Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Malam Ritual


Bulan bersinar begitu indah, cahayanya begitu terang malam ini. Bulan yang begitu indah namun dibalik keindahan bulan itu terdapat mala petaka yang sebentar lagi akan terjadi jika sang penyihir jahat dapat bangkit sesuai dengan rencana.


Kastil tua yang ada di tengah hutan, sudah dipenuhi oleh para pengikut Mariana yang menanti kebangkitannya. Kastil tua itu pun diberi pelindung oleh Mariana sehingga orang awam tidak bisa melihat keberadaan kastil tersebut. Tidak ada yang boleh mengacaukan ritual mereka namun Mariana dan Nick tahu, Anna pasti bisa masuk ke dalam kastil meski sudah diberi pelindung.


Anna dan Barrow bergerak hati-hati bersama dengan tim mereka. Mereka berhenti agak jauh dari kastil. Jarak mereka antara kastil lumayan jauh, oleh sebab itu mereka harus menyelusuri hutan untuk tiba di kastil. Itu diperlukan agar Mariana dan para pengikutnya tidak tahu kedatangan mereka.


Anna dan Barrow berjalan di depan, memimpin pasukan karena mereka berdua sudah pernah mendatangi kastil tersebut. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, satu jam lagi ritual kebangkitan Mariana akan diadakan.


Hutan dilalui dengan hati-hati, mereka juga waspada pada binatang hutan yang kemungkinan akan menyerang mereka. Jangan sampai mereka mengulangi kejadian yang sama seperti waktu itu. Suara binatang malam terdengar, para hantu yang ada di hutan tidak berani menampakkan diri karena mereka tahu kebangkitan seorang penyihir akan terjadi sebentar lagi.


"Apa kita tidak berhenti terlalu jauh, Anna?" tanya Barrow.


"Jika terlalu dekat maka kita akan ketahuan, Barrow!"


"Tapi kita sudah membuang banyak waktu!"


"Terus jalan, Barrow. Lebih baik kita membuat waktu sedikit dari pada ketahuan. Pasukan bisa dalam bahaya karena mereka adalah tanggung jawab kita. Tidak ada boleh menjadi korban, kita harus kembali dalam keadaan hidup-hidup!"


"Oke, baiklah. Kau sangat benar. Aku sudah tidak sabar untuk menendang bokong pria tua itu!" ucap Barrow karena dia dendam dengan Nick.


Mereka semakin bergerak maju, lokasi kastil sudah semakin dekat. Suasana mendadak sunyi, tidak terdengar binatang hutan lagi. Semua yang ada di hutan itu menjauh dari kastil. Tidak ada satu pun yang berani mendekati kastil. Anna menghentikan langkah begitu juga dengan Barrow. Mereka bersembunyi di balik pohon lalu mengintip namun mereka terkejut saat melihat kastil yang pernah mereka datangi tidak ada.


"Hei, ke mana kastilnya?" tanya Barrow sambil berbisik.


"Entahlah, sepertinya ada yang aneh."


"Apa? Jangan katakan Mariana memindahkan kastilnya ke tempat lain!" ucap Barrow lagi.


"Tidak mungkin, Barrow. Aku percaya ada yang aneh, tidak mungkin Mariana memindahkan kastil itu dalam sekejap. Walau dia seorang penyihir tapi aku yakin dia tidak akan bisa melakukannya!"


"Baiklah, kau benar. Jika dia tidak memindahkannya, sekarang di mana kastil itu?"


"Aku akan melihatnya," Anna keluar dari persembunyian, dia yakin ada yang salah. Dia akan memeriksanya untuk mencari tahu.


"Anna, apa yang hendak aku lakukan?" bisik Barrow.


Anna tidak menjawab namun dia melangkah perlahan mendekati arah di mana kastil berada. Dia tidak mungkin salah mengingat lokasinya. Barrow tampak waspada, dia akan menembak jika ada yang menyerang Anna secara tiba-tiba. Anna masih saja melangkah maju namun dia terkejut saat dia merasa melewati sebuah energi yang aneh. Barrow pun terkejut saat melihat Anna menghilang secara tiba-tiba.


"Anna," Barrow memanggilnya dengan pelan dan keluar dari persembunyian namun dia tetap meminta pasukan untuk berada di posisi. Aneh, ke mana Anna pergi? Kenapa Anna menghilang?


"Anna," Barrow kembali melangkah maju. Apa Anna diculik oleh Mariana tanpa sepengetahuan dirinya? Semoga saja tidak mengingat Anna adalah tumbal yang diinginkan oleh Mariana. Jika sampai hal itu terjadi maka dia akan kehilangan jejak Anna.


Barrow masih memanggil Anna dengan berbisik, pasukan yang sedang bersembunyi pun tampak heran karena Anna yang lenyap secara tiba-tiba. Barrow kembali melangkah dan tiba-tiba saja, Anna muncul tepat di hadapannya. Barrow terkejut, dia hampir berteriak namun Anna menutup mulutnya dengan cepat.


"Sttss..!" Anna meletakkan jari ke bibirnya.


"Apa yang terjadi? Kenapa kau menghilang?" tanya Barrow.


"Mariana membuat pelindung sehingga kita tidak bisa melihat kastil ini," jawab Anna.


"Sial, sungguh penyihir yang cerdik!"


"Ayo bergerak!" Anna kembali memberi perintah pada pasukan.


Anna melangkah maju, disusul oleh Barrow dan pasukan yang berada di belakang. Barrow terkejut saat dia merasa melewati sebuah medan yang sangat berat. Pasukan yang ada di belakang juga sama, mereka merasa seperti ada yang mendorong tubuh mereka dan mereka pun merasa seperti tersengat oleh aliran listrik tapi hal itu tidak dirasakan oleh Anna.


"Apa ini, Anna?" tanya Barrow. Dia seperti berjalan di medan magnet dengan kekuatan listrik yang sangat menyakitkan.


"Kita sedang melewati pelindung Mariana, Barrow."


"Apa? Kenapa seperti ini?" tanya Barrow lagi.


"Bertahanlah, tidak lama lagi kita akan melewati pelindung ini!" Anna meraih tangan Barrow, mereka terus melangkah maju sampai akhirnya mereka melewati pelindung yang Mariana ciptakan. Barrow menarik napas namun kini dia tampak terbelalak saat melihat kastil yang dia kira hilang. Para pasukan yang ada di belakang pun tampak linglung karena mereka belum mengerti dengan apa yang telah terjadi dan apa yang baru saja mereka alami.


"Bagaimana mungkin?" tanya Barrow tidak percaya.


"Sudah aku katakan, Mariana menyembunyikan kastil ini dengan mantera pelindungnya."


"Baiklah, ini pengalaman langka," ucap Barrow.


"Segera bergerak dan ambil posisi!" perintah Anna.


Pasukan yang ada di belakang pun berpencar, untuk mengambil posisi yang sudah ditentukan. Anna dan Barrow bergerak, dengan dua senjata api di tangan. Suara nyanyian yang aneh terdengar, mereka berdua pun saling pandang. Mereka mengintip ke dalam, tidak ada apa pun. Di dalam gelap, tidak ada satu cahaya apa pun.


Sepertinya ritual di lakukan di bawah tanah, di mana mereka menemukan keberadaan mayat para korban dulu. Mereka pun masuk dengan perlahan, tanpa menimbulkan suara. Suara nyanyian untuk memuji Mariana pun semakin terdengar, sungguh orang-orang gila pemuja iblis.


"Hati-hati, Barrow," bisik Anna perlahan.


"Aku tahu, apa kau mendengar nyanyian pujian mereka?"


"Mereka hanya kumpulan orang gila, jangan dihiraukan! Misi kita adalah menyelamatkan sandera. Aku harap ibu dan bibiku baik-baik saja!"


"Mereka pasti baik-baik saja, jadi tidak perlu khawatir."


"Aku tahu, ayo bergegas," mereka melangkah mendekati suara, seperti sudah dekat namun mereka harus dikejutkan oleh suara teriakan seorang gadis.


Barrow dan Anna saling pandang, sial. Mereka segera berlari ke arah datangnya suara. Sepertinya itu adalah teriakan Lucia. Jangan katakan mereka terlambat dan sudah terjadi sesuatu pada gadis malang itu.