Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Bukti


Sekitar pukul 01.00, Arya yang sudah memakai baju serba hitam, masker hitam dan juga topi hitam masuk diam diam ke villa yang ditinggali Sarah. Ia menunggu beberapa saat untuk memastikan bahwa semua orang sudah tertidur, setelah yakin situasinya aman, ia membuka pintu belakang dengan kunci duplikat yang diberikan Sari.


Dengan hati hati ia masuk ke dalam dengan langkah pelan agar tidak menimbulkan suara. Ia meletakkan beberapa alat penyadap di bawah meja ruang tamu, di balik lukisan yang ada di ruang tengah bahkan ia juga meletakkan di dapur dan kamar mandi. Hampir semua sudut ia pasang alat penyadap kecuali 3 kamar yang baru akan ia pasang alat sadap yang bisa merekam video seperti cctv tapi bisa menangkap gambar dan juga suara, ia yakin salah satu dari 3 kamar tidur pasti ada yg ditinggali oleh Sarah.


Ia masuk ke kamar pertama yang ternyata kamar anak perempuan Sarah, namun ia tetap meletakkan alat sadap suara dan di letakkan di bawah ranjang. Lalu ia menuju kamar selanjutnya yang ia pikir pasti kamar mantan supir Sarah, namun saat masuk ke dalam ternyata kamar itu kosong. Ia menjadi waspada karena ia takut bahwa mungkin Heru terjaga, dengan hati hati ia memperhatikan sekitar untuk memastikan tidak ada siapapun yang memergokinya.


Kemana orang ini pergi, kenapa kamarnya kosong. Kalau dia bangun dan melihatku bisa gawat, aku harus cepat memasang alat sadap gambar ini di kamar ini dan terakhir kamar Sarah.


Akhirnya ia berhasil memasang alat sadap gambar di kamar yang kosong itu, ia berjalan menuju kamar terakhir yang ia yakini adalah kamar Sarah. Entah bodoh atau apa, bisa bisanya semua kamar di rumah ini tidak di kunci, tapi itu membuat Arya mudah untuk masuk tanpa harus memilih kunci duplikat yang ia pegang.


Dengan langkah pelan dan tanpa suara ia membuka pintu kamar Sarah, saat masuk ke dalam ia cukup terkejut karena Sarah sedang tidur berdua dengan Heru mereka ada di balik selimut dan terlihat tidak memakai pakaian.


Menjijikan, aku udah khawatir karena takut ketahuan kalau dia masih terjaga. Tapi lihat, dia malah asyik asyikan disini sama wanita.


Arya tidak lupa memotret mereka dengan HPnya, ia sudah mengatur HPnya agar tidak bersuara jika memotret. Ia juga memasang alat sadap gambar di bawah lukisan yang terpasang tepat di depan ranjang. Ia juga mencari sesuatu yang mungkin bisa di jadikan bukti, dia membuka laci meja dan ia menemukan 2 kertas hasil tes DNA kehamilan. Ia langsung memotret itu dan dengan segera pergi dari rumah itu karena sudah 1,5 jam berlalu. Ia tidak mau CCTV dirumah itu kembali normal dan ia jadi tertangkap kamera.


Arya masuk ke dalam mobilnya yang ia parkir tidak jauh dari villa itu dan melihat foto foto yang ia dapatkan, lalu ia juga membaca 2 tes DNA yang tadi ia temukan. Ia terkejut, ternyata Sarah sedang hamil. Tapi yang menjadi masalah, kenapa ada 2 hasil tes DNA.


”Yang ini presentasi kecocokan dengan Ilyas Jayadiningrat adalah 99% dan menyatakan bahwa anak dalam kandungan Sarah Amalia adalah anak kandung Ilyas sedangkan yang satu lagi kecocokan dengan Ilyas Jayadiningrat adalah 12% dan menyatakan bahwa anak dalam kandungan Sarah bukan anak kandung Ilyas. Gila, apa ini yang membuat Teguh terpaksa menikahi wanita itu agar orangtuanya tidak berpisah?”


Arya sangat yakin bahwa anak itu bukan anak Ilyas, tapi Sarah pasti tidak hanya memanipulasi hasil tes DNA saja. Jangan jangan ia juga memanipulasi banyak foto atau video.


Aku harus mengumpulkan banyak bukti dari percakapan mereka di rumah itu, aku harus sabar menunggu dan mengawasi mereka.


...----------------...


Pagi harinya Teguh menemui adiknya di kamarnya, ia memberikan foto seseorang yang menyelinap masuk ke villa Sarah, lalu berakhir dengan masuk ke dalam mobil.


”Foto apa ini kak.”


”De, kakak kan udah meminta kamu jangan bertindak apapun.”


”Apa ini..” Sari ragu untuk melanjutkan ucapannya.


”Iya ini Arya, entah apa yang ia lakukan disitu. Ini berbahaya de, bagaimana kalau Arya sampai ketahuan.”


”Tapi Arya gak ketahuan kan?”


”Ya memang enggak, dia hanya ketahuan oleh orang orang yang kakak suruh untuk mengawasi rumah itu.”


”Kalau begitu gak masalah,pantas saja nanti malam Arya mengajak kita bertemu. Sepertinya ia ingin membahas ini.”


”Maksudmu, ia juga menyadari kalau ada orang orang kakak disitu?”


”Entahlah, kita temui Arya saja dulu. Dia bukan orang seceroboh itu kak, jadi kakak tenang aja.”


Setelah percakapan itu, Teguh keluar dari kamar Sari dan pergi ke kamarnya untuk bersiap siap ke sekolah.


Semoga aja semuanya baik baik aja. batin Sari


...----------------...


”Kalian sudah datang.” Sapa Arya yang sudah menunggu di kursinya sambil berdiri dan menarik kursi untuk diduduki Sari, namun yang duduk di kursi itu malah Teguh.


”Kakak.” omel Sari karena kesal dengan sikap kekanak-kanakan kakaknya.


”Kenapa? mamang aku gak boleh duduk disini?” ucap Teguh sambil melihat ke arah Arya.


”Boleh, silahkan aja. Sari silahkan duduk disini.” Arya menarik kursi yang lain untuk Sari.


”Jadi apa yang mau kamu omongin.” ketus Teguh


”Gimana kalau kita makan dulu, aku laper banget dari kemarin gabisa makan karena diawasi sekelompok orang.” sindir Arya sambil melirik ke arah Teguh.


”Ngelunjak ya, udah deh gausah pake makan segala.” omel Teguh.


”Kak, udah deh makan dulu. Gara-gara siapa juga coba Arya jadi gabisa makan, lagian ini makanan semua udah ada di meja.”


”Baiklah, ayo kita makan dulu.” Teguh menyerah dan akhirnya menuruti permintaan adiknya untuk mereka makan dulu sebelum membicarakan hal penting.


Setelah mereka selesai makan, Arya mengeluarkan Amplop coklat besar dan memulai pembicaraan.


”Ini semua bukti yang aku kumpulin, aku punya bukti hasil tes DNA asli dan manipulasi, aku juga punya banyak bukti rekaman pembicaraan mereka dan juga foto foto mereka bermesraan.” jelas Arya.


Teguh membuka isi amplop itu dan ia mengecek ternyata benar ada semua bukti yang dibicarakan Arya.


”Aku gak nyangka, kamu bisa juga diandelin.” puji Teguh yang membuat Arya tersenyum bangga. ”Tapi sayangnya bukti begini doang masih kurang.” sambung Teguh yang membuat rasa bangga Arya menghilang seketika.


”Mereka memang masih bisa bilang kalau bukti ini editan, tapi kita tinggal mendatangkan pakar informatika multimedia dan telematika. Atau kita langsung saja bekerja sama dengan kepolisian untuk mengecek keasliannya.” sambung Sari.


”Benar juga, aku juga akan mendatangi Rumah Sakit tempat tes DNA ini dan mengkonfirmasi hasil yang aslinya. Aku akan urus sisanya, sekarang kamu de jangan lakuin apapun lagi, dan Arya kamu harus jagain adeku. Karna kamu calon adik iparku jadi aku gak usah manggil kamu kak Arya walaupun usiamu lebih tua dariku, kamu gak keberatan kan?”


Arya kaget mendengar kalimat terakhir yang dikatakan Teguh karena ia tidak menyangka bahkan Teguh tahu bahwa dia menjalin hubungan dengan adiknya.


”Tentu aja gak masalah, aku berjanji akan selalu melindungi Sari.” Tegas Arya


”Baguslah, kalau sampai peristiwa Sari masuk rumah sakit terjadi lagi, akan kucari kau dan kupastikan aku yang akan menghancurkan hidupmu.” ancam Teguh.


”Itu tidak akan pernah terjadi.” Arya menjawab dengan penuh keyakinan, sedangkan Sari tersenyum karena ia merasa senang.


”Tolong anterin adikku sampai rumah dengan selamat, aku mau ke rumah sakit dan ke kantor polisi.” Teguh pergi meninggalkan mereka berdua.


Mereka sangat menantikan hal apa yang akan terjadi besok.


...****************...