
Hari ini adalah hari dimana Sari akan kembali ke negaranya, Ia dan Nathali menaiki taxi menuju bandara sebab mobil yang biasanya mereka pakai sudah ia jual karena tidak terpakai lagi.
Sejujurnya sepanjang perjalanan Sari memikirkan kejadian kemarin, ia jadi tersadar mungkin saja penyerangan kemarin ada hubungannya dengan Nita maupun Doni hanya saja ia bingung karena Nita saat ini masih kuliah dan dia tidak mungkin mampu membayar preman sekelas penyerang kemarin.
Orang yang menyerangnya kemarin terasa seperti sebuah geng mafia jadi bayarannya pun pasti tinggi, ia sempat berpikir Doni yang melakukannya tapi selama ini Doni hanya berusaha mendekatinya lagipula tidak mungkin dia bisa seceroboh itu berniat membunuh dirinya dengan cara seperti itu. Doni tipe orang yang membunuh dengan trik jahatnya agar terhindar dari hukum. Lagipula setelah diselidiki ternyata orangtua angkatnya juga bukanlah termasuk dalam deretan dua puluh pengusaha terkaya di Indonesia jadi meskipun kaya sepertinya berlebihan uangnya mereka pakai untuk membayar preman sekelas geng mafia.
Kalau mereka tergolong orang terkaya tidak mungkin dulu mereka berusaha menghancurkan keluarganya kan? Doni yang ia kenal hanya tergila gila pada uang dan juga Nita jadi mana mungkin Doni membayar preman kemarin untuk membunuh. Lagipula karena di kehidupan ini Doni bukanlah kekasihnya jadi kemungkinan Doni juga belum bertemu Nita karena di masalalu Sari lah yang memperkenalkan mereka. Lalu apa Doni selama ini benar benar hanya berusaha mendekati karena menyukaiku? Itu yang di fikirkan Sari.
Sari terlalu larut dalam fikirannya hingga ia tidak sadar bahwa mereka sudah sampai di parkiran bandara jika ia tidak dikejutkan dengan suara Nathali yang memanggil namanya.
”Kita sudah sampai” ucap Nathali sambil memegang pundak Sari.
”Ah ya.” Sari tersadar dan langsung turun bersamaan dengan Nathali dengan membawa koper mereka menuju ruang tunggu maskapai.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya waktu keberangkatan mereka tiba dan setelah meletakkan koper ke tempat pemeriksaan kemudian mereka langsung masuk menuju pesawat yang akan membawa mereka pulang ke Indonesia.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih enam belas jam akhirnya mereka tiba di bandara Soekarno Hatta.
Setelah sampai di bandara, mereka harus menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam lagi agar sampai di hotel yang sudah di reservasi sebelumnya.
Mereka menuju hotel menggunakan mobil yang sudah di pesan Sari sebelumnya. Ia memang sudah mempersiapkan segala kebutuhan selama menginap termasuk mobil yang juga penting.
Nathali menyetir sedangkan Sari duduk di sampingnya dengan wajah datar.
Semenjak perjalanan memang Sari hanya diam, sejujurnya Nathali khawatir apakah Sari masih terkejut karena kejadian kemarin?
Nathali yang sifatnya tidak ingin ikut campur urusan orang lainpun akhirnya terpaksa bertanya karena begitu mengkhawatirkan Sari.
”Apa anda sakit?” tanya Nathali sambil menyetir.
”Ah tidak, aku hanya lelah.”
”Kalau begitu anda tidur saja, kalau sudah tiba nanti saya akan bangunkan.”
”Iya terimakasi ya?” ucap Sari sambil perlahan menutup matanya.
Nathali tahu Sari sedang memikirkan sesuatu tapi karena Sari tidak ingin membicarakannya maka dari itu dia memilih untuk tidak bertanya. Ia hanya bisa melindunginya dari luar, sedangkan melindungi hati atau perasaan diluar kemampuannya.
Setelah tiga jam perjalanan mereka akhirnya sampai di hotel yang sudah di reservasi sebelumnya.
Sari memang memesan dua kamar bersebelahan agar Nathali bisa dengan nyaman beristirahat.
”Ini kamar saya, kamar kamu disebelah. Sekarang kamu masuk dan istirahat dengan nyaman. Daritadi kamu pasti lelah menyetir.” ucap Sari.
Mereka memang sampai di hotel larut malam sehingga bisa dipastikan mereka pasti kelelahan dan mengantuk.
”Kenapa anda pesan dua kamar, akan berbahaya jika saya tidak di dekat anda.” ucap Nathali.
”Tapi..”
”Udahlah gapapa, lagipula kamu aku bawa kesini bukan untuk menjaga aku dua puluh empat jam tanpa istirahat dengan baik.”
”Baiklah tapi tolong jika terjadi sesuatu yang berbahaya ataupun mencurigakan tolong berteriak maka saya akan langsung datang.”
”Iya kamu tenang aja, aku akan kunci pintunya begitu masuk.”
Sari masuk kedalam kamarnya sedangkan Nathali masih begitu mengkhawatirkan Sari.
Sepertinya bukan tanpa alasan Sari membutuhkan bodyguard. Ia terlihat mewaspadai semua orang, hidupnya terasa tidak tenang seperti sedang menunggu musuh yang sebenarnya. Dia terlalu waspada sampai sampai ia mencurigai semuanya, ia bisa sedikit mempercayai Nathali pun hanya karena Nathali tidak pernah ikut campur dan bertanya yang aneh kepada Sari. Meski keliatannya ceria dan baik tapi Nathali pun yakin bahwa Sari juga belum sepenuhnya mempercayainya.
Kehidupan seperti apa yang sudah dijalaninya sampai ia begitu waspada.
Nathali hanya bisa menghela napas lalu masuk ke dalam kamarnya, ia hanya berharap suatu saat nanti bisa melihat Sari hidup tenang seperti orang lain. Ia juga bertekad akan terus melindungi Sari.
...----------------...
Pagi harinya Nathali sudah selesai bersiap dan hendak menuju kamar Sari namun sebuah pesan teks tiba tiba ia terima di handponenya. Ia membaca pesan tersebut yang ternyata dari Sari.
[Aku pergi sendiri karena harus ada yang ku cek, hari ini kamu istirahat saja dan jangan mengkhawatirkanku. Keberadaanku disini hanya kita yang tahu.]
Nathali panik membaca pesan itu, bagaimana mungkin Sari pergi sendiri dari pagi buta begini. Nathali langsung menelpon Sari namun handponenya mati.
Saya harus mencarinya, terlalu berbahaya berkeliaran sendiri bagaimana kalau ada penyerang seperti waktu itu.
Nathali langsung bergegas pergi untuk mencari Sari dengan mengendarai mobil yang ia sewa dari pihak hotel.
Nathali berkeliling sambil terus mengkhawatirkan Sari namun setelah berjam jam berkeliling dan mencari di setiap sudut kota bahkan ia tidak bisa menemukan Sari dimanapun.
Ia menghentikan laju mobilnya dan mencoba menghubungi Sari lagi namun handponenya masih tidak aktif.
Kemana perginya ya? kalau sampai hal buruk terjadi padanya maka saya tidak bisa memaafkan diri saya sendiri.
Saat sedang diam di dalam mobil sambil terus mengkhawatirkan Sari tiba tiba tanpa sengaja ia melihat seseorang yang pernah ada di masa lalunya. Ia hanya bisa diam karena cukup terkejut melihatnya ada di daerah ini.
Ia hendak turun dari mobil dan menghampiri orang tersebut tiba tiba orang tersebut menghilang dan tidak terlihat lagi di kerumunan orang orang.
”Sepertinya saya salah lihat karena kelelahan. Lebih baik saya mencari nona lagi sebelum ada hal buruk yang terjadi.” gumam Nathali kemudian ia berjalan masuk menuju mobil.
Sementara itu Sari yang menyetir mobil sendiri tampak memarkirkan mobilnya tidak jauh dari sebuah rumah dan sedang diam memperhatikan rumah tersebut selama berjam jam.
...****************...