Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Special Episode 1


Acara pernikahan yang digelar hanya enam jam itupun selesai, sejujurnya acara ini di adakan sesederhana mungkin tapi siapa yang menyangka akan ada banyak tamu yang datang.


Awalnya acara itu hanya akan diadakan selama dua jam karena memang mempelai ingin acara di adakan secara sederhana dan hanya mengundang keluarga dan teman terdekat.


Namun siapa yang menyangka bahwa orangtua Sari sudah mempersiapkan segalanya untuk acara selama enam jam itu, ternyata tanpa sepengetahuan putrinya itu mereka mengundang banyak orang termasuk teman teman beberapa klub yang Ilyas ikuti beberapa minggu belakangan ini.


Jadilah acara itu berlangsung enam jam, meski melelahkan namun karena melihat semua orang menikmati pesta dan tersenyum bahagia membuat Sari melupakan rasa lelahnya.


Setelah acara itu selesai, Sari dan Arya langsung bertolak ke kepulauan amaldives. Mereka memang sudah berencana bulan madu di sana selama seminggu. Sejak dulu Sari sangat ingin pergi ke kepulauan Maldives.


Kepulauan Maldives adalah nama dari suatu pulau yang letaknya masih di kawasan Asia sehingga terjangkau dari Indonesia. Pulau Maldives dan sekitarnya memang sering dijadikan tempat favorit bagi pasangan yang ingin berbulan madu setelah menikah.


Kepulauan Maldives ini sendiri sebenarnya terdiri dari banyak pulau kecil yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Maka dari itu pemandangannya sangat indah.


Pada malam hari, jika wisatawan duduk di tepi pantai, mereka akan melihat gemerlap cahaya kecil yang berasal dari pulau lain yang begitu indah. Apalagi jika cuaca sedang cerah dan dilengkapi dengan cahaya bintang dan rembulan. Pasti suasananya akan sangat romantis.


Di Pulau Maldives juga ada program khusus bulan madu yang bernama Deserted Couple. Pada program ini, setiap pasangan akan dibawa berkeliling, salah satunya ke pulau tak berpenghuni. Mereka hanya dibekali makanan, lalu dibiarkan mengeksplor pulau hingga sore. Setelah sore, mereka akan dijemput kembali. Program ini ingin menekankan kesan dunia hanya milik berdua. Bagaimana? Unik bukan?


Itulah alasannya Sari sangat ingin berbulan madu di sana, bahkan dia sudah memesan segalanya termasuk program Deserted Couple.


Dia tahu bahwa Arya memang menyukai hal hal seperti traveling, hiking dan segala sesuatu tentang mengeksplor alam. Meski dia tidak terlalu menyukai hal yang melelahkan seperti itu, namun dia yakin bahwa hal itu akan menyenangkan jika dilakukan berdua dengan Arya. Dia bahkan sudah tersenyum sendiri selama berada di dalam pesawat.


Setelah perjalanan selama tiga belas jam empat puluh menit, akhirnya mereka tiba di Bandara Internasional Male.


Setelah itu mereka menuju resort W Maldives, Resort ini berlokasi di Pulau Fesdu, Himandhoo, Maladewa. Untuk menuju resort ini, pengunjung harus menempuh perjalanan dengan seaplane selama dua puluh lima menit dari Male.


Ada sekitar tujuh puluh tujuh resort mewah yang menawarkan pelayanan privat.


Dalam satu resort pengunjung bisa mendapatkan fasilitas kolam berenang pribadi, Wow Ocean Escape, hingga kamar tidur tipe suite.


Biaya menginap di resort ini sekitar seribu seratus lima puluh dua Dollar Amerika.


Sesampainya, mereka berdua diantar oleh pelayan menuju salah satu resort yang telah di pesan sebelumnya. Pelayanan di resort itu memang terbaik.


Setelah pelayan yang mengantar mereka pergi, mereka berdua masuk ke dalam resort dan langsung masuk ke dalam kamar. Mereka kelelahan sehingga berniat untuk istirahat sebentar sebelum makan malam, karena mereka tiba di resort memang mendekati waktu makan malam.


Sari menjatuhkan tubuhnya ke kasur, sedangkan Arya memilih untuk bersiap mandi dulu sebelum makan malam.


”Kau mau apa sayang?” tanya Sari sambil melirik ke arah Arya yang sedang berdiri hendak pergi ke kamar mandi.


”Aku mau mandi dulu sebelum makan malam, kamu istirahat aja dulu. Nanti aku bangunin.”


Sari langsung menutup matanya begitu Arya masuk ke dalam kamar mandi, entah mengapa Sari merasa sangat lelah karena harus menempuh perjalanan yang lama setelah acara pernikahan mereka.


Perlahan matanya terbuka ketika merasakan tangan yang mengusao wajahnya dengan lembut.


Dia tersenyum melihat wajah tampan suaminya itu, lalu wajahnya memerah dan terasa panas.


”Sayang, bangun. Kita makan malam dulu yuk, baru nanti kamu lanjutin tidur lagi. Kamu belum makan apa apa loh sejak pagi.” ucap Arya.


Sari hanya tersenyum melihat suaminya itu berbicara, entah mengapa dia terus menatap bibir suaminya itu. Dia langsung saja mencium bibir suaminya yang sedang bicara.


Tentu saja hal itu mengejutkan Arya, namun dia juga tidak membencinya. Dia malah terbawa suasana dan mencium istrinya sangat intens, dia bahkan memainkan lidahnya di dalam mulut istrinya itu. Setelah beberapa menit berciuman, mereka saling melepas ciuman itu untuk bernapas.


”Bagaimana kalau kita makan malam dulu sayang, kalau kita lanjutkan ini bisa bisa aku membuatmu pingsan karena tidak makan seharian.” bisik Arya.


Mendengar hal itu membuat Sari sedikit malu, wajahnya sangat merah lalu dia berdiri dengan tiba tiba.


”Aku mandi dulu.”


Sari berlari masuk ke dalam kamar mandi sambil sedikit menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Hal itu membuat Arya tersenyum karena melihat tingkah menggemaskan istrinya.


Padahal dia sangat berani sampai melamarku, tapi kenapa baru begitu saja wajahnya sudah seperti tomat. Istriku memang sangat menggemaskan.


”Aku akan suruh pelayan membawa makan malam kita kemari, jadi kau tidak perlu terburu buru. Kita akan menghabiskan malam ini di kamar saja.” Teriak Arya meledek istrinya lalu menelpon pelayan dengan menggunakan telepon yang sudah ada di resort itu.


Sari yang berada dalam kamar mandi merasa malu mendengar teriakan suaminya itu, dia memang menyukainya tapi dia juga malu. Apalagi saat ini jantungnya tidak berhenti berdebar.


Dia bercermin di depan cermin yang berada di wastafel lalu menepuk kedua pipinya.


”Bagaimana ini? aku sangat berdebar.” gumamnya.


Setelah dua puluh menit, akhirnya Sari keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathrobe. Sedangkan Arya sudah menunggu di meja bulat yang sudah tersedia beberapa hidangan dan juga dua buah kursi.


”Sudah selesai, ayo kita makan dulu.” ucap Arya sambil menarik kursi yang akan diduduki istrinya itu.


Mereka menyantap steak dengan sebotol wine. Sejujurnya selama menyantap makanan itu Sari hanya sesekali melirik suaminya. Dia bingung harus bagaimana, dia tidak menyangka merasa malu dan berdebar seperti itu. Padahal Arya terlihat tenang dan santai.


Setelah menghabiskan steak, Arya membuka botol wine lalu menuangkannya ke gelas untuk istrinya dan untuk dirinya sendiri. Mereka meminum wine itu sambil saling menatap dan tersenyum.


Arya sangat gemas dengan istrinya yang malu malu itu, dia senang karena istrinya menunjukan sisi menggemaskan itu padanya. Dia mendekat ke arah istrinya yang masih duduk dengan memegang gelas wine.


Arya berbisik ditelinga istrinya itu sambil memegang kedua pundak istrinya dari posisi belakang.


”Sayang, bagaimana kalau kita melakukan hal lain?”


Bisikan Arya itu membuat telinga Sari tergelitik, jantungnya pun berdebar dan wajahnya langsung panas dan memerah.


...****************...