
”Apa ini ya tempatnya? ”
Sari tampak bermonolog sendiri sembari melihat alamat yang ia dapatkan dari internet.
” Aku gak nyangka orang seperti dia pernah juga mengalami hal sulit begini, ya roda memang berputar si. ” gumamnya sambil melihat plang di depan sebuah ruko kecil yang terlihat kumuh bertuliskan DETEKTIF SWASTA ARYA WIJAYAKUSUMA.
” Permisi. ” ujarnya sambil membuka pintu kaca
ruko dan melangkah masuk kedalam.
Tiba tiba saja seorang pria berusia 25 tahunan muncul dari bawah meja dan sontak membuat Sari tersentak kaget.
”Ya Ampun. Maaf, bisakah saya bertemu pak Arya? ” tanyanya dengan sedikit gemetar karena kaget.
” Oh ternyata ada klien, silahkan duduk dulu. ” jawab pria itu sambil memungut beberapa lembar kertas di lantai.
Pria itu tampak memungut beberapa kertas yang tergeletak di lantai dengan buru buru.
Jeeddaaaakkk
”Aduh”
Pria itu terlihat meringis kesakitan karena kepalanya terpentok meja saat akan berdiri.
”Bapak gak apa apa? apa sakit? ” tanya Sari keheranan.
”Ah saya gak papa, silahkan duduk. Maaf sedikit berantakan.”
Sari duduk dan melihat sekeliling ruangan yang tampak berantakan.
” Maaf, apa saya bisa bertemu pak Arya? ”
”Saya Arya, seperti yang anda lihat diruangan yang kecil ini hanya ada saya.” jawabnya sambil cengengesan.
Dia Arya Wijaya Kusuma? aku gak nyangka Arya orang yang tampak ceroboh dan seperti gak meyakinkan gini, kalo bukan karena aku sudah tahu nantinya ia akan jadi detektif terbaik yang ada di negeri ini, mungkin aku juga gak begitu mempercayainya, batinnya
”Ah maaf, saya kurang sopan. ”
”Ah, gak papa saya paham koq, ya penampilan saya memang begini, hehe. Oh iya, mau minum apa? kalau kopi sachet apa gapapa? tanya Arya
”Oh boleh,”
” Silahkan” Arya tampak menyodorkan segelas kopi yang baru saja ia seduh dengan air panas.
” Terimakasih. ” jawab Sari sambil menerima secangkir kopi itu.
”Jadi apa ada yang bisa saya bantu? ah maaf sebelumnya nama anda siapa? ” tanya Arya
” Saya Sari, bapak bisa bicara santai saja pada saya, sebenarnya saya juga masih SMA. ”
Arya tampak keheranan bagaimana bisa siswi SMA datang menemui detektif, ah paling ini masalah sepele soal cinta monyet, batin Arya meremehkan.
”Pak Arya tenang aja, walau saya masih sekolah tapi saya sanggup membayar bapak koq. ” ujar Sari.
Mendengar itu Arya tampak tertarik, karena sejujurnya ia butuh uang untuk membayar sewa rukonya, semenjak ia menjadi detektif swasta ia hanya mendapat klien klien yang biasa saja seperti mencari anjingnya yang hilang, memata matai pacarnya, bahkan ada juga kakek kakek yang meminta ia mencari cinta masa kecil yang hanya diketahui ciri ciri waktu ia masih kecil dan itu semua pun bayarannya tak seberapa.
”Ya baiklah, jadi kamu mau minta saya memata matai pacar kamu? atau mencari hewan peliharaan mu yang hilang? ” tanya Arya dengan santai.
”Maaf bukan itu, saya mau minta anda menyelidiki orang ini.” ucap Sari sambil memberikan foto supirnya.
”Namanya Heru, dia supir dirumah saya, masalahnya yang kami tahu hanyalah nama dan alamat tempat tinggal yang sekarang, ia dipekerjakan karena pernah menolong mama saya waktu kecopetan. Saya minta anda mencari tau asal usulnya atau apapun hal remeh tentang dia, saya juga mau anda mengikuti dan dengan siapa saja orang ini bertemu.” jelas Sari.
Arya melihat foto itu tampak seperti pria berusia 40 tahunan, apa iya ini cinta antara anak majikan dan supir? tapi dia kan cantik dan masih muda terus kaya lagi masa mau ama pria tua begini, gumamnya lirih.
”Anda bilang apa barusan? ” tanya Sari.
”Ah tidak, kalau boleh tau kamu tipe orang yang suka pria yang matang? ” ucap Arya serius.
Detektif terbaik apanya, masa iya pikirannya aneh aneh begini? aku heran bagaimana caranya ia nanti bisa sukses ya, batin Sari
”Pak, saya minta bapak mengerjakan apa yang saya minta aja ya pak, dan jangan bertanya ya pak. Apa bisa? ”
”Ya baiklah, ”
” Ini 10 juta sebagai DP, ya anggap saja biaya perjalanan dinas anda. Setelah semua beres, saya akan tambah 30juta lagi. Bagaimana apa cukup? ” Sari berkata sambil menyodorkan amplop coklat berisi uang.
Selama ini, Sari menabung dari uang jajan yang diberikan orangtuanya. Uang jajannya memang besar jika dibandingkan anak lain, sehingga tabungannya saat ini kira kira cukuplah untuk membeli sebuah mobil BMW.
”Ya memang cukup, tapi apa saya boleh tahu ini uang di dapat darimana? jika ilegal, maaf saya tidak bisa. ” tanya Arya
” Itu tabungan saya dari uang jajan yang diberikan orangtua saya, tenang aja itu bukan uang ilegal. Lagipula saya anak kecil biasa mana mungkin saya melakukan tindakan ilegal. ” jawab Sari tanpa ekspresi.
”Mana ada anak kecil biasa mendatangi detektif,” gumam Arya.
”Saya bisa dengar loh, udahlah jangan banyak tanya lagi. Bapak bisa gak? kalo gabisa gapapa saya bisa mencari detektif lain. ” Ucap Sari kesal.
”Iya saya bisa, tapi saya minta nomer HP kamu, biar saya gampang menghubungi untuk memberikan informasi. ” jawab Arya
”Ini nomer HP saya, kalau begitu saya permisi dulu. Tolong kerjakan dengan baik. ”
”Iya iya. ” jawab Arya
...----------------...
”Aku gak nyangka bakalan dapat klien anak masih SMA tapi entah kenapa pemikiran nya tidak seperti anak seumurannya, ia juga punya banyak uang karena menabung, bahkan mencurigai supirnya entah curiga karena apa? Gadis ini benar benar bukan gadis biasa. ”
Arya bermonolog sendiri sambil membuka laptopnya,
”Tadi dia hanya bilang namanya Sari, kira kira dia dari keluarga mana ya? Aku bukannya mau menyelidiki klien ya? aku hanya penasaran, jadi ini gak melanggar prinsipku. ” gumamnya sambil membenarkan tindakannya.
Ternyata kliennya kali ini adalah Sari Jayadiningrat, anak kedua dari pengusaha sukses Ilyas Jayadiningrat.
”Ah, ternyata gak semua konglomerat itu mempunyai anak yang suka foya foya gak jelas ya, buktinya gadis ini bahkan menabung kan uangnya dan ternyata ia juga pandai dilihat dari banyaknya kejuaraan Olimpiade. ” ujar Arya sambil tersenyum tipis.
...----------------...
”Masalah mang heru anggap aja selesai, jika ia ada hubungannya dengan kecelakaan yang menimpa orangtuaku maka akan kupastikan ia menderita, sekarang bagaimana lagi caranya aku bisa menghalangi orangtuaku pergi, aku gak bisa minta mereka menunda perjalanan untuk hal hal seperti itu, apa aku bilang kalau aku dapat ramalan kalau hari itu aku akan mendapat musibah? ah pasti nanti kak Teguh bakalan bilang kalau aku kesambet lagi, apa aku ikut aja dalam perjalanan mereka? Tapi bagaimana kalau kita tetap kecelakaan? Sari. . . ayo berfikir, apa yang kira kira bisa menghentikan perjalan bisnis itu. ”
Sari terlihat bermonolog sendiri sambil mondar mandir di dalam kamar hingga tiba tiba ia terkejut karena ada kecoa.
aaaaaaakkkkhhhhhh
Orangtua Sari, kak Teguh, bahkan sampai bi Inah art dirumahnya berlari ke kamar Sari dengan panik.
”Sayang, ada apa?” tanya mamahnya sambil terlihat panik dan memeriksa seluruh tubuh Sari bolak balik.
”Ada apa de, kenapa berteriak begitu apa ada yang sakit, kita ke rumah sakit sekarang ya? ” tambah papahnya panik.
”Ayo pah, bawa ade ke rumah sakit cepet. ” ucap Teguh.
” Biar saya bilang mang Heru untuk menyiapkan mobil ya Tuan, ” tambah bi Inah
Tiba tiba Sari tersenyum, kenapa ia tidak memikirkan ini sebelumnya? aku harus sakit pada tanggal 3 Oktober bagaimanapun caranya, hanya itu satu satunya yang bisa membuat mamah dan papah menunda perjalanannya, pikir Sari.
”Mah pah kak Teguh bi inah, kalian gak usah khawatir ya? saat ini aku gak sakit koq, tadi cuma kaget karena ada kecoa. hehehe” jawab Sari cengingisan.
”Ya ampun sayang, kamu itu bikin kami cemas tau gak? syukurlah kamu gapapa. ” ucap mamah sambil mengusap rambut Sari.
”Dimana kecoa nya, biar papah sentil. Seenaknya aja bikin anak papah yang cantik ini kaget. ” ledek papahnya.
”Iya pah, kita harus penjarain itu kecoa juga karena udah bikin ade teriak teriak. ” tambah Teguh meledek juga.
”Mah, liat tuh sekarang papah ikut ikutan kak Teguh suka ngeledekin aku. ” rengek Sari manja.
”Iya iya, papah sama kak Teguh nih jangan ngeledekin ade mulu donk. Gimana kalau kecoanya kita hukum cambuk juga. ” jawab mamahnya ikut meledek.
”Aaah,, mamah mah ikutan ngeledekin ade deh. Bi inah liat mereka ngeledekin aku. ” rengek Sari sambil berlari ke arah bi inah.
”Tuan, Nyonya, den Teguh tolong jangan ngeledekin non Sari terus ya. ” ucap bi Inah tampak membela.
”Emang, cuma bi inah yang sayang sama aku dirumah ini, ” ujar Sari sambil memeluk bi inah.
”Bagaimana kalau kecoanya bibi goreng biar jadi hidangan tikus non? ” tampak bi inah juga meledek.
Sari sontak melepaskan pelukannya dan cemberut
”Ah, bi inah sama aja nih.”
Sari ngambek dengan diiringi suara tertawa orang orang yang ia sayangi. Betapa berharganya moment itu bagi Sari, ia ingin selamanya mereka bisa bercanda dan berbahagia seperti malam itu.
Namun untuk mewujudkan nya Sari harus berusaha keras merubah apa yang akan terjadi.
...****************...