Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Rindu


Begitu Sari membuka kedua tangannya, Arya langsung menghampirinya dan memeluknya dengan erat. Arya benar benar merindukan kekasihnya itu.


”Aku sangat merindukanmu, akhirnya kamu pulang.” ucap Arya sambil menangis.


Sari melepas pelukan Arya kemudian menghapus air mata yang jatuh di pipi Arya.


”Kenapa menangis? apa kamu tidak senang aku kembali?”


Arya menggelengkan kepalanya lalu menjawab ”Ini air mata kebahagiaan.”


Melihat adegan itu akhirnya Nita sadar bahwa Sari mendengar semua pembicaraan mereka tadi, dia merasa posisinya sekarang tidak bagus maka dari itu dia memutuskan untuk kabur dari situ.


Namun saat hendak kabur, Nita langsung ditangkap oleh Nathali yang ternyata sudah stand by di depan ruangan Arya.


Nathali masuk kembali ke dalam ruangan Arya sambil menyeret Nita yang tampak berantakan dan meringis kesakitan.


”Nona, ini dia berusaha kabur.” ucap Nathali.


”Letakkan saja di situ dan kamu berjaga lagi didepan jangan biarkan siapapun masuk.”


”Baik nona.” Nathali melempar begitu saja Nita ke lantai kemudian dia keluar dan menjaga pintu ruangan.


Sari mendekati Nita yang merasa ketakutan lalu memegang dagunya dengan keras hingga Nita meringis kesakitan.


”Kalau kamu tidak mau membusuk dipenjara seperti ibumu dan selingkuhan ibumu itu, lebih baik kamu terus hidup dalam diam. Kamu harusnya bersyukur aku membiarkanmu hidup dan membiarkan keluargku membiayaimu. Kalau aku mau, aku bisa melenyapkanmu dengan mudah.” ancam Sari.


”Sialan kau wanita jahat licik.” ucap Nita.


”Apa aku gak salah denger? kenapa kau mengatai dirimu sendiri? ”


”Kau pikir kau akan hidup tenang setelah melakukan ini padaku dan keluargaku?”


”Kamu mau tahu apa prinsip hidupku?”


Sari terdiam sejenak lalu melanjutkan ucapannya.


”Jika aku diberi satu maka aku akan membalas seribu kali lipat, baik itu kebaikan ataupun kejahatan.”


Nita semakin dendam setelah diperlakukan seperti itu. Dia masih tidak sadar bahwa semua ini terjadi karena perbuatannya sendiri.


”Maka dari itu Nita, jika kamu ingin bertahan hidup sebaiknya kamu diam saja dan jangan berusaha melukaiku ataupun orang di sekitarku. Karena jika kamu berani melukai orang orang ku maka kamu akan mendapat berkali kali lipat pembalasan dariku. Ngerti.” ancam Sari.


Untuk saat ini Nita hanya bisa mengangguk dan mengalah agar bisa lepas dari Sari.


Dia akan memikirkan rencana yang lain jika sudah terbebas dari situasi ini.


”Ingat, kalau kamu merencanakan hal jahat yang lain setelah terbebas dari situasi ini, maka saat itu juga aku akan pastikan kamu akan lebih hancur dari ibumu itu.”


Nita terkejut menderngar ucapan Sari, dia tidak menyangka Sari tahu apa yang dia pikirkan.


Nita memang takut saat ini, namun semakin dirinya ketakutan justru semakin dia dendam pada Sari.


”Kamu ngerti gak?” teriak Sari.


”Iya aku ngerti, lepasin aku sekarang juga atau aku akan laporkan polisi.”


”Laporkan aja, emang kamu punya bukti kalo aku yang menyiksamu? apa ada saksinya?”


”Sialan.”


Nita akhirnya tersadar bahwa situasi saat ini benar benar tidak menguntungkan nya, kalaupun dia melaporkankmelaporkan ke polisi, dia tidak akan memiliki bukti maupun saksi karena semua yang ada di kantor ini pasti atas wewenang Arya.


Akhirnya Nita mengaku salah dan memohon untuk dilepaskan, Sari pun terpaksa melepaskan karena dia pun belum punya bukti apapun terkait kejahatan Nita. Dia hanya bisa memprovokasi Nita agar dia berbuat nekat dan akhirnya Sari memiliki bukti untuk membuat Nita membusuk di penjara.


Setelah Nita pergi, Sari duduk di samping Arya.


Banyak hal yang ingin mereka bicarakan.


”Kamu keren, akhirnya aku melihat sisimu yang lain dan aku semakin mencintai mu.” ucap Arya.


”Aku juga mencintaimu.” jawab Sari sambil mengecup bibir Arya.


”Kamu, kenapa pulang tidak mengabariku?” ucap Arya.


”Sebenarnya sudah dua hari aku di Indonesia, aku sengaja karena ingin memata matai kamu.”


Sari mengeluarkan foto foto Arya dan Nita. Melihat foto itu Arya langsung terkejut dan berusaha menjelaskan pada Sari.


”Iya kamu tenang aja, aku udah tau semuanya. Apalagi tadi aku juga sudah mendengar sendiri percakapan kalian. Aku minta maaf sama kamu ya karena sempat meragukanmu.” ucap Sari.


”Kamu jangan minta maaf, aku juga salah karena tidak bercerita soal ini, aku sengaja membiarkan Nita sambil mengawasi dia dan mengumpulkan bukti kalau dia berbuat yang melanggar hukum. Namun selama ini dia malah hanya mendekatiku, bahkan dia sengaja mengedit foto kamu sedang bersama pria di Inggris.”


”Foto apa?”


”Ini.” Arya menunjukan foto Sari dan Doni yang tampak jalan berdua padahal di saat itu Nathali juga ada.


”Ini tidak seperti itu.”


”Aku tahu dan aku sama sekali tidak mencurigai.”


Sari berkaca kaca karena terharu sekaligus dia juga merasa bersalah bagaimana mungkin pria yang bahkan sangat mempercayainya malah dia curigai.


”Maafkan aku ya? padahal kamu sebaik ini tapi aku bisa bisanya curiga padamu.” ucap Sari sambil menangis.


”Hey kenapa nangis.” Arya langsung menghapus air mata di pipi Sari kemudian menyenderkan kepala Sari ke pundaknya.


”Aku merasa bersalah padamu.”


”Jangan begitu, kalau aku di posisimu juga pasti aku akan curiga. Aku paham jadi tidak masalah, walaupun selamanya kau mencurigai ku namun aku selamanya akan mempercayaimu, jadi hal itu saja sudah cukup.”


Mendengar hal itu Sari justru semakin menangis tersedu sedu hingga Nathali yang berada diluar khawatir dan menerobos masuk.


”Kenapa nona menangis? apa pria ini sudah menyakiti nona? berani sekali anda ya?” ucap Nathali sambil menarik kerah Arya dan hampir memberikannya bogem mentah.


Arya hanya tergagap mengatakan ”Tidak” sambil cukup merasa sesak karena merahnya yang ditarik begitu keras hingga membuatnya kesulitan bernapas.


”Lepaskan Nat, dia tidak menyakitiku.” ucap Sari sambil memegang tangan Nathali karena berusaha menghalangi Nathali yang hendak memukul Arya.


Nathali langsung melepaskan Arya sedangkan Arya merasa lega walau sambil batuk batuk karena hampir kehabisan napas.


”Kamu gapapa?” tanya Sari sambil memegang tangan dan pundak Arya.


”Aku gapapa, ngomong ngomong siapa wanita ini? ” tanya Arya.


”Ah ini Nathali, asisten pribadi aku. Dia itu mantan prajurit loh.” ucap Sari pada Arya


”Pantesan kuat banget.” gumam Arya.


”Dan ini Arya, dia kekasih aku.” ucap Sari pada Nathali.


Arya dan Nathali bersalaman.


”Aku menangis bukan karena sakit, tapi karena aku bahagia ketemu dia lagi. Jadi kamu gak usah khawatir. ”


”Baiklah nona, saya akan tunggu di depan pintu namun jika pria ini berusaha menyakiti nona, tolong nona teriak saja. Saya akan segera masuk dan menghajarnya.” tegas Nathali.


”Gila, mana mungkin aku menyakiti kekasihku sendiri.” ucap Arya.


”Jangankan kekasih, suami istri saja bisa melakukan tindakan kekerasan. Anda tidak tahu singkatan KDRT.? ”


”Aku tahu, tapi aku tidak akan mungkin menyakiti Sari.”


”Ya, saya kan hanya berjaga jaga. Nona saya keluar dulu, ingat selalu nona , jangan mempercayai pria manapun didunia ini.”


”Lo nyuruh Sari gak percaya pria manapun? jadi dia gak boleh percaya ayahnya sendiri? ”


”Maksud saya pria macam orang ini.”


”Wah, jangan mentang mentang mantan prajurit, kamu pikir aku takut padamu?”


”Lihat nona, bahkan di depan nona saja dia berani mengancam saya.”


”Wahh benar benar ya kamu.”


Arya dan Nathali saling perang saraf. Sari hanya tertawa melihat mereka.


”Udah udah cukup jangan bertengkar lagi. Kalian harus akur, kalian itu orang yang akan selalu ada disisiku loh.” ucap Sari.


”Tidak mau.” ucap Arya dan Nathali secara bersamaan.


Sari tertawa melihat mereka yang bertengkar seperti anak kecil.


...****************...