Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Terbongkar


Pagi pagi sekali Sarah dan Nita sudah mulai bersiap.


”Ma, apa benar sebentar lagi kita akan tinggal dirumah mewah milik orangtuanya kak Sari?” Nita bertanya sambil menyisir rambutnya di depan cermin meja rias.


”Bener sayang, sebentar lagi apapun yang dimiliki Sari itu kamu juga bisa miliki. Kamu kan semenjak ketemu Sari pengin punya semua yang dimiliki Sari.” ucap Sarah sambil memakai anting di telinganya.


”Yes, sekarang aku gak akan kalah dari kak Sari kan ma? Aku bisa miliki semuanya kan ma?” Nita sangat kegirangan mendengar akan segera memiliki apa yang Sari punya, karena memang dari awal dia sangat iri pada Sari karena bisa punya segalanya.


”Iya sayang, gimana kamu udah siap? ayo kita berangkat sekarang.”


”Ayo ma, aku udah gak sabar.”


Mereka berdua pergi dengan menaiki mobil dan supir yang sudah di kirim Teguh.


Heru hanya bisa melihat dari balik kaca jendela ruang tamu, karena dia tidak mungkin menunjukan dirinya di depan supir yang dikirim Teguh. Takut menimbulkan kecurigaan.


Setelah Sarah jadi bagian keluarga Jayadiningrat, maka gue tinggal ongkang ongkang kaki minta duit ke dia. Batin Heru sambil tersenyum licik.


Tak lama setelah Sarah dan Nita sudah jauh dari rumah itu, beberapa petugas kepolisian langsung mengepung rumah itu untuk menangkap Heru.


Heru yang sedang asyik duduk di sofa sambil minum dan merokok tiba tiba di buat terkejut karena polisi langsung mendobrak pintu dan mengacungkan pistol ke arahnya.


”Ada apa ini pak?” Heru berdiri dan mengangkat kedua tangannya karena takut.


”Anda di tahan atas percobaan pembunuhan saudara Ilyas dan Rita Jayadiningrat juga atas tuduhan memalsukan surat tes hasil DNA” ucap seorang polisi sambil memborgol kedua tangan Heru.


”Ini fitnah pak, saya tidak bersalah.” bela Heru panik.


”Semua bukti sudah ada, biar pengadilan yang nanti memutuskan.”


Para petugas polisi dengan mudah membekuk Heru karena ia sama sekali tidak bisa melawan.


...----------------...


Sarah dan Nita sampai di kediaman Jayadiningrat. Mereka di persilahkan masuk oleh pelayan dan di antar menuju ruang tengah, semua keluarga Jayadiningrat sudah berkumpul dengan ekspresi yang beragam.


”Selamat pagi pak, bu.” sapa Sarah sopan pada Ilyas dan Rita, namun sapaan itu sama sekali tidak di gubris oleh mereka berdua.


Sarah tahu reaksi mereka pasti awalnya akan begini, tapi tidak masalah baginya karena jika ia sudah tinggal di kediaman ini maka ia akan menyusun rencana untuk menyingkir semua orang satu persatu.


”Udah deh kak Teguh langsung aja, aku udah jijik banget ngeliat wanita ular ini.” ucap Sari.


”Apa maksudnya ini, ada apa sayang? kenapa keluarga kamu semuanya ketus padaku?” Sarah mulai beraktinh sedih seakan menjadi orang yang tersakiti, ia tahu Teguh pasti tidak punya pilihan lain selain membelanya karena kalau tidak maka orangtuanya yang akan hancur.


”Kak Sari jahat banget ngomongnya begitu sama mama.” bela Nita sambil memeluk mamanya yang pura pura menangis.


Sari sudah sangat hafal dengan akting mereka, maka ia hanya melihat dengan ekspresi wajah enggan.


”Aku mau membatalkan rencana pernikahan denganmu tante Sarah.” ucap Teguh.


Mendengar itu Sarah sangat kaget, apa yang dipikirkan Teguh sampai berani membatalkan pernikahan mereka, apa Teguh sudah tidak perduli dengan orangtuanya? itu yang Sarah pikirkan.


Untunglah aku bawa hasil tes DNA palsunya, aku juga bawa banyak foto mesra yang udah aku edit. Oke kalau begitu, aku akan langsung mengincar Ilyas. Itu malah lebih baik, setidaknya aku bisa dengan cepat menyingkirkan Rita. Huuh, padahal aku mau dengan cara elegan dan juga lumayan juga kan dapat berondong, tapi begini juga tidak buruk. Batin Sarah.


”Baiklah, saya terpaksa mengatakan ini. Teguh memang berencana menikahi saya supaya anak dalam kandungan saya ini tidak menjadi adik tirinya, maka dari itu dia rela menjadi bapaknya. Tapi karena Teguh membatalkannya, saya akan mengatakan yang sejujurnya.”


”Apa maksudmu.” bentak Ilyas


Setelah mengatakan hal itu ia mengeluarkan foto foto mesranya dengan Ilyas yang sebenarnya itu editan, dan juga hasil tes DNA anaknya yang juga palsu dan memletakkannya di meja.


Rita mengambil dan melihat foto foto itu, dia juga membaca hasil tes DNA, melihat itu semua Rita hanya terdiam dan menatap ke arah Ilyas. Ilyas yang menyadari ekspresi istrinya yang berubah langsung melihat foto apa dan surat apa itu.


Ilyas terkejut melihat itu semua, dengan cepat ia menjelaskan pada istrinya agar istrinya tidak salah paham.


”Mah, ini gak bener. Papah gak pernah melakukan itu dengan wanita manapun selain mamah.” Jelas Ilyas sambil memegang kedua tangan istrinya. Sedangkan istrinya hanya menangis tanpa mengatakan hal apapun.


Sarah langsung berakting menangis dan sujud di kaki Rita untuk memohon ampun.


”Diam kamu, saya tidak pernah melakukan apapun denganmu ya jadi tutup mulutmu.” bentak Ilyas.


”Bapak boleh menghina saya, tapi tolong akui anak ini pak, ini juga darah daging bapak. Bapak sudah melakukannya tapi kenapa bapak tidak mau mengakuinya.” Sarah masih saja keukeuh dengan klaimnya dan juga terus berakting menangis.


”Cukup kalian berdua, Kalian berdua benar benar seperti binatang.” Teriak Rita diiringi suara tangis.


prok prok prok


Sari bertepuk tangan melihat drama yang terjadi dihadapannya, lalu ia mendekati mamahnya dan mengusap air matanya.


”Mah cukup, wanita itu cuma berakting. Dan untuk tante Sarah, saya apresiasi kemampuan akting tante benar benar luar biasa. Harusnya tante ikut casting aja, pasti tante bakalan jadi aktris terkenal deh.”


Sarah yang kesal langsung berdiri dan hendak menampar Sari, namun tangannya di tahan oleh Sari dan di cengkeram dengan keras hingga Sarah mengeluarkan erangan kesakitan.


”Saya bilang cukup ya tante, kenapa tante melewati batas sih. Wanita hamil jangan sembarangan main tangan dong, nanti anaknya mencontoh.” sindir Sari sambil langsung melepaskan tangan Sarah.


”Teguh, bagaimana ini semua keluargamu merendahkan aku. Bagaimana dengan anak ini?” ucap Sarah sambil menggenggam tangan Teguh.


Teguh yang dari tadi diam dan memperhatikan saja, langsung menepis tangan Sarah.


“Cukup ya tante, dari tadi aku diam cuma pengin tahu sampai mana rencana tante. Ternyata masih segini aja. Aku udah muak ya ngeliat tante, aku akan mengirim tante ke tempat yang seharusnya.” ucap Teguh.


”Tempat apa maksudmu.” Sarah mulai panik karena Teguh tampak tenang padahal ia sudah menunjukan foto dan DNA itu pada orangtuanya.


”Pak, silahkan masuk.”


Tiba tiba sekelompok petugas polisi datang dengan seragam lengkap dan juga borgol, serta di belakangnya sudah ada Heru yang juga di borgol.


Melihat itu semua Sarah langsung panik, dan sadar sepertinya rencananya sudah gagal.


Polisi? Sepertinya aku harus kabur dari sini. Aku gak mau di penjara.


Sarah langsung mengambil ancang ancang untuk kabur namun belum sempat ia berlari, kedua tangannya sudah di pegang dan di peluntir ke belakang oleh Teguh.


”Mau kabur kemana?” ucap Teguh.


”Auw sakit, lepaskan.”


”Pak silahkan tangkap.”


Polisi memborgol kedua tangan Sarah sambil mengucapkan alasan penangkapannya.


”Saudara Sarah, anda ditahan atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap saudara Rita dan Ilyas Jayadiningrat dan juga pemalsuan surat tes DNA. Semua bukti sudah ada, Anda bisa tetap diam atau menunjuk pengacara.” ucap salah seorang petugas polisi.


”Ini fitnah pak, aku gak bersalah.” Sarah tampak berontak namun itu tidak berguna karena kedua tangannya sudah terborgol.


”Apa? rencana pembunuhan? jadi kamu bersekongkol dengan mang Heru untuk membunuhku dan istriku. Dasar tidak tahu diuntung.” Bentak Ilyas.


”Karena gagal membunuh kami, jadi kamu mencoba merusak keluarga kami? berani sekali kamu ya? dasar wanita jahat.” Rita berteriak lalu kemudian menampar pipi Rita.


Sarah yang mendapat tamparan itu menjadi murka dan berteriak mengutuk semuanya.


”Iya aku memang ingin menghancurkan keluarga ini, aku ingin menguasai semua harta kalian, gara gara kalian suamiku mati. Apa kalian pikir aku akan berterimakasih? Hah jangan harap, sebelum aku mati aku akan terus mengganggu kalian


Hidup kalian tidak akan tenang, lihat aja setelah keluar nanti kalian semua akan mati ditanganku.”


Sarah menjadi tidak terkendali, ia terus mengancam untuk menghancurkan keluarga Jayadiningrat.


Sementara Nita menangis melihat mamanya di tangkap polisi,


”Mama mau dibawa kemana? lepasin mamaku” Nita berteriak dan memeluk mamanya lalu terjatuh pingsan.


Teguh menangkap tubuh Nita dan merebahkannya di sofa.


...****************...