.


”Ciyeeeee kak Doni sama kak Sari.”


Suara anak anak langsung membuat Sari tersadar dan melepaskan pelukannya.


”Husst anak anak ga baik ya ngeledekin orang dewasa.” ucap Doni menasehati anak anak.


”Maaf kak.”


”Tau gapapa, tapi jangan diulangi lagi ya?”


”Baik kak.”


Sari hanya diam karena perasaannya gak karuan bertemu dengan orang yang akan menjadi salah satu penyebab kehancuran keluarganya.


”Maafin anak anak ya, kamu diem pasti kesel ya? mereka cuma anak anak gak ada maksud lain koq.” ucap Doni.


”Gapapa, saya pergi dulu.” Sari pergi melangkah meninggalkan taman dengan wajah kesal menuju mobil dan masuk kedalamnya dengan membanting pintu mobil.


”Pak, bapak tunggu diluar dulu ya maaf, sampai mamah datang. Aku mau didalam mobil sendirian dulu.” ucapnya dengan sopan.


Pak Salman mengiyakan tanpa banyak bertanya, karena memang karakter Pak Salman yang benar benar niat kerja dan tidak ingin ikut campur urusan majikannya.


Sari yang sedari tadi menahan amarahnya langsung berteriak di dalam mobil dia sangat tidak menyangka bertemu orang yang sangat ia benci hari ini.


...****************...