Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Rindu


Keesokan harinya Sari dan Nathali pulang ke rumah keluarga Jayadiningrat.


Rita yang sudah sangat merindukan putrinya itu langsung memeluk putrinya dengan erat sambil menangis.


”Mamah kenapa nangis.” ucap Sari saat melepas pelukannya kemudian dia menghapus air mata di pipi mamahnya.


”Mamah seneng banget kamu udah kembali de. Mama rindu banget.”


”Ade juga rindu.” jawab Sari kemudian dia menghampiri Bi Inah yang juga menangis saat melihatnya.


”Bibi gimana kabarnya? kenapa ikut ikutan nangis sih.” seru Sari sambil memeluk Bi Inah.


”Bibi kangen banget sama non, no sehat sehat kan?”


”Iya aku sehat bi, aku rindu masakan bibi.”


”Bibi akan masak yang spesial, nono tunggu sebentar ya.” ucap Bi Inah sambil berlari menuju dapur.


”Dasar bibi.” ucap Sari sambil tersenyum.


Mereka akhirnya duduk bersama di sofa ruang tengah sambil menunggu Bi Inah selesai memasak.


”Dia siapa de.” tanya Rita.


”Ya ampun, sampai lupa. Namanya Nathali, dia temanku di kampus. Dia orang berbakat jadi aku membawanya kesini untuk jadi asisten pribadiku. Dia boleh tinggal disini kan mah.” ucap Sari.


”Kamu ada ada aja pake asisten segala, tapi temen kamu boleh tinggal disini.” ucap Rita.


”Terimakasih nyonya besar.” jawab Nathali.


Mendengar itu Rita jadi tertawa.


”Aduh jangan panggil nyonya besar, panggil tante aja ya?”


”Tapi itu tidak sopan.”


”Udah panggil tante aja, mamahku itu galak loh. Kalo gak diturutin nanti ngamuk.” ledek Sari.


”Kamu ini ya, baru pulang udah ngeledekin mamahnya aja.”


Nathali tersenyum melihat keakraban ibu dan anak itu.


”Ade katanya pulang bulan depan.”


”Iya ade sengaja mau kasih surprise.”


”Nakal banget si anak mamah, tapi karena kamu mendadak gini pulangnya jadi mamah gak nyiapin apa apa buat nyambut kamu. Terus kalau kamu bilang kan pasti papah dan kakakmu gak akan ke kantor.” ucap Rita.


”Gak papa mah, nanti malem pas mereka pulang kan ketemu.”


”Gimana kalau kita kejutkan mereka de.”


”Mamah jangan mulai yang aneh aneh ya mah.” Sari khawatir mamahnya punya ide aneh.


”Gak sayang, kita cuma akan bikin kejutan kaya pesta kecil kecilan.”


”Aduh gak usah deh mah, nanti repot loh mamah.”


”Gak repot sayang, mamah seneng kok. Trus juga ada kamu dan Nathali.”


”Mah, aku dan Nathali lelah loh. Mau istirahat nanti setelah makan.”


”Saya tidak lelah, saya akan membantu nyonya besar eh maksud saya tante.” ucap Nathali.


Sari melotot ke arah Nathali.


”Tuh Nathali aja mau bantu mamah.”


”Makan malam biasa aja ya mah, tolong lah. Bulan depan kan ada pertunangan kakak jadi kita bikin pestanya pas itu aja ya mah. Ku mohon.” rayu Sari.


”Yaudahlah, kamu ini gak asyik.” seru Rita.


”Iya maaf ya mah.”


”Yaudh gapapa, gimana kalau kita makan dulu.” ucap Rita.


Sari dan Nathali mengangguk lalu mereka pergi bersama menuju ruang makan dimana Bi Inah sudah memenuhi meja makan dengan semua makanan kesukaan Sari.


”Wah, semuanya kesukaanku. Makasih ya bi.” ucap Sari sambil duduk.


”Sama sama non, pokoknya kalau ada yang non mau makan tingval bilang ke bibi ya.” ucap Bi Inah.


”Siap bi.”


”Yaudh bibi ke belakang dulu masih banyak pekerjaan. ”


”Tidak perlu non. Bibi udah makan, bibi ke belakang ya non. Kalau butuh apa apa panghil bibi saja.” ucap Bi Inah lalu pergi menuju dapur.


Nathali sangat kagum pada Sari karena dia benar benar orang yang sangat baik. Dia sama sekali tidak membeda bedakan status orang.


Akhirnya mereka semua selesai makan kemudian Sari mengantarkan Nathali ke kamar yang akan dia tempati.


”Nat, ini kamar kamu ya? dan sebelah kanan kamarmu adalah kamarku, lalu depan kamarku adalah kamar kakakku. Sisanya kamar tamu. Kalau kamar orangtuaku ada di lantai atas. Jadi lantai atas hanya ada kamar orangtuaku saja, kamar pekerja semua ada di paviliun sebelah rumah utama ini.” jelas Sari.


”Baiklah, nona ingat kalau butuh apa apa panggil saya ataupun telpon saya ya nona.” ucap Nathali.


”Iya iya, sekarang kamu istirahat saja. Besok aku akan ajak kamu keliling rumah.” ucap Sari.


”Baiklah.”


Sari pergi menuju kamarnya sedangkan Nathali masuk ke kamar kemudian menutup pintunya dan membersihkan diri di kamar mandi.


Setelah selesai mandi, Nathali merebahkan tubuhnya di ranjang sambil memikirkan seseorang yang tidak sengaja dia lihat kemarin saat mencari Sari.


Apakah itu dia atau aku salah lihat? Tapi salah satu alasanku kesini juga untuk mencarimu. Semoga aku belum terlambat.


Lama kelamaan Nathali tertidur karena kelelahan sampai tidak sadar bahwa malam telah tiba.


Dia terbangun karena suara ketukan pintu di kamarnya. Dia bergegas keluar dan tampak seorang wanita berpakaian pelayan berdiri di hadapannya sambil membawa pakaian.


”Nona, ini pakaian yang sudah disiapkan oleh nyonya Rita. Nona disuruh memakai ini kemudian pergi ke area kolam renang yang terletak di belakang rumah. Beliau dan nona Sari akan menunggu anda disana.” jelas pelayan itu.


”Terimakasih ya.” ucap Nathali.


Setelah pelayan itu pergi, Nathali memakai baju yang sudah di siapkan. Ternyata baju itu adalah sebuah gaun putih yang cantik.



”Gaun ini cantik sekali, sampai sampai ini tidak seperti saya.” gumamnya sambil bercermin.


Setelah selesai bersiap, Nathali turun dan menuju area kolam renang yang diberitahukan pelayan.


Ketika sampai dia melihat Sari dan mamahnya telah duduk di kursi. Kursi itu sudah di tata rapi memutari meja bundar yang ada ditengahnya.




Nathali menghampiri Sari dan Rita yang sedang duduk.


Ketika Nathali datang, Sari dan mamahnya terpana kagum melihat pesona Nathali.


”Wah kamu cantik sekali Nat.” ucap Rita.


”Iya benar, akhirnya aku bisa liat kamu pakai dress.” tambah Sari.


Nathali malu mendapat pujian seperti itu.


”Anda berdua juga sangat cantik.” ujar Nathali.


”Iya dong.” ucap Sari.


”Sini duduk dulu sambil kita menunggu papah dan kakaknya Sari.” ucap Rita.


Mereka bertiga mengobrol sambil meminum cocktail yang sudah di siapkan pelayan, mereka tinggal menunggu Ilyas dan Teguh pulang dari kantornya.


”Mereka lama ya mah.” keluh Sari.


”Itu kaya suara mobil, sepertinya mereka udah sampai. Ayo kita sambut mereka di depan pintu.”


Rita sangat antusias mengajak Sari dan Nathali untuk menyambut suami dan putranya.


”Surprise.. ” ucap Rita dan Sari.


Ilyas terkejut melihat Sari yang sudah tiba di rumah. Dengan segera Ilyas memeluk putrinya itu dengan erat.


”Putri papah akhirnya pulang juga, papah kangen banget. Kenapa gak ngabarin si kalau udah pulang tau gitu kan papah sama Teguh bisa buru buru pulang.”


”Kami sengaja mau bikin kejutan buat kalian, iya gak mah?” ucap Sari.


”Benar.”


Ditengah suasana senang itu, Teguh hanya diam bukan karena kejutan adiknya yang sudah kembali namun karena dia melihat wanita yang berdiri di samping Sari.


Begitu pula dengan Nathali yang tidak kalah terkejutnya saat melihat Teguh.


Bagaimana bisa kamu ada disini?


...****************...