Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Petunjuk


Tanpa sepengetahuan Anna dan Barrow, kotak itu mulai memakan korban beberapa gadis muda. Jiwa yang harus dikumpulkan oleh Mariana untuk kebangkitannya adalah 666 jiwa gadis muda. Angka itu adalah angka iblis dan Mariana harus mengumpulkan jiwa sebanyak itu jika dia ingin bangkit dan hidup abadi.


Kotak itu menjalankan tugas yang tertunda di mana jiwa yang harus dikumpulkan masih kurang 55 jiwa lagi. Dari tahun 1923 sampai tahun 2022, jiwa yang terkumpul sudah mencapai 611 sebelas jiwa. Selama hampir seratus tahuh, Mariana benar-benar mempersiapkan kebangkitannya. Janji yang diberikan iblis agar dia bisa hidup abadi akan terjadi sebentar lagi di malam bulan purnama yang akan terjadi tepat di hari kematiannya.


Hari itu Barrow datang lebih pagi ke rumah Anna karena mereka akan mencari keberadaan kotak itu di setiap rumah yang ada di dekat di rumah Anna. Waktu dua hari yang mereka punya harus mereka manfaatkan. Mereka akan dibantu oleh beberapa orang polisi untuk mempercepat pencarian kotak itu namun kotak itu sudah mendapatkan korban. Kali ini bukan binatang namun gadis muda yang dipikat oleh orang yang mencuri Kotak itu dari Anna dan Barrow.


Anna sudah menunggu kedatangan sang rekan, beberapa polisi yang akan membantu mereka juga sudah datang. Walau tampaknya sulit namun mereka akan tetap berusaha menemukan keberadaan kotak misterius itu.


Anna bahkan sudah tidak sabar, firasatnya benar-benar buruk apalagi dia selalu merasa ada yang mengawasi gerak gerik mereka. Jika sampai lima menit lagi Barrow tidak datang, maka dia akan mulai mencari dengan beberapa polisi itu namun beruntungnya Barrow sudah datang.


"Maaf, aku terlambat," ucap Barrow.


"Terlambat dua menit lagi maka aku akan meminta kapten menahan bonus tahunanmu!' ancam Anna.


"Ayolah, jangan terlalu kejam. Bonus itu mau aku gunakan untuk menyewa hotel mewah untuk kita gunakan di malam natal," ucap Barrow.


"Jangan memulai, Barrow. Otak mesummu tiada berkesudahan!"


"Oke, mari kita mulai!"


Mereka mulai bergerak, mereka pun berpencar. Satu orang polisi mengikuti Anna, dan satu lagi mengikuti Barrow sedangkan yang lain membagi diri menjadi dua kelompok.


Dimulai dari rumah yang ada di sisi kanan rumah Anna, lalu rumah yang lainnya. Dengan dalih adanya buronan berbahaya yang lepas dan dikhawatirkan bersembunyi di setiap rumah yang ada di komplek itu, para pemilik rumah membiarkan mereka menggeledah rumahnya namun kotak yang dicari tidak ada.


Barrow baru saja menggeledah satu rumah, namun dia tidak menemukan apa pun. Dengan alat talkie walkie yang dia bawa, Barrow memberi laporan pada Anna.


"Tidak ada apa-apa di sini, Anna. Sepertinya usaha kita akan sia-sia," ucapnya.


"Jangan menyerah, Barrow. Terus cari karena aku khawatir, sudah ada korban yang jatuh akibat kotak jahat itu!" ucap Anna.


"Baiklah, kita memang tidak boleh menyerah!"


Barrow kembali menyelusuri rumah yang dia masuki begitu juga dengan yang lain dan Anna. Anna berusaha merasakan aura jahat kotak itu namun dia tidak merasakannya sama sekali. Saat itu sudah berdiri di halaman belakang rumah yang dia masuki, Anna melihatnya taman belakang itu namun tidak ada apa-apa.


Anna memutuskan untuk pergi, dia akan kembali mencari di rumah lainnya. Kaki melangkah melewati taman yang sudah tidak terpakai. Taman itu tampak berantakan dengan alat permainan yang sudah rusak. Dia belum pernah melewati taman itu karena dia sibuk bekerja.


Anna melangkah melewati taman itu tanpa curiga sama sekali namun sosok anak kecil aneh yang berdiri di bawah pohon membuat langkahnya terhenti. Anna melihat anak kecil itu, dia yakin itu bukan manusia karena wajahnya yang putih pucat.


Arwah anak kecil itu terus menatapnya, Anna juga melihatnya cukup lama. Sebaiknya dia kembali berjalan karena dia tidak boleh membuang waktu. Anna kembali melangkah namun arwah anak kecil itu membuatnya penasaran sehingga membuatnya berpaling untuk melihat arwah anak kecil itu lagi. Anna sangat heran karena arwah anak kecil itu menunjukkan tangannya ke suatu arah.


Pandangan Anna melihat ke arah di mana anak kecil itu menunjuk. Apakah anak kecil itu memberinya petunjuk?


Anna ingin mengabaikan namun dia justru semakin penasaran dengan arah yang ditunjuk oleh arwah anak kecil itu karena yang dia tunjuk adalah hutan.


"Barrow, aku akan mencari di hutan," ucap Anna.


"Apa? Apa kau mendapat petunjuk?" tanya Barrow.


"Entahlah, arwah seorang anak kecil menunjuk ke arah hutan. Aku akan mencoba ke sana, mungkin saja memang ada di hutan."


"Baiklah, jangan jauh-jauh. Aku akan menyusulmu nanti!"


Anna masuk ke dalam taman yang sudah tidak terpakai, dia meminta polisi yang mengikutinya untuk menggeledah rumah selanjutnya seorang diri. Arwah anak kecil itu sudah tidak terlihat lagi. Anna masuk ke dalam hutan di mana arah yang ditunjukkan oleh arwah anak kecil tadi. Tadinya arwah anak kecil itu sudah tidak terlihat namun ketika berada di hutan, dia muncul lagi dan berdiri di bawah pohon.


"Kenapa kau membawa aku ke sini?" Anna mencoba berkomunikasi dengannya.


"Help," ucap arwah itu pelan.


Arwah anak kecil itu mengangguk lalu dia kembali menunjuk ke arah sebuah pohon besar. Anna tidak mengerti, dia melangkah mendekati pohon dan berdiri di bawahnya. Apa maksud arwah itu?


Anna melihat sana sini, arwah anak kecil itu sudah menghilang. Anna bahkan mendongak, melihat besarnya pohon itu. Apa maksudnya? Lagi-Lagi dia bertanya demikian dan mencoba berpikir apa yang diinginkan oleh arwah anak kecil tersebut.


"Apa kalian sudah menemukan kotak tersebut?" tanya Anna.


"Tidak ada, Anna," jawab Barrow.


"Aneh," Anna kembali melihat dan lagi-lagi arwah anak kecil itu muncul dan memperhatikannya seperti menunggu Anna melakukan sesuatu.


Anna benar-benar heran, tatapan matanya kini tertuju ke bawah. Dia bahkan menendang rumput dan pada saat itu juga dia sadar jika ada sesuatu di bawah pohon itu.


"Aku butuh sesuatu untuk menggali, Barrow!" pintanya.


"Apa? Menggali lagi?" Barrow.


"Cepat, Barrow. Sebelum hari gelap!"


"Ck, baiklah. Lagi-Lagi menggali, aku benci kegiatan gali menggali. Aku lebih suka kegiatan bercocok tanam!"


"Barrow!" Anna berteriak kesal.


"Ups.. segera menuju lokasi, Nona!"


Selama menunggu, Anna menggali menggunakan batang kayu. Arwah anak kecil itu pun masih memperhatikannya. Barrow sudah tiba dengan dua polisi. Mereka pun mulai menggali, entah apa yang dicari tapi semakin dalam mereka menggali ternyata mereka justru menemukan tulang belulang seorang anak kecil.


Anna terkejut, sekarang dia mengerti ternyata anak itu ingin dia menemukan tulang-tulangnya. Sepertinya anak itu adalah korban pembunuhan dan memang anak itu adalah korban penculikan yang dibunuh lalu dikuburkan di sana.


"Kita mencari kotak Anna, tapi kita justru menemukan tulang!" ucap Barrow.


"Arwahnya meminta bantuanku, Barrow. Aku tidak bisa diam!"


"Baiklah, satu hari kita terbuang sia-sia karena menggali!" ucap Barrow.


"Tidak apa-apa, kita masih ada hari esok!" ucap Anna.


Tempat itu dipenuhi polisi dan mobil ambulance yang akan mengevakuasi tulang belulang yang mereka temukan. Anna dan Barrow melangkah keluar dari hutan, mereka terpaksa menghentikan pencarian karena hari sudah gelap. Seperti yang Barrow katakan, satu hari yang terbuang. Ternyata tidaklah mudah.


Anna kembali melewati taman bersama Barrow tapi langkahnya kembali terhenti saat arwah anak kecil itu muncul lagi namun kini tidak semenakutkan seperti tadi. Arwahnya bagaikan bayangan tipis yang bersinar.


"Terima kasih, Kakak," ucap arwah itu.


"Welcome, sekarang kau sudah bisa beristirahat dengan tenang," ucap Anna.


Barrow sangat heran, dengan siapa Anna berbicara?


"Aku sangat berterima kasih, apa yang kakak cari ada di bangunan tua," ucap anak kecil itu.


"Apa?" Anna ingin bertanya lebih jauh namun arwah anak kecil itu sudah melambai.


"Selamat tinggal, Kakak," ucapnya.


Anna juga melambai, bangunan tua? Apa di sana ada tempat seperti itu? Ada atau tidaknya ini adalah sebuah petunjuk baginya. Anna mengajak Barrow kembali, dia akan mencari bangunan tua yang ada di tempat itu menggunakan peta. Semoga saja, ini benar-benar petunjuk untuk mereka.