Mistery Red Umbrella

Mistery Red Umbrella
Pemuda Yang Sudah Selesai Dimanfaatkan


Seorang telah menunggu, menunggu kotak itu dibawa kepadanya. Dia berdiri di depan jendela di dalam sebuah ruangan yang gelap. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela menyinari sedikit ruangan itu. Sebuah lukisan besar berada di dalam ruangan. Itu adalah lukisan seorang wanita yang sedang menggunakan gaun hitam dan itu adalah lukisan Mariana.


Sebuah mobil berhenti, itu adalah mobil milik Barrow yang tercuri. Seorang pria juga keluar lalu pria itu menarik kotak yang dia curi dari Anna dan menarik kotak itu masuk ke dalam rumah. Orang yang berdiri di depan jendela memperhatikan dengan serius, pria itu harus mati setelah ini.


Sesuai dengan prediksi Anna, ketika mereka menurunkan kotak hitam itu dari mobil Barrow, seorang pemuda yang tinggal tidak jauh dari rumah Anna melihat apa yang Anna dan Barrow lakukan. Pemuda itu mengintip, kotak yang dibawa oleh Anna dan Barrow menuju taman belakang terlihat berkilau sehingga pemuda itu yakin jika itu adalah otak harta karun.


Tidak menyia-nyiakan kesempatan, pemuda itu mengikuti Anna dan Barrow, dia mengintai mereka dari semak-semak. Karena Anna dan Barrow sedang sibuk jadi mereka tidak menyadari keberadaan pemuda itu namun semak-semak yang terinjak sempat membuat Anna curiga.


Pemuda itu bersembunyi di balik pohon besar saat Anna mengarahkan senternya ke hutan, dia tidak boleh ketahuan karena dia menginginkan kotak yang akan dikuburkan oleh Barrow. Pemuda itu bahkan sudah membayangkan harta yang berada di dalam kotak. Dia akan kaya setelah mendapatkan kotak itu.


Keserakahan yang ada membuatnya mudah dimanfaatkan oleh iblis. Semula pemuda itu ketakutan melihat apa yang terjadi pada Anna dan Barrow, dia hendak pergi namun iblis menguasai dirinya sehingga pemuda itu tidak pergi. Dia masih berada di tempat itu dan mulai menggali kotak setelah Anna dan Barrow berada di dalam rumah.


Kotak itu dia bawa pergi, disembunyikan ke kastil yang memang letaknya jauh dari rumah Anna sesuai dengan perintah iblis yang merasukinya. Oleh sebab itu Anna tidak bisa merasakan hawa jahat yang ada di kotak tersebut. Aksi pertama mencari korban pun dijalankan, pemuda itu menjerat para gadis lalu membawanya ke kastil tua.


Pemuda itu tidak membunuh para korban, para korban dibawa ke dalam ruangan yang sudah tersedia. Kotak berada di tengah-tengah pentagram dengan lilin menyala di sekelilingnya. Para korban yang tidak mengerti mengira itu adalah kotak harta karun karena dipandangan mereka kotak itu terbuka dengan banyaknya emas di atasnya namun ketika mereka mencoba mengambil emas-emas yang mereka lihat, jiwa mereka tiba-tiba tersedot oleh sesuatu yang mereka tidak tahu dari mana asalnya tapi sesungguhnya jiwa mereka disedot oleh kotak kutukan itu.


666 korban yang diinginkan untuk kebangkitan Mariana, sudah hampir terkumpul. Hampir seratus tahun, jiwa yang terkumpul sudah mencapai 665 jiwa yang berarti tinggal satu jiwa lagi lalu jiwa murni Lucia yang akan menyempurnakan kebangkitan Mariana.


Pemuda itu masih menarik kotak yang semakin terasa berat. Dia tidak tahu apa yang sedang dia lakukan karena pengaruh dari si iblis.


Angin dingin berhembus dari ruangan, asap tipis keluar dari lukisan lalu asap itu berubah menyerupai seorang wanita tentunya itu adalah roh Mariana yang bersemayan di dalam lukisan dirinya.


Mariana melangkah mendekati, sang darah murni yang tersisa. Tangannya yang mengerikan dengan kuku hitam yang panjang, menyentuh bahu darah dagingnya.


"Ambil kotak itu dan sembunyikan," ucap Marina.


"Tapi masih kurang satu jiwa lagi untuk menyempurnakan kebangkitanmu, Mom," seorang pria berbalik, menatap sosok mengerikan yang dia panggil ibu, Ya, dia adalah putra Mariana yang dilahirkan sebelum Mariana mati dibakar oleh kakek buyut Anna.


Mariana menyembunyikan putranya, dan meminta angota keluarganya yang lain menyembunyikan darah dagingnya. Dia juga meminta anggota keluarganya membawa putranya pergi. Dengan perjanjian dengan iblis yang Mariana lakukan, putranya memiliki kehidupan abadi.


"Tidak perlu khawatir, aku sudah memiliih satu jiwa istimewa yang akan menyempurnakan kebangkitanku. Dulu aku tidak mendapatkan jiwanya namun sekarang aku pasti akan mendapatkan jiwanya sehingga aku bangkit dengan kekuatan sempurna," ucap Mariana.


"Maksudmu, kau ingin mengambil Anna Baker sebagai korban terakhir?"


"Aku akan melakukannya, setelah kau bangkit kita akan menumpas semua keturunan orang-orang yang sudah membakarmu dengan yang lain. Dendam keluarga kita harus terbayarkan."


"Bagus, ambil kotak itu dan bunuh pria itu!" jiwa Mariana kembali terbang ke belakang lalu masuk ke dalam lukisan.


Pemuda yang masih menarik kotak terus berusaha menarik kotak untuk masuk ke dalam. Dia masih berada di bawah pengaruh iblis namun tiba-tiba dia tersadar dan tampak linglung. Pemuda itu bahkan melihat sekitar, karena dia tidak tahu dia berada di mana.


Sebuah kotak mengejutkan dirinya, pemuda itu semakin terlihat kebingungan apalagi seorang pria keluar dari ruangan.


"Siapa kau dan di mana aku?" tanya pemuda itu.


"Tugasmu sudah selesai!"


"Tugas apa?" pemuda itu tidak mengerti sama sekali.


Pria itu tidak mengatakan apa pun, dia melangkah mendekati pemuda yang masih kebingunan dan tanpa sepengetahun pemuda itu, sebilah pisau sudah berada di tangan.


"Tugasmu sudah selesai!" pria itu kembali berkata demikian lalu pisau yang dia bawa menancap ke dalam perut pemuda itu.


Pemuda itu terkejut, pisau ditarik lalu ditancapkan lagi sebanyak puluhan kali sehingga membuat pemuda itu melangkah terhuyung ke belakang dengan darah yang mengalir dari luka tusukan dibagian perut.


Darah itu mengalir ke arah kotak, kotak itu seperti haus akan darah dan menyerap darah yang terus menggalir


"Si-Siapa kau?" tanya pemuda itu namun sayang, tubuhnya tumbang ke samping dan dia mati di tempat.


Pria itu terlihat puas, kotak disembunyikan lalu tubuh pria itu dibawa keluar dan dimasukkan ke dalam mobil. Untuk menghilangkan barang bukti, mobil dibawa ke sisi jurang, beberapa jerigen bensin dimasukkan kedalam mobil.


Pemuda yang sudah tidak bernyawa dipindahkan ke kursi pengemudi, mesin sudah menyala dan sebuah batu diletakkan dipedal gas sehingga mobil itu berjalan sendiri.


Semua sudah beres, mobil mulai berjalan menuju jurang. Pria itu sudah berdiri di sisi jurang, untuk menyaksikan mobil yang terjun bebas. Mobil semakin dekat dengan jurang dan tidak lama kemudian, mobil itu terjun bebas bersama mayat pemuda yang sudah selesai dimanfaatkan.


Mobil itu pun meledak saat membentur dasar jurang, bensin yang ada membuat api semakin berkobar. Pria itu tersenyum dengan ekspresi puas, sudah selesai. Barang bukti sudah musnah dan tidak akan ada yang tahu jika dialah pelakunya terlebih Anna Baker.