
Sari mencari tahu pihak jasa keamanan terbaik di Inggris lewat internet, ia berniat memakai jasa keamanan untuk berjaga jaga dari keadaan bahaya yang mungkin terjadi.
Dia bisa saja dengan mudah meminta Arya atau kakaknya mengirimkan bodyguard. Namun, ia takut mereka akan cemas dan malah menyusulnya ke Inggris. Saat ini tanggung jawab mereka di negara itu masih banyak sehingga ia tidak mau menjadi beban pikiran keduanya. Itulah alasannya ia mencari sendiri jasa keamanan yang terbaik dan terpercaya di Inggris.
Beruntungnya Sari mendapatkan nomor perusahaan itu sehingga ia langsung menghubungi untuk membuat janji temu dengan pihak perusahaan itu. Dan di sepakati bahwa besok ia bisa datang ke perusahaan mereka untuk membicarakan kesepakatan yang akan mereka diskusikan.
...----------------...
Keesokan harinya
Sari tiba di perusahaan Security Giant G4S. Ia sudah ada janji temu dengan Mrs. Celline
Ia bertanya pada resepsionis lalu diantar menuju ruang kerja mrs. Celline oleh security yang stand by berjaga di pintu masuk.
Ruangan itu berada di lantai empat gedung itu, dilantai itu ada 4 ruang kerja yang masing masing pintunya sudah tercatat nama pemilik ruangan itu. Letak ruangan mrs Celline tepat berada di depan lift sehingga ia tidak sulit menemukannya.
Security yang mengantar Sari mengetuk pintu ruangan itu, setelah mendapat izin masuk dari orang yang berada di dalamnya kemudian security itu membuka pintu dan mempersilahkan Sari untuk masuk lalu ia pamit untuk kembali ke posisinya.
”Mrs Celline? ” ucap Sari.
”Ya silahkan duduk.” sapa Celline sambil ia juga duduk di sofa tamu.
”Anda bisa bahasa Indonesia?”
”Ya, saya asli Indonesia.”
”Wow, luar biasa.”
”Ah tidak juga, pegawai disini ada dari berbagai negara karena klien kami dari seluruh penjuru dunia jadi kami sengaja akan melayani klien kami sesuai dengan bahasa mereka, itu agar mereka lebih nyaman dengan pelayanan dari perusahaan kami. Itu sebabnya saat mengetahui calon klien kami dari Indonesia, saya ditugaskan untuk melayani anda.”
”Waah hebat, saya jadi semakin yakin untuk memakai jasa perusahaan ini.”
”Ah hampir lupa, karena terlalu senang bisa bertemu orang Indonesia juga disini sampai saya lupa tidak menawarkan anda minum. Anda mau minum apa?”
”Apa saja.”
”Bagaimana jika kopi?”
”Boleh.”
Celline langsung menelpon ke bagian pantri untuk membuatkan dia gelas kopi dan antarkan ke ruangannya. Tidak lama kemudian OB mengantarkan kopi itu, setiap lantai di perusahaan itu memang ada pantrinya jadi jika ada tamu tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menjamunya.
”Jadi, bodyguard seperti apa yang kamu mau Sari?”
”Saya mau dia seorang perempuan, jago bela diri, tidak ingin tahu urusan saya, dan yang paling penting bisa menjaga privasi saya.”
”Kalau jago bela diri dan menjaga privasi itu memang pelayanan dari kami, jadi semua bodyguard atau security yang kami miliki dijamin memiliki itu semua. Perempuan juga ada, kebetulan dia mantan prajurit bayaran. Fisiknya memang tidak sebesar para pria tapi dia jago taekwondo dan dia juga jago menggunakan pisau dan pistol. Dia sangat terlatih. Biasanya kami hanyaenugaskan dia untuk menjaga anak presiden atau orang berpengaruh di suatu negara. Tapi belakangan ini dia jarang menerima klien karena dia juga orang yang pemilih, jadi sebenarnya saya juga tidak yakin dia akan memilih anda.”
”Sepertinya dia orang yang menarik dan sangat cocok. Saya akan bayar berapapun untuk dia.”
”Ini bukan soal uang, hanya saja memang sifatnya pemilih dan kamipun tidak bisa memaksanya karena kontrak kerja diantara kami tidak boleh ada pemaksaan.”
”Kalau gitu bagaimana kalau anda panggil dia kesini, biar dia bertemu denganku dulu dan jika dia tidak mau maka saya tidak akan memaksa.”
”Hmm baiklah, tunggu sebentar ya? oh iya silahkan anda minum kopinya.”
Sari meminum kopinya sedangkan Celline menghubungi bodyguard itu untuk segera datang ke kantornya.
Setelah lima belas menit menunggu akhirnya seorang wanita datang ke ruangan tempat mereka berada.
Celline langsung memintanya untuk duduk untuk berbicara.
”Kenalin dia Nathaly, dan Nathaly perkenalkan dia Sari klien kita.”
”Luar biasa, dia bisa bahasa Indonesia juga. Aku sangat senang.” ucap Sari tersenyum.
”Itu karena saya mantan prajurit bayaran dan saya bekerja di berbagai negara jadi saya bisa berbagai macam bahasa.”
”Kamu sangat hebat, aku sungguh kagum.”
”Nah nah, jadi Nathaly dia itu klien yang ingin kau jadi bodyguardnya.” potong Celline.
”Apa saya boleh bertanya kenapa anda memilih saya.”
”Saya ingin bodyguard wanita supaya saya nyaman saat beraktifitas, lalu saya ingin bodyguard saya bisa menjaga privasi saya dan tidak banyak omong. Nah Celline merekomendasikan kamu, lalu saat aku bertemu denganmu aku juga jadi lebih yakin memilihmu apalagi kamu cerdas.”
”Apa anda tahu saya tidak bisa dipaksa?”
”Ya tentu saja, saya juga tidak berniat memaksa. Saya hanya orang biasa dan saya hanya butuh perlindungan dari orang yang sedang menguntit saya. Saya tidak bisa melaporkannya ke polisi karena tidak ada bukti, lagipula saya hanya ingin berkuliah di sini dengan aman.”
”Jadi anda tidak ada hubungannya dengan politik atau semacamnya.”
”Ya tidak ada, orangtua saya pengusaha bukan politikus.”
”Baiklah, saya akan menerima pekerjaan ini.”
”Benarkah? terimakasih banyak ya?” Sari tersenyum senang sambil memegang kedua tangan Nathaly.
”Jadi ini kontraknya, silahkan anda baca dulu.” ucap Celline.
”Ada yang ingin saya rubah di kontrak ini, saya ingin menyewanya selama empat tahu karena saya akan berada di sini selama itu. Bagaimana?”
”Ya tentu saja bisa, hanya saja biayanya jadi empat kali lipat.”
”Tentu saja saya akan bayar empat kali lipat dan juga tolong tambahkan poin disini bahwa saya boleh memberikan tambahan bonus kepada Nathaly kapanpun saya mau. Karena disini tertulis bahwa bodyguard dilarang menerima hadiah apapun dari klien.”
”Maaf kalau itu tidak bisa.”
”Tolonglah, saya akan bayar lima kali lipat. Saya orang yang tidak bisa hanya berterimakasih dengan kata kata, kedepannya Nathaly akan sering membantu saya jadi saya akan merasa bersalah tidak bisa memberikan apapun.”
”Tapi.. ”
”Saya mohon.” Sari memohon dengan menutup kedua telapak tangannya sambil memancarkan tatapan penuh harap.
”Baiklah.” Celline akhirnya menyetujuinya karena dia paling lemah dengan tatapan seperti itu.
”Kalau begitu kapan saya akan mulai bekerja.” ucap Nathaly.
”Bagaimana kalau besok pagi kamu datang ke apartemen saya, ini alamatnya dan ini kartu kunci masuk apartemen saya.” Ucap Sari sambil memberikan alamat dan sebuah kartu.
Setelah menerima alamat dan kartu dari Sari, kemudian Sari berpamitan untuk pulang karena semua urusannya sudah selesai.
”Bagaimana kalau saya mengantar anda.” tawar Nathaly.
”Ah gak perlu, kamu mulai kerja besok aja. Oh iya, besok datang jangan membawa mobil ya? mulai besok kamu akan membawa mobilku.”
”Baiklah.”
”Saya pamit dulu ya.” Sari berpamitan sambil berjabat tangan dan cipika cipiki kepada Celline dan juga Nathaly.
”Hati hati.”
...****************...