
Barrow belum menjalankan mobilnya, dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja Anna katakan. Bagaimana mungkin Nick Devan adalah keturunan murni Mariana? Rasanya tidak ingin mempercayainya tapi dia yakin Anna tidak sedang sedang bercanda di saat seperti itu.
Anna juga yakin jika tebakannya tidaklah salah jika Nick adalah keturunan murni Mariana. Dia tidak tahu bagaimana, dia sendiri tidak mengerti tapi banyak kejanggalan yang menunjukkan jika Nick'lah yang harus dia waspadai selama ini apalagi beberapa petunjuk memang mengarah ke pria itu.
Oleh sebab itu Anna berpura-pura menjadi linglung setelah diselamatkan dari dalam dasar jurang. Dia berpikir dengan keras dengan perkataan arwah si payung merah jika musuh berada di dekatnya tanpa dia sadari. Dia juga mencurigai Nick bukan tanpa alasan, dia curiga jika Nick keturunan Mariana karena hubungannya dengan arwah si payung merah.
Arwah si payung merah hendak mengatakan sesuatu saat terakhir kali mereka bertemu tapi Mariana mengetahui hal itu dan membelenggu jiwa Natalie. Dia mengambil kesimpulan jika Mariana melakukan hal itu agar dia tidak tahu dan tidak mencurigai Nick supaya pria itu bisa mengawasinya dengan mudah.
"Kenapa kau berkata jika Nick Devan adalah keturunan murni Mariana, Anna?" tanya Barrow.
"Banyak kejadian yang membuat aku curiga padanya, Barrow. Arwah si payung merah yang selalu mengikutinya dan menatapnya dengan penuh dendam, dari sana aku bisa mengambil kesimpulan apalagi arwah si payung merah mati dan dijadikan tumbal. Nick juga pernah berkata padaku jika dia memiliki seorang kekasih yang pergi meninggalkan dirinya untuk studi dan aku menebak, kepergian kekasihnya bukan untuk itu melainkan sudah dia tumbalkan dan kekasihnya itu adalah arwah si payung merah," jelas Anna.
Walau dia tidak bisa menjelaskan banyak tapi dia harap Barrow percaya karena dia juga masih belum mengerti bagaimana Nick bisa menjadi putra tertua di keluarga Devan. Apa dia memperdaya keluarga itu menggunakan sihir? Hal itu bisa saja terjadi apalagi Lucia Devan adalah gadis yang terpilih untuk kebangkitan Mariana.
"But, how?" Barrow benar-benar belum bisa mempercayai hal itu.
"Aku juga tidak tahu tapi apa kau tahu, Barrow?" Anna berpaling, menatap Barrow dengan ekspresi wajah serius.
"Ada apa? Jangan katakan aku sudah ternoda oleh para arwah itu!"
"Sembarangan, arwah mana yang mau menodaimu?" Anna tampak kesal karena Barrow bercanda disaat dia sedang serius tapi sesungguhnya Barrow memang sudah ternoda oleh arwah Mariana ketika dia sedang menyamar sebagai Anna.
Jika saat itu Barrow tidak di sadarkan mungkin bibit Barrow sudah berada di rahim Mariana. Barrow tidak ingat sama sekali, Anna pun tidak tahu sehingga menjadi sebuah rahasia dan yang menyadarkan Barrow saat itu adalah arwah si payung merah. Meski terbelenggu, namun Natalie berada tidak jauh dari Barrow saat itu.
"Baiklah, lanjutkan!" ucap Barrow. Kini dia terlihat serius.
"Saat kau berada di bawah kendali Mariana dan mengadakan ritual pemujaan setan., Nick begitu yakin kau adalah pemuja iblis. Dia bahkan hendak menghubungi polisi agar kau ditangkap dan dihukum mati. Dia melakukan hal itu untuk menjadikan dirimu sebagai kambing hitam sehingga kau menjadi tersangka atas kasus pembunuhan berantai yang terjadi di kastil waktu itu."
"Apa? Jadi dia melakukan hal itu?" Barrow tampak tidak terima. Dia justru hampir celaka saat di kastil tapi dia ingin dijadikan tersangka oleh Nick, awas saja pria itu nanti.
"Aku selalu mengingat perkataan ini, apa yang terlihat baik belum tentu baik. Nick selalu menarik perhatianku, dia selalu ingin aku menjadi kekasihnya dan seperti mendesak aku untuk menerima cintanya. Aku ingin dekat dengannya demi suatu tujuan dan tentunya agar dia merasa sudah bisa memperdaya aku. Sebagai seorang agen aku harus bisa menempatkan diri di dalam segala situasi. Aku sudah begitu mencurigainya dan kau lihat, ibu dan bibiku begitu mudah diculik karena mereka sangat menyukai Nick dan percaya dengannya."
"Bagaimana kau bisa tahu ibu dan bibimu bersama dengan Nick?"
"Sial, benar-benar tersangka yang tidak terduga!" Barrow memukul setir mobil. Dia sungguh tidak menduga jika Nick adalah pelaku yang selama ini mereka cari dan yang telah membunuh banyak gadis untuk ditumbalkan. Tapi bagaimana bisa? Pertanyaan itu masih belum bisa terjawab untuk saat ini.
Jika Nick yang selalu menumbalkan para wanita itu, lalu apa hubungan korban yang ditabrak oleh mobil saat itu dengan Nick? Sesungguhnya wanita itu bekerja di perusahaan Nick, dia sudah diincar oleh Nick karena dia adalah salah satu keturunan orang yang sudah membakar Mariana. Malam itu wanita itu diikuti, arwah yang mengikutinya itulah yang memberikan payung pada si korban lalu Natalie yang membunuh korban. Memang selalu seperti itu yang terjadi, peran Natalie memang selalu mengambil nyawa korban.
"Baiklah, aku kira kau benar-benar jatuh hati padanya," mobil kembali dijalankan, tiba-tiba saja dia merasa lega.
"Aku tidak akan jatuh cinta dengan mudah!" ucap Anna.
"See, sudah aku katakan. Pria tampan ini tidak jauh darimu," goda Barrow.
"Ck, tidak perlu menggoda aku, Barrow. Aku sudah mendapatkan rumah murah, kita tinggal di sana untuk sementara waktu sampai kita memenangkan pertarungan ini dan menendang Nick bersama dengan Mariana!" ucap Anna dengan nada kesal.
"Kali ini kita harus bisa, Anna. kita harus menyelamatkan ibu dan bibimu tapi aku belum bisa mempercayai jika Nick Devan adalah keturunan murni Mariana. Bagaimana bisa? Dia terlihat begitu menyayangi Lucia Devan lalu bagaimana bisa?"
"Tentu saja dia menyayangi Lucia Devan karena gadis itu adalah tumbal istimewa."
"Sungguh sulit dipercaya!" ucap Barrow.
"Apa yang sedang kita hadapi saat ini memang diluar nalar kita. Kau tahu itu, bukan?"
"Baiklah, baik. Jujur saja, aku lebih suka menangkap penjahat kelas kakap dari pada menangkap hantu!"
"Kau benar, semoga saja tidak ada Mariana kedua setelah ini!"
"Dan tidak ada Barrow kedua!" ucap Anna bercanda.
"Hei, tentu saja tidak ada. Pria tampan untuk Anna Baker hanya Barrow seorang!" Barrow mengangkat wajahnya, menyombongkan diri karena Nick ternyata bukan saingannya.
"Ck, bawa mobilnya yang benar!" ucap Anna ketus. Walau sifat Barrow seperti itu tapi jujur saja, dia sangat senang sahabatnya sudah kembali lagi. Sekarang dia tidak seorang diri lagi, dia bisa menghadapi kasus itu berdua denganĀ Barrow dan menyelesaikannya.
Sebuah rumah kecil sudah terlihat, itu rumah yang akan mereka tempati untuk sementara waktu. Jimat kembali di pasang di rumah itu oleh Barrow sedangkan Anna pergi untuk melakukan sesuatu dengan alasan ingin membeli obat karena dia tidak ingin Barrow tahu apa yang hendak dia lakukan.