Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Orang Baru


Flashback


cekleek


Papah Ilyas membuka pintu kamar dan melangkah masuk ke dalam kamar, ia melihat istrinya sedang tidur dengan membelakangi nya.


Dia tahu bahwa sebenernya istrinya hanyalah pura pura tidur karena seminggu ini memang istrinya itu menghindarinya dengan cara itu.


Papah Ilyas duduk di tepi ranjang setelah meletakkan tas nya di meja.


”Papah tau mamah ga tidur.”


Mamah Rita hanya diam tak bergerak sedikitpun walaupun mendengar ucapan suaminya.


”Mah, maafin papah yang gak peka tentang kesedihan mamah. Dengan bodohnya papah berfikir kalau mamah memang benar benar gak enak badan. Maafin papah ya?”


Papah Ilyas masih tetap berbicara walaupun istrinya tidak menanggapi.


”Mah, jika mamah ada keluhan pada papah, harusnya mamah tegur papah. Papah rela mamah omelin kaya gimanapun, papah ini orang yang gak peka makanya papah gak sadar dengan kesedihan orang yang papah cintai.”


Dia terus berbicara sambil duduk membelakangi istrinya, Mamah Rita meneteskan air mata mendengar suaminya terus berbicara walau tidak ditanggapi.


”Di dunia ini wanita yang papah cintai hanya mamah. Papah mencintai keluarga papah, hanya saja papah terlalu ga peka untuk memahami isi hati keluarga papah. Maafin papah ya?”


Mamah Rita langsung bangun dan duduk di sebelah suaminya.


”Apa benar papah mencintai kami?” tanyanya sembari menghadap suaminya dan menelengkan kepalanya.


Papah Ilyas langsung menghadap wajah istrinya yang tampak suram dan sendu.


Ya Tuhan, kenapa aku begitu gak peka kalau istriku menahan kesedihannya. Aku benar benar bukan suami yang baik. batinnya


”Tentu saja mah, kalian adalah prioritas papah.”


Mamah Rita hanya tersenyum getir mendengar jawaban suaminya, dan kemudian ia membuka laci dan mengambil sebuah foto.


”Terus apa dia prioritas kedua papah?” tanyanya sambil menunjukan foto Ilyas dan Sarah.


”Papah akan jelasin, tapi sebelumnya mamah hapus dulu air mata mamah. Papah ga sanggup liat mamah menangis.” jawab Ilyas menghapus air mata istrinya.


”Ya silahkan jelasin, mamah udah siap mendengarnya.” ucap Rita sambil menahan isak tangisnya.


”Mamah ingat gak pegawai papah yang namanya Guntur? Dia pernah papah suruh datang ke rumah ini untuk mengambil berkas rapat papah yang ketinggalan.”


”Iya ingat,apa hubungannya dengan foto ini.”


”Wanita ini namanya Sarah Amelia, dia istrinya Guntur.”


”Jadi papah selingkuh dengan istri pegawai papah sendiri?”


Rita kaget dan tampak menahan amarahnya.


”Papah gak selingkuh mah, jadi Guntur ini sudah meninggal 5 tahun yang lalu karena membantu papah saat papah di begal.”


”5 tahun lalu? Apa waktu papah bilang harus keluar kota 2 hari itu papah ke rumah mereka.”


”Iya, maafin papah gak jujur sama mamah, papah takut mamah cemas kalau tahu papah sempat kena begal. Papah fikir, karena papah selamat jadi untuk apa membuat mamah dan anak anak khawatir.”


”Jadi papah menghadiri pemakaman pegawai papah dan kemudian menikahi istrinya begitu?”


Ilyas mencubit pipi istrinya dengan lembut.


”Mamah nih, ga didengerin dulu sampai selesai. Papah kan udah bilang papah ga selingkuh.”


”Terus kenapa sampai papah bohong bilang ke luar kota sampai 2hari pula.”


”Papah gak sepenuhnya bohong, papah memang ke luar kota karena Guntur di makamkan di kampung halamannya di Solo.”


”Jadi papah ga selingkuh?”


”Engga mah, selama 5 tahun ini papah selalu mentransfer uang ke Sarah untuk biaya sekolah anaknya bernama Nita. Sekarang Nita udah kelas 2 SMP.”


”Tapi foto ini papah dan Sarah ada di depan vila kita pah.”


”Beberapa bulan lalu rumah mereka habis terbakar, maka dari itu papah menyuruh mereka untuk tinggal di vila kita sementara sampai rumahnya selesai di perbaiki.”


”Ade juga nanya hal yang sama ke papah.”


”Ade tahu soal ini pah?”


”Iya putri kita itu sangat peka, dia tahu ada yang gak beres dengan mamah. Gak kaya papah, papah percaya aja waktu mamah bilang hanya kelelahan dan butuh istirahat. Papah ini bukan suami yang baik.”


Ilyas menunduk dan menampar nampar pipinya sendiri. Rita langsung memegang tangan suaminya agar ia menghentikan tindakannya itu.


”Papah suami terbaik yang ada di dunia ini pah, mamah yang salah karena tidak bertanya dan malah menuduh papah.” ucapnya sambil memeluk suaminya.


”Mamah gak salah, siapapun yang melihat foto itu pasti berfikir hal yang sama. Ade juga menuduh papah selingkuh.”


”Udahlah kita gausah bahas ini lagi, ngomong ngomong ade punya foto itu darimana ya pah?”


”Mungkin dia mengambil salah satu foto yang mamah punya, udahlah gausah di pikirin. Daripada itu mending kita melakukan hal lain yuk mah, kan sudah lebih dari seminggu kita gak itu..”


Rita yang mengetahui maksud suaminya itu langsung aja tersenyum menahan malu.


”Papah nih ah,” jawabnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.


”Mamah nih pake ditutupin segala wajahnya. Nanti papah gabisa liat kecantikan mamah kalo ditutup gitu.” ucap Ilyas sambil menyingkap kedua tangan istrinya yang menutupi wajahnya.


”Mamah malu tau pah.”


”Ya ampun sayang, kita udah menikah lebih dari 20 tahun loh. Masa masih malu aja.”


Ilyas langsung saja mencium bibir istrinya dengan lembut dan lama lama semakin dalam dan intens, selalu itu mereka pun melewati malam panas yang bergairah.


...----------------...


Saat Sari dan keluarganya sedang sarapan, tiba tiba telpon rumah berbunyi,


Bi inah dengan sigap langsung mengangkat telpon.


”Dengan keluarga Jayadiningrat.” ucap bi inah.


”Bi, ini Joko. Di gerbang ada pemuda katanya temennya non Sari, mau ketemu dan mengembalikan sesuatu katanya. Katanya suruh bilang ke non Sari, sesuatu yang tertinggal di taman sekolah. Begitu bi,” ucap Joko salah satu satpam di rumah Jayadiningrat.


”Sebentar, saya tanya non dulu.”


”Temen? siapa pagi pagi gini.” tanya Sari


”Sesuatu yang tertinggal di taman sekolah.”


Sari mencoba mengingat sesuatu dan akhirnya ia ingat bahwa dompetnya tertinggal. Mungkin salah satu siswa di sekolahnya ada yang menemukan.


”Oh iyaudah bi, biarin dia masuk. Nanti aku keluar temuin dia.”


”Baik non.”


Bi inah langsung menjawab telpon mang Joko.


”Kata non Sari, biarin dia masuk.”


”Oke.”


Di gerbang rumah Jayadiningrat,


”Kamu boleh masuk, silahkan.” ucap mang Joko.


”Kan udah saya bilang, saya temannya majikanmu, daritadi ga percaya.”


”Maaf, sudah peraturan di rumah ini gak boleh sembarangan membiarkan orang asing masuk.”


”Yaudh lah, kedepannya aku bakalan sering kesini. Jadi hafalin mukaku ini ya? pak Jo.Ko ” jawabnya sambil melihat name tag yang ada di seragam mang Joko.


Pemuda itu masuk dengan mengendarai mobil lamborghini berwarna merah terang.


”Wah, keluarga Jayadiningrat memang gak ada lawan, pantes cewe ini cuek banget. Dia udah punya segalanya, jadi ga butuh kepopuleran atau apapun itu.” gumam pemuda itu di dalam mobil yang ia kendarai melewati taman yang begitu luas.


Pemuda itu berhenti di depan teras rumah dan ia melihat Sari sudah berdiri di teras itu.


”Wah, gue ga nyangka di sambut langsung oleh wanita cantik.” Ucapnya sambil turun dari mobil.


Sari hanya berdiri dan mengulurkan tangannya.


”Mana sini dompetnya.” tanya Sari ketus.


”Ya ampun dingin banget si, harusnya kan basa basi dulu.”


”Udah sini mana dompetnya.”


”Iya baiklah” ia menyodorkan dompet Sari namun saat nyaris sampai ke tangan Sari, ia langsung menarik lagi dompet itu.


”Eh tunggu dulu, gak semudah itu donk. Sebelum gue kasih dompetnya gue minta 1 aja permintaan.”


”Yaudah berapa yang lu mau.” jawab Sari malas.


”Bukan uang yang gue mau, gue cuma mau lu jadi teman gue.”


Sari yang kaget mendengar permintaan itu sontak merasa kesal.


”Ngelunjak ya, gue gak kenal sama elu ngapain juga gue temenan sama lu.”


”Kemarin kan gue udah nyebutin nama gue.”


”Gue ga inget.” ketus Sari.


”Yaudh kenalin, nama gue Leon Prayoga. Gue kelas 11 IPS 3.”


”Gue ga mau bertemen. Udah berikan aja sini dompetnya, gue bakalan ngasih imbalan yang lain.”


”Kalo gamau bertemen yaudh dompet ini bakalan terus ditangan gue.”


Sari yang merasa kesal pun berusaha mengambil dompet ditangan leon yang diangkat tinggi.


Sari melompat lompat mencoba menggapai dompetnya, namun ia tidak sampai karena Leon lebih tinggi darinya.


Sari yang terus mencoba mengambil dompet itu akhirnya malah tergelincir dan hampir terjatuh, namun tubuhnya berhasil ditangkap Leon.


Tangan Leon meraih pinggang Sari yang nyaris terjatuh dan membuat wajah mereka saling bertatapan.


Gila, kenapa gue deg degan gini. Ga pernah ada satupun cewe yang bikin gue berdebar kaya gini. Mana Sari dari deket cantik banget,. batin Leon.


Sari yang sadar Leon hanya diam dan bengong langsung mendorong tubuh Leon agar menjauhinya.


”Ngapain si pegang pegang.” omel Sari.


”Bukannya makasih, kalo ga gue tangkep elu itu udah jatoh.”


”Ya makasih, udah sini mana dompetnya. Gue mau berangkat nih.”


”Yaudah makanya bertemen ama gue ya?”


”Gue gamau.” tegasnya.


”Yaudh kalo gamau, kalo gitu kita berangkat sekolah bareng ya?”


”Gausah repot repot makasih, gue ada supir koq.” ketus Sari.


”Yaudah kalo gamau dompetnya gue bawa lagi.”


”Yaudah gue mau, bentar gue mau ambil tas dulu sekalian pamit.” jawab Sari dengan terpaksa.


Sari masuk ke dalam rumah dan Leon langsung menari nari senang.


”Yes yes yes yes”


...----------------...


Terimakasih sudah membaca sampai bab ini.


Semoga kalian suka.


Karena masih banyak kekurangan, jadi saya mengharapkan kritik dan saran dari kalian.


Saya juga mohon dukungannya dengan memberikan like, coment, dan vote untuk karya saya ya?


Sekali lagi Terimakasih sudah menjadi penyemangat saya. ❤️❤️


...****************...