Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Kotak Yang Hilang


Suara ponsel yang berdering membangunkan Anna dari tidurnya. Anna melihat datangnya suara untuk mencari ponselnya, mungkin saja itu dari Barrow. Pandangan matanya tertuju pada ibunya yang sedang tertidur karena dia lelah.


Dering ponsel masih saja berbunyi namun tidak lama kemudian terhenti. Tatapan mata Anna tertuju pada langit kamar, semua yang terjadi bagaikan mimpi tapi dia tahu apa yang dialami adalah nyata.


Sungguh kasus yang dipenuhi oleh misteri. Arwah yang menolongnya dan yang berbicara dengannya, dia yakin itu adalah si payung merah. Benda melengkung yang dia raih saat terperosok ke dalam lubang adalah gagang payung, dia sangat yakin itu tapi kenapa arwah si payung merah berada di sana padahal dunia itu adalah milik arwah jahat yang mengincarnya.


Dia benar-benar dibuat kebingungan tapi jika dia tidak bisa mengetahui akar dari sumber masalah maka dia tidak akan bisa memecahkan kasus itu. Tiba-Tiba saja dia teringat dengan kotak yang dia kubur di belakang rumah. Dia ingin melihat apakah ada binatang yang mati lagi gara-gara aura jahat kotak itu.


Anna beranjak dengan perlahan, dia bahkan membuka pintu dan menutupnya dengan pelan agar tidur ibunya tidak terganggu. Dia harap kotak itu aman terkubur di dalam tanah tapi dia sangat terkejut melihat sebuah lubang mengangga lebar.


"Mommy!" Anna berteriak lantang sampai membuat ibunya terkejut dan terbangun.


"Anna, apa yang terjadi?" sang ibu berlari keluar.


"Anna, di mana kau?" teriak ibunya memanggil.


"Aku berada di belakang, Mom!" Anna sudah melangkah menuju lubang yang menganga lebar. Tidak perlu diragukan lagi, kotak yang dia kubur sudah hilang.


Salib yang dia kuburkan bersama kotak itu sudah patah dua. Ada yang terbakar, ada pula yang ditanam secara terbalik. Aneh, siapa yang mengambil kotak itu?


"Ada apa, Anna? Kenapa kau berada di luar? ibunya berlari menghampiri dan sangat terkejut melihat taman belakang yang berantakan belum lagi tiga bangkai beruang besar yang ada tidak jauh dari mereka.


"Oh, astaga. Apa yang terjadi dengan taman belakangmu ini?" ibunya tampak panik, melihat sekitar yang berantakan dan hancur.


Anna tidak bergeming, dia sedang memikirkan apa yang terjadi. Yang tahu kotak itu hanya dia dan Barrow. Tapi bagaimana mungkin Barrow yang mengambil kotak itu sedangkan jiwanya sedang terjebak di dunia lain ataukah ini semacam pengalihan untuk mengelabui dirinya agar Barrow bisa mengambil kotak itu pergi?


"Mom, selagi aku mencari jiwa Barrow, apakah ada yang mengendalikan tubuh Barrow?" tanya Anna.


"Tidak ada, kami menjaga kalian berdua dengan baik. Tidak ada yang mengendalikan tubuhnya. Memangnya ada apa, kenapa tamanmu jadi seperti ini dan lubang apa ini?" tanya ibunya.


"Kotak itu hilang, Mom," ucap Anna putus asa.


"Apa maksudmu, Anna?"


"Aku sendiri yang mengubur kotak itu di sini, aku yakin sudah menguburnya dengan benar. Beberapa salib yang aku kuburkan dengan kotak ini sudah patah, lihatlah. Sepertinya ada yang sengaja mematahkannya dan membakarnya. Setelah mendapatkan kotak itu, hanya aku dan Barrow saja yang tahu. Sebelum jiwa Barrow dibawa pergi, kami memang ingin mengubur kotak itu bersama tapi lihatlah, kotaknya hilang Mom. Seseorang sudah menggalinya dan membawa kotak itu pergi!" ucap Anna, dia semakin terlihat frustasi.


Padahal dia mengira akan mendapatkan petunjuk akan kotak itu setelah bibinya kembali membawa buku catatan sang nenek, tapi apa yang terjadi? Kotak itu justru hilang di saat dia sedang sibuk. Apakah Barrow pelaku yang telah mengambil kotak itu? Rasanya tidak mungkin.


"Aneh, kami tidak mendengar apa pun saat ritual sedang berlangsung. Rekanmu juga tidak mungkin melakukannya. Kau lihat lubang itu? Seperti digali oleh benda berat."


"Bagaimana ini? Petunjukku hilang begitu saja!" Rasanya kesal, tapi dia tidak bisa melakukan apa pun.


"Apa kau yakin tidak ada yang tahu akan keberadaan kotak itu selain kalian berdua?" tanya ibunya.


"Tidak, aku sangat yakin jika hanya kami berdua saja yang tahu akan keberadaan kotak tersebut," sungguh aneh. Tempat penguburan kotak juga hanya mereka yang tahu.


Tiba-Tiba saja dia teringat dengan perkataan gadis yang dia yakini arwah si payung merah. Gadis itu berkata jika musuh berada di sekitar dirinya namun dia tidak menyadarinya sama sekali. Apakah jangan-jangan?


Dia memang harus mewaspadai semua orang. Bagaimana jika yang sedang berdiri bersama dengannya saat ini bukanlah ibunya? Bagaimana jika yang sedari tadi bersama dengan mereka bukanlah bibinya dan bagaimana jika seandainya Barrow yang saat ini bukanlah Barrow? Semua bisa saja terjadi apalagi arwah itu pernah meniru Nick untuk mengelabui dirinya.


Anna mengusap wajah, sungguh rumit. Sekarang dia harus mewaspadai semua orang karena mereka semua bisa menjadi musuhnya.


Ibunya melihat sekitar, mencoba mencari jejak. Anna memperhatikan ibunya dengan tatapan curiga, apakah wanita itu benaar-benar ibunya?


"Tidak ada jejak apa pun, Anna. Seharusnya ada jejak tapi semua dilakukan dengan begitu bersih."


"Aku sungguh tidak menyangka," Anna berjongkok dan mengambil satu salib yang patah. Siapa yang telah mengambil kotak misterius itu?


Anna melangkah menuju rumah, dengan banyak pikiran. Ibunya menghampiri, Anna pasti kecewa karena petunjuk yang dia dapat dengan susah payah hilang begitu saja. Namun mereka juga belum tahu kotak apa itu dan mereka juga belum tahu apakah kotak itu boleh dibuka apa tidak.


Tidak ada yang bisa Anna katakan. Hanya rasa curiga yang ada di hati. Dia harus berpikir keras, mencari pelakunya. Apakah Benar Barrow?Ataukah bibi dan ibunya? Ataukah ada yang menyerupai salah satu dari mereka saat ini? Sial, kepalanya jadi sakit.


"Jangan putus asa, saat bibimu kembali kita akan tahu kotak apa yang kau dapatkan. Jika kotak itu memang berbahaya, ada baiknya kotak itu hilang karena jika kita salah mengambil keputusan maka kita akan membawa mara bahaya," ucap ibunya


"Mommy benar," Anna berusaha tersenyum, padahal dia merasa kesal hilangnya kotak itu.


Anna dan ibunya menunggu Barrow dan sang bibi kembali di ruang tamu. Anna berbaring agar lukanya tidak terlalu sakit, sedangkan ibunya memeriksa lukanya dan memberi obat. Walau lukanya berdarah beberapa kali tapi kini sudah bisa ditangani dengan baik.


Anna bahkan tertidur selama menunggu, dia terbangun saat mendengar suara pintu terbuka dan Barrow masuk ke dalam bersama dengan bibinya.


"Bagaimana, apakah ada?" tanya ibu Anna.


"Tentu saja, tapi biarkan kami istirahat sebentar," ucap adiknya.


Mata Anna tidak lepas dari Barrow dan sang bibi, apakah ada yang sedang menjelma menjadi salah satu dari mereka? Dia harap tidak namun tatapan curiganya tidak lepas dari Barrow karena hanya dia yang tahu tentang kotak itu dan hanya dia saja yang tahu jika kotak itu akan dikuburkan dan di mana akan dikuburkan. Apakah Barrow musuh dalam selimut yang harus dia waspadai? Ataukah yang lainnya? Sungguh membuat sakit kepala.