
Pagi itu sekitar pukul sepuluh pagi, tampak tiba sebuah mobil Alphard hitam berhenti didepan kantor polisi.
Sang supir turun kemudian membukakan pintu penumpang bagian belakang, dan turunlah Daniel kemudian Sari.
Awak media yang sudah menunggu sedari pagi buta langsung saja menyerbu mereka demi mendapatkan berita eksklusif yang banyak ditunggu masyarakat.
Tentu saja Sari di dampingi bodyguardnya dan juga Daniel sehingga mereka bisa menerobos masuk kedalam melewati para wartawan.
Wartawan hanya mendapatkan foto Sari namun belum mendapatkan berita apapun karena Sari hanya diam.
Setelah masuk, mereka langsung di antar oleh salah satu petugas polisi menuju ruang interogasi.
Tentu saja hanya Sari yang akan diperiksa sebagai saksi dan Daniel yang merupakan kuasa hukumnya yang bisa masuk, sedangkan Nathali hanya bisa menunggu di luar pintu.
Sari dan Daniel tampak duduk berdampingan di kursi yang sudah ada, tidak lama kemudian detective yang ditugaskan menginterogasinya masuk dengan membawa setumpuk berkas.
Awalnya detective itu menawarinya minuman untuk basa basi, karena dia tahu yang di depannya ini bukanlah orang biasa. Namun Daniel meminta detective itu langsung ke pertanyaan saja karena kliennya ini sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk basa basi.
Detective itu akhirnya memulai pertanyaan pertama mengenai kebenaran video yang beredar, tentu saja Sari mengatakan yang sejujurnya bahwa dia datang ke lokasi setelah mendengar suara tembakan namun saat tiba di lokasi seorang wanita sudah sekarat dengan luka tembaknya dan dipangku oleh seorang wanita tua yang merupakan asisten rumah tangganya.
Detective itu bertanya lalu kemana wanita tua itu pergi? dan bagaimana keadaan wanita yang tertembak itu.
Sari juga menjawab dengan jujur bahwa wanita tua itu bunuh diri dengan pistol yang dia rebut dari saku bodyguard nya setelah kematian wanita muda yang merupakan cucu kandungnya itu.
Setelah mendengar jawaban itu detective itu bertanya lagi bagaimana bisa bodyguardnya memiliki pistol? dan dimana kedua jenazah ini dikubur? lalu kenapa tidak melakukannya ke polisi?.
Daniel merasa Sari dicecar pertanyaan yang memojokkan nya, dia merasa mungkin saja detective ini mencoba menekan Sari demi mendapatkan koneksi.
Sari yang diam membuat detective itu gusar, dia menggebrak meja dan memaksa Sari menjawabnya, namun hal itu justru membuat Daniel tersulut amarah.
”Jangan gunakan kekerasan atau mengintimidasi saksi seperti ini, anda sudah melanggar peraturan jadi saya meminta anda diganti.” tegas Daniel.
Detective itu langsung menghela napas sambil mengontrol emosinya, dia seharusnya tidak menggebrak meja dan bersabar sampai saksi menjawab pertanyaannya.
”Baiklah saya minta maaf, saya terlalu emosi karena Bu Sari hanya diam.”
”Klien saya ini saksi bukannya terdakwa jadi anda tidak bisa menginterogasi klien saya dengan cara seperti ini.”
”Baiklah saya minta maaf, saya tidak akan menggebrak meja lagi.”
Sari meminta Daniel untuk tenang dan melewatkan masalah ini, dia juga tidak ingin memakan lebih banyak waktu lagi karena harus mengganti detective yang lain. Akhirnya Daniel pun membiarkan masalah ini berlalu.
Daniel langsung mengeluarkan semua bukti yang sudah di siapkan sebelumnya sambil menyuruh Detective itu membaca semua dokumen yang dia berikan.
”Itu adalah surat izin penggunaan pistol, dan surat kuasa dari keluarga kedua korban satu satunya yang meminta kedua korban dimakamkan dengan layak tanpa melaporkannya pada polisi, dia ingin keduanya tidak dibahas oleh masyarakat luas apalagi dia yang merupakan satu satunya keluarga yang tersisa dari kedua korban juga saat ini mendekam di penjara.” jelas Daniel kemudian dia memberikan flashdisk yang berisi rekaman CCTV di lokasi kejadian.
”Baiklah saya mengerti, lalu siapa yang menembak?”
” Dengan ini klien saya tidak bisa ditahan, semua bukti itu tidak ada yang menunjukan bahwa klien saya pelakunya.”
”Ya setelah ini anda berdua bisa pulang tapi anda ibu Sari dilarang bepergian keluar kota apalagi keluar negeri untuk sementara ini.”
”Baiklah.”
”Satu lagi,besok saya dan beberapa anggota lainnya akan mendatangi kediaman anda dan mengecek seluruh rekaman CCTV di rumah anda.”
”Ya tapi saya minta satu persyaratan, jika anda mau membuat konferensi pers ke media tolong jangan menyebutkan kedua identitas korban karena keluarga korban meminta nama mereka tidak menjadi pembicaraan publik, itulah sebabnya saya tidak melaporkan kejadian ini ke polisi.”
Detective itu mengangguk kemudian Sari dan Daniel bisa pulang setelah menyelesaikan prosedur pemeriksaan formal.
Meski hanya beberapa pertanyaan saja yang di tanyakan detective itu namun ternyata mereka membutuhkan waktu tiga jam dalam pemeriksaan itu.
Sekitar pukul satu siang Sari, Daniel dan Nathali keluar dari kantor polisi dan mereka langsung di kerumuni wartawan.
Semua wartawan menanyakan hal yang sama yaitu apakah video itu benar? apakah anda akan diperiksa lagi mengenai kasus ini?
Sari memasang wajah tenang dan santai sedangkan Daniel memasang wajah serius karena dia yang akan bicara mewakili Sari mulai saat ini.
”Baik, pertama tama saya yang merupakan kuasa hukum Sari Jayadiningrat mulai sekarang juga sebagai juru bicara klien saya. Saya akan menjawab pertanyaan Anda sekalian asalkan kalian semua tenang.”
Dengan sekejap suasana menjadi tenang, hanya kamera yang menyoroti mereka bertiga.
”Klien saya diizinkan pulang karena tidak ada bukti bahwa klien saya terlibat dalam kasus itu, memang video itu benar namun itu tidak semuanya. Kami akan merilis video versi full nya setelah ini, klien saya di fitnah karena berada dalam situasi yang salah. Namun, saya sebagai kliennya akan mendampinginya dan membuat laporan mengenai pencemaran nama baik kepada si pengunggah video pertama. Jadi untuk kalian semua mohon tidak menyebar berita palsu mengenai klien saya. Sekian.”
Setelah mengucapkan kalimat panjang itu mereka bertiga menuju mobil, meskipun wartawan terus menanyakan berbagai pertanyaan dan juga terus merekam mereka namun mereka tidak memberikan pernyataan lagi setelah ucapan terakhir Daniel.
Setelah masuk mobil tidak lama kemudian muncul video versi full mengenai kasus yang menyeret nama CEO CH group.
Tentu saja itu sudah direncanakan dan tugas itu adalah tanggung jawab Arya.
Arya bahkan meminta anak buahnya yang berada di perusahaan media miliknya untuk menyebarkan video itu ke semua saluran TV yang berada dalam nauangannya dan juga media sosial dan elektronik yang juga dalam kendalinya.
Tidak hanya video full kejadian malam itu, namun Arya juga menyebarkan video warga yang menjadi korban ZA chemical mengenai Sari yang merupakan orang yang membantu mereka dalam menghadapi ketidakadilan ZA chemical.
Mereka sangat berterima kasih pada Sari karena sudah menyemangati dan membantu mereka semua untuk melawan penguasa penindas, jika bukan karena Sari mungki mereka tidak akan memiliki keberanian untuk speak up ataupun bisa melawan penindasan.
Berita yang disebarkan Arya langsung viral, semua warga langsung memuji tindakan Sari dan tidak menyangka bahwa masih ada orang kaya yang perduli pada penderitaan warga miskin.
Bahkan hastag #SaveSari dan #Sarithenextwalikota viral di media sosial.
...****************...