
Mereka sampai di depan butik.
”Kau tunggu disini, aku akan belikan baju.”
”Yang bagus ya kak.”
”Berisik.”
Arya turun dari mobil dan masuk kedalam butik kemudian meminta pegawai butik ambilkan baju manapun karena ia sendiri malas memilih.
”Mba saya mau beli baju untuk wanita.”
”Mau yang seperti apa pak?”
”Ambilkan mana aja bebas.”
”Kalau boleh tahu bajunya untuk siapa ya pak?”
”Apa saya harus ngasih tahu mau kasih baju itu ke siapa?”
”Maaf, maksud saya wanita itu masih remaja atau sudah berumur begitu pak biar saya bisa ambilkan beberapa rekomendasi yang bagus pak.”
”Oh, buat wanita muda tapi ambilkan saja manapun yang penting bajunya masih baru.”
”Baiklah pak, tunggu sebentar ya pak biar saya siapkan.”
Tidak lama kemudian pegawai butik itu datang dengan beberapa baju ditangannya.
”Ini rekomendasi dari saya pak, ini sedang tren saat ini.” ucap pegawai itu sambil menjelaskan.
”Yaudh ambil ini saja.” Arya menunjuk satu mini dress secara acak.
”Mau ukuran berapa pak?”
”Mungkin wanita itu tinggi atau pendek pak? biar bisa saya bantu mengira ngira.”
”Sepertinya seukuran kamu, hanya dia agak sedikit lebih pendek sedikit tapi. ukuran badannya sepertimu kayaknya.”
”Baik, kalau begitu saya siapkan yang ukurannya sama seperti saya ya pak.” Pegawai itu pergi untuk mengambilkan baju sesuai ukurannya lalu mempersilahkan Arya untuk ke kasir.
”Silahkan bayar ke kasir pak.”
Setelah membayar baju itu, Arya langsung keluar dan menuju mobilnya. Ia melemparkan goodie bag berisi baju untuk dipakai Nita.
”Pakai itu, aku akan menunggu diluar.”
”Baiklah jangan mengintip.”
”Cih, ini kaca tidak tembus pandang dari luar jadi kau gak usah khawatir lagipula aku sama sekali gak tertarik.” ketus Arya lalu keluar dari mobil dan menutup pintunya dengan kencang.
Arya berdiri menunggu di luar mobilnya sambil. memasang waja kesal.
Coba ada Sari pasti aku gak akan seharian ini kesal begini, aah aku jadi sangat merindukannya.
Leon sedang melintasi jalan raya didepan butik itu dengan sepada motor yang baru dibelikan oleh Arya lalu ia tidak sengaja melihat kakaknya sedang berdiri di depan parkiran butik. Karena penasaran akhirnya Leon menghampiri kakaknya.
”Lo lagi apa disini.” tanya Leon masih dengan helm dan duduk diatas motornya yang baru saja ia hentikan tepat didepan kakaknya.
”Leon lo kok bisa ada disini?” Arya kaget melihat Leon yang tiba tiba muncul.
”Gue tanya malah balik tanya.”
”Gue.. ”
Baru saja Arya akan menjelaskan pada Leon namun Nita tiba tiba keluar dari mobilnya setelah selesai memakai baju barunya.
”Kak, ini bagus ditubuhku. Kakak pinter milih ya? aku jadi udah gak sedih lagi karena baju yang tadi kupakai sobek.” ucap Nita.
Leon terkejut melihat ada wanita yang keluar dari mobil kakaknya bahkan ia lebih terkejut lagi dengan kalimat yang dikatakan wanita itu.
”Itulah gue tadi mau jelasin ke elo tapi dia malah keburu keluar dan bicara yang membuat orang salah paham.”
”Lo benar benar bajingan ya? gue gak nyangka kelakuan lo seperti ini.” Leon marah dan langsung pergi tancap gas.
”Tunggu Leon, lo jangan salah paham.” teriak Arya.
Namun teriakan Arya itu tidak berarti sama sekali, Leon sudah melaju dengan kecepatan penuh dan meninggalkan dirinya yang mencoba berlari mengejarnya.
Sial sial sial
Arya kesal dan berteriak ”Aaaaarrrrgggghhhhh” dengan sangat keras.
Nita menghampiri Arya dan berpura pura merasa bersalah padahal didalam mobil ia sudah melihat Arya sedang berbicara dengan seseorang itulah sebabnya ia keluar sambil bicara yang membuat orang salah paham.
”Kak ada apa sebenarnya?” tanya Nita sambil memegang tangan Arya.
Arya langsung menghempaskan tangannya dan memasang wajah datar.
”Dasar wanita sialan.”
Arya berjalan menuju mobilnya dengan langkah cepat sedangkan Nita mengikutinya dari belakang dan terus meminta maaf.
”Kak kalau aku salah aku minta maaf, aku benar benar tidak sengaja. Maafin aku kak.”
Arya sama sekali tidak menggubris ucapan Nita dan langsung masuk kedalam mobilnya, Nita hendak masuk mobil juga namun pintu mobil itu terkunci. Ia langsung mengetuk ngetik pintu tempat Arya duduk.
”Kak, tolong buka kak. Kakak harus antar aku dulu kak, aku takut pulang sendirian kak.”
Arya menurunkan kaca pintu mobilnya lalu melemparkan tas yang dibawa Nita tanpa mengatakan apapun, Arya sudah terlalu kesal meladeni Nita.
Pluuukkk
Setelah ia melempar tas ke arah Nita, ia langsung mengemudikan mobilnya dan meninggalkan Nita sendirian.
Nita sangat kesal setelah melihat perlakuan Arya kepadanya namun ia hanya bisa melihat mobil Arya yang semakin menjauh sampai akhirnya sudah tidak terlihat lagi.
”Tidak ada satu pria pun yang memperlakukanku seperti ini, lihat saja aku akan buat kamu berlutut di kakiku.” gumam Nita.
Hari itu Nita akhrinya pulang sendiri dengan menaiki taxi, walau kesal tapi ia sedikit puas karena rencananya tidak sepenuhnya gagal.
Sementara itu Arya pulang kerumah dan melihat motor Leon sudah berada di halaman rumah yang berarti Leon juga ada di dalam.
Hufftttt aku harus masuk dan jelasin semuanya, kau harus tenang Arya. Adikmu itu lagi emosi jadi kau jangan ikut emosi. Tenang tenang tenang
Setelah beberapa kali menenangkan dirinya dengan tarik napas dalam dalam, akhirnya ia melangkahkan kakinya ke dalam rumah.
Namun baru saja ia membuka pintu, Leon langsung memukul wajahnya bahkan hidungnya sampai berdarah. Arya sama sekali tidak membalas dan membiarkan adiknya memukulnya, melihat tidak ada perlawanan apapun dari kakaknya akhirnya ia menghentikan pukulannya dan langsung duduk di sofa sedangkan Arya dibiarkan saja berada di lantai.
Arya dengan perlahan bangkit dari lantai dan duduk di sofa di sebelah adiknya.
”Lo udah puas mukul guenya.” tanya Arya sambil meringis karena merasa kesakitan.
”Kalo gue tahu lo cuma mempermainkan Sari, dulu gue gak akan menyerah. Sialan, lo benar benar brengsek.” ucap Leon sambil menahan amarahnya.
”Lo salah paham.”
”Gimana kalo Sari tahu, dia bakalan sakit hati banget. Lo bajingan tau gak.”
”Lo dengerin penjelasan gue dulu dong.”
Leon terus memotong ucapan Arya karena ia begitu mengkhawatirkan perasaan Sari, ia memang masih memendam rasa untuk Sari namun ia menyerah demi kakaknya. Tapi ia sedikit menyesali keputusannya setelah melihat kelakuan kakaknya.
”Gue akan rebut Sari dari lo. Gue gak akan biarin Sari sakit hati.” ucap Leon dengan tegas.
Arya kesal karena selain Leon terus memotong ucapannya padahal ia mau menjelaskan situasi tadi juga Leon mengatakan akan merebut Sari dari sisinya. Arya langsung memukul wajah Leon hingga Leon tersungkur di sofa.
...****************...