Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Beres


Sari dan Arya pergi ke kantor polisi. Sesampainya di kantor polisi mereka langsung di arahkan oleh salah satu petugas polisi menuju ruang interogasi dimana Pak Burhan pengelola CH Construction berada.


Setelah sampai di ruang interogasi hanya Sari yang diizinkan masuk sebagai CEO CH group sekaligus atasan tersangka. Sedangkan Arya tidak di izinkan dengan alasan tidak berkepentingan.


”Silahkan Ibu bisa masuk, namun Bapak tidak bisa masuk.” ucap petugas.


”Tapi saya harus masuk.” jawab Arya.


”Anda tidak berkepentingan disini, kecuali Anda adalah kuasa hukumnya barulah Anda bisa masuk.”


”Tapi..”


”Tidak masalah, saya akan masuk sendiri.” potong Sari.


”Tapi..”


”Aku sudah meminta pak Surya sebagai kuasa hukum perusahaan untuk datang, namun dia tidak bisa dihubungi. Apa kamu bisa mengecek keberadaannya? walaupun aku yakin bisa menangani ini, tapi entah mengapa aku jadi khawatir pada kuasa hukum kita karena tiba tiba dia tidak bisa dihubungi setelah aku telpon.” bisik Sari ditelinga Arya.


Arya mengangguk dan segera pergi meninggalkan kantor polisi, sedangkan Sari langsung masuk ke dalam ruang interogasi.


”Anda sudah datang, silahkan duduk di sebelah tersangka.”


Sari duduk di sebelah pak Burhan yang tampak sedikit pucat.


”Bu, tuduhan itu tidak benar.” ucap pak Burhan mencoba membela diri di hadapan Sari.


Brak


”Buktinya sudah jelas, tapi mengapa Anda mengelak terus.” Teriak detective yang menginterogasi sambil berdiri dan menggebrak meja.


Sari duduk dengan elegan dan memasang wajah serius, dia sama sekali tidak terlihat tegang atau gugup justru dia terlihat sangat tenang.


”Jika cara interogasi anda seperti ini, saya sebagai saksi bisa meminta pergantian petugas loh. Apa anda mau diberi peringatan oleh atasan anda karena sikap anda terhadap saksi dan tersangka sangat kasar?”


Petugas itu langsung duduk kembali lalu menahan emosinya.


”Baiklah, saya minta maaf atas sikap saya yang kurang sopan. Anda sebagai CEO CH group sekaligus atasan tersangka apa tidak mengetahui aktivitas ilegal ini?”


”Perusahaan kami tidak pernah melakukan kegiatan ilegal. Termasuk CH Construction juga sudah bekerja sesuai SOP dan semua kegiatan kami legal dan berizin. In semua surat izin menjalankan bisnis, lalu ini surat izin penebangan pohon, jadi kegiatan yang anda tuduh ilegal itu adalah fitnah.” jelas Sari sambil memberikan beberapa dokumen perizinan.


Petugas itu mengecek semua perizinan itu dan semuanya memang sah.


”Ini memang sah, tapi di lokasi ada buktinya. Kayu kayu yang ada di salah satu truk CH Construction adalah kayu jenis meranti yang dilindungi karena sudah langka.”


”Apa anda sudah lihat surat jalan yang dibawa truk itu? disitu tertulis kayu jenis merbau dan batang kayu log ukuran panjang dua meter dilapangan terdapat kayu ukuran panjang dua meter rata rata memiliki diameter dua puluh centimeter serta berisi sepuluh kubik atau sekitar tiga ratus tiga puluh batang kayu glondong dalam satu truk. Sedangkan yang polisi temukan adalah kayu jenis meranti, jadi sudah dapat dipastikan ada yang menyabotase truk kami.”


”Bisa saja di surat jalan tertulis seperti itu tapi faktanya yang di ambil adalah kayu meranti.”


”Anda benar, tapi kayu meranti hanya ada di hutan kalimantan. Sedangkan kami mengambil kayu merbau di hutan pulau Jawa. Anda bisa mengecek rute truk itu. Bukankah kepolisian bisa tahu rute yang ditempuh suatu mobil? anda juga bisa mengecek seluruh CCTV yang dilewati truk kami, apakah truk kami ini pernah berada di area hutan kalimantan yang berisi kayu meranti?”


Polisi itu terdiam dan juga kagum dengan kecerdasan Sari.


”Anda tidak bisa menangkap pak Burhan hanya dengan bukti seperti itu, saya akan mengajukan penangguhan penahanan dan tim bapak silahkan selidiki dulu dan kumpulkan bukti yang lebih akurat.”


”Baiklah, pak Burhan memang tidak bisa di tahan dengan bukti yang kurang ini. Tapi perlu diingat bahwa tersangka masih harus wajib lapor sampai kasus ini selesai.”


”Kalau begitu saya dan pak Burhan sudah bisa pergi?”


”Tunggu sebentar setelah surat penangguhan penahanan turun maka anda berdua bisa langsung pulang.”


Setelah beberapa saat surat penangguhan telah selesai dibuat dan mereka berdua bisa pulang dari kantor polisi.


Ketika di depan kantor polisi, Pak Burhan mengucapkan terimakasih karena Sari mempercayainya dan membebaskannya dari tahanan. Dia juga berjanji pada Sari akan membersihkan namanya dan mencari bukti dan pelaku yang sebenarnya. Sari hanya menjawab dengan anggukan kepala sekali.


Setelah itu pak Burhan kembali ke kantor CH construction sedangkan Sari memilih untuk menelpon Arya agar menjemputnya di kantor polisi.


Lima menit menunggu akhirnya Arya sampai di depan kantor polisi. Kemudian Sari naik ke mobil Arya.


”Bagaimana?” tanya Arya.


”Aku sudah minta penangguhan tahanan jadi pak Burhan bebas tapi dia masih harus wajib lapor.”


”Syukurlah, oh iya aku udah mencari keberadaan pak Surya ke kantornya dan menurut sekretarianya pak Surya tidak datang ke kantor hari ini.”


”Aneh sekali, kenapa saat dibutuhkan dia malah menghilang. Ini seperti sudah di rencanakan.” gumam Sari.


”Kenapa?” ucap Arya yang mendengar Sari mengguman hanya saja tidak terlalu jelas.


”Ah tidak, aku minta tolong padamu ya? tolong selidiki pak Surya. Aku tahu kamu sudah menyelidikinya dulu. Namun entah kenapa firasat ku mengatakan ada yang terlewat.”


”Tentu, setelah ini aku akan menyelidiki kemana saja dia pergi bahkan aku akan menyadap HP nya kalau perlu.”


”Terserah kamu bagaimana caranya hanya saja menyadap handphone kan ilegal, bagaimana kalau kamu jadi terkena masalah.”


”Aku akan hati hati.”


”Baiklah.”


”Apa si Nathali itu berhasil mencari bukti di sekitar TKP?”


”Tadi dia sudah menghubungiku dan sekarang dia sudah di kantor menungguku katanya dia menemukan sesuatu.”


”Sesuatu apa?”


”Entahlah, kamu juga jangan terlalu meremehkan Nathali dia sangat bisa diandalkan seperti hal nya kamu. Kalian berdua sama sama kekuatanku jadi akurlah.”


”Sepertinya itu sulit, bahkan jika membayangkan dia selalu ada bersamamu saja membuatku kesal.” Arya menyetir sambil memasang ekspresi bete.


”Kamu ini lucu ya? apa kamu cemburu pada Nathali? dia itu wanita loh, lagipula aku normal dan yang aku cintai cuma kamu.” Sari menarik kedua bibirnya dan tersenyum tipis karena dia menahan gemas pada tingkah imut kekasihnya itu.


”Tetap saja aku tidak suka, coba kita sudah menikah maka aku akan terus menempel padamu, aku tidak akan jauh darimu walau hanya sedetik.”


”Tetap saja kamu harus pergi mengurus perusahaanmu, jadi ada kalanya juga kita jauh.”


”Apa aku jual saja perusahaan itu lalu aku jadi asisten pribadimu saja agar aku selalu menempel denganmu.”


”Bodoh, ucapan macam apa itu.” omel Sari sambil memukul pelan kepala Arya.


Arya terus cemberut sepanjang jalan sedangkan Sari sibuk menghibur tingkah kekanak kanakan Arya.


Sementara di sisi lain Zayn tampak duduk makan siang bersama seorang pria paruh baya yang memasang ekspresi tunduk.


”Kamu memilih pilihan yang benar.” ucap Zayn.


...****************...