
Setelah lamaran yang berkesan itu, mereka berdua sibuk mempersiapkan acara pernikahan mereka.
Sejujurnya ini percobaan pernikahan ketiga mereka. Dua kali sebelumnya mereka gagal melaksanakan pernikahan karena suatu hal yang absurd.
Di pernikahan mereka yang pertama terpaksa harus batal karena saat acara berlangsung tiba tiba hujan deras turun padahal cuaca sebelumnya baik baik saja. Para tamu undangan berlarian meninggalkan acara yang memang hanya di persiapkan secara outdoor.
Lalu sebulan kemudian mereka mengganti konsep outdoor menjadi indoor. Lagi lagi acara yang sudah berlangsung setengahnya pun harus hancur karena tiba tiba ada seekor anjing pitbul masuk dan membuat para tamu berhamburan karena takut.
Tentu saja semua itu batal bukan karena kebetulan, yang pertama hujan itu ternyata adalah akal akalan Teguh. Dia menyewa beberapa mobil damkar yang biasa dipakai syuting untuk membuat hujan buatan di tempat acara.
Teguh bukannya menolak pernikahan itu, Teguh hanya kesal karena dirinya yang paling menentang pernikahan outdoor karena pernikahan itu mengingatkannya tentang pernikahannya yang gagal dan mengingatkannya tentang dirinya yang menyakiti wanita. Namun adiknya itu malah bersikeras mengadakan acara itu meski dirinya menentang.
Dia sudah beberapa kali mencoba mengagalkan acara outdoor itu namun selalu gagal, hingga akhirnya acara itu malah dimulai. Karena kesal, jadilah dia merencanakan hujan buatan itu agar adiknya menunda pernikahannya dan mengubah konsep outdoor.
Lalu untuk acara yang kedua kalinya berada di dalam gedung mewah yang disulap bak di negeri dongeng. Di acara kedua itupun mereka terpaksa menunda pernikahan karena ada seekor anjing pitbull yang terlepas, ternyata setelah di selediki anjing pitbull itupun bukan kebetulan terlepas disitu. Heni yang sudah menyuruh orang menghancurkan pernikahan anak tirinya itu, dia merasa anak tirinya itu tidak seharusnya mendapat istri se sempurna Sari. Dia khawatir posisi anak tirinya itu semakin kuat sampai sampai dia akan kesulitan menyingkirkan anak tirinya itu.
Sejujurnya sudah beberapa kali dia mencoba mengacaukan kehidupan anak tirinya itu namun semuanya gagal dan malah berbalik padanya. Maka dari itu selama ini dia membiarkan anak tirinya itu melakukan apapun, namun berbeda cerita jika dia menikahi wanita yang kaya raya seperti Sari. Karena dia merasa anak tirinya itu akan semakin merasa diatas angin dan bisa saja suatu saat malah membuat kerugian padanya dan putra kandungnya Leon.
Tentu saja setelah mengetahui dalang dari hancurnya acara kedua, Daniel langsung meminta maaf dan berjanji akan mengawasi istrinya agar tidak melakukan tindakan merugikan lagi.
Sejujurnya Heni bisa saja di penjara, Daniel pun melindunginya bukan karena peduli pada istrinya itu namun hanya karena perlu menjaga perasaan anaknya Leon dan juga nama baik keluarganya sendiri.
Akhirnya Heni di maafkan hanya saja dia tidak diperkenankan menghadiri pernikahan mereka. Bahkan Heni harus selalu di dalam rumah sampai mereka selesai melangsungkan pernikahan.
Setelah serba serbi pernikahan yang terus gagal itu, akhirnya pernikahan yang ketiga kalinya inupun digelar.
Kali ini Sari memerintahkan banyak anak buahnya untuk memastikan keamanan acaranya. Dia tidak ingin acara pernikahan kali ini gagal kembali setelah dua kali sebelumnya gagal.
Pernikahan kali ini digelar dengan tema yang cukup unik yaitu hallowen. Semua tamu diwajibkan memakai pakaian ala ala hantu sedangkan Sari tetap memakai pakaian pengantin hanya saja dengan riasan yang pucat dan darah yang menempel di sekitar dahi dan leher. Sedangkan Arya mengenakan setelan jas namun dengan memakai gigi taring dan juga telinga palsu yang runcing ala elf.
Sejujurnya banyak orang yang merasa ide ini konyol. Termasuk Rita yang sangat menentang tema pernikahan ini karena dirinya memang takut dengan hal hal berbau hantu seperti ini.
Tapi tanpa di sangka justru para tamu malah terlihat menyukai konsep ini, bahkan beberapa dari mereka merasa begitu antusias karena pernikahan ini jadi terkesan santai dan bisa dinikmati oleh mereka yang rindu suasana hallowen.
” Gila, keren banget ya konsepnya?”
”Iya, aku jadi gak canggung karena merasa santai. Apalagi suasana seperti ini sangat jarang.”
”Iya, orang kaya raya emang beda ya? bisa aja nemu konsep beginian.”
Beberapa tamu undangan yang hadir tampak berbaur satu sama lain sambil bercengkerama dan menikmati hidangan yang ada di setiap pinggir meja.
Mereka semua bercengkerama sambil berdiri karena kursi hanya ada di beberapa titik saja. Tempat itu lebih mirip seperti panggung dance karena musik sudah terdengar begitu memasuki gedung.
Setelah tamu sudah mulai banyak yang berdatangan, akhirnya acara pernikahan yang di nanti pun tiba.
Musik yang tadinya terdengar ngebeat berubah menjadi musik yang biasa terdengar saat acara pernikahan.
MC acara itu mulai berbicara dan meminta para tamu berdiri di sekitar jalan menuju altar pernikahan.
Ketika Arya berjalan menuju altar, dia dilempari berbagai jenis kembang tujuh rupa oleh para tamu undangan yang sudah diberi satu cup bunga saat mengisi daftar tamu.
Sejujurnya wangi kembang itu memang membuat merinding, namun itulah yang membuat acara ini menjadi berbeda dari yang lain.
Setelah Arya sampai di altar, kemudian MC meminta mempelai wanita dan sang ayah untuk berjalan menuju altar.
Seperti mempelai pria yang dilempari kembang tujuh rupa, Sari dan Ilyas pun juga di lempari kembang itu. Tidak hanya itu, bahkan dari atas berjatuhan pucuk bunga melati.
Ilyas mengantar Sari hingga altar kemudian memberikan tangan Sari yang tadinya menggandeng nya kepada Arya yang sudah mengulurkan tangan sambil sedikit membungkuk.
Setelah mereka berdua sampai di altar, akhirnya janji pernikahan pun dimulai.
Setelah serangkaian janji di hadapan manusia dan Tuhan itu selesai, akhirnya mereka berdua berciuman sebagai tanda bahwa mereka telah terikat pernikahan. Tentu acara berciuman itu dilaksanakan setelah mereka saling memasang cincin pernikahan.
Dan acara yang ditunggu tunggu semua orang pun tiba yaitu acara lempar bunga. Konon yang mendapatkan buket bunga itu maka harus segera menikah dalam waktu enam bulan jika tidak maka dia akan melajang seumur hidup. Tentu saja itu sangat dimanfaatkan oleh para gadis untuk mengkode kekasihnya agar cepat cepat menikahinya.
MC menghitung mundur dari tiga ke satu agar pengantin bersama sama melemparkan buket bunga yang dipegang mempelai wanita dari awal acara.
Satu..
Dua..
Tiga..
Buket bunga itu di lempar ke kumpulan orang orang yang sudah bersiap menangkapnya, dan ternyata buket bunga itu ditangkap oleh seorang yang tidak terduga.
Semua orang menatap ke arah orang tersebut lalu memberikan tepuk tangan, orang yang tidak sengaja menangkapnya itupun cukup terkejut.
Orang yang menangkap buket bunga itu adalah Leon.
”Wah selamat ya? aktor besar kita ini pasti akan segera menikah.” ucap Teguh sambil menepuk pundak Leon.
”Benar, jangan jangan dia diam diam sudah punya pacar. Wah, kamu harus cepat nikahin dia kalau tidak kamu akan jadi perjaka tua.” ucap tamu yang lain.
Leon bingung, bagaimana bisa dia yang mendapatkan buket bunga itu padahal dia baru saja datang dan sedang berjalan ke arah orangtua Sari untuk memberikan selamat. Tapi justru tiba tiba buket bunga melayang ke arahnya dan refleks dia tangkap begitu saja.
Gara gara itu suasana menjadi heboh dan mereka sibuk berkumpul meledek Leon.
”Kak, tolong aku dari kerumunan ini.”
Leon meminta tolong pada Arya yang masih diatas altar bersama Sari, meski dia meminta tolong dengan hanya menggunakan gerakan, namun Arya tahu yang di maksud.
Tentu saja Arya membiarkan adiknya itu menjadi bahan ledekan para tamu, dia dan istrinya itu malah justru tertawa melihat Leon yang tampak kesulitan dengan kerumunan itu.
...****************...