
Ibu dan bibi Anna terkejut karena Anna menangis setelah tiba. Dia masih belum bisa menerima keadaan Barrow yang tiba-tiba berubah. Anna terlihat kacau, dia belum bisa berpikir dengan jernih. Air mata masih saja mengalir, entah apa yang sebenarnya terjadi pada Barrow tapi dia sangat yakin Barrow bukanlah keturunan murni Mariana.
Dia hampir mati dua kali, di kastil dan juga jiwanya yang dibawa pergi. Apa semua itu adalah tipuan yang dibuat oleh Mariana untuk mengecoh dirinya? Sungguh saat ini dia dibuat bingung dengan apa yang telah terjadi.
Segelas teh hangat sudah berada di tangan. Ibu dan bibinya menunggu keadaannya tenang. Anna masih menangis sesegukan, semua yang terjadi secara mendadak dan diluar dugaan. Apa yang dia lihat hari ini bukanlah tipuan, dia tahu itu. Barrow tidak sedang berating, amarah, kekuatan dan juga perkataannnya bukanlah tipuan dan trik sulap yang sedang dia mainkan.
Seharusnya dia curiga dengan rumahnya yang gelap, seharusnya dia memeriksa keadaan. Mungkin dia akan menemukan sesuatu yang mencurigakan. Bisa saja ada yang Barrow ambil dari kastil sehingga penunggunya tidak senang.
Anna terkejut dengan pikirannya sendiri, wajah diangkat dan tatapannya tertuju pada ibu dan bibinya yang menatapnya dengan heran. Anna bahkan menghapus air matanya dan metakkan gelas ke atas meja. Apakah Barrow benar-benar sudah mengambil sesuatu di kastil sehingga ada yang mengikutinya?
"Ada apa denganmu, Anna??" tanya ibuya.
"Barrow tiba-tiba berubah, Mom. Dia seperti dua orang lain yang berbeda," jawab Anna.
"Apa maksudmu?" tanya sang bibi.
"Barrow berubah, Aunty. Dia tidak seperti Barrow yang aku kenal. Dia sungguh berbeda namun tidak ada yang mengendalikan dirinya. Dia tiba-tiba memiliki kekuatan yang tidak aku duga sama sekali, dia bahkan berkata seolah-olah dialah keturunan murni Mariana yang akan mengambil jiwaku saat malam bulan purnama yang sebentar lagi akan datang."
"Benarkah?" tanya ibu dan bibinya yang tidak percaya.
"Aku tidak berbohong," Anna menekuk kedua kaki dan memeluknya, "Dia Barrow, tapi bukan Barrow."
"Apa kau yakin dia tidak sedang berada di dalam pengaruh apa pun, Anna??" tanya ibunya.
"Aku yakin, Mom. Dia baik-baik saja saat kami kembali dari kastil. Barrow bahkan tidak menunjukkan gelagat aneh saat kami kembali namun hari ini sikapnya sangat aneh dan berubah. Aku tahu Barrow bukan orang yang suka gelap tapi untuk pertama kali rumahnya gelap gulita. Dia menutup semua gorden dan tidak menyalakan lampu rumahnya. Ini kali pertama terjadi dengannya bahkan dia berteriak marah padaku seolah-olah dia tidak suka dengan hubunganku dan Nick!" jelas Anna.
"Apa Barrow mengambil sesuatu dari kastil, Anna?" tanya bibinya.
"Entahlah, Aunty. Itu yang sedang aku pikirkan saat ini. Aku juga khawatir dia mengambil sesuatu sehingga membuatnya jadi seperti itu tapi aku tidak yakin karena aku tidak melihatnya membawa apa pun saat kami kembali.
"Berhati-hatilah, Anna," ucap ibunya.
"Aku sudah memikirkan hal itu, Mom. Aku benar-benar bingung, entah apa yang sebenarnya terjadi saat ini!"
"Itulah yang Mariana mau, dia ingin membuat kau bingung dan dia berhasil membuatmu bingung."
"Lalu apa yang harus aku lakukan, Mom? Aku yakin jika Barrow bukan keturunan murni Mariana!" Anna mengusap wajahnya, dia sangat yakin akan hal itu. Tidak mungkin sang rekan yang sudah dia kenal lama adalah keturunan murni Mariana.
"Anna, masih ada beberapa minggu sampai malam purnama tiba. Jangan tergesa-gesa mengambil kesimpulan yang bisa menjerumuskan dirimu. Mommy tahu kau sudah sangat ingin memecahkan kasus ini, Mommy juga tahu kau tidak ingin ada korban yang jatuh lagi tapi cobalah berpikir jernih agar kau tahu mana yang nyata dan mana yang tipuan iblis. Kau pasti akan mendapatkan petunjuknya. Cobalah berkomunikasi dengan roh pelindungmu, dia akan membantumu agar kau bisa mengambil keputusan yang tepat," ucap ibunya lagi.
"Aku bisa berkomunikasi dengan roh pelindungku?" tanya Anna. Sungguh dia tidak tahu jika dia bisa melakukan hal itu.
"Apa kau belum pernah berkomunikasi dengannya?" tanya bibinya.
"Tentu saja belum, aku tidak tahu akan hal ini dan aku tidak tahu jika aku bisa berkomunikasi dengannya. Kalian pun tidak pernah memberi tahu akan hal ini!" ucap Anna.
"Baiklah, salah kami!" ucap ibu dan bibinya.
"Bagaimana caranya?" tanya Anna ingi tahu.
"Itu kami tidak tahu, kau harus mencari sendiri bagaimana caranya," ucap bibinya.
Anna menghela napas beratnya, bagaimana caranya? Dia kira itu bisa memecahkan masalah tapi itu justru pr baru yang harus dia selesaikan. Selama ini roh pelindungnya selalu muncul saat dia berada di dalam bahaya. Apakah dia harus berada di dalam bahaya terlebih dahulu?
"Aku pusing, masalah tambah banyak karena keadaan Barrow. Sepertinya tidak ada cara lain selain mencari arwah si payung merah dan berbicara dengannya. Aku tidak tahu lagi harus melalukan apa, aku benar-benar bingung," Anna memeluk kakinya dengan erat. Dia benar-benar bingung bahkan dia terlihat putus asa.
"Jangan putus asa, Sayang. Arwah jahat Mariana pasti akan sangat senang melihatmu putus asa seperti ini. Dengan begini dia benar-benar akan bangkit dengan mudah tanpa bisa kau cegah. Ikuti kata hatimu, hanya itu yang bisa kau lakukan. Jangan teperdaya oleh apa pun apalagi di saat kau sedang kebingungan mana yang asli dan mana yang palsu. Ingat, iblis akan melakukan apa saja agar tujuannya tercapai jadi jangan sampai kau lemah karena tipu dayanya!" ucap ibu Anna. Dia hanya bisa memberi nasehat pada putrinya dan berharap dapat mencegah kebangkitan Mariana karena jika sampai Mariana bangkit maka kejahatan akan merajalela lalu jiwa-jiwa yang menjadi korban akan terjebak selamanya. Mereka akan menjadi budak Mariana yang tidak akan pernah mati."
"Terima kasih atas nasehat Mommy," ucap Anna. Dia berusaha tersenyum walau sesungguhnya dia sedang memikirkan banyak hal.
Besok dia akan pergi ke rumah Barrow untuk melihat keadaannya. Dia harap besok keadaan Barrow baik-baik saja tapi sayangnya tidak, keadaan Barrow tidak baik-baik saja apalagi sebuah lambang setan sudah berada di tengah-tengah ruangan dan Barrow semakin aneh.