Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Masuk Perangkap


Tidak ada harapan lagi bagi mereka karena Anna sudah memberikan satu-satunya benda yang bisa memusnahkan Mariana. Ibu Anna sangat menyayangi keputusan yang diambil oleh Anna begitu juga dengan sang bibi. Seharusnya Anna tidak memberikan pisau itu begitu mudah padahal dia pasti mendapatkannya dengan susah payah. Ucapan seorang penyihir tidak boleh dipercaya karena mereka pasti akan mati dibunuh pada akhirnya.


Mariana tertawa terbahak, pisau sudah dia dapatkan dan kemenangan sudah berada di depan mata. Tidak ada lagi yang bisa menghalangi kebangkitannya apalagi sebentar lagi waktunya sudah tiba. Para pengikut masih memuji dirinya, suara pujian mereka bagaikan suara nyanyian merdu di telinga Mariana.


Bulan purnama sudah tiba, lingkaran penuhnya sebentar lagi akan terjadi. Cawan berbentuk tengkorak diambil, begitu juga dengan pisau yang akan digunakan untuk menusuk jantung Lucia. Cawan dan pisau diangkat, Mariana juga berteriak dengan suara lantang.


"Saksikanlah kebangkitanku, wahai pengikutku!" teriaknya.


"Hidup Mariana, hidup Mariana!" sorak para pemujanya.


"Setelah ini kalian akan mendapatkan harta yang tak ternilai banyaknya!" Mariana kembali berteriak, tentunya teriakan para pengikutnya pun terdengar.


Anna diam saja di sisi Nick, namun matanya tidak lepas dari Natalie karena sebentar lagi mereka akan beraksi untuk menggagalkan kebangkitan Mariana sesuai dengan rencana yang sudah mereka susun dengan baik.


"Sebentar lagi kau akan mendapatkan kemudaan dan umur panjang seperti aku, Anna," ucap Nick.


Anna hanya tersenyum. Kemudaan? Umur panjang? Hidup dan mati adalah milik Tuhan, dia tidak sudi menentang alam di mana setiap manusia akan menua dan mati karena di mana ada kehidupan, di sana ada kematian. Bersekutu dengan iblis hanya untuk kehidupan kekal adalah perbuatan sesat, dia benar-benar tidak sudi melakukannya.


Waktu sudah hampir menunjukkan tepat pukul dua belas malam, bulan purnama pun sudah berada di atas kepala dan melingkar indah. Para pengikut Mariana menyebutkan mantera, sedangkan Barrow di tahan oleh mereka. Mariana terbang mendekati Lucia, saatnya mengambil nyawa gadis itu dan menuangkan darahnya ke atas kotak terkutuk. Mariana pun tak henti mengucapkan mantera, Lucia tampak ketakutan saat Mariana sudah berhenti di hadapannya.


"Kak Anna, tolong aku!" teriak Lucia ketakutan.


"Jangan sentuh putriku, jangan sentuh dia!" teriak Maria Devan.


Mantera yang diucapkan oleh Mariana semakin nyaring terdengar, cukup satu tusukan maka selesai. PIsau dan cawan tengkorak diangkat, Mariana pun meneriakan sesuatu.


"Wahai raja iblis, sesuai dengan janji yang kau ucapkan padaku pada saat itu jika malam ini aku akan bangkit abadi jadi terimalah persembahan darah yang akan aku berikan padamu dan satukanlah jiwa enam ratus enam puluh enam para gadis yang aku sudah aku kumpulkan ke dalam jiwaku!" teriaknya dan setelah itu, pisau dihunuskan tepat ke arah jantung Lucia.


Lucia berteriak histeris, senyum mengerikan Mariana menghiasi wajah. Dia pasti berhasil namun sebelum pisau itu menusuk ke tubuh Lucia dan menebus jantungnya, Mariana merasa ada yang mendorong tubuhnya dengan keras. Mariana berteriak, tubuhnya terpental ke belakang. Para pengikutnya juga berteriak, begitu juga dengan Nick.


"Mom!" Nick berteriak dan berlari menghampiri ibunya.


"Sialan, siapa yang begitu berani!" teriak Mariana dengan penuh emosi. Belum terlambat, dia masih memiliki waktu namun sosok Natalie yang berdiri di hadapannya mengejutkan dirinya dan Nick.


"Aku, aku tidak akan membiarkan kau bangkit!" ucap Natalie.


"Hentikan dia!" beberapa pengikutnya sudah berlari menuju altar namun Barrow mulai beraksi., Barrow memukul dua orang yang menahannya lalu menembaki para pengikut Mariana dengan senjata otomatis yang sudah diisi dengan peluru bius. Tidak sampai di sana, pasukan yang sudah mengintai sedari tadi pun langsung menyergap. Seperti yang Anna katakan, mereka seperti anak bebek yang kehilangan induknya.


Kekacauan mulai terjadi, para pengikut Mariana mulai berlari tidak karuan untuk menyelamatkan diri. Junjungan mereka pun sepertinya sudah tidak mampu mengatasi kekacauan yang ada.


"Beraninya kalian?!" teriak Mariana marah. Kebangkitannya sudah gagal, dia harus menunggu seratus tahun lagi jika ingin bangkit dan memulainya dari awal lagi.


"Budak sialan, beraninya kau menghalangi jalanku!" ucap Mariana penuh emosi. Tatapan matanya tidak lepas dari Natalie


"Aku sudah tidak berada di bawah kendalimu, tentu saja aku berani dan aku akan membalas dendam pada kalian berdua!"


"Kurang ajar, beraninya kau mengelabui aku?" sudah dia duga ada yang salah dengan belenggu yang membelenggu Natalie. Dia benar-benar bodoh di perdaya oleh arwah itu dengan begitu mudahnya.


"Aku akan melenyapkan jiwamu!" teriak Mariana marah karena Natalie sudah berani memperdaya dirinya. Mariana hendak menyerang Natalie namun suara siulan Anna menarik perhatiannya dan Nick.


"Hei, kalian melupakan aku!" teriak Anna.


Mariana dan Nick berpaling, mereka berdua terkejut saat melihat Anna sudah berdiri di depan altar di mana kotak terkutuk berada namun bukan itu yang membuat mereka terkejut. Yang membuat mereka terkejut adalah pisau Artsbond yang ada di tangan Anna. Bagaimana bisa? Bukankah benda itu sudah diberikan Anna pada pengikutnya tadi? Lalu bagaimana mungkin pisau itu berada di tangan Anna lagi?


"Hentikan dia!" teriak Mariana. Dia terbang ke arah Anna, begitu juga dengan Nick yang sudah berlari ke arah Anna.


"Jangan kira kalian bisa!" Natalie melesat dengan cepat untuk menghentikan Mariana agar Mariana tidak mengganggu Anna. Tidak saja Natalie, arwah sang nenek dan roh pelindung Anna juga membantu menahan Mariana.


"Sekarang, Anna!" teriak mereka bertiga.


"Pergilah kalian ke neraka!" teriak Anna seraya menancapkan pisau Artsbond ke atas kotak terkutuk yang tidak memiliki pintu itu.


"Tid....aaakkkk!" Mariana berteriak, suara teriakannya begitu nyaring terdengar hingga bergema ke mana-mana. Waktu terasa terhenti bagi Mariana. Bagaimana mungkin pisau Artsbond itu ada dua? Apa dia sudah tertipu oleh Anna?


Tentu saja Mariana sudah tertipu oleh Anna karena yang diberikan oleh Anna adalah pisau palsu yang sudah Anna siapkan.  Dia tidak mungkin memberikan pisau yang dia dapatkan dengan sudah payah dengan begitu mudahnya. Saat mendapati ibu dan bibinya tidak ada, Anna tahu Nick pasti akan melakukan pertukaran dan dia tahu yang diinginkan oleh Nick adalah pisau Artsbond yang sudah dia curi.


Anna pergi membuat pisau yang menyerupai pisau Artsbond tanpa sepengetahuan siapa pun. Dia mencari seorang pandai besi dan memintanya membuat pisau yang semirip mungkin agar tidak dicurigai oleh Mariana. Sebab itu dia memberikan pisau palsu yang memang sudah dia siapkan dengan mudah. Semua sudah sesuai dengan dugaan yang dia bayangkan, dia pasti memerlukan pisau Artsbond untuk menyelamatkan ibu dan bibinya.


Anna juga menerima tawaran Nick bukan tanpa alasan, dia harus mendekati Kotak terkutuk itu jika dia ingin menghancurkannya. Dia sungguh tidak menduga Nick memberikan tawaran yang sangat menguntungkan dirinya sehingga dia bisa berada di dekat altar dan dekat dengan kotak terkutuk dan lihatlah, Mariana dan Nick masuk ke dalam perangkap. Akting yang dia mainkan dan rencananya berjalan dengan lancar karena pisau Artsbond sudah menancap di atas kotak terkutuk dan sekarang, kotak itu berguncang hebat seperti akan ada sesuatu yang keluar dari dalam kotak tersebut.