Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Misi Penyelamatan


Dua helikopter terbang di atas pepohonan yang tinggi, para polisi mulai menyelusuri hutan pagi itu untuk mencari Anna Baker yang tersesat.


Jejak keberadaannya sudah terhapus oleh air hujan sehingga tidak memungkinkan para petugas untuk menggunakan anjing pelacak kembali.


Ibu dan bibi Anna menunggu di mobil, Nick ikut dengan beberapa petugas untuk mencari keberadaan Anna. Suara teriakan mereka memanggil Anna pun terdengar, Nick tidak mengatakan apa pun tentang Barrow pada para petugas itu. Dia rasa tidak perlu karena Barrow adalah pelaku yang telah membuat Anna tersesat.


Cuaca di hutan benar-benar tidak mendukung. Tanah yang licin akibat air hujan sangatlah berbahaya karena jika salah melangkah, mereka akan jatuh terperosok ke dalam jurang.


Para petugas berpencar, lokasi di mana jejak Anna yang tercium oleh anjing pelacak menjadi tujuan. Mungkin Anna berada di sekitar itu dan mungkin saja Anna terperosok ke dalam lubang.


"Anna, di mana kau?" teriak Nick. Dia harap Anna baik-baik saja walau sesungguhnya hal itu mustahil.


Hujan yang mengguyur sampai pagi walau rintik bisa membuat Anna mengalami hipotermia akibat kedinginan apalagi tubuh Anna pasti dalam keadaan yang basah. Semoga saja Anna bisa bertahan, dia sangat mengharapkan hal ini.


Beberapa petugas yang berada di dalam helikopter, menyelusuri bagian yang tidak bisa dijangkau oleh para petugas yang ada di bawah sana. Helikopter itu terbang di atas jurang namun pepohonan yang menjulang tinggi dan rimbun menghalangi pandangan mereka.


Anna masih bersandar di pohon, dia terlihat tidak berdaya. Bibirnya putih pucat, begitu juga dengan wajahnya. Tubuhnya menggigil hebat, dia benar-benar kedinginan. Dengan mata yang sayu, Anna melihat ke atas. Suara teriakan Nick juga dapat dia dengar.


"Aku di sini, Nick!" ucapnya namun suaranya terlalu lemah sehingga tidak ada yang bisa mendengar.


Dua helikopter itu terbang menjauh, Anna berusaha menggerakkan tubuhnya. Rasa sakit tak tertahankan, dia tidak bisa bergerak. Menggerakkan satu kakinya pun terasa sulit namun dia harus bisa mencapai tempat terbuka agar orang-orang itu bisa melihatnya.


"Anna! Di mana kau?" teriak Nick lagi.


"Aku di sini, Nick. Aku di sini!" Anna memajukan tubuhnya, lalu menariknya perlahan. Seluruh tulang terasa remuk, rasa dingin yang dia rasakan bahkan terasa menusuk ke dalam tulang.


"Anna!" kini banyak yang memanggil dirinya.


Anna terus menarik tubuhnya, mencari tempat terbuka agar para petugas yang ada di helikopter bisa melihatnya jika benda itu kembali terbang ke atasnya.


Hutan itu seperti menertawakan dirinya. Suara tawa anak kecil terdenngar, diringi dengan gemericik air yang seperti terinjak oleh seseorang. Anna melihat sekitar, dia harap tidak ada binatang liar karena binatang liar lebih berbahaya dari pada hantu.


Sambil menarik diri, Anna melihat ke atas untuk memastikan di mana tempat terbuka yang bisa membuatnya terlihat. Pohon yang tersambar oleh petir dan terbakar, itu tempat terbuka tanpa banyak ditutupi oleh dedaunan dan pohon apa pun.


Rasanya lelah luar biasa, rasanya seluruh tulang akan terlepas dari tubuhnya. Entah sudah berapa lama, sepertinya sudah berjam-jam dia menarik tubuhhnya menuju pohon yang terbakar dan tidak berjarak begitu jauh namun dia belum juga tiba. Padahal jika beralan kaki, cukup puluhan langkah saja.


Para petugas tidak menemukan apa pun, mereka memutuskan untuk membawa alat yang lebih memadai namun Nick memaksa karena jika mereka berhenti maka Anna akan mati.


"Sekali lagi, tolong sekali lagi perintahkan helikopter itu berputar di atas jurang. Aku khawatir Anna jatuh di bawah sana!" pintanya.


"Tolong sekali saja, aku mohon pada kalian!" pinta Nick memohon.


"Kami akan kembali dengan alat memadai untuk turun ke jurang mencari keberadaannya."


"Jika menunggu kalian kembali dia sudah mati!" terik Nick marah.


"Sekali lagi saja, aku meminta kalian. Anna tidak bodoh, dia pasti sudah mendengar kita sedari tadi dan berusaha agar kita bisa menemukannya!" Nick masih berusaha. Dia tidak akan pergi seandainya para petugas itu pergi.


"Bagaimana jika dia sudah mati, Sir? Segala kemungkinan bisa saja terjadi!" petugas itu masih keberatan dengan permintaan Nick.


"Sekali lagi, aku mohon. Jika kalian tidak mau maka aku yang akan mencari sendiri!" ucap Nick dengan amarah tertahan.


Si petugas diam, mau tidak mau pada akhirnya dia mengikuti permintaan Nick. Salah satu helikopter yang sudah akan kembali diminta untuk berputar dan menyelusuri jurang. Kali ini mereka lebih teliti lagi. Anna sudah bersandar di sisa pohon yang terbakar, sebuah ranting kayu yang diikat dengan sobekan bajunya sudah berada di tangan. Dia membuat itu agar bisa dia lambaikan sehingga para petugas dapat melihat keberadaan dirinya.


Anna bahkan masih memiliki kesadaran, entah dapat kekuatan dari mana yang pasti dia harap para petugas itu bisa melihat dirinya. Suara helikopter semakin terdengar mendekat, angin dari benda itu membuat daun-daun dari pohon tertiup kencang.


Anna mengangkat ranting yang sudah siap dan menggoyangkannya. Dia harap para petugas melihatnya karena dia rasa tidak bisa lama akibat tenaganya yang sudah hampir habis.


Helikopter semakin mendekat, ranting digoyang semakin kencang. Para petugas memantau dari dua pintu yang terbuka dan pada akhirnya, salah satu dari mereka melihat ranting yang digerakan oleh Anna dan melihat sosok Anna di bawah sana.


"Di sana!" teriaknya sambil menunjuk ke arah Anna.


"Kami sudah menemukannya dan akan melakukan evakuasi," petugas yang membawa benda itu memberi laporan pada petugas yang lain.


Kabar itu sampai pada Nick, dia sangat senang. Sudah dia duga Anna terjatuh ke dalam jurang. Beruntungnya dia memaksa para petugas itu untuk kembali menyelusuri jurang, dia tahu Anna pasti sudah mendengar mereka dan melakukan sesuatu agar bisa terlihat.


Kabar itu pun sudah sampai pada ibu dan bibi Anna. Mereka sangat lega, mereka berharap tidak terjadi hal buruk pada Anna selama dia berada di jurang.


Misi penyelamatan tidaklah mudah, medan yang sulit tidak memungkinkan helikopter untuk merendah dan mendarat. Dua petugas turun ke bawah menggunakan tali. Mereka segera menghampiri Anna yang sudah tidak sadarkan diri. Sungguh ajaib, dia mendapat kekuatan untuk menarik tubuhnya ke pohon itu. Sepertinya dia mendapat bantuan dari roh pelindungnya.


Salah satu petugas memeriksa keadaannya yang tidak bergerak. Walau lemah, namun dia masih bernapas. Tubuhnya pun diangkat, sebuah tandu diturunkan dari atas helikopter, benda itu digunakan untuk membawa tubuhnya ke atas. Satu orang petugas yang berada di helikopter sudah siap menyambut tubuh Anna saat dia naikkan ke atas. Anna sudah berada di tandu lalu dinaikkan perlahan. Mereka sudah menyelusuri tempat itu sebelumnya bahkan pohon terbakar itu pun sudah mereka lihat namun mereka tidak melihat adanya sosok Anna Baker.


Beruntungnya Anna pintar sehingga dia bisa ditemukan dan beruntungnya Nick menahan mereka dan meminta mereka mencari sekali lagi jika tidak Anna Baker benar-benar akan mati di bawah sana.


Anna dibawa menuju rumah sakit setelah berada di atas helikopter. Nick segera mengajak ibu dan bibi Anna menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Anna.