Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Kabar Mengejutkan


Pagi harinya Sari yang sudah bersiap untuk ke sekolah berjalan menuju meja makan untuk sarapan, tidak seperti biasanya yang lain sudah menunggu dengan wajah serius.


”Ada apa ini? kenapa wajahnya serius semua. Kita gak mulai sarapan?” tanya Sari dengan wajah kebingungan namun tidak ada satupun yang menjawab.


”Mah pah kak teguh. Ada apa si?”


Papahnya langsung bangun dari duduknya dan berpamitan untuk berangkat ke kantor.


”Papah mau ke kantor. Papah gak mau bicarain ini lagi.” Ilyas langsung pergi setelah berpamitan dengan wajah marah.


”Mamah juga mau ke kamar.” Rita menaiki tangga dan pergi ke kamarnya.


Melihat tingkah orangtuanya, ia menjadi semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi.


”Kak, ada apa? kenapa mamah dan papah begitu marah?”


”Setelah Lulus, kakak mau menikah dengan tante Sarah.”


”Apa?” Sari kaget mendengar ucapan Teguh.


Teguh hanya diam dengan ekspresi wajah suram.


”Umur kakak 20 tahun sedangkan tante Sarah udah 38 tahun. Apa kakak sudah gila menikah dengan nenek nenek? kakak itu tampan, banyak yang suka sama kakak. Aku sama sekali gak setuju.”


”Tapi ini semua demi keutuhan keluarga kita.”


”Keluarga kita apanya, kakak jangan bertindak nekat ya? pokoknya aku minta kakak jauhi tante Sarah, mulai hari ini kakak harus selalu sama aku. Aku akan mengawasi kakak, setelah lulus kakak kuliah aja keluar negeri, aku akan buat kalian jauh.”


Sari sangat marah pada keputusan Teguh yang menurutnya gila, padahal ia khawatir bahwa papahnya akan tergoda oleh tante Sarah, ternyata dia malah mengincar kak Teguh.


”De, kalau aku gak menikah dengan tante Sarah nanti dia akan merusak rumah tangga orangtua kita.” ucap Teguh sedih.


”Hah, apa kakak bodoh? apa kakak pikir papah dengan mudahnya tergoda sama wanita itu. Dia gak akan bisa merusak rumah tangga orangtua kita. Jadi kakak gak perlu menikahi wanita gila itu, aku yang akan membereskan dia.”


”De, kamu gak tau apa apa. Jadi kamu jangan berbuat apa apa, kamu gak tahu siapa yang kamu hadapi. Kakak yang akan urus wanita itu, kakak akan melindungi kalian semua. Jadi walaupun kalian gak setuju, aku akan tetap menikahi wanita itu dan membawanya ke rumah ini.” Bentak Teguh sambil pergi.


Sari marah dengan tindakan kakaknya, ia menghancurkan semua hidangan yang ada di meja makan kemudian duduk terjatuh di lantai. Bi inah dan pelayan lain yang mendengar suara pecahan piring langsung menghampiri ruang makan. Bi inah langsung yang melihat Sari di lantai dengan pecahan piring dan makanan yang berserakan di lantai langung menghampiri Sari dan memeluknya, ia juga menyuruh pelayan lain untuk membereskan pecahan piring.


”Bereskan semuanya jangan sampai ada yang tersisa pecahannya. Dan salah satu tolong ambilin kotak P3K”


Para pelayan lagsung membereskan pecahan dan salah seorang mengambil kotak P3K.


”Ya ampun lihat ini tangan non berdarah. Kenapa non seperti ini sih.” ucap bi Inah sambil mengobati luka di tangan Sari.


Sari tetap terdiam walaupun tangannya penuh dengan darah, dia hanya berpikir bahwa lagi lagi dia lengah, dia salah membaca rencana Sarah. Saat ini ia sedang berfikir bagaimana caranya menggalkan pernikahan itu.


Saat ini belum terlambat membuat kakak berubah pikiran, aku harus tahu apa ancaman apa yang kakak terima sampai terpaksa menikahi wanita itu. Sialan lagi lagi gue lengah.


Sari langsung bangun dan pergi begitu saja padahal luka ditangannya belum selesai diobati.


”Non mau pergi kemana, belum selesai diobati non..” Teriak bi Inah.


...----------------...


Braakk.


Sari membuka pintu kantor Arya dengan kasar karena terburu buru, hal itu membuat Arya terkejut.


”Kita harus bantu kakakku, aku sudah salah. Bukan Papahku yang diincar tapi kakakku. Cepat, kita harus cepat.” ucap Sari dengan panik.


”Pelan pelan bicaranya, tarik napas dulu terus buang. Tenangkan dirimu dulu baru bicara ya?” Arya mengajak Sari duduk di sofa dan memberikan segelas air putih. Arya melihat ada darah di tangan Sari sehingga dengan segera ia mengambil kotak P3K.


”Lihat ini, kenapa kamu bisa luka begini.” omel Arya sambil mengobati tangan Sari


”Sekarang cerita pelan pelan.”


Setelah meminum air putih, Sari bercerita sambil tangannya diobati Arya.


”Aku udah salah sangka ya, ternyata yang tante Sarah incar bukan papahku, tapi kak Teguh. Baru saja kak Teguh minta ijin menikahi wanita itu setelah dia lulus.”


”Apa?” Arya tersentak karena kaget. ”Bagaimana bisa? Teguh itu ganteng gak mungkin dia mau ama wanita tua begitu. Apa Teguh di pelet?”


”Bukan itu, tadi kak Teguh sempat bilang dia terpaksa demi menjaga keutuhan rumah tangga orangtua kita. Sepertinya dia diancam, tapi masalahnya ancaman apa sampai dengan bodohnya kak Teguh mau menikahi wanita itu.”


”Baiklah sekarang aku mengerti, aku akan menyelidiki ini. Aku akan cari tahu ancaman apa yang diterima Teguh, kamu jangan lakukan hal berbahaya. Aku gak mau kamu terluka, ngerti.” ucap Arya sambil memegang kedua pipi Sari dan dijawab dengan anggukan kepala.


”Aku akan selalu bersama kak Teguh, agar dia tidak punya kesempatan berhubungan dengan wanita itu. Untuk sementara aku gak bisa menemuimu dulu ya? kita harus menggagalkan rencana pernikahannya.”


”Iya kamu tenang aja ya, aku akan nyari bukti ancaman apa yang Sarah lakukan, lalu jika kita tidak punya pilihan lain kita akan gunakan bukti hubungannya dengan mantan supir kamu untuk mengancamnya.”


”Kamu memang benar tapi sepertinya hal itu masih kurang, ternyata wanita itu benar benar ular.”


”Yaudh, kalau begitu bagaimana kalau kamu kuantar ke sekolah. Nanti kamu terlambat, setelah mengantarmu aku akan langsung menyelidiki. Kamu harus tetap berada di sisi Teguh kan? jadi kamu juga harus berada di sekolah.”


”Iya kami benar. Ayo.”


...----------------...


Sari sedang berjalan menuju kelas kak Teguh, ia ingin mengecek apakah kakaknya ada di kelas atau tidak. Namun setelah sampai didepan kelas kakaknya, dia melihat Tania si anak baru ada di depan kelas kak Teguh juga, ia sedang mengintip dari balik jendela kaca. Sari mendekatinya untuk bertanya.


”Kakak sedang apa?” tanya Sari di dekat telinga Tania, sontak Tania terkejut dan berbalik badan.


”Yaampun, bikin kaget aja. Lho Sari, kamu ngapain kesini.”


”Harusnya aku yang tanya, ini kan bukan kelas kakak kenapa kakak ada disini. Kalau aku mah ingin mengecek apa kak Teguh ada dikelas atau enggak.”


”Teguh ada dikelas koq, tapi daritadi wajahnya suram. Apa dia ada masalah?”


”Jadi kakak sedang mengintip kak Teguh?”


”Aku gak mengintip, aku cuma melihatnya diam diam.” bantah Tania.


”Itu namanya mengintip, kakak suka sama kakakku ya? mau aku bantu?”


”Serius? mimpi apa aku semalem, kamu yang susah banget diajakin temenan tiba tiba mau bantuin aku. Ya Tuhan sepertinya di kehidupan ku sebelumnya aku menyelematkan negara ini.”


”Kakak lebay ya, jadi mau gak? kalau mau sekarang kakak ikut aku, aku akan kasih tahu semua kesukaan kak Teguh. aku juga akan mengundang kakak kerumahku biar kakak bisa sering ngobrol sama kak Teguh.” ucapnya.


Sari berjalan bersama Tania menuju kantin, ia menceritakan semua tentang kakaknya, ia juga memberikan nomor HPnya dan juga nomor HP kakaknya.


Semoga Tania bisa membuat kakakku jatuh cinta, supaya kakakku bisa meninggalkan wanita itu. Sambil aku melihat apakah Tania cocok untuk menjadi pasangan kakakku, jika tidak cocok setelah masalah wanita itu, aku bisa menyingkirkan Tania. Yang terpenting saat ini adalah aku harus bisa membatalkan pernikahan sialan itu.


...****************...