
Nick sedang menunggu kedatangan Anna karena mereka akan makan siang bersama. Kesempatan ini tidak boleh dia sia-siakan untuk mendapatkan Anna Baker. Wanita itu harus menjadi miliknya, bagaimanapun caranya.
Nick menungu dengan tidak sabar, dia sudah sangat ingin melihat Anna. Lucia sangat menyukai Anna, sebab itu dia juga akan menjadikan hal itu sebagai kesempatan. Dia tidak menyangka apa yang Lucia alami membuatnya bertemu dengan Anna Baker. Meski ayahnya tidak suka namun itu tidaklah jadi soal.
Jam dilihat tiada henti, waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang tapi kenapa Anna belum juga datang? Jangan katakan jika Anna lupa, sebaiknya dia menghubungi Anna dari pada gelisah seperti itu.
Anna masih berada di kantor, ada bebarapa hal yang harus dia laporkan mengenai para korban yang dia temukan di kastil tua. Tidak hanya itu saja, dia juga ingin tahu apakah Barrow datang ke kantor atau tidak dan ternyata tidak.
Barrow meminta ijin selama beberapa hari dengan alasan sakit, dia tidak mengatakan sakit apa tapi yang pasti Barrow berkata dia ingin beristirahat.
Semua menyangka Barrow memang sakit tapi tidak dengan Anna. Dia tahu Barrow tidak sedang sakit, dia tahu Barrow masih bersikap aneh seperti semalam. Setelah ini dia mau pergi ke rumah Barrow untuk melihat keadaannya.
Anna benar-benar lupa dengan janjinya untuk makan siang dengan Nick. Setumpuk berkas sudah barada di tangan. Berkas itu adalah data korban yang dia temukan di kastil tua. Sang kapten memintanya untuk memeriksa datanya sebab itu dia melupakan janjinya sendiri apalagi banyak yang dia pikirkan.
Berkas sudah berada di atas meja, Anna melihat ke arah meja Barrow yang kosong lalu menghela napas. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Barrow? Pertanyaan itu selalu muncul dihati namun dia tidak mendapatkan jawabannya.
Anna memeriksa berkas yang baru saja dia bawa tapi dia tidak bisa berkonsentrasi karena pikirannya yang kacau. Wajah diusap kasar, sepertinya dia butuh udara segar. Anna hendak beranjak, dia ingin membeli segelas kopi namun niatnya terhenti karena ponselnya berbunyi.
Nama Nick tertera, Anna menghela napas. Dia lupa dengan janjinya. Nick mungkin sudah menunggunya sedari tadi.
"Nick, maaf aku lupa," ucapnya setelah menjawab panggilan dari Nick.
"Ada apa? Apa kau sibuk?" tanya Nick pula.
"Tidak, aku segera ke sana," ada sesuatu yang ingin dia pastikan, sebab itu dia mengajak Nick makan siang. Dia tahu si payung merah mengikuti Nick, hari ini dia harap arwah si payung merah mengikuti Nick lagi karena dia sangat ingin bertemu dengannya dan berbicara dengan arwah itu.
Anna datang ke kantor Nick, dia seperti mencari sesuatu sampai membuat Nick heran karena Anna tidak henti melihat ruangannya. Apa Anna tidak melihat dirinya?
"Apa yang kau cari? Apa kau tidak melihat pria tampan ini ada di sini??" tanya Nick seraya mengulurkan tangannya ke arah Anna.
"Bukan begitu," Anna tersenyum dan menyambut uluran tangan Nick. Jangan sampai Nick tahu jika dia ingin bertemu dengannya hanya untuk mencari sosok si payung merah.
Nick menarik Anna, sehingga Anna terduduk di atas pangkuannya. Anna terlihat tersipu, bukan seperti itu yang dia inginkan. Itu terlalu cepat untuk mereka, dia pun sedang banyak masalah sehingga ini bukan waktunya untuk berpacaran dan bermesraan.
"Kenapa? Kau terlihat dalam masalah??" tanya Nick.
"Bukan waktunya seperti ini, Nick," Anna menorong dada Nick dan hendak beranjak namun Nick justru menahannya.
"Apa maksudmu bukan saatnya?" Nick tampak tidak mengerti.
"Aku sedang banyak masalah, maaf," Anna menunduk, walau dia sedang bersama dengan Nick tapi pikirannya tidak lepas dari Barrow. Perkataan Barrow sewaktu di mobil pun teringat, apa Barrow marah karena dia dekat dengan Nick Devan? Apa Barrow cemburu sehingga ada arwah jahat yang memanfaatkan hal itu?
"Ada masalah apa? Katakan padaku," Nick mengangkat dagu Anna dan terlihat khawatir.
"Aku mengkhawatirkan Barrow, Nick. Dia terlihat aneh dan sekarang, dia tidak masuk bekerja," mata Anna berkaca-kaca, Anna berusaha menahan air matanya.
"Entahlah, aku tidak tahu. Aku harus pergi menemuinya untuk memastikan keadaannya," ucap Anna. Kali ini dia beranjak, Nick tidak menahannya.
"Aku ikut," Nick juga beranjak.
"Tidak perlu, Nick. Aku bisa pergi sendiri," Anna melangkah pergi, dia masih berusaha mencari si payung merah tapi sayangnya tidak ada. Ke mana arwah itu pergi? Setelah bertemu dengannya terakhir kali dia tidak melihat arwah itu lagi. Apa arwah jahat Mariana mengurungnya?
"Tidak, Anna," Nick meraih tangan Anna dan memeluknya dari belakang, "Aku ikut, aku khawatir serjadi sesuatu denganmu apalagi kau berkata jika Barrow terlihat aneh. Jangan sampai Barrow melakukan sesuatu padamu sehingga mebuatmu terluka. Tapi kita pergi makan terlebih dahulu barulah kita pergi ke rumah Barrow," ucapnya.
Anna mengangguk, tanda setuju. Mungkin jika Nick ikut dengannya dia benar-benar bisa melihat arwah si payung merah yang hilang begitu saja.
Nick sangat senang Anna mau melibatkan dirinya, dia akan berusaha membantu Anna dan mendapatkan kepercayaan Anna. Walau dia tidak suka dengan Barrow, namun dia akan menemani Anna. Jangan sampai terjadi sesuatu dengan Anna gara-gara Barrow.
Mereka segera pergi, tak hentinya Anna mencari sosok si payung merah tapi arwah itu benar-benar tidak terlihat bahkan dia tidak merasakan keberadaannya lagi. Apakah kemampuannya sudah berkurang sekarang ataukah kemampuannya sudah tidak ada lagi? Tidak, dia harap kemampuannya tidak hilang di saat seperti itu.
Makan siang yang mereka lakukan terlebihh dahulu, suasana seperti kembali semula. Anna tidak melihat arwah mengerikan lagi di sudut ruangan yang gelap dan kotor. Aneh, dia benar-benar merasa aneh. JIka kemampuannya benar-benar hilang, bukankah seharusnya dia merasa senang kemampuan itu sudah tidak ada lagi? Bukankah itu yang selalu dia harapkan? Tidak melihat sosok mengerikan itu lagi tapi kenapa dia tidak senang?
"Anna!" Nick memanggilnya karena Anna melamun dengan tatapan kosong. Makanan yyang terhidang pun tidak disentuh sama sekali,
Anna seperti orang linglung, Nick semakin heran dibuatnya. Anna bahkan mengusap wajahnya dengan kasar, apa yang terjadi dengannya? Pikirannya benar-benar kacau, arwah Mariana berhasil mengacaukan dirinya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Nick, dia terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Anna.
"Aku tidak berselera, Nick. Aku ingin ke rumah Barrow sekarang juga," sungguh dia sangat mengkawatirkan keadaan Barrow.
"Baiklah, ayo kita pergi!" makanan yang belum habis pun ditinggalkan, mereka segera pergi menuju rumah Barrow.
Anna diam saja selama di perjalanan, dia juga tidak tahu mau mengatakan apa. Anna tidak mempedulikan sekitarnya, yang dia pikirkan hanya keadaan Barrow saja.
Mobil yang dibawa oleh Nick sudah berhenti. Anna melompat turun dan melangkah mendekati rumah Barrow. Langkah Anna terhenti, tatapan mata tidak lepas dari rumah Barrow yang terlihat aneh.
Tetesan-Tetesan darah yang berceceran dan sudah mengering terlihat di depan beranda menuju ke dalam rumah. Entah tetesan darah apa itu. Nick bahkan melihatnya dan merinding ngeri, bau sesuatu yang tidak sedap bahkan tercium.
"Kau yakin Barrow ada di dalam, Anna?" tanya Nick.
"Aku tidak tahu!" Anna melangkah maju, menuju pintu. Pistol pun berada di tangan, untuk berjaga-jaga jika ada yang menyerang. Nick tampak ragu namun dia mengikuti langkah Anna.
"Barrow!" Anna memanggil namun tidak ada yang menjawab.
"Barrow!" teriak Anna lagi, sunyi sepi yang dia dapat.
Anna dan Nick saling pandang, Nick bahkan meminta Anna untuk mundur ke belakang. Pria itu sudah siap dan dalam hitungan ketiga, Nick menendang pintu hingga terbuka namun mereka justru dikejutkan oleh bau busuk yang mengengat juga lalat yang beterbangan keluar. Apa yang ada di dalam? Jangan katakan Barrow sudah tidak bernyawa di dalam sana.