
Anna benar-benar dibuat kebingungan oleh jalanan yang bercabang dua. Dengan sinar lilin yang masih menyala, Anna mencoba mencari jalan lain tapi hanya ada dua jalan itu saja. Permintaan sosok yang menyerupai neneknya kembali terdengar lalu permintaan dari sosok yang lain pun terdengar.
Dia benar-benar dibuat kebingungan oleh dua sosok yang sedang mengelabui dirinya. Anna memejamkan mata, menghela napasnya. Seperti ada yang berbisik di telinganya da memintanya untuk terus berjalan. Walau dia merasa itu bukanlah pilihan terbaik, namun Anna mulai melangkah dengan mata terpejam. Sekarang dia hanya bisa mengikuti ke mana kakinya melangkah dan mengikuti kata hatinya saja.
"Mau ke mana, Anna. Di sana jurang!" teriak sosok yang menyerupai dirinya.
"Apa yang kau lakukan, Anna? Kemarilah, Nenek akan menuntunmu!" teriak sosok sang nenek pula.
Anna mengabaikan teriakan mereka berdua. Kedua kaki masih terus melangkah, walau kedua sosok itu berteriak dan mengatakan di hadapannya ada jurang tapi sampai sekarang kakinya bisa menapak. Anna tidak tahu dia sudah melangkah seberapa jauh dan ke mana arahnya tapi yang pasti, suara kedua sosok itu sudah tidak terlihat lagi.
Mata dibuka perlahan, Anna melihat sekitar yang mendadak sunyi dan gelap. Sepertinya dia tidak salah mengambil jalan dan memang tidak karena jika dia mengambil jalan yang ke kanan, dia akan terperosok ke dalam lubang yang dipenuhi dengan air asam yang akan membuat tubuhnya meleleh dan jika dia memiliih jalan yang kiri maka dia akan jatuh ke dalam sungai berlahar panas. Jika sampai hal itu terjadi, dia akan mati dan jiwanya akan terperangkap di tempat itu untuk selamanya.
Anna bernapas lega, namun dia tidak boleh senang karena dia belum menemukan Barrow. Jam yang dia gunakan pun dilihat, waktunya tersisa empat menit lagi. Celaka, jangan sampai dia tidak bisa membawa Barrow kembali. Kini Anna mulai berlari.
"Barrow, di mana kau?" teriaknya.
Barrow bagaikan buta, dia tidak bisa melakukan apa pun. Suara teriakan Anna semakin dekat, dia yakin Anna pasti bisa menemukan keberadaannya.
"Anna, aku di sini!" teriaknya.
Anna menghentikan langkah, suara Barrow terdengar dari segala sisi. Apa itu suara Barrow yang asli atau suara itu adalah tiruan dari makhluk yang ada di sana?
"Barrow, di mana kau?!" teriaknya lagi.
Anna memasang telinga baik-baik, dia harap dapat mendengar suara teriakan Barrow lagi tapi yang dia dengar justru geraman mengerikan berada di belakangnya. Anna menoleh, mengarahkan lilin. Tubuhnya seolah-olah membeku saat melihat sosok besar tinggi yang mengerikan.
Sosok itu seperti serigala, namun bertanduk kambing. Giginya yang tajam sungguh mengerikan. Sosok itu juga berdiri menggunakan kedua kakinya, satu tongkat berduri di tangan. Makhluk itu memiliki satu mata besar yang ada di tengah-tengah, dia bagaikan Troll yang ada di buku dongeng.
Anna melangkah mundur sambil menelan ludah, anehnya dengan cahaya lilin yang kecil dia bisa melihat sosok mengerikan itu dari atas sampai ke bawah padahal tinggi Troll itu beberapa meter. Mata Troll itu tidak lepas darinya, lalu geraman mengerikan terdengar diiringi dengan satu ayunan tongkat berduri.
"Sial!" Anna mengumpat, dia harus lari.
Tongkat besar yang diayunkan, menghantam jalan. Tubuh Anna terlempar akibat dahsyatnya gelombang yang dihasilkan oleh pukulan tersebut. Tubuhnya menghantam jalan dan lagi-lagi dia mendapatkan luka sehingga ibu dan bibinya semakin khawatir apalagi belum ada tanda-tanda jika Anna sudah berhasil menemukan Barrow. Entah apa yang Anna hadapi di alam itu, mereka benar-benar khawatir.
Anna segera beranjak dan kembali lari, tongkat kembali terayun sehingga menghancurkan jalan. Jalan yang dia lalui sudah terputus, dia tidak bisa ke mana pun selain berlari ke depan.
"Barrow, di mana kau?" dia kembali berteriak dan berlari.
Troll itu mengejar, menginjakkan kaki besarnya dan kembali menghancurkan jalan. Anna mengumpat, satu pukulan lagi diberikan dan kali ini tongkat troll itu menghantam jalan yang ada di depannya. Anna tidak bisa menghentikan laju larinya, teriakannya terdengar saat dia terperosok masuk ke dalam lubang yang mengangga lebar.
Anna berteriak kencang, kali ini dia pasti mati karena sungai lahar panas tiba-tiba muncul di bawahnya namun tanpa dia duga, tangannya meraih sesuatu benda yang melengkung. Anna sangat heran, apalagi tubuhnya seperti ada yang mengangkat.
Tubuhnya terangkat dari lubang dengan perlahan sampai dia kembali menginjak jalan. Troll itu pun tiba-tiba lenyap, suasana kembali gelap dan sepi.
"Siapa kau, kenapa kau menolong aku?" tanya Anna. Dia rasa wanita itulah yang menolongnya.
Tidak ada jawaban, suasana kembali sunyi. Anna mencari sosok yang berbicara dengannya namun tidak ada siapa pun. Kini dia melihat sekitar, apa dia harus mempercayai ucapan wanita itu? Sepertinya tidak ada jalan lain, entah siapa wanita itu dan kenapa menolongnya tapi dia yakin wanita itu tidak sedang menipunya.
Anna berlari, mencari pohon besar yang dimaksud. Dia kembali berteriak memanggil Barrow, dia harap Barrow menjawa agar dia bisa menemukan keberadaan Barrow. Dia berpacu dengan waktu, setitik sinar mulai terlihat, sepertinya itu adalah jalan untuknya kembali tapi dia harus kembali dengan Barrow.
"Barrow!" Anna berteriak.
"Anna, aku ada di sini!" terdengar dua suara dari arah yang sama.
Anna berlari mendekat, langkahnya terhenti saat melihat dua Barrow berada di depan mata. Oh, sial. Lagi-lagi dia harus memilih di antara dua Barrow itu.
"Anna, cepat lepaskan aku dari sini!" teriak Barrow yang ada di sisi kanan.
"Tidak, Anna. Dia palsu, segera lepaskan aku!"
"Tutup mulutmu, aku yang asli!"
"Aku, jangan membuat Anna bingung!"
"Tidak, aku yang asli!"
"Stop!" Anna berteriak kesal. Sudah melewati banyak rintangan, kini dia harus memilih salah satu dari mereka. Jika dia salah, maka dia akan membawa jiwa yang salah. Dia harus memikirkan hal itu baik-baik dan celakanya, waktu yang dia miliki tinggal sedikit dan jalannya untuk kembali pun sudah terlihat dan jika dia terlambat maka jalan itu akan tertutup.
"Hi.. Hi.. Hi... Hi...!" terdengar suara tawa mengerikan itu lagi.
"Pilihlah antara satu, Anna," ucapnya.
"Jangan main-main denganku!" teriak Anna marah.
"Kalian yang jangan main-main denganku? Beraninya wanita itu menolongmu? Aku akan membakar jiwanya sampai habis!" teriak arwah itu marah.
Anna mengernyitkan dahi? apa yang dimaksud adalah wanita yang menolongnya tadi? Siapa wanita itu sebenarnya dan kenapa menolongnya?
"Anna, cepat bawa aku keluar!" teriak Barrow yang ada di sebelah kiri.
"Jangan, Anna. Aku yang asli!" teriak yang lainnya.
Anna memejamkan mata, dia tahu salah satu dari mereka adalah yang asli tapi yang mana yang asli? Dia tidak bisa memilih seperti dia memilih jalan tadi jadi bagaimana dia harus membedakan mana Barrow yang asli dan yang palsu? Sungguh dunia yang rumit dan sekarang, waktunya tidak banyak untuk mengambil keputusan.