
Anna berusaha memberontak dari dekapan pria yang sedang mendekapnya dari belakang. Dia tidak bisa menebak siapa pria itu bahkan dia khawatir pria yang berada di belakangnya saat ini adalah putra Mariana.
Pria itu semakin memeluknya erat, karena Anna masih saja memberontak. Anna meraih lengan pria itu, dia akan membantingnya namun niatnya terhenti saat pria itu berbicara.
"Anna, ini aku!"
Anna berpaling, matanya melotot melihat Barrow yang dia tinggalkan dalam keadan pingsan. Apa yang telah terjadi? Barrow bahkan terlihat sudah berbeda.
"Ayo kita pergi dari sini!' ajak Barrow.
Anna mengangguk, walau banyak yang ingin dia tahu tapi bukan pilihan bagus berbicara di tempat tidak aman itu karena Mariana bisa saja kembali dan melihat mereka. Barrow membawa Anna ke mobilnya, Anna semakin ingin tahu karena mobil itu sudah berada jauh dari tempat awal dia meninggalkannya.
Tidak ada yang berbicara di antara mereka. Anna melihat Barrow yang membawa mobil pergi dengan tatapan curiga karena bisa saja pria itu masih berada di bawah kendali Mariana untuk mengelabui dirinya. Sebaiknya dia berhati-hati dalam berbicara.
"Apa yang terjadi denganmu, Barrow. Kenapa kau tahu aku berada di sana?" Anna masih menatap Barrow dengan tatapan curiga, dia harus waspada.
"Mobil yang kau tinggalkan dan arwah nenek tua itu," jawab Barrow.
"Maksudmu?"
"Dengar, aku tidak tahu apa yang terjadi tapi aku seperti terbangun dalam mimpi indah yang panjang. Aku bermimpi menghabiskan waktu bermain dengan adikku sepanjang hari," memang itulah yang dirasakan oleh Barrow selama dia berada di bawah kendali Mariana.
"Apa kau tidak merasakan yang lain?" tanya Anna lagi, namun dia tetap waspada.
"Aku tidak tahu, Anna. Aku menuruti semua pemintaan adikku jadi aku tidak tahu apa yang terjadi karena yang aku rasakan aku bermain dengan adikku saja."
"Itu bukan permintaan adikmu, Barrow. Kau dipengaruhi oleh Mariana sehingga kau merasa kau sedang bersama dengan adikmu dan menuruti perintahnya padalah yang kau turuti adalah perintah Mariana."
"Benarkah? Apa yang aku lakukan selama ini?" Barrow melihatnya sejenak, sungguh dia ingin tahu.
"Kau melakukan ritual pemujaan iblis di rumahmu dan membunuh banyak binatang!"
"What?" Barrow terkejut dan kembali melihat Anna, "Are you kidding?" tanyanya tidak percaya.
"No, kau berubah menjadi orang lain karena kau berada di bawah kendali Mariana. Kau bahkan memiliki kekuatan aneh dan kau ditugaskan Mariana untuk menjaga rumah tua tersebut."
"Oleh sebab itu aku berada di sana?" tanya Barrow.
"Apa kau mengenali aku dengan baik, Barrow?" Anna balik bertanya karena dia masih curiga dan tidak bisa mempercayai Barrow begitu saja.
"Tentu saja, Anna. Selama ini aku benar-benar tidak tahu apa yang telah aku lakukan. Aku sudah katakan, aku terbangun dalam mimpi yang begitu panjang. Aku terkejut saat terbangun sebuah kain menutupi tubuhku. Aku juga terkejut melihat mobilmu ada di rumah tua tersebut" Barrow menghentikan mobilnya ke sisi jalan dan memandangi Anna.
"Maafkan aku, Anna. Aku tidak menyadari apa yang telah aku lakukan. Arwah wanita tua itu berkata aku menyerangmu, apa benar?"
"Tidak perlu dipikirkan, apa kau berkomunikasi dengan arwah wanita tua itu?" sekarang terjawab sudah kenapa Mariana menghukum mereka. Padahal dia tidak meminta bantuan para arwah itu tapi kenapa mereka mengambil risiko?
"Tentu saja. Begitu aku tersadar, aku dikejutkan oleh awah wanita tua itu yang mengatakan apa yang terjadi. Dia juga yang meminta aku untuk pergi dan jangan melepaskan benda yang kau berikan," Barrow mengambil jimat yang ada di saku dan menunjukkannya pada Anna, "Bukankah itu jimat di rumah nenekmu?" tanyanya.
"Yeah, aku pikir itu berguna saat aku meninggalkan dirimu dalam keadaan pingsan."
"Tentu saja ini berguna, aku sudah kembali ke rumah itu selama dua hari untuk mencari keberadaanmu tapi Mariana tidak mengetahui keberadaanku."
"Dua hari?" Anna terkejut, apa dia sudah berada di alam gaib selama dua hari? Tidak, dia merasa hanya beberapa jam saja berada di alam tersebut.
"Tunggu, jadi aku sudah berada di alam gaib selama dua hari?"
"Apa kau tidak menyadarinya?"
"Tentu saja, aku tidak merasa lapar dan haus. Aku bahkan merasa berada di dalam sana kurang lebih dua jam saja."
"Denar, Anna," Barrow meraih satu tangan Anna dan menggenggamnya.
"Aku tidak tahu apa yang kau cari di alam sana, aku sangat ingin membantumu tapi sayangnya aku tidak bisa. Arwah nenek tua itu meminta aku membawa mobilmu pergi agar Mariana tidak tahu. Sepertinya arwah nenek tua itu dan kelima arwah yang terjebak di dalam rumah sedang menolongmu."
"Apa kau bisa melihat mereka sekarang, Barrow?"
"Tidak!" jawab Barrow singkat.
"Lalu bagaimana kau bisa tahu jika ada arwah nenek-nenek?"
"Aku menebak dari suaranya saja."
"Apa aku bisa mempercayaimu, Barrow?" Jujur saja dia harus waspada. Jangan sampai dia diperdaya oleh Barrow yang berpura-pura sudah kembali padahal Mariana masih bisa mengendalikan pria itu dengan mudah.
"Tentu saja, Anna. Aku sudah kembali, percayalah. Maafkan aku yang begitu mudah diperdaya oleh Mariana. Sekarang aku akan mengantarmu pulang, lukamu harus segera diobati dan kau juga butuh istirahat."
"Aku harap kau tetaplah kau, Barrow!"
"Trust me, Anna. Kita berdua akan menyingkirkan Mariana. "
"Baiklah, sekarang antar aku ke rumah dinasku!" pinta Anna.
"Kau tinggal di sana?"
"Yeah.... Rumahku diobrak abrik olehmu!"
"Sial!" umpat Barrow kesal. Ternyata dia sudah melakukan banyak hal yang merugikan selama dikendalikan oleh Mariana. Saat dia tersadar, dia benar-benar tidak mengerti kenapa bisa berada di rumah tua itu. Barrow benar-benar linglung apalagi arwah nenek tua itu berkomuniasi dengannya yang membuatnya semakin terkejut.
Karena ingin tahu apa yang terjadi, Barrow bertanya pada mereka. Sebab itu dia tahu Anna sedang berada di alam gaib. Rasanya sangat ingin bertanya apa yang Anna cari tapi jika dia melakukan hal itu maka Anna akan mengira dia masih berada di bawah kendali Mariana sehingga Anna tidak mempercayai dirinya.
Anna memegangi bahunya sambil meringis. Ternyata luka yang dia dapatkan di alam gaib bisa dia rasakan di dunia nyata. Dia sungguh tidak menyangka sudah dua hari dia pergi, seharusnya itu bukan hal aneh karena perbedaan waktu.
Barrow memberikan sebotol minuman untuk Anna, dia bisa melihat jika Anna begitu lelah. Setelah ini Anna tidak akan sendirian lagi karena dia sudah kembali.
Mereka sudah tiba di rumah dinas Anna. Anna bergegas karena dia sudah tidak sabar mengabari ibu dan bibinya jika dia sudah berhasil.
"Mom... Aunty, aku sudah kembali!" teriak Anna.
Rumah begitu sepi tidak ada yang menjawab. Anna sangat heran dan masuk ke dalam rumah dengan terburu-buru.
"Mom, Aunty," Anna kembali memanggil namun rasa curiga memenuhi hati, firasat pun buruk.
Anna mencari ibu dan bibinya dibantu oleh Barrow tapi mereka berdua tidak ada di mana pun. Anna bahkan meminjam ponsel Barrow untuk menghubungi mereka tapi ponsel ibu dan bibinya sudah tidak aktif lagi. Ke mana mereka berdua?